• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT RISIKO COVID-19 DI LINGKUNGAN RT 17 DESA SASAK PANJANG KABUPATEN BOGOR

DI DESA KERTAUNGARAN DAN DESA GAWARANGI Oleh

Bagas Bayu Rahman1), Nova Lestriyani2), Mila Amalia3), Safira Nissa Fairuz4), Aldina Eka Andriani5)

1) Geografi/ Fakultas Ilmu Sosial

2) Pendidikan Kimia/ Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

3) Manajemen/ Fakultas Ekonomi

4) Ekonomi Pembangunan/ Fakultas Ekonomi

5) Pendidikan Guru Sekolah Dasar/ Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Email

[email protected] ABSTRAK

Pandemi covid-19 merupakan darurat kesehatan global yang mempengaruhi seluruh aktivitas masyarakat, sehingga setiap orang perlu menerapkan protokol kesehatan ketika menjalankan aktivitas, salah satunya yaitu penggunaan masker dan handsanitizer.

Tetapi, sebagian masyarakat belum menerapkan upaya perlindungan diri dengan berbagai alasan, seperti langkanya ketersediaan masker dan mahalnya cairan antiseptik.

Oleh karena itu, diadakannya donasi alat kesehatan berupa masker dan handsanitizer, sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan covid-19. Metode pelaksanaan donasi terdiri dari perencanaan lokasi, pengumpulan donasi, pembelian alat kesehatan, dan pembagian alat kesehatan. Lokasi yang dipilih yaitu Dusun Puhun Desa Kertaungaran dan RW 003 Desa Garawangi dengan total donasi sebesar Rp 2.450.058,00 serta diperoleh 321 masker dan 9.5 Liter handsanitizer. Kegiatan donasi ini telah terlaksana dengan baik dibuktikan dengan respon positif dari masyarakat serta masyarakat dapat menggunakan masker dan handsanitizer yang telah dibagikan dalam upaya perlindungan diri dalam rangka pencegahan covid-19.

Kata Kunci: Covid-19, Donasi, Handsanitizer, Masker.

PENDAHULUAN

Pandemi covid-19 merupakan darurat kesehatan global yang mempengaruhi seluruh aktivitas masyarakat. Covid-19 disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2

yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun 2019. Covid-19 memiliki proses transmisi yang sangat cepat karena penularan covid-19 berdasarkan data WHO (2020), tercatat 216 negara telah terkonfirmasi adanya kasus covid-19.

Proses penularan covid-19 dapat melalui kontak fisik sehingga besar kemungkinan terkena droplet dari orang yang terpapar covid-19. Maka, perlu adanya upaya perlindungan diri dengan menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah seperti menggunakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter, cuci tangan menggunakan sabun / handsanitizer, serta upaya lain yang dapat meminimalisir risiko tertularnya covid-19.

Menurut Utami (2020), penggunaan masker dinilai cukup baik sebagai upaya mencegah penularan covid-19, karena dapat menghindari kontak langsung tubuh dengan debu, droplet, bahkan virus karena tersaring oleh masker. Berdasarkan artikel Lukitaningsih, dkk (2020), salah satu cara memutus rantai penularan covid-19 yaitu menjaga kebersihan serta membunuh virus penyebab covid-19 sebelum menginfeksi manusia dengan cara menggunakan antiseptik yang aman untuk tubuh manusia.

Antiseptik merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau

menghambat pertumbuhan

mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada permukaan kulit.

Handsanitizer pada umumnya adalah cairan yang mengandung antiseptik, seperti alkohol 60-70%.

Dalam menyambut new normal masyarakat dituntut untuk tetap produktif dimasa pandemi covid-19 yang diiringi

dengan penerapan protokol kesehatan.

Berdasarkan artikel Putsanra (2020), New Normal merupakan upaya untuk beradaptasi dan hidup berdampingan dengan kondisi pandemi covid-19 demi menjalankan kehidupan yang produktif dengan melonggarkan pembatasan sosial yang ditandai dengan perubahan kebudayaan masyarakat, seperti penerapan prilaku hidup bersih dan sehat, menjaga jarak, menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnyan.

Namun, pada kenyataannya masyarakat belum menyadari bahwa pentingnya upaya-upaya dalam melindungi diri agar terhidar dari covid-19 dengan berbagai alasan tertentu seperti langkanya ketersediaan masker, mahalnya cairan antiseptik, dan lain sebagainya.

Program kerja donasi alat kesehatan berupa masker kain dan handsanitizer memliki tujuan yaitu : (1) sebagai upaya dalam mencegah penularan covid-19; (2) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah penyebaran covid-19; (3) sebagai aksi nyata kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan donasi masker dan handsanitizer ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mencegah penularan covid-19 saat menjalankan aktivitas diluar rumah, selain itu dapat meningkatkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas dimasa

pandemi, serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dalam menyambut new normal.

METODE PELAKSANAAN

Dalam program kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode yang digunakan adalah dimulai dengan melakukan diskusi dan analisa situasi wilayah yang akan dijadikan sebagai tempat pembagian masker kain dan handsanitizer. Setelah menganalisis permasalahan, selanjutnya melakukan pembagian tugas produksi, tim desain dan distribusi serta mengumpulkan dan membeli bahan yang dibutuhkan.

Dana yang digunakan berasal dari donasi masyarakat dan iuran peserta untuk membeli bahan yang dibutuhkan.

Gambar 1. Skema Pelaksanaan Donasi Pelaksanaan kegiatan “Pembagian masker kain dan handsanitizer sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian sesama pada masa pandemi Covid-19” dilakukan di Dusun puhun Desa Kertaungaran dan di RW 003 Desa Garawangi Kabupaten

Kuningan Jawa Barat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2020 dengan menggunakan pendekatan pembagian door to door atau antar rumah warga yang berada di lingkungan dusun puhun Desa Kertaungaran dengan jumlah KK yang menerima donasi masker kain dan handsanitizer adalah sebanyak 237 KK.

Selain itu ditempat yang berbeda dilakukan penyerahan donasi secara simbolik kepada ketua RW 003 Desa Garawangi sebanyak 84 masker. Berkaitan dengan kondisi pandemi yang sedang dialami, kegiatan ini dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter