Dewan Pengawas Syariah
2. Keterangan Lain Perihal Direksi Bank Mega Syariah
a. Seluruh anggota Direksi tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Komisaris, Direksi, atau Pejabat Eksekutif pada bank,
perusahaan dan/atau lembaga lain.
b. Seluruh anggota Direksi tidak memiliki saham, tidak memiliki hubungan keluarga
dengan sesama anggota Direksi, dan/
atau dengan anggota Dewan Komisaris, berasal dari pihak yang independen terhadap Pemegang Saham Pengendali yaitu tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan hubungan keluarga.
c. Seluruh anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25% (dua puluh lima persen) dari modal disetor pada perusahaan lain. Nama Jabatan Efektif Penunjukan Tahun Berakhir Persetujuan BI RUPS Tahun Berakhir
Emmy Haryanti Direktur Utama 15 Oktober 2015 05 November
2015 2017
Marjana Direktur Risk, Compliance
& HCM 25 Oktober 2013
05 November
2015 2017
Yuwono Waluyo Direktur Operation, IT &
Support 15 Oktober 2015
05 November
d. Seluruh anggota Direksi tidak
memanfaatkan Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga dan atau pihak lain yang dapat mengurangi asset atau mengurangi keuntungan Bank, serta tidak mengambil dan atau menerima keuntungan pribadi dari Bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya di tetapkan RUPS.
e. Seluruh anggota Direksi memiliki kemauan dan kemampuan untuk melakukan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan
terkini terkait bidang keuangan/lainnya
yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya dengan cara mengikuti sertitifikasi, seminar, workshop,
dan diskusi.
f. Direksi telah mengangkat anggota Komite Remunerasi dan Nominasi, Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko didasarkan pada keputusan rapat Dewan Komisaris dengan menerbitkan Surat Keputusan Direksi.
g. Direksi telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang berisi tata tertib kerja yang mencantumkan pengaturan etika kerja, waktu kerja dan pengaturan rapat sebagaimana tercantum pada Surat Edaran
No.056/DIRBMS/16, tanggal 26 Juli 2016
tentang Pedoman Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah & Komite
3. Tugas dan Tanggung Jawab
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi telah melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank berdasarkan prinsip kehati-hatian dan prinsip syariah.
b. Mengelola Bank sesuai kewenangan dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
c. Melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara independen terhadap Pemegang Saham.
d. Melaksanakan prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. e. Menyusun rencana bisnis Bank setiap
tahun secara realistis, komprehensif, terukur (achievable) dengan memerhatikan faktor eksternal dan internal yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha Bank, prinsip kehati-hatian penerapan manajemen risiko dan asas perbankan yang sehat.
f. Mengkomunikasikan rencana bisnis Bank kepada pemegang saham Bank dan seluruh jenjang organisasi yang ada pada Bank. g. Menetapkan kebijakan dan keputusan
strategis melalui mekanisme rapat Direksi. h. Memastikan bahwa fungsi manajemen
risiko telah beroperasi secara independen. i. Menyusun, menetapkan dan mengkinikan prosedur dan alat untuk mengidentifikasi, mengukur, memonitor dan mengendalikan risiko.
j. Menyusun kebijakan manajemen risiko dan strategi kerangka manajemen risiko secara tertulis dan komprehensif dengan memerhatikan tingkat risiko yang diambil dan toleransi risiko terhadap kecukupan permodalan.
k. Menetapkan kebijakan, strategi dan kerangka manajemen risiko paling kurang 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun atau dalam frekuensi yang lebih sering dalam hal terdapat perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha Bank secara signifikan.
l. Mengevaluasi dan/atau mengkinikan kebijakan strategi dan kerangka manajemen risiko paling kurang 1 (satu) kali dalam 1
(satu) tahun atau dalam frekuensi yang lebih sering dalam hal terdapat perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan
usaha Bank, eksposure risiko dan/atau
profil risiko secara signikan.
m. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko dan eksposure risiko yang diambil oleh Bank secara keseluruhan.
n. Menyusun dan menetapkan mekanisme persetujuan transaksi, termasuk yang melampaui limit dan kewenangan untuk setiap jenjang jabatan.
o. Mengevaluasi dan memutuskan transaksi yang memerlukan persetujuan Direksi. p. Mengembangkan budaya manajemen risiko
pada seluruh jenjang organisasi. q. Memastikan bahwa fungsi manajemen
risiko telah beroperasi secara independen. r. Menindaklanjuti temuan audit dan
rekomendasi dari hasil pengawasan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), Audit Eksternal, dan hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil pengawasan Dewan
Pengawas Syariah (DPS), dan/atau hasil
pengawasan otoritas lain.
s. Mengungkapkan kebijakan-kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada pegawai dengan media yang mudah diakses pegawai. t. Mengkomunikasikan kepada pegawai
mengenai arah bisnis Bank dalam rangka
pencapaian misi dan visi Bank.
u. Membudayakan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait bidang
keuangan /lainnya yang mendukung
pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
v. Membentuk Satuan Kerja Audit Internal
(Internal Audit Division), Satuan Kerja Kepatuhan (Compliance Division), Satuan
Kerja Penerapan Strategi Anti Fraud (Anti Fraud Team), Satuan Kerja Manajemen
Risiko (Risk Management Division) dan
Komite Manajemen Risiko dan memiliki kejelasan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidang tugasnya.
w. Memastikan bahwa Bank memiliki kebijakan dan prosedur program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan PPT) yang sejalan dengan perubahan dan pengembangan produk, jasa, dan teknologi Bank serta sesuai dengan perkembangan modus pencucian uang atau pendanaan terorisme.
x. Mengusulkan kebijakan tertulis program APU dan PPT kepada Dewan Komisaris. y. Memastikan penerapan program APU dan
PPT dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan prosedur tertulis yang telah ditetapkan. z. Membentuk unit kerja khusus yang
melaksanakan program APU dan PPT
dan/atau menunjuk pejabat yang
bertanggungjawab terhadap program APU dan PPT di Kantor Pusat.
aa. Melakukan pengawasan atas kepatuhan satuan kerja dalam menerapkan program APU dan PPT.
ab. Memastikan bahwa seluruh pegawai, khususnya pegawai dari unit kerja terkait dan pegawai baru telah mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan program APU dan PPT secara berkala.
ac. Menyediakan data dan informasi yang
akurat, relevan, dan tepat waktu kepada
Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS).
ad. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
4. Pembagian Tugas dan Tanggung jawab