• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

C. Saran

Melakukan langkah-langkah perlindungan dengan menekankan pada upaya

mengharmonisasi peraturan perundangan dan kebijakan yang berperspektif

(hak) anak, memperkuat dan melaksanakan Undang-Undang ataupun

kebijakan-kebijakan, dengan menempatkan anak sebagai “korban” bukan

sebagai “pelaku”.

2. Bagi Lembaga Swadaya Masyarakat/Organisasi Non Pemerintah

Meningkatkan kerjasama dengan membentuk jaringan yang melibatkan

organisasi pemerintah maupun non pemerintah dalam mencegah eksploitasi

seksual komersial anak (ESKA) dengan memperhatikan dan melindungi

hak-hak anak baik yang belum menjadi korban maupun yang telah menjadi

korban.

commit to user

3. Bagi Aparat yang Berwenang

Pihak kepolisian harus bersikap pro-aktif untuk mengidentifikasi para pelaku

atau jaringan-jaringan ESKA dan melakukan tindakan hukum agar para pelaku

ESKA dihukum berat. Penjeratan hukuman yang berat bagi para pelaku

kejahatan ESKA dapat menjadi pemicu untuk menumbuhkan kesadaran

masyarakat agar dapat menghindari sebagai pelaku.

4. Bagi yayasan KAKAK

Yayasan KAKAK perlu merekrut tenaga PAUD dalam mendidik anak-anak

untuk mensosialisasikan informasi mengenai ESKA, dengan harapan agar

informasinya lebih mudah diterima oleh anak-anak.

5. Bagi Masyarakat

Untuk masyarakat pada umumnya, pemberian stigma negatif terhadap anak

korban eksploitasi seksual harus dihindarkan dan mengajak masyarakat untuk

bisa menerima kembali keberadaan mereka sehingga mereka mendapatkan

lingkungan yang kondusif untuk melanjutkan tumbuh kembangnya. Tentunya

hal tersebut membutuhkan peran dari tokoh masyarakat dan tokoh agama yang

mempunyai pengaruh besar untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli.

Perlu dibangun kesadaran masyarakat untuk melaporkan dan memberikan

informasi kepada pihak terkait bila mengetahui ada praktik ESKA.

6. Bagi Orang tua

Perlu peningkatan ketahanan sosial sebagai upaya preventif dalam

menanggani masalah eksploitasi seksual komersial anak, antara lain dengan

penguatan peran dan fungsi keluarga melalui peran orang tua dalam

melindungi dan mengawasi anak-anak mereka. Orang tua harus memberikan

rasa aman dan kasih sayang terhadap anak-anaknya, menjamin tumbuh

kembang anak, serta menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi

anak-anaknya.

7. Bagi Sekolah-Sekolah

Perlu menggunakan metode pembelajaran portofolio bagi siswa-siswa

SMP/SMA dalam menyampaikan masukan pada pemerintah daerah, sebagai

commit to user

upaya untuk memperbaiki peraturan daerah atau kebijakan lainnya di Kota

Surakarta.

8. Bagi Anak

Perlunya membangun kesadaran anak terhadap hak-haknya yang harus

dilindungi melalui pendidikan formal di sekolah dan sosialisasi di masyarakat.

Serta memberikan ruang partisipasi anak untuk mengembangkan potensi diri,

serta melibatkan anak dalam kampanye-kampanye pencegahan eksploitasi

seksual komersial anak.

9. Bagi Peneliti lebih lanjut

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengelolaan dana yang

diperoleh yayasan KAKAK dengan harapan agar dapat memberikan imbalan

yang pantas terhadap para pendamping di yayasan KAKAK. Selain itu supaya

memotivasi bagi para pendamping dalam melakukan tugas.

commit to user

DAFTAR PUSTAKA

Alexander, Sarah., Meuwese, Stan., Wolthuis, Annemieke. 2000. “Policies and

Developments Relating to the Sexual Exploitation of Children: The

Legacy of the Stockholm Conference. European Journal on Criminal

Policy and Research. Amsterdam. December. Vol 8; Edisi 4; pg 479

Arist Merdeka Sirait. 2010. Eksploitasi Seksual Komersial Mengintai Anak Kita.

http://www.djpp.depkumham.go.id/hukum-pidana/648-eksploitasi-seksual-komersial-mengintai-anak-kita.html diakses 29 April 2011

Buletin Sahabat Kakak. 2010. Mei Edisi 01. Eksploitasi Seksual Komersial Anak.

Surakarta: Yayasan KAKAK atas dukungan Terre’ des homes Netherland

Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. 2007. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi

Aksara

Delaney, Stephanie (ECPAT Internasional). 2006. Melindungi Anak-anak Dari

Eksploitasi Seksual Dalam Situasi Bencana & Gawat Darurat.

Penerjemah ECPAT Indonesia dan Ramlan. Medan: Kelompok ECPAT

Di Indonesia (Koalisi Penghapusan ESKA)

Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ke

3). Jakarta: Balai Pustaka

ECPAT (End Child Prostitution In Asia Tourism) Internasional. 2006. Tanya &

Jawab Tentang Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Penerjemah Ramlan.

ECPAT Indonesia

Haryatmoko. 2007. Etika Komunikasi Manipulasi Media, Kekerasan, dan

Pornografi. Yogyakarta: Kanisius

Indra Bastian. 2007. Akuntansi Yayasan dan Lembaga Publik. Jakarta: Erlangga

Irwanto, dkk. 2008. Menentang Pornografi dan Eksploitasi Seksual Terhadap

Anak. Medan: Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual

Komersial Anak

Kartini Kartono. 2005. Patologi Sosial Jilid 1. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Miles, Matthew B. dan A. Michael Huberman. 2007. Analisis Data Kualitatif.

Penerjemah Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia

(UI-Press)

commit to user

Moehar Daniel. 2006. PRA Participatory Rural Appraisal Pendekatan Efektif

Mendukung Penerapan Penyuluhan Partisipatif dalam Upaya

Percepatan Pembangunan Pertanian. Jakarta: PT Bumi Aksara

Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT

Rosdakarya

Neng Djubaedah. 2003. Pornografi & Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam.

Bogor: Kencana

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Penanggulangan

Eksploitasi Seksual Komersial

Pusat Kajian Dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan, dkk. 2008. Eksploitasi

Seksual Komersial Anak di Indonesia. Medan: Koalisi Nasional

Penghapusan Eksploitasi Seksual Anak

Sobirin Malian dan Suparman Marzuki. 2003. Pendidikan Kewarganegaraan dan

Hak Asasi Manusia. Yogyakarta: UII Press

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sutopo H.B. 2002. Metodologi Penelitian. Surakarta: UNS Press

2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press

Taliziduhu Ndraha. 1990. Pembangunan Masyarakat Mempersiapkan Masyarakat

Tinggal Landas. Jakarta: Rineka Cipta

Totok Mardikanto. 1988. Komunikasi Pembangunan. Surakarta: UNS PRESS

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik

Indonesia

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Perdagangan Orang.

commit to user

Willis, Brian. M., Levy, Barry. S., 2002. “Child prostitution: Global health

burden, research needs, and interventions. The Lancet. London. April

20. Vol. 359, Edisi 9315; pg. 1417, 6 pgs.

Winarno dan Wijianto. 2010. Ilmu Kewarganegaraan dalam Konteks Pendidikan

Kewarganegaraan (IKn-PKn). Surakarta: Laboratorium Program Studi

Dokumen terkait