HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Obyek Penelitian 1. Profil Kantor
Kewenangan Polres Buton berada di dalam wilayah Kabupaten Buton yang berada dibagian Tenggara pulau Sulawesi dan bila ditinjau dari peta Provinsi Sulawesi Teanggara. Kantor pelayanan Kepolisian Resort Kabupaten Buton terletak di Kecamatan Pasarwajo Desa/ Kelurahan Laburunci, yang berbatasan dengan :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Wabula b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Pasarwajo c. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Siontapina d. Sebelah Barat berbatasan dengan Hutan Lindung Lambusango.
Sebagai suatu instansi penegak hukum (Kepolisian Repoblik Indonesia) adapun tingkatan-tingkatan pangkat, Jabatan dalam instansinya yakni pada suatu polres itu jabatan tertinggi di Kabupaten/ Kota dan dikepalai oleh Kapolres yang berpangkat AKBP ( Ajun Komisasris Besar Polisi) kemudian memiliki wakil yaitu Wakapolres yang memiliki pangkat Kompol ( Komisaris Polisi) yang membawahi empat bagian yaitu Kasiwas, Kasipropam, Kasikau, dan Kasium.
Dimana empat bagian tersebut diatas membawahi tiga bidang/ pembagian yaitu Kabag Ops, Kabag Ren dan Kabag Sumda. Adapun pembagian tugas masing-masing Kabag di institusi penegak hukum Polres Buton yaitu :
a. Kabag Ops menaungi 11 bagian.
39
b. Kabag Ren menaungi 2 bagian Kasubag c. Kabag Sumda menaungi 3 bagian Kasubag
Polres Buton dalam hal memberikan pelayanan yaitu pelayanan lalu lintas, pelayanan penerbitan SIM, Pengurusan STNK, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Shabara SPKT ( Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu).
Terfokus pada yang berkaitan dengan pelayanan penerbitan surat izin mengemudi (SIM).
2. Visi dan Misi Kasat Lantas a. Visi Polantas
Polantas yang mampu menjadi pelindung, pengayom pelayanan masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama dengan masyarakat serta sebagai aparat penegak hukum yang profesional dan proporsional yang selalu menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak asasi manusia, memelihara keamanan dan ketertiban serta kelancaran Lalu Lintas.
b. Misi Polantas
1. Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan para pemakai jalan sehingga para pemakai jalan aman selama dalam perjalanan dan selamat sampai tujuan.
2. Memberikan bimbingan kepada masyarakat yang berlalu lintas melalui upaya preventif yang dapat meningkatkan kesadaran dan ketaatan serta kepatuhan kepada ketentuan peraturan lalu lintas.
3. Menegakan peraturan lalu lintas secara profesional dan proporsional dengan menjujung tinggi supremasi hukum dan Ham.
4. Memelihara keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dengan memperihatikan norma-norma dan nilai hukum yang berlaku.
5. Meningkatkan upaya konsolidasi kedalam sebagai upaya menyamakan misi polantas.
3. Tugas Pokok
a. Tugas Pokok Kasat Lantas
Menyelenggarakan atau membina fungsi lalu lintas Kepolisian, yang meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli, pendidikan masyarakat dan rekayasa lalu lintas, registrasi dan identifikasi pengemudi atau kendaraan bermotor, penyidikan kecelakaan lalu lintas dan penegakan hukum dibidang lalu lintas guna memelihara keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
b. Tugas Pokok Kaur Bin Ops Lantas
Membantu kasat lantas menyelenggarakan atau membina fungsi lalu lintas kepolisian, yang meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan, dan patroli, pendidikan masyarakat dan rekayasa lalu lintas, registrasi dan identifikasi pengemudi atau kendaraan bermotor, penyidikan kecelakaan lalu lintas dan penegakan hukum dibidang lalu lintas guna memelihara keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
c. Tugas pokok Kanit Regident
Membantu Kasat lantas menyelenggarakan atau membina fungsi lalu lintas kepolisian, registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.
Unit Registrasi dan Identifikasi (unitregident) dipimpin oleh Kepala Unit Regident dan Identifikasi yang disingkat dengan Kanit Regident dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada Kasat Lantas dan pelaksanaan tugas sehari-harinya dibawa kendali Kaur Binopsnal. Kanit Regident bertugas melayani administrasi Registrasi dan Identifikasi kendaraan bermotor serta pengemudi.
Pemberian pelayanan tersebut yaitu :
1) Penerbitan dan pemberian sarana identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor kepada pemohon yang memenuhi persyaratan baik yang diterbitkan sendiri maupun dari satuan atasan.
2) Penerimaan dan penelitian terhadap persyaratan masyarakat untuk memperoleh : SIM, STNK, BPKB, dan TNKB
3) Berbagai upaya untuk menjamin bahwa sarana identifikasi yang akan diterbitkan baik langsung maupun melalui satuan atasan dapat dipertanggung jawabkan secara formal maupun materil.
4) Melaksanakan pengujian terhadap pengetahuan-pengetahuan, keterampilan pemohon SIM untuk menjamin kebenaran /ketetapan materil atas surat izin yang diterbitkan
5) Mengawasi, mengarahkan, menganalisa, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan kegiatan registrasi /identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor
6) Membuat laporan penggunaan materil dan rencana kebutuhan materil secara periodik
7) Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan hasil penyelenggaraan kegiatan registrasi dan identifikasi
8) Melakukan inovasi-inovasi guna peningkatan pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan TNKB
9) Memberikan masukan saran terkait penyelenggaraan kegiatan registrasi/ identifikasi kepada Kasat Lantas.
d. Tugas Pokok Kanit Laka Lantas
Membantu Kasat Lantas menyelenggarakan atau membina fungsi lalu lintas kepolisian, bidang penyidikan kecelakaan lalu lintas dan penegakan hukum dibidang lalu lintas guna memelihara keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
e. Tugas Pokok Kanit Dikyasa
Membantu Kasat Lantas untuk menyelenggarakan atau membina fungsi lalu lintas kepolisian, pendidikan masyarakat dan rekayasa lalu lintas.
f. Tugas Pokok Kanit Turjawali Lantas
Membantu Kasat Lantas menyelenggarakan atau membina fungsi lalu lintas Kepolisian, yang meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli.
4. Tingkat Pendidikan Informan Penelitian
Apabila dilihat dari jenjang pendidikan para Informan dalam penelitian ini rata-rata status tingkat pendidikan mereka hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel : 3
Status Pendidikan Para Informan Penelitian
No. Nama Informan Pekerjaan Tamatan
Pendidikan 1 Drs. Moch. Fahrurrozi Kapolres Buton Strata Satu ( S1)
2 Iptu Jumiran Kasat Lantas Strata Satu ( S1)
3 Iwan Unu Anggota Lantas SMA
4 Husni Mbakai Anggota Lantas SMA
5 Muhammad Amin Anggota Lantas SMA
6 Lahalidi Sopir SMP
7 Sarfin Sopir SMA
8 Ahmad Sugiarto Pegawai Swasta Strata Satu (S1)
9 Amiludi Tukang Ojek SMA
10 Nilawati Guru Honor SD/pengajar Strata Satu (S1)
Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa jenjang pendidikan para petugas di institusi Kepolisian Polres Buton rata-rata hanya tamatan SMA, yang memiliki tingkat pendidikan Strata Satu (S1) hanya beberapa anggota atau sebagian aparat saja akan tetapi bila dilihat pada tabel diatas hanyalah pimpinan
institusi yaitu Kapolres, Wakapolres dan Kasat Lantas Buton. Sedangkan dari masyarakat sendiri yang menjadi informan peneliti hanya dua orang saja yang memiliki tingkat pendidikan strata satu (S1) yaitu Ahmad Sugiarto, ST dan Nilawati, SPd sedangkan yang lain hanyalah tamatan SMP dan SMA saja. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan bahwa rata-rata tingkat pendidikan di sebagian masyarakat Buton hanya tamatan SMA khususnya bagi petugas intitusi kepolisian Polres Buton, dengan kata lain bahwa kualitas pelayanan yang diberikan pasti tidak maksimal karena kurangnya pemahaman atau pengetahuan tentang defenisi dari pelayanan itu sendiri.
Surat Izin Mengeudi merupakan persyaratan untuk mengoperasikan kendaraan bermotor di jalan raya sesuai jenis kendaraan yang digunakannya dan berlaku selama lima (5) tahun. setiap pengemudi waib memiliki SIM dan diatur dalam undang-undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan yang diterangkan mengenai persyaratan memperoleh SIM yakni :
a. Sehat jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan dokter b. Berusia sekurang-kurangnya 17 tahun
c. Membayar Formulir pada loket Administrasi d. Mengisi formulir permohonan
e. Dapat menulis dan membaca huruf latin f. Melampirkan Foto kopy KTP
g. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang lalulintas jalan dan mahir keterampilan mengemudi kendaraan bermotor
h. Lulus uji teori dan praktek.
B. Pelaksanaan Pelayanan Penerbitan Surat Izin Mengemudi di Kepolisian