• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dewan Komisaris

Dalam dokumen Sinergi dan Integritas Ciptakan Keunggulan (Halaman 120-127)

1. Jumlah, Komposisi, Independensi dan Transparansi

Pengangkatan para anggota Dewan Komisaris telah memperoleh persetujuan RUPS pada tanggal 2 Juni 2016 Anggota Dewan Komisaris Bank Mega Syariah berjumlah 3 (tiga) orang, termasuk diantaranya 1 (satu) orang Komisaris Utama. Jumlah ini telah sesuai

dengan ketentuan dan tidak melampaui jumlah anggota Direksi yang berjumlah 3 (tiga) orang.

Seluruh anggota Dewan Komisaris berdomisili di Indonesia dan merupakan Komisaris Independen dengan susunan sebagai berikut:

*Efektif menunggu hasil fit & proper test Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Jenis Modal Jumlah (Rp) Nilai Nominal (Rp) Jumlah Saham

Modal Dasar 1.200.000.000.000,- 1.000,00 1.200.000.000,-

Modal Ditempatkan 847.114.000.000,- 1.000,00 847.114.000,-

Modal Disetor 847.114.000.000,- 1.000,00 847.114.000,-

No. Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %

1. PT. Mega Corpora 847.113.999 847.113.999.000,- 99,99

2. PT. Para Rekan Investama 1 1.000,- 0,01

Total 847.114.000 847.114.000.000,- 100

Struktur Permodalan

Komposisi Kepemilikan Saham

Nama Jabatan Efektif Penunjukan Tahun Berakhir Persetujuan BI RUPS Tahun Berakhir

Prof. DR. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA

Komisaris Utama

Independen 15 Oktober 2015 05 November 2015 2018 Rachmat Maulana Komisaris

Independen 15 Oktober 2015 05 November 2015 2018 Prof. DR. H. Nasaruddin Umar,

MA*

Komisaris Independen

Masih dalam proses Fit

Mengacu pada daftar riwayat hidup dan BI checking setelah melalui fit and proper test, seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki integritas, kompetensi dan reputasi keuangan yang memadai, sebagaimana ditetapkan pada surat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan, sebagai berikut :

a. Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No.KEP-

65/D.03/2015, tertanggal 15 Oktober

2015 tentang Hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) a.n. Sdr. Mohammad Nuh selaku Komisaris Utama (Independen) PT Bank Mega Syariah. b. Salinan Keputusan Dewan Komisioner

Otoritas Jasa Keuangan No.KEP-

66/D.03/2015, tertanggal 15 Oktober

2015 tentang Hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) a.n. Sdr. Rachmat Maulana selaku Komisaris (Independen) PT Bank Mega Syariah. Komisaris Independen dapat merangkap jabatan sebagai Ketua Komite paling banyak pada 2 (dua) Komite pada Bank yang sama, yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Remunerasi dan Nominasi, sebagaimana telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi.

Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan

saham, dan/atau hubungan keluarga dengan

Pemegang Saham Pengendali, anggota Dewan

Komisaris lainnya, dan/atau anggota Direksi atau hubungan keuangan dan/atau hubungan

kepemilikan saham dengan Bank yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Dewan Komisaris tidak memanfaatkan Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga dan atau pihak lain yang merugikan atau mengurangi keuntungan Bank, serta tidak mengambil dan atau menerima keuntungan pribadi dari Bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya di tetapkan RUPS.

Dewan Komisaris memiliki kemauan dan kemampuan untuk melakukan pembelajaran

secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait

bidang keuangan/lainnya yang mendukung

pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya dengan cara mengikuti sertifikasi, seminar, workshop dan diskusi.

Dewan Komisaris telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang berisi tata tertib kerja yang mencantumkan pengaturan etika kerja, waktu kerja dan pengaturan rapat sebagaimana tercantum pada Surat Edaran

No.056/DIRBMS/16, tanggal 26 Juli 2016

tentang Pedoman Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah & Komite.

2. Tugas dan Tanggung Jawab

Dewan Komisaris Bank Mega Syariah secara umum telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut :

a. Memastikan terselenggaranya pelaksanaan prinsip-prinsip Good Corporate Governance

dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. b. Melaksanakan pengawasan terhadap

pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi secara berkala maupun sewaktu- waktu, serta memberikan nasihat kepada Direksi.

c. Mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank. d. Menyetujui dan mengawasi Rencana Bisnis

Bank dan rencana korporasi. e. Melakukan pengawasan terhadap

pelaksanaan Rencana Bisnis Bank dan menyampaikan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis Bank kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 2 (dua) bulan setelah semester dimaksud berakhir. f. Menyetujui dan mengevaluasi kebijakan

Manajemen Risiko dan strategi Manajemen Risiko paling kurang 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun atau dalam frekuensi yang lebih sering dalam hal terdapat faktor- faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha Bank secara signifikan.

g. Mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi dan memberikan arahan perbaikan atas

pelaksanaan Manajemen Risiko secara berkala, paling sedikit secara triwulanan. h. Memastikan bahwa Direksi telah

menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) Bank, Auditor Eksternal, Hasil Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasil Pengawasan Dewan Pengawas Syariah

(DPS), dan/atau hasil pengawasan

otoritas lainnya.

i. Memberitahukan secara tertulis kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukan pelanggaran peraturan perundang- undangan dibidang keuangan dan perbankan, dan keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank.

j. Membentuk Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Remunerasi dan Nominasi. Pengangkatan anggota Komite ditetapkan oleh Direksi berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris.

k. Memastikan bahwa Komite yang dibentuk telah menjalankan tugasnya secara efektif. l. Melakukan evaluasi pelaksanaan

Fungsi Kepatuhan Bank paling kurang 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun dan memberikan saran-saran dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank kepada Direktur Utama

dengan tembusan kepada Direktur yang membawahkan Fungsi Kepatuhan. m. Memberikan persetujuan atas kebijakan

penerapan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan PPT)

n. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan tanggung jawab Direksi terhadap penerapan program APU dan PPT.

o. Menumbuhkan budaya kepatuhan dan budaya anti fraud pada seluruh jajaran organisasi Bank.

p. Melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen.

q. Menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara optimal.

3. Rapat Dewan Komisaris

Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan, serta telah dilaksanakan oleh seluruh Komisaris secara efektif. Pengambilan keputusan rapat dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. Hasil rapat telah dituangkan dalam risalah rapat, dibagikan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris dan pihak terkait, serta dibahas pada rapat Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga dapat diimplementasikan.

*(efektif setelah lulus “Fit & Proper Test”)

Tabel Kehadiran Komisaris dalam Rapat Dewan Komisaris

No. Nama Peserta Rapat Kehadiran Rapat Persentase

Pengurus Lama

1. Prof.DR.Ir.H. Mohammad Nuh, DEA

(Komisaris Utama/ Independen) 4 100%

2. Rachmat Maulana

(Komisaris/ Independen) 4 100%

3. Ari Prabowo

(Komisaris/ Independen) 4 100%

Pengurus Baru

1. Prof.DR.Ir.H. Mohammad Nuh, DEA

(Komisaris Utama/ Independen) 8 100%

2. Rachmat Maulana

(Komisaris/ Independen) 8 100%

3. Prof.Dr. Nasaruddin Umar, MA*

4. Rencana Kerja Dewan Komisaris dan Realisasi Jumlah rapat ini telah memenuhi persyaratan otoritas yaitu paling kurang 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan. Selain itu, Dewan Komisaris juga telah

melaksanakan rapat bersama Direksi sebanyak 19 (sembilan belas) kali.

*(efektif setelah lulus “Fit & Proper Test”)

Pelaksanaan Rapat Direksi dengan Dewan Komisaris

No. Nama Peserta Rapat Kehadiran Rapat Persentase

Dewan Komisaris

Pengurus Lama

1. Prof.DR.Ir.H. Mohammad Nuh, DEA

(Komisaris Utama/ Independen) 7 100%

2. Rachmat Maulana

(Komisaris/ Independen) 7 100%

3. Ari Prabowo

(Komisaris/ Independen) 5 71.4%

Pengurus Baru

1. Prof.DR.Ir.H. Mohammad Nuh, DEA

(Komisaris Utama/ Independen) 12 100%

2. Rachmat Maulana

(Komisaris/ Independen) 12 100%

3. Prof.Dr. Nasaruddin Umar, MA*

Direksi

1. Emmy Haryanti 19 100%

2. Yuwono Waluyo 19 100%

3. Marjana 19 100%

Total Rapat Se tahun minimal 12 kali dalam setahun sesuai Board of Manual BMS

Rencana Kerja Realisasi

Pengawasan terhadap Strategi Bank

Dewan Komisaris meningkatkan fungsi pengawasannya dengan melakukan pengawasan terhadap berbagai aspek operasional bank melalui :

1. Rapat Direksi dengan Dewan Komisaris Bank Mega Syariah 2. Rapat Dewan Pengawas Syariah Bank Mega Syariah Dokumen pendukung :

1. Risalah hasil rapat 2. Nota Dinas Dewan Komisaris

Merekomendasi dan memberikan saran terkait bisnis Bank.

Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas :

1. Memo dinas hasil temuan audit internal/ eksternal divisi terkait 2. Hasil pertemuan Komite Audit

3. Hasil pertemuan Komite Manajemen Resiko 4. Hasil pertemuan Komite SDM

Dokumen pendukung : 1. Risalah rapat komite 2. Memo dinas divisi terkait

5. Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas lainnya Bagi Anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah

Besaran remunerasi untuk setiap anggota Dewan Komisaris dibahas dalam agenda rapat dan diputuskan dalam RUPS, dan hasilnya dituangkan dalam Pernyataan Keputusan Rapat.

Sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Terbatas Bank Mega Syariah No. 06 tertanggal 2 Juni 2016 pada agenda rapat ketujuh tentang penetapan honorarium dan remunerasi bagi anggota Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah. Rapat menyetujui untuk memberikan wewenang dan kuasa kepada

PT. Mega Corpora selaku pemegang saham utama Perseroan untuk menetapkan honorarium dan tunjangan lainnya bagi masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah.

Dewan Komisaris dengan persetujuan PT. Mega Corpora menetapkan gaji dan tunjangan lainnya bagi masing-masing anggota Direksi Perseroan sampai dengan diputuskan lain oleh RUPS Tahunan tahun buku 2016.

Data remunerasi dan fasilitas lainnya bagi Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah pada tahun 2016 sebagai berikut :

**) Dinilai dalam ekuivalen Rupiah.

Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain

Jumlah diterima dalam 12 (dua belas) bulan

Dewan Komisaris Direksi DPS

Orang RupiahJutaan Orang RupiahJutaan Orang RupiahJutaan

Remunerasi (gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem, dan fasilitas lainnya dalam bentuk non-natura)

3 2,030 3 4,550 3 676

Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dan sebagainya) yang **) : a. Dapat dimiliki

b. Tidak dapat dimiliki

3 100.41 3 241 0 0

Total 3 2,130 3 4,791 3 676

Rencana Kerja Realisasi

Tata Kelola yang Baik

Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap proses tata kelola yang baik di semua lini kegiatan usaha Bank Mega Syariah.

Dokumen pendukung :

Laporan Good Corporate Governance (GCG) Tahun 2016 Bank Mega Syariah

Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris

Dewan Komisaris dibantu oleh komite-komite, antara lain : 1. Komite Audit

Fungsi pengawasan atas Memo Dinas dan laporan temuan hasil audit internal (SKAI, DPS) dan eksternal (OJK, KAP) secara berkala dan menindaklanjuti melalui Nota Dinas kepada Direksi. Memberikan rekomendasi penunjukan KAP.

2. Komite Remunerasi & Nominasi

Fungsi pengawasan atas Memo Dinas dan laporan temuan internal dan eksternal terkait dengan sumber daya insani Bank Mega Syariah dan menindaklanjuti melalui Nota Dinas kepada Direksi

3. Komite Pemantau Risiko

Fungsi pengawasan atas Memo Dinas dan laporan Profil Risiko Bank Mega Syariah secara berkala kepada Otoritas Jasa Keuangan dan menindaklanjuti melalui Nota Dinas kepada Direksi

Dokumen pendukung : 1. Risalah Rapat Komite Audit,

2. Risalah Rapat Komite Remunerasi & Nominasi 3. Risalah Komite Pemantau Risiko

6. Pelatihan Dewan Komisaris

Sepanjang tahun 2016, pelatihan yang telah diikuti oleh anggota Dewan Komisaris dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

7. Kepemilikan Saham Komisaris

*(efektif setelah lulus “Fit & Proper Test”)

*) yang diterima dalam bentuk keuangan (non natura)

*(efektif setelah lulus “Fit & Proper Test”)

Jumlah Remunerasi per Orang dalam

12 (dua belas) bulan *) Jumlah Komisaris Jumlah Direksi Jumlah DPS

Di atas Rp. 2 Miliar 0 0 0

Di atas Rp.1 Miliar sampai dengan

Rp. 2 Miliar 0 3 0

Di atas Rp.500 juta sampai dengan

Rp. 1 Miliar 2 0 0

Rp. 500 juta ke bawah 1 0 3

Nama Komisaris Nama Pelatihan Penyelenggara Tanggal

Prof. DR. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA - - -

Rachmat Maulana - - -

Prof. DR. H. Nasaruddin Umar, MA*

Pelatihan Dasar-Dasar Perbankan Syariah Manajemen Risiko Perbankan Level 1 Manajemen Risiko Perbankan Level 2 Workshop on Enhancing The Role of Commissioners, Director and Sharia Supervisory Board to Accelerate Sharia Financial Growth KARIM Consulting Indonesia LSPP – Jakarta LSPP – Jakarta LPPI - Jakarta Agustus 2016 13 Agustus 2016 26 November 2016 10-11 November 2016 Nama

Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris yang jumlahnya mencapai 5% atau lebih dari Modal Disetor pada: Bank Mega

Syariah Bank lain

Lembaga Keuangan Bukan Bank

Perusahaan lainnya

Prof.DR.Ir.H. Mohammad Nuh, DEA - - - -

Rachmat Maulana - - - -

8. Komisaris Independen

Jumlah anggota Dewan Komisaris Bank Mega Syariah saat ini berjumlah 3 (tiga) orang, terdiri atas 1 (satu) Komisaris Utama (Independen), 2 (dua) Komisaris (Independen) *1 (satu) Komisaris (Independen) efektif setelah lulus “Fit & Proper Test” sehingga telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan yakni jumlah paling kurang 50% (lima puluh persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen.

Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan atau hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris lainnya,

Direksi dan/atau pemegang saham

pengendali atau hubungan dengan bank yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

9. Penilaian terhadap Dewan Komisaris Dewan Komisaris diwajibkan mengirimkan laporan pertanggungjawaban atas kinerjanya kepada Pemegang Saham di RUPS dan kepada OJK setiap tahun. Kinerja Dewan Komisaris dinilai oleh Pemegang Saham dan OJK melalui laporan pertanggungjawaban tersebut.

Secara keseluruhan, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris Bank Mega Syariah telah memenuhi seluruh kriteria, baik dari segi komposisi, kriteria dan independensi, tugas dan tanggung jawab,

efektivitas rapat maupun transparansi.

Dewan komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sangat baik, sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.

10. Rangkap Jabatan & Benturan Kepentingan

*(efektif setelah lulus “Fit & Proper Test”)

Dalam hal terjadi benturan kepentingan, anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank dilarang mengambil tindakan yang dapat merugikan Bank atau mengurangi keuntungan Bank dan wajib mengungkapkan benturan kepentingan dimaksud dalam setiap keputusannya. Benturan kepentingan adalah suatu kondisi dimana kepentingan ekonomis Bank berbenturan dengan kepentingan ekonomis Pribadi. Atas hal tersebut maka Anggota Komisaris hendaknya senantiasa: a. Mengutamakan kepentingan Bank dan

tidak mengurangi keuangan Bank dalam hal terjadi benturan kepentingan.

b. Menghindari diri dari pengambilan

keputusan dalam situasi dan kondisi adanya benturan kepentingan.

c. Melakukan pengungkapan hubungan kekeluargaan, hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan kepemilikan dengan Anggota Komisaris

lain dan/atau anggota Direksi dan/atau pemegang saham pengendali Bank dan/

atau pihak lainnya dalam rangka bisnis Bank.

d. Melakukan pengungkapan dalam hal pengambilan keputusan tetap harus diambil pada kondisi adanya benturan kepentingan.

Nama Jabatan Jabatan pada Perusahaan/ Instansi Lain Nama Perusahaan/ Instansi Lain

Prof. DR. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA Komisaris Utama

Independen Dosen

Institut Teknologi 10 November Surabaya

Rachmat Maulana Komisaris Independen - -

Organ Pendukung Komisaris

Dalam dokumen Sinergi dan Integritas Ciptakan Keunggulan (Halaman 120-127)