• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian

Pada awal berdirinya pada tanggal 23 Juli 1997 yayasan KAKAK

merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang fokus utamanya adalah pada

perlindungan konsumen. Lembaga ini berdiri sebagai perwujudan dari

keprihatinan sekelompok orang yang mempunyai kepedulian dan perhatian besar

terhadap permasalahan anak dan konsumen, yaitu Bapak Agus Pambagio, Ibu

Dewi Rahmawati, Ibu Emmy LS, Ibu Ira Puspadewi, Bapak Irwanto, Bapak

Muhammad Yani, Ibu Nafsiah Mboi, Bapak Sudaryatmo, Ibu Tini Hadad, Bapak

Widjanarko ES dan Bapak Widodo. Sehingga mereka memberi nama KAKAK

yang merupakan singkatan dari Kepedulian Untuk Konsumen Anak.

Permasalahan konsumen anak yang menonjol akhir-akhir ini adalah

semakin meningkatnya pola hidup konsumtif karena gencarnya dunia usaha

menjadikan anak-anak sebagai sasaran produk mereka. Sementara itu disisi lain

kesadaran dan informasi mereka mengenai barang dan jasa yang dikonsumsinya

masih sangat minim. Di lain pihak produsen masih seringkali tidak bertanggung

jawab atas barang dan jasa yang diproduksinya dengan melanggar

ketentuan-ketentuan, baik yang telah diatur oleh pemerintah maupun yang menyangkut

keamanan dan keselamatan jiwa si anak. Dan pemerintahpun masih kurang

mengawasi barang-barang dan jasa yang beredar di pasaran.

Dalam perjalanannya, yayasan KAKAK melihat gejala merebaknya

prostitusi anak. Dari hasil pengamatan awal, ternyata salah satu sebab

keterlibatan mereka dalam industri seks ini adalah karena didorong oleh perilaku

konsumtif. Selain itu, anak-anak yang dilacurkan mempunyai masalah dengan

kesehatan reproduksinya, baik minimnya pengetahuan mengenai kesehatan

maupun penyakit menular seksual yang mereka derita. Sehingga melalui rapat

tahunan yang dilakukan di Jakarta, pada bulan Mei tahun 2002 memutuskan untuk

commit to user

mengubah nama dengan menghilangkan kepanjangannya, sehingga nama lembaga

menjadi yayasan KAKAK, dengan dua fokus isu garap yaitu perlindungan anak

sebagai konsumen dan perlindungan anak korban kekerasan dan eksploitasi

seksual.

Yayasan KAKAK melakukan pendampingan terhadap korban

perkosaan, karena dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa korban perkosaan

adalah beresiko terhadap prostitusi. Karena beberapa hal diantaranya adalah

karena mereka merasa sudah terlanjur tidak perawan lagi, merasa bahwa dirinya

tidak suci, sehingga menjadikan mereka terjun ke dunia prostitusi. Yayasan

KAKAK sudah banyak melakukan usaha untuk terwujudnya perlindungan

terhadap anak walau ternyata hasil yang dicapai belum maksimal, karena dalam

perjalanannya banyak kesulitan yang dihadapi, baik karena faktor internal maupun

faktor eksternal. Faktor-faktor internal antara lain adalah permasalahan sumber

daya manusia. Kurangnya pengalaman dari sumber daya manusia yayasan

KAKAK dalam pendampingan di lapangan (untuk kasus perkosaan dan

pengaduan konsumen), kurangnya pengalaman dalam pengelolaan

kelompok-kelompok dampingan yang sudah terbentuk, menjadikan motivasi/alasan sumber

daya manusia KAKAK untuk terus belajar. Sedangkan faktor-faktor eksternal

yang dihadapi diantaranya adalah karena tidak responnya pihak-pihak yang terkait

dengan permasalahan anak seperti: tidak tegasnya aparat kepolisian dalam

menindak pelaku perkosaan terhadap anak, tidak responnya pengelola sekolah

dalam hal pendidikan konsumen yang akan diberikan kepada anak-anak.

2. Visi dan Misi Yayasan KAKAK

a. Visi Yayasan KAKAK

Menciptakan masyarakat Indonesia yang memenuhi hak-hak anak

yaitu hak kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi,

dengan berdasarkan pada nilai-nilai kepentingan terbaik untuk anak dan non

diskriminasi.

commit to user

b. Misi Yayasan KAKAK

1) Memberdayakan masyarakat agar mampu menjamin :

a) Kelangsungan hidup anak

b) Tumbuh kembang anak

c) Perlindungan terhadap anak

2) Menciptakan kesempatan bagi anak agar dapat mengaktualisasikan potensi

diri secara optimal

3) Mewujudkan yayasan KAKAK yang profesional, independen dan mandiri

4) Melakukan advokasi terhadap berbagai kebijakan agar berpihak pada anak

3. Tujuan, Mandat dan Peran Strategis Yayasan KAKAK

a. Tujuan Yayasan KAKAK

Memperjuangkan terpenuhinya hak-hak anak, khususnya anak

sebagai konsumen dan anak korban eksploitasi seksual melalui pendidikan,

advokasi dan pelayanan.

b. Mandat Yayasan KAKAK

Sekumpulan orang yang peduli dan komit untuk memperjuangkan

terpenuhinya hak-hak khususnya anak sebagai konsumen dan anak sebagai

korban eksploitasi seksual secara profesional, independen, mandiri, terbuka

dan berperspektif anak.

c. Peran Strategis Yayasan KAKAK

Dalam rangka mandat, visi, misi dan tujuan tersebut. Yayasan

KAKAK ingin menjadikan dirinya sebagai “Agent of Social Change” dengan

peran-peran strategis :

1) Community Organizer,dengan fungsi :

Memperkuat akses terhadap sumber daya, penguasaan informasi dan

organisasi masyarakat.

commit to user

Memfasilitasi proses belajar masyarakat dan kegiatan-kegiatan untuk

meningkatkan kemampuannya mengatasi masalah.

3) Advokator, dengan fungsi :

Mendorong terjadinya perubahan-perubahan kebijakan yang lebih

berpihak pada kepentingan dan hak-hak anak.

4) Researcher, dengan fungsi :

Melakukan penelitian-penelitian kritis yang mampu mendorong

terbangunnya ilmu pengetahuan masyarakat, dan berguna untuk

mendukung mengembangkan model pendidikan maupun advokasi.

4. Susunan Organisasi Yayasan KAKAK

Yayasan KAKAK merupakan badan hukum yang staffnya terdiri dari

direktur, koordinator perlindungan anak, tiga orang staff internal yang mengurusi

administrasi, lima orang staff lapangan selaku pendamping dan seorang penjaga

yayasan. Secara keseluruhan berjumlah sebelas orang. Di yayasan KAKAK sering

kali terjadi perubahan dan pergantian kepengurusan. Sehingga susunan

organisasinya tidak tetap dan mungkin akan ada perubahan kembali.

Yayasan mempunyai organ yang terdiri dari pembina, pengurus, dan

pengawas. Untuk meningkatkan aktivitas kegiatan baik di tingkat lembaga dan

lapangan, peran pembina lebih diarahkan sebagai moral support maupun technical

support. Sedangkan secara fungsional fungsi board antara lain :

1) Merumuskan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan

program-program strategis, pengembangan staff dan pengembangan

institusi.

2) Mengorganisir pertemuan tiga tahunan

3) Memilih direktur eksekutif.

4) Melakukan monitoring dan evaluasi kelembagaan tiap tiga tahun.

Secara lengkap susunan organisasi yayasan KAKAK dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 2. Susunan Organisasi Yayasan KAKAK

No Nama Posisi

commit to user

2

Rita Hastuti, S.P

Koordinator Program Pengembangan Sistem Perlindungan Anak

3

Siswi Yuni Pratiwi,

S.Psi

Penjangkau dan Pendamping anak korban ESKA

4

Astri Purwakasari, S.H

Pendamping hukum

5

Nur Hidayah, S.E Community Organizer (CO)

6

Atur Fitri Adiati, S.Sos Community Organizer (CO)

7 Ati Fatmawati, S.Kom Pendamping korban ESKA 8 Sudaryati, S.E Manager Kantor

9 Sri Rahayu, S.E Manager Keuangan 10 Hastuti Staff Administrasi 11 Bapak Ahmad Penjaga Yayasan

Sumber Data: Profil Yayasan KAKAK

Dokumen terkait