• Tidak ada hasil yang ditemukan

commit to user

HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Permasalahan Penelitian

Pada awal penelitian atau pra siklus dapat diketahui melalui kegiatan observasi pada proses pembelajaran di kelas khususnya kelas VII C. Observasi dilakukan selama 3 kali pertemuan, masing-masing dua jam pelajaran (80 menit) di kelas VII C SMP Negeri 1 Mojogedang tahun ajaran 2009/2010. Untuk mengetahui keadaan awal serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran di kelas tersebut selain dengan observasi, untuk memperkuat data hasil observasi juga dilakukan wawancara terhadap guru siswa, serta penyebaran angket kepada seluruh siswa. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, hal yang diobservasi yaitu sikap siswa selama proses pembelajaran serta tipe pembelajaran yang digunakan, untuk wawancara dilakukan terhadap sejumlah siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Mojogedang dan guru mata pelajaran biologi kelas VII C SMP Negeri 1 Mojogedang.

Pembelajaran biologi di kelas VII C SMP Negeri 1 Mojogedang berlangsung sekali pertemuan per minggu, yaitu pada hari selasa pada jam ke 5 dan 6 (80 menit). Hasil observasi terhadap proses pembelajaran biologi di kelas VII C SMP Negeri 1 Mojogedang menunjukkan bahwa Hal tersebut tampak pada perilaku siswa selama kegiatan pembelajaran, yang ditandai dengan hal-hal sebagai berikut: 1) siswa yang mau terlibat dalam kegiatan pembelajaran sebesar 62,5%; 2) siswa yang mau untuk berinisiatif sebanyak 40,83%; 3) kemauan untuk berkreasi sebesar 0%; 4) siswa yang terus bekerja atau tidak macet sebanyak

commit to user

33

27,5%; 5) siswa yang memanfaatkan waktu sebaik-baiknya sebesar 37,5%; 6) siswa senang bermain sendiri sebesar 24,17%, antara lain siswa membuat pesawat-pesawatan dari kertas, siswa bermain rubik, menggambar tokoh kartun idolanya dan membuat gulungan dari kertas untuk dilempar-lemparkan kepada temannya. Secara garis besar respons siswa masih rendah, hal ini dapat dilihat dari besarnya persentase siswa yang tidak memperhatikan pelajaran dan siswa hanya melakukan kegiatan yang dapat mengganggu pelajaran yaitu bermain dan berbicara sendiri dengan teman sehingga tidak menunjukkan kegiatan yang bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran. Siswa cenderung pasif dan tidak antusias dalam pembelajaran. Kepasifan siswa semakin tampak saat guru memberi kesempatan untuk bertanya, dan mengemukakan permasalahan yang berhubungan dengan materi pelajaran, respons yang diberikan siswa sangat minim. Respons siswa dapat dirangsang oleh guru dengan cara mengarahkan partisipasi siswa dan mengarahkan siswa agar dapat menggunakan waktu belajar sebaik-baiknya yaitu dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada siswa yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Partisipasi siswa pada mulanya sangat baik ditunjukkan dengan kemauan siswa menjawab semua pertanyaan dari guru baik itu secara serempak ataupun secara individu. Di tengah proses pembelajaran, siswa mulai enggan menjawab pertanyaan dari guru maupun mengemukakan masalahnya, siswa hanya mau menjawab bila ditunjuk oleh guru. Di akhir pembelajaran, hanya ada beberapa siswa yang menjawab pertanyaan dari guru, sebagian siswa lainnya tampak bosan dengan pembelajaran yang berlangsung dan tampak bermain-main sendiri atau berbicara dengan temannya. Dengan berkurangnya partisipasi siswa dan siswa cenderung tidak mengikuti pembelajaran dengan baik maka dapat menunjukkan bahwa respons siswa masih rendah. Data persentase respons siswa selama observasi dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Persentase Hasil Observasi Prasiklus No Indikator Observasi I (%) Observasi II (%) Observasi III (%) Observasi IV (%)

1. Keterlibatan dalam kegiatan

persiapan, proses dan kelanjutan belajar

55 70 62,5 62,5

2. Kemauan untuk berinisiatif 32,5 47,5 42,5 40,83

3. Kemauan untuk berekreasi *nd *nd *nd *nd

4. Terus bekerja atau tidak macet 27,5 17,5 37,5 27,5

5. Melakukan pekerjaan tanpa

membuang waktu

30 60 22,5 37,5

*) nd : not detected / belum terdeteksi

Pada hasil observasi yang ditunjukkan oleh tabel 4 bahwa untuk indikator

1 yaitu keterlibatan dalam kegiatan persiapan, proses dan kelanjutan belajar pada

observasi pertama mulai meningkat tetapi pada observasi ketiga mulai menurun hal ini disebabkan kurang tertariknya siswa terhadap materi, siswa mulai bosan sehingga antusiasme siswa tidak ada. Untuk indikator yang kedua yaitu kemauan untuk berinisiatif juga mengalami kenaikan dan penurunan, hal ini disebabkan rasa malu berpendapat dan kurang percaya diri dalam menjawab pertanyaan guru. Untuk indikator ke 3 yaitu kemauan untuk berkreasi dari observasi awal sampai observasi ketiga tidak ada satu murid pun, kreativitas yang dibuat cenderung tidak berhubungan dengan materi, seperti membuat pesawat-pesawatan dari kertas atau menggambar tokoh kartun idolanya sehingga dapat mengganggu pelajaran. Untuk indikator yang keempat yaitu terus bekerja atau tidak macet mengalami kenaikan dan penurunan. Hal ini disebabkan siswa merasa putus asa jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberi guru. Kemudian untuk indikator yang kelima juga mengalami kenaikan dan penurunan, siswa cenderung lebih banyak bermain daripada memanfaatkan waktu untuk belajar

