TINJAUAN PUSTAKA
C. Konsep Surat Izin Mengemudi
Menurut Susilo (2009:24) mengungkapkan bahwa surat izin mengemudi adalah bukti kompetensi bagi seseorang yang telah lulus uji pengetahuan, kemampuan dan keterampilan mengemudi dijalan sesuai persyaratan yang ditentukan berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Menurut Siswosoediro (2009:2) mengemukakan bahwa surat izin mengemudi adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani memahami pertauran lalu lintas dan trampil mengemudikan kendaraan bermotor baik roda dua maupun lebih.
Dapat disimpulkan beberapa pendapat diatas bahwa surat izin mengemudi merupakan surat yang wajib dimiliki oleh setiap pengendara yang membawa kendaraanya dijalan raya dan tidak diperkenankan bagi pengendara yang mengendarai kendaraan bermotor dijalan yang resmi misalnya jalan poros dan jalan-jalan yang memiliki aturan beralulintas.
Kompetensi mengemudi adalah kemampuan seseorang mengemudi dalam bidang pengetahuan, kemampuan dan keterampilan mengemudi kendaraan bermotor dijalan dengan cara yang benar.
Di dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga dikatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dijalan wajib memiliki surat izin mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.
Fungsi Surat Izin Mengemudi terbagi atas 3 bagaian yaitu :
1. Sebagai bukti kompetensi mengemudi artinya surat izin mengemudi menunjukan kemampuan orang dalam mengendarai dan mengendalikan kendaraan bermotor sesuai dengan jenis surat izin mengemudi yang diperolehnya.
2. Sebagai registrasi pengemudi kendaraan bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap pengemudi artinya dapat dijadikan sebagai alat untk mengenali identitas penegemudi apabila ada kecelakaan sehingga aparat lululintas dapat segera atau dengan mudah mengetahui alamat orang yang mengalami kecelakaan tersebut.
3. Untuk mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan dan identifikasi forensik kepolisian artinya bila terjadi tindak pidana yang menyebabkan lukanya pengendara, maka aparat dapat melihat dari golongan sipengendara yang tercantum disurat izin mengemudi dan segera memberitahu pihak kedokteran atau forensic guna menghindari pemalsuan atau penggunaan sim yang salah.
Bentuk dan penggolongan surat izin mengemudi sesuai pasal 80 Undang-Undang Repoblik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah :
1. Surat Izin Mengemudi Golongan A berlaku untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 Kg.
2. Surat Izin Mengemudi golongan BI berlaku untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat diperbolehkan lebih dari 3.500 Kg.
3. Surat Izin Mengemudi golongan B II berlaku untuk mengemudikan alat berat, kendaraan penarik, kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan dan gandengan lebih 1000 Kg.
4. Surat Izin Mengemudi golongan C untuk mengemudikan sepeda motor kendaraan beroda dua dengan atau tanpa rumah-rumah dan kendaraan bermotor roda tiga tanpa rumah-rumah.
5. Surat Izin Mengemudi golongan D untuk orang yang memiliki kelainan fisik atau cacat.
Menurut Siswosoediro (2009 :44) menyatakan ada beberapa syarat dan prosedur dalam pengurusan surat izin mengemudi yaitu :
a. Persyaratan umum
1. Dapaat menulis dan membaca huruf latin
2. Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai peraturan lalu lintas jalan dan teknik dasar kendaraan bermotor
3. Berumur sekurang-kurangnya 18 tahun pada saat mendaftar 4. Sehat jasmani dan rohani
5. Tidak buta warna
6. Memiliki keterampilan mengemudikan kendaraan bermotor 7. Lulus ujian teori dan praktek
b. Persyaratan administrasi
1. Kartu tanda penduduk (KTP)
2. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter yang ditunjuk oleh kepolisian
3. Surat keterangan golongan darah 4. Membayar biaya asuransi
5. Mengisi folmulir pendaftaran dan menyerahkan kembali ke loket c. Prosedur
1. Pemohon dites kesehatannya diklinik yang di tunjuk oleh kepolisian dan berada dilingkungan tempat pembuatan SIM yang ada di Polres atau Polda
2. Mengisi folmulir pendaftaran yang bias diambil di loket pendaftaran 3. Membayar biaya pengurusan SIM di loket bank yang ditujuk oleh Polri
dan loket pembayaran biasanya berada ditempat pengurusan SIM 4. Melakukan ujian tertulis tentang peraturan lalu lintas, teknik dasar
kendaraan bermotor, dan cara mengemudikan kendaraan bermotor dijalan
5. Jika lulus ujian tertulis, pemohon melanjutkan ujian praktek tentang keterampilan pemohon mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya.
6. Jika pemohon lulus ujian teori dan ujian praktek maka pemohon dilanjutkan dengan foto diri untuk SIM. Dan SIM diterima hari itu juga setelah selesai foto dilakukan.
d. Biaya penerbitan SIM
Berdasarkan PP RI No.50 Tahun 2010 tentang Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dikatakan bahwa biaya penerbitan surat izin mengemudi, dapat di lihat pada tabel dibawah ini adalah:
Tabel 1
Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) No Jenis Penerimaan Negara Bukan
Pelaksanaan pelayanan penerbitan surat izin mengemudi (SIM) dilaksanakan dalam suatu rangkaian kegiatan terpadu yang bersifat terbuka, lancar, tepat, dan terjangkau. Pelayanan SIM pada dasarya adalah salah satu bentuk kegiatan dari administrasi. Dimana kegiatan ini dilakukan oleh instansi publik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan peraturan atau perundang-undangan yang ada. Dalam kegiatan tersebut tentu pelayanan proses manajemen adalah salah satu faktor yang sangat menentukan prosedur harus
disusun rapi dan teliti serta harus diketahui oleh masyarakat dan aparat yang melayani.
Prosedur tersebut pertu disertai perangkat yang dituntut melakukan suatu pelayanan yang berkualitas. Oleh sebab itu layanan yang berkualitas itu tidak hanya ditentukan oleh pihak yang melayani, tetapi juga oleh pihak yang dilayani dalam hal ini masyarakat.
Pelaksanan pelayanan penerbitan surat izin mengemudi dalam penelitian ini adalah dengan mengunakan konep dari Fitzsimmons dan Fitzsimmons dalam Sinambela (2008 :7) mengatakan bahwa ada lima indikator dalam kualitas pelayanan publik yaitu : 1). Reliability (Keandalan) yaitu pemberian pelayanan yang tepat dan benar serta keandalan untuk menyediakan pelayanan yang terpercaya, 2). Tangibles (Bukti Langsung) yaitu penyediaan yang memadai sumber daya manusia dan sumber daya lainnya misalnya komputer, ruang tunggu, tempat informasi dan lain-lain, 3). Responsiveness (Daya Tanggap) yaitu keinginan melayani konsumen dengan cepat, 4). Assurance (Jaminan) yaitu memiliki tingkat perhatian terhadap etika dan moral dalam memberikan pelayanan , dan 5). Emphaty (Empati) yaitu memilki tingkat kemauan untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen.
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti dapat mengambarkan alur berpikir mengenai pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat izin Mengemudi yang berlokasi di Polres Kabupaten Buton adalah sebagai berikut:
Gambar : 1 c. Kerjasama yang erat antar petugas 2. Faktor penghambat: