• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Hasil penelitian

Bentuk model persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen yaitu rasio likuiditas, Rasio Leverage, Rasio Profitabilitas, Rasio Aktivitas, Price

Earnings Ratio, dan Dividend Yield terhadap Return Saham adalah sebagai berikut:

Y= a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+b6X6+e

Tabel 4.9

Hasil Perhitungan Regresi Parsial (Setelah Transformasi Ln) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.135 .226 -.597 .553 CR .008 .038 .028 .196 .845 DER -.007 .027 -.040 -.243 .809 ROA .128 .596 .031 .214 .831 TATO -.094 .128 -.113 -.734 .465 PER -.009 .005 -.227 -1.959 .054 DY 7.529 3.189 .270 2.361 .021 a. Dependent Variable: LNRS Sumber : Data Sekunder yang Diolah

Dengan melihat Tabel 4.9 diatas, dapat disusun persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y= -0,135+0,008X1-0,007X2 +0,128X3-0,094X4-0,009X5 +7,529X6+e

1. Konstanta (a) sebesar -0,135 menyatakan bahwa, jika variabel independen dianggap konstan, maka rata-rata Return saham berkurang sebesar 0,135.

2. Koefisien regresi untuk (b1) sebesar 0.008 dan bertanda postif, hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan rasio likuiditas dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka return saham akan mengalami peningkatan sebesar 0,008.

3. Koefisien regresi untuk (b2) sebesar 0,007 dan bertanda negatif, hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan rasio leverage dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka return saham akan mengalami penurunan sebesar 0,007.

4. Koefisien regresi untuk (b3) sebesar 0,128 dan bertanda positif, hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan rasio profitabilitas dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka return saham akan mengalami peningkatan sebesar 0,128.

5. Koefisien regresi untuk (b4) sebesar 0,094 dan bertanda negatif, hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan rasio aktivitas dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka return saham akan mengalami penurunan sebesar 0,094.

6. Koefisien regresi untuk (b5) sebesar 0,009 dan bertanda negatif, hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan rasio price earnings ratio dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka return saham akan mengalami penurunan sebesar 0,009.

7. Koefisien regresi untuk (b6) sebesar 7,529 dan bertanda positif, hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan rasio dividend yield dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka return saham akan mengalami peningkatan sebesar 7,529.

4.3.1. Uji t

Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen (Ghozali, 2005:127). Pengujian dilakukan dengan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi sebesar α = 5% atau 0,05, agar kemungkinan terjadinya risiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5%. Degree of freedom (df) = n – k (n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel independen dan dependen).

Kesimpulan diterima atau ditolaknya H0 dan Ha sebagai pembuktian adalah:

iii. Jika nilai signifikansi t < α = 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berarti variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

iv. Jika nilai signifikansi t > α = 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Berarti variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Selain itu, dapat pula dilakukan dengan kriteria pengambilan keputusan yang lain dengan ketentuan sebagai berikut:

iii. H0 ditolak, jika thitung > ttabel atau -thitung < -ttabel. iv. H0 diterima, jika thitung < ttabel atau -thitung > -ttabel.

Tabel 4.10

Hasil Perhitungan Regresi Parsial (Uji T) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.135 .226 -.597 .553 CR .008 .038 .028 .196 .845 DER -.007 .027 -.040 -.243 .809 ROA .128 .596 .031 .214 .831 TATO -.094 .128 -.113 -.734 .465 PER -.009 .005 -.227 -1.959 .054 DY 7.529 3.189 .270 2.361 .021 a. Dependent Variable: LNRS

Sumber : Data Sekunder yang Diolah

Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh variabel independen rasio likuiditas terhadap variabel dependen return saham menunjukkan bahwa hasil t hitung (0,196) < t tabel (1,992) jadi hipotesis nol diterima, kesimpulannya yaitu rasio likuiditas tidak berpengaruh terhadap return saham.

Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh variabel independen rasio leverage terhadap variabel dependen return saham menunjukkan bahwa hasil -t hitung (-0,243) < -t tabel (-1,992) jadi hipotesis nol diterima, kesimpulannya yaitu rasio leverage tidak berpengaruh terhadap return saham.

Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh variabel independen rasio profitabilitas terhadap variabel dependen return saham menunjukkan bahwa hasil t hitung (0,214) < t tabel (1,992) jadi hipotesis

nol diterima, kesimpulannya yaitu rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap return saham.

Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh variabel independen rasio aktivitas terhadap variabel dependen return saham menunjukkan bahwa hasil -t hitung (-0.734) < -t tabel (-1,992) jadi hipotesis nol diterima, kesimpulannya yaitu rasio aktivitas tidak berpengaruh terhadap return saham.

Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh variabel independen price earnings ratio terhadap variabel dependen return saham menunjukkan bahwa hasil t hitung (-1,959) < t tabel (1,992) jadi hipotesis nol diterima, kesimpulannya yaitu price earnings ratio tidak berpengaruh terhadap return saham.

Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh variabel independen dividend yield terhadap variabel dependen return saham menunjukkan bahwa hasil t hitung (2,361) > t tabel (1,992) jadi hipotesis nol ditolak, kesimpulannya yaitu dividend yield berpengaruh terhadap return saham.

4.3.2. Uji F

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat (Ghozali, 2005:84). Pengujian dilakukan dengan uji dua sisi dengan

tingkat signifikansi (α) sebesar 5%, agar kemungkinan terjadinya risiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5%. Degree of freedom pembilang (df1) = k - 1 dan

Degree of freedom penyebut (df2) = n – k (n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel independen dan dependen).

Kesimpulan diterima atau ditolaknya H0 dan Ha sebagai

pembuktian adalah:

iii. Jika nilai signifikansi F < α = 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Berarti variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

iv. Jika nilai signifikansi F > α = 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Berarti variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Selain itu, dapat pula dilakukan dengan kriteria pengambilan keputusan yang lain dengan ketentuan sebagai berikut:

iii. H0 ditolak, jika Fhitung > Ftabel.

iv. H0 diterima, jika Fhitung < Ftabel

Tabel 4.11

Hasil Perhitungan Regresi Simultan ANOVAb Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 2.761 6 .460 2.372 .037a Residual 14.537 75 .194 17.298 81

a. Predictors: (Constant), DY, DER, PER, ROA, TATO, CR b. Dependent Variable: LNRS

Sumber : Data Sekunder yang Diolah

Berdasarkan hasil perhitungan diatas diperoleh nilai F hitung sebesar 2,372 sedangkan nilai F tabel yang diperoleh dari tabel statistik pada signifikansi 0,05 adalah sebesar 2,34. Karena nilai dari F hitung (2,372) > F tabel (2,34) jadi hipotesis nol ditolak, berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel rasio likuiditas, rasio leverage, rasio profitabilitas, rasio aktivitas, price earnings ratio, dan dividend yield secara bersama-sama terhadap variabel return saham.

4.3.3. Koefisien determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi dependen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Koefisien determinasi dapat dilihat dari adjusted R square. Dipilihnya adjusted R square agar data tidak bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel indepnden, maka R square pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. (Ghozali,2005).

Tabel 4.12

Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .399a .160 .092 .44026 2.158

a. Predictors: (Constant), DY, DER, PER, ROA, TATO, CR b. Dependent Variable: LNRS

Sumber : Data Sekunder yang Diolah

Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,092. Hal ini menunjukkan bahwa besar pengaruh variabel independent yaitu perubahan rasio likuiditas, rasio leverage, rasio profitabilitas, rasio aktivitas, price earnings ratio, dan dividend yield terhadap variabel dependen yaitu return saham yang dapat diterangkan oleh model persamaan ini adalah sebesar 9,2% dan sisanya sebesar 90,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam variabel regresi.

Dokumen terkait