Selain observasi, identifikasi masalah juga dilakukan dengan wawancara dengan siswa dan guru mengenai proses pembelajaran di kelas. Hasil wawancara dengan beberapa siswa, diketahui bahwa penyebab rendahnya respons adalah rasa malu bila ingin bertanya kepada guru dan kurang percaya diri jika akan menjawab pertanyaan dari guru. Siswa merasa bosan dengan tipe pembelajaran yang

commit to user

35

digunakan oleh guru. Ada juga siswa yang takut mengemukakan pendapat karena dianggap mencari perhatian guru. Siswa juga mengatakan bahwa merasa bosan dengan tipe yang digunakan guru yang kurang melibatkan siswa sehingga respons siswa menjadi rendah. Kurangnya respons siswa selama proses pembelajaran menyebabkan guru kurang mengetahui masalah-masalah yang dihadapi siswa sehingga akan berdampak pada kesulitan dalam siswa dalam memahami materi pelajaran. Wawancara lebih lanjut dilakukan terhadap guru yaitu mengenai tipe pembelajaran yang digunakan. Dari hasil wawancara dari guru diketahui bahwa tipe yang digunakan belum bervariasi. Pengajaran oleh guru terfokus untuk menghabiskan materi yang terlalu banyak tanpa memperhatikan kondisi siswa sehingga respons siswa rendah. Sementara menurut penuturan siswa, penyampaian materi pelajaran oleh guru lebih banyak dengan ceramah dan tanya jawab yang berakibat pelajaran menjadi kurang menarik. Hasil wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan tipe pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik sehingga respons siswa rendah dan siswa menjadi tidak mengikuti pembelajaran dengan baik.

Setelah mengadakan observasi secara langsung terhadap proses pembelajaran di kelas dan wawancara langsung terhadap guru dan siswa maka dapat dikatakan bahwa respons siswa masih rendah pada saat proses pembelajaran di kelas, oleh karena itu langkah selanjutnya adalah melakukan diskusi dengan guru biologi tentang alternatif tindakan untuk pemecahan masalah yang ada di kelas. Hasil dari diskusi tersebut adalah digunakannya model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) menggunakan puzzle sebagai

alternatif tipe pembelajaran untuk meningkatkan respons siswa dalam

pembelajaran biologi.

TGT adalah salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Sistem permainan yang dipakai pada penelitian ini adalah Puzzle. Pemilihan permainan ini didasarkan atas hasil observasi dimana terlihat siswa melakukan kegiatan yang mengganggu kegiatan pembelajaran seperti sibuk

bermain sendiri atau tidak mengikuti pelajaran karena merasa jenuh dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, ada yang bermain pesawat dari kertas, ada yang membuat gulungan kertas untuk dilemparkan kepada temannya, ada yang menggambar tokoh-tokoh kartun idolanya. Permainan yang mereka lakukan tidak mendukung materi pelajaran sama sekali, oleh karena itu dalam penelitian ini dipilih permainan puzzle yang menggabungkan antara kotak-kotak kata, permainan yang menarik tentu saja mendukung materi pembelajaran. Dengan adanya permainan diharapkan siswa akan tertarik dan tidak merasa bosan lagi dengan proses pembelajaran biologi yang dilakukan sebelumnya serta dapat berrespons dalam belajar biologi. Selain itu dapat mengarahkan siswa dalam

suasana kerja sama sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam

kegiatan persiapan, proses dan kelanjutan belajar. Aktivitas belajar dengan

permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT

memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Keterlibatan siswa dapat terlihat dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan suatu tugas dan saat kegiatan diskusi kelompok terkait dengan konsep, fakta, atau menilai informasi yang berkaitan dengan pelajaran. Respons siswa dapat terwadahi dalam kegiatan kerjasama dalam kelompok tersebut, baik pada saat diskusi maupun permainan berlangsung. Sehingga siswa lebih memperhatikan dan dapat terlibat langsung, dengan meningkatnya partisipasi dan siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, maka respons dapat meningkat.

Penggunaan TGT dilengkapi puzzle ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan pemanfaatan waktu yang sebaik-baiknya sehingga diharapkan respons dapat meningkat pada saat proses pembelajaran biologi berlangsung.

commit to user

37

C. Temuan Studi yang Dihubungkan dengan Kajian Teori

Dokumen terkait