• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah selama 2 bulan, mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni tahun 2014. Dan peneliti melakukan penelitian ini berlokasi di Polres Kabupaten Buton dengan dasar pertimbangan bahwa pelaksanaan pelayanan penerbitan SIM di institusi Kepolisian tersebut belum berjalan secara optimal atau masih terjadi penyalagunaan kewenangan dalam melaksanakan pelayanan surat izin mengemudi (SIM) yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku, berdasarkan Pertimbangan tersebut maka peneliti terguggah untuk melakukan penelitian.

B. Jenis dan Tipe Penelitian

Adapun jenis dan tipe penelitian yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah antara lain :

1) Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang akan mendeskripsikan data-data empirik yang memuat gejala sosial dan membutuhkan pemahaman sehingga data yang dianalisis bukan hanya mengungkap hal-hal permukaan saja tetapi juga apa yang ada di balik pelaksanaan pelayanan penerbitan surat izin mengemudi.

2) Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif. Alasan peneliti menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan paradigma kualitatif karena peneliti berusaha untuk menguraikan dan mengungkapkan realita

32

yang ada di lapangan baik berupa kata-kata maupun gambar dan kemudian akan peneliti ulas dalam bentuk tulisan secara lisan yang berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan surat izin mengemudi.

C. Sumber Data

Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Data primer yaitu data yang bersumber dari informan yang diperoleh melalui wawancara, baik wawancara terstruktur melalui pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan maupun wawancara mendalam sesuai kondisi obyek yang dihadapi di lapangan.

2. Data sekunder yaitu data yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku, dokumen atau arsip serta literatur yang berkaitan dengan masalah pokok yang dibahas.

D. Informan Penelitian

Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu orang-orang yang dianggap betul-betul mengetahui proses pelayanan penerbitan SIM, dapat di lihat pada tabel dibawah ini adalah :

Tabel : 2

Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah :

1. Observasi adalah peneliti mengamati secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan proses pelaksanan pelayanan penerbitan surat izin mengemudi (SIM) di Kepolisian Resort Kabupaten Buton. Observasi yang dilakukan oleh peneliti untuk menggali data dalam penelitian ini dengan

cara observasi langsung dilapangan agar bisa melihat situasi dan kondisi dilapangan dalam hal pelaksanaan pelayanan surat izin mengemudi.

2. Wawancara adalah teknik pengumpulan data atau keterangan langsung secara lisan dengan informan yang telah ditetapkan sebagai pihak yang mengetahui permasalahan yang diteliti. Proses wawancara peneliti menggunakan pedoman wawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar masalah yang akan ditanyakan. Sehingga informan memiliki keleluasaan dalam menjawab pertanyaan dan mengungkapkan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti.

3. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan dari dokumen-dokumen yang dapat memberikan keterangan atau bukti yang berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengelolaan dokumen secara sistematis serta menyebar luaskan kepada pemakai terhadap informasi tersebut. Misalnya mengambil gambar, buku-buku, undang-undang maupun literatur-literatur yang berkaitan dengan apa yang diteliti.

F. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian kualitatif, teknik analisis data yang digunakan sudah jelas, yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji fokus penelitian yang telah dirumuskan dalam proposal. Dalam hal ini, Nasution (dalam Sugiyono, 2012 : 245) menyatakan bahwa analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian”.

Menurut Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2012:246), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Model analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu :

a) Pengumpulan Data yaitu peneliti mengumpulkan data ditempat penelitian untuk memperoleh data yang akurat.

b) Reduksi data yaitu setelah data yang telah dikumpulkan oleh peneliti kemudian peneliti melakukan proses pemilihan data dari lokasi hasil penelitian dilapangan yang dituangkan dalam uraian atau laporan yang lengkap secara terperinci kemudian laporan tersebut direduksi, dirangkum,dipila-pila agar mendapatkan data yang jelas dan akurat.

c) Penyajian Data (data display) yaitu untuk memudahkan peneliti dalam melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagia tertentu dalam penelitian. Penyajian dibatasi sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

d) Penarikan Kesimpulan (Verification) yaitu menarik kesimpulan setelah melakukan verifikasi secara terus-menerus sepanjang proses penelitian berlangsung, yaitu sejak awal memasuki lokasi penelitian dan selama proses pengumpulan data. Peneliti berusaha untuk menganalisis dan mencari pola, tema, hubungan persamaan, hal-hal yang sering timbul, dan sebagainya yang dituangkan dalam kesimpulan tentative. Dengan

bertambahnya data melalui proses verifikasi secara terus-menerus, maka akan diperoleh kesimpulan yang seenantiasa terus dilakukan verifikasi selama penelitian berlangsung.

G. Keabsahan Data

Kualitas data sangat didukung dari hasil penelitian, oleh karena itu diperlukan cara-cara atau tehnik dalam mengetahui keabsahan data tersebut.

Untuk mengetahui keabsahan data dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan cara atau tehnik triangulasi yang merupakan teori dari Raharjo, Mudjia ( Artikel, 8 maret 2010).

Triangulasi yakni mengadakan pengecekan akan kebenaran data yang akan dikumpulkan dari sumber data dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang lain serta pengecekan pada waktu yang berbeda yaitu:

1) Triangulasi sumber yaitu untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah didapatkan melalui beberapa sumber.

2) Triangulasi teknik yaitu untuk menguji keabsahan data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan cara atau teknik yang berbeda.

3) Triangulasi waktu yaitu dalam rangka pengujian keabsahan data yang dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan bentuk wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Apabila hasil uji tersebut dapat menghasilkan data yang

berbeda dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat ditemukan keabsahan datanya.

BAB 1V