• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum dan Deskriptif Statistik Obyek Penelitian

4.1.2. Deskriptif Statistik Obyek Penelitian

Berdasarkan hasil analisis deskripsi statistik, maka didalam tabel 4.2 berikut akam ditampilkan karakteristik sampel yang digunakan didalm penelitian ini meliputi: jumlah sampel (N), rata-rata sampel (mean), nilai maksimum, nilai minimum serta standar deviasi untuk masing-masing variabel. Pada tabel 4.2 juga menunjukkan bahwa jumlah pengamatan dalam penelitian ini sebanyak 84 (hasil perkalian sebanyak 4 periode pengamatan dengan jumlah sampel sebanyak 21 perusahaan).

Tabel 4.2

Hasil Analisis Deskriptif Data

Sumber: Data sekunder yang diolah

Return saham merupakan tingkat pengembalian atas investasi yang diharapkan oleh investor atas investasi yang dilakukannya. Semakin tinggi return saham maka semakin tinggi pula laba yang diterima oleh pemegang saham. Perusahaan kategori LQ45 di BEI yang dijadikan sampel dengan return terendah (minimum) adalah PT Astra international Tbk pada tahun 2012 yaitu -0.90. Hal ini menunjukkan bahwa saham perusahaan tersebut mengalami penurunan harga saham atau kerugian. Perusahaan kategori LQ45 di BEI yang dijadikan sampel dengan return tertinggi (maksimum) adalah PT Kalbe Farma Tbk pada tahun 2010 yaitu 1.50. Hal ini menunjukkan bahwa saham perusahaan tersebut mengalami peningkatan harga saham atau keuntungan. Dari data diatas dapat juga dilihat bahwa return saham rata-rata (mean) mengalami perubahan sebesar 0.0849 atau 8,49%. Standar deviasi return saham sebesar 0.38884 atau 38.88% yang

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation CR 84 .14 6.99 1.9657 1.70986 DER 84 .08 10.02 2.2100 2.83620 ROA 84 .02 .62 .1392 .11153 TATO 84 .04 2.30 .7325 .57135 PER 84 8.13 85.10 18.4977 11.07035 DY 84 .01 .10 .0285 .01654 RS 84 -.90 1.50 .0849 .38884 Valid N (listwise) 84

melebihi rata-rata return saham yaitu 8,49%. Dengan besarnya simpangan data menunjukkan tingginya fluktuasi data variabel return saham selama periode pengamatan.

Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu dengan asset lancar yang tersedia. Rasio yang digunakan adalah current ratio. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan kewajiban lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban lancarnya. Perusahaan yang memiliki rasio likuiditas terendah (minimum) adalah PT Bank Central Asia Tbk pada tahun 2010 yaitu sebesar 0.14. Hal ini menunjukkan bahwa setiap 0.14 asset lancar digunakan untuk membayar kewajiban lancar. Perusahaan yang memiliki rasio likuiditas tertinggi (maksimum) adalah PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk pada tahun 2011 sebesar 6.90. Hal ini menunjukkan perusahaan ini memilki current ratio tertinggi untuk membayar kewajiban lancarnya. Standar deviasi current ratio sebesar 1.70986 lebih kecil dibandingkan dengan rata – rata (mean) current ratio sebesar 1.9657. Dengan rendahnya simpangan data, menunjukkan rendahnya fluktuasi data variabel rasio likuiditas.

Rasio leverage memnunjukkan kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh utang-utangnya atau dengan kata lain untuk mengetahui apakah kegiatan usaha perusahaan lebih banyak didanai oleh kewajiban atau ekuitas. Rasio yang digunakan adalah debt to equity ratio. Rasio debt to equity ratio menunjukkan perbandingan kewajiban dan ekuitas dalam

pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan ekuitas perusahaan sendiri untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Debt to equity ratio terendah (minimum) selama periode penelitian ini adalah sebesar 0.08 yaitu pada perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk pada tahun 2011 atau penggunaan modal terendah untuk memenuhi kewajibannya. Debt to equity ratio tertinggi (maksimum) adalah pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada tahun 2010 sebesar 10.02 yang menunjukkan penggunaan modal tertinggi untuk memenuhi kewajibannya. Standar deviasi debt to equity ratio adalah sebesar 2.83620 lebih besar dibandingkan dengan rata-rata (mean) debt to equity ratio yaitu sebesar 2.2100. Dengan besarnya simpangan data, menunjukkan tingginya fluktuasi data variabel rasio leverage.

Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah return on asset (ROA). Semakin tinggi return on asset maka akan menunjukkan semakin efisien operasional dari suatu perusahaan dan sebaliknya. Return on asset terendah (minimum) selama penelitian ini adalah sebesar 0.02. Return on asset tertinggi (maksimum) adalah sebesar 0.62 yaitu pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk dimana perusahaan ini memiliki tingkat efsiensi tertinggi dalam penggunaan asset untuk menghasilkan laba dibandingkan dengan perusahaan LQ 45 lainnya. Standar deviasi return on asset adalah sebesar 0.11153 lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata (mean) return on asset yaitu sebesar

0.1392. Dengan kecilnya simpangan data, menunjukkan rendahnya fluktuasi data variabel return on asset.

Rasio aktivitas menunjukkan hubungan antara tingkat operasi perusahaan (sales) dengan asset yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan operasi perusahaan tersebut. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah total asset turnover (TATO). Total asset turnover menunjukkan efektivitas penggunaan dana yang tertanam pada seluruh asset dalam menghasilkan penjualan. Total asset turnover terendah (minimum) selama penelitian adalah sebesar 0.04, sedangkan total asset turnover tertinggi (maksimum) adalah sebesar 2.30 yaitu pada PT Uniliver Indonesia Tbk. Standar deviasi total asset turnover adalah sebesar 0.57135 lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata (mean) total asset turnover sebesar 0.7325. Dengan kecilnya simpangan data, menunjukkan rendahnya fluktuasi data total asset turnover.

Price earnings ratio merupakan perbandingan antara harga pasar suatu saham (market price) dengan earnings per share (EPS). Dengan meningkatnya price earnings ratio berarti harga saham di pasar modal akan meningkat, sehingga return saham juga meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh price earning ratio terendah selama periode penelitian adalah sebesar 8.13 yaitu pada PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk tahun 2013. Sedangkan yang tertinggi selama periode penelitian adalah PT London Sumatera Plantation Tbk pada tahun 2010 yaitu sebesar 85.10. Standar deviasi price earnings ratio sebesar 11.07035 lebih kecil

dibandingkan dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 18.4977. Dengan kecilnya simpangan data, menunjukkan rendahnya fluktuasi data variabel price earnings ratio.

Dividend yield merupakan rasio yang menghubungkan dividen yang dibayar dengan harga saham biasa. Investor menggunakan dividend yield sebagai suatu ukuran risiko dan sebagai suatu penyaring investasi. Dividend yield terendah (minimum) adalah sebesar 0.01 dan dividend yield tertinggi (maksimum) adalah sebesar 0.10. standar deviasi dividend yield sebesar 0.01654 lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata (mean) yaitu sebesar 0.0285. Dengan kecilnya simpangan data, menunjukkan rendahnya fluktuasi data dividend yield.

4.2. Uji Asumsi Klasik

Penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda. Dalam analisis regresi ini, selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen (Ghozali, 2006). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah return saham sedangkan variabel independen meliputi rasio likuiditas, rasio leverage, rasio profitabilitas, rasio aktivitas, price earnings ratio, dan dividend yield.

4.2.1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Pengujian terhadap normalitas data dalam penelitian ini menggunakan analisis grafik dan uji statistik Kolmogorov

Smirnov Z. Ghozali (2006), memberikan pedoman pedoman pengambilan keputusan rentang data mendekati atau merupakan distribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov Smirnov yang dapat dilihat dari:

1. Nilai signifikan atau probabilitas < 0.05, maka distribusi data adalah tidak normal.

2. Nilai signifikan atau probabilitas > 0.05, maka distribusi data adalah normal.

Apabila distribusi data tidak normal, maka perlu dilakukan transformasi data atau menambah atau mengurangi data. Hasil uji normalitas untuk penelitian ini adalah:

Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 84

Normal Parametersa,b

Mean .0000000 Std. Deviation .33952394 Most Extreme Differences Absolute .093 Positive .093 Negative -.065 Kolmogorov-Smirnov Z .855

Asymp. Sig. (2-tailed) .458

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Berdasarkan hasil pada Tabel 4.3 diatas, menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0.855 dan signifikansi pada 0.458 yang lebih besar dari 0.05. Hasil diatas juga didukung hasil analisis grafiknya, yaitu dari grafik histogram maupun grafik Normal Probability Plot-nya seperti pada gambar 4.1 dan 4.2 dibawah ini:

Gambar 4.1 Grafik Histogram

Pada tampilan grafik histogram terlihat bahwa grafik memberikan pola distribusi normal. Hal ini dapat dilihat dari bentuk kurva yang memilki kemiringan yang cenderung seimbang, baik sisi kiri maupun sisi kanan, serta berbentuk lonceng yang hampir sempurna.

Gambar 4.2 Normal probability plot

Berdasarkan hasil analisis grafik, terlihat bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal, hal ini berarti model regresi memenuhi asumsi normalitas.

Dokumen terkait