BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Karakteristik Objek Penelitian
Berdasarkan hasil observasi, penulis dapat mengemukakan gambaran umum kondisi SD Islam Athirah II Makassar yang merupakan lokasi penelitian, sebagai berikut :
SD Islam Athirah II Makassar berada di satu-satunya kawasan perbukitan di kota Makassar menjadikan SD Islam Athirah II Makassar satu-satunya sekolah yang asri dan nyaman. Sekolah yang sudah mendapatkan 4 kali penghargaan Adiwiyata Nasional, yang diberikan langsung oleh Presiden RI. Gelar tersebut bukanlah hal yang mudah dengan berbagai seleksi dan persaingan yang ketat oleh sekolah-sekolah yang ada di seluruh Indonesia. Namun, sejak awal memang sekolah ini di desain dengan konsep Green School yang lebih dekat dengan alam.
Memfasilitasi peserta didik dengan menghadirkan hutan sekolah, kebun yang indah dengan berbagai jenis tanaman, Green House, Apotek Hidup, kolam ikan, taman bermain, fasilitas olah raga seperti lapangan futsal, lapangan basket, lapangan bulu tangkis,lapangan golf dan kolam renang.
Tempat pengomposan sampah organik dan sampah anorganik yang tentunya menjadi pembelajaran berharga bagi peserta didik.
83
2. Deskripsi Kelembagaan
Sejak tahun 1984, bangunan Sekolah Islam Athirah berdiri kokoh.
Mulai dari tingkat TK sampai SMA. Bangunan sekolah ini diresmikan tepat pada 24 April 1984 silam dan mulai beroperasi pada tahun pembelajaran 1985-1986. Sebidang tanah di jalan Kajaolaliddo nomor 22 Makassar yang tadinya diorientasikan untuk pendirian hotel, beralih untuk pendirian sekolah ini.Hingga sekarang menjadi sekolah Islam Athirah I.
Menilik sejarahnya, sekolah ini bermula dari keinginan kuat dari sosok Bapak Hadji Kalla dan istrinya, Ibu Hadjah Athirah untuk berperan aktif dalam memajukan pendidikan. Beliau peduli dan punya komitmen tinggi.
Implementasinya pun dihadirkan melalui group bisnisnya merintis sebuah yayasan. Namanya, Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Islam Hadji Kalla sebagai program CSR pada 9 September 1981. Di bawah Yayasan itulah dibangun sekolah formal dengan nama Sekolah Islam Athirah, sekolah yang banyak dikenal hingga sekarang ini. Nama Athirah ini diambil dari nama sang istri dari Bapak Hadji Kalla. Athirah bermakna harum atau wangi. Penetapan nama ini tak hanya sekadar wujud kasih sayang beliau kepada istrinya, tetapi makna nama ini juga diharapkan mampu menjadi spirit bagi civitas akademika Sekolah Islam Athirah.
Harum dan wangi dalam prestasi dan attitude.
Kehadiran sekolah ini disambut baik oleh masyarakat. Terbukti, dengan presentasi siswa yang mendaftar sebagai civitas akademika Athirah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Makanya, pengurus
84
yayasan pun melakukan beberapa ekspansi. Didirikanlah Sekolah Islam Athirah yang kedua pada tahun 1999 di daerah Bukit Baruga Makassar juga sebagai tempat penelitian penulis, di Bukit Baruga ini berdiri sekolah mulai dari unit TK sampai SMP dan pada tahun 2008 unit SMA pun telah beroperasi hingga sekarang. Lalu berikutnya menyusul unit TK di daerah Racing Centre.Ekspansi ke empat, sekolah islam Athirah pun memilih Kabupaten Bone sebagai area sekolah. Didirikanlah Sekolah Islam Athirah Boarding School, Bone di tahun 2011. Di Bone, sekolah Athirah punya ciri khas dan keunikan sistem. Tidak sama dengan sistem sekolah yang ada di Makassar, sekolah athirah di Bone ini pun pakai sistem Boarding School alias diasramakan.
Siswa/siswi yang direkrut dengan komposisi 30% dari latar belakang ekonomi keluarga mampu dan biaya mandiri sedangkan 70% dari latar belakang ekonomi keluarga kurang mampu, dengan beasiswa penuh dari yayasan. Konsep dasar Sekolah Islam Athirah adalah berciri Islam, berjiwa nasional, dan berwawasan global. Pada proses pembelajaran, sekolah ini berupaya membentuk keseimbangan kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional, namun tetap pada ciri khas Athirah. Program-program yang dibuat memproses Sekolah Islam Athirah menjadi sekolah efektif dan sentral pembelajaran. Program unggulan antara lain, membaca Al-Qur’an dengan metode UMMI, menghafal Al-Qur’an dengan metode gerak, bilingual class, English and Arabic Camp, Parents Day, Market Day,
85
Carrier Day, Pekan Budaya Nasional/Internasional, Pentas Drama, Field Trip, Kelas Khusus Olimpiade. Prestasi-prestasi yang dibangun tidak hanya pada wilayah intrakurikuler, tetapi juga pada wilayah ekstrakurikuler. Baik pada tingkat regional, nasional, maupun internasional. Metode pembelajaran yang dikembangkan adaptif terhadap teknologi dan metode pembelajaran kekinian yang memerdekakan siswa dengan pendekatan active learning.
Penekanan khusus di SD Islam Athirah II Makassar adalah terbentuknya pembiasaan belajar untuk pembekalan melanjutkan ke jenjang SMP. Dalam hal ini, prosesnya membekali kemahiran siswa dalam menghitung dan keterampilan berbahasa (membaca, menulis, mendengar, berbicara). Di samping itu siswa jenjang SD sangat membutuhkan konsep dan pola kerja yang konkret untuk memaksimalkan tumbuhnya karakter siswa berbasis Al-Qur’an dan Al-Hadist. Out put minimal dapat menghafal dan mentadabburi Al-Qur’an sebanyak 3 juz (28, 29 dan 30).
Saat ini sekolah Islam Athirah dipimpin oleh ketua yayasan yaitu ibu Hj. Fatimah Kalla dan Direktur Drs. Edi Sutarto, M.Pd. Juga terdiri 3 Kepala Divisi dan dipimpin oleh Kepala Sekolah di masing-masing unit. Di SD Islam Athirah II Makassar, memiliki jumlah karyawan sebanyak 77 orang, terdiri dari Kepala Sekolah yaitu Drs. H.M. Zuhri Wail dan 3 Wakil Kepala Sekolah yaitu Wakasek Bidang ICT dan Sarana Prasarana Muh.Jafar, S.Kom , Wakasek Bidang Kesiswaan dan Keagamaan Muh.
86
Jusri, S.Sos.I, Wakasek Bidang Kurikulum dan SDM Taswil Mardi, S.Pd.
Tenaga pengajar sebanyak 56 orang, tata usaha sebanyak 3 orang, bujang sekolah 5 orang, Office Boy sebanyak 7 orang dan satpam sebanyak 2 orang. Jumlah keseluruhan siswa dari kelas I hingga kelas VI berjumlah 561 siswa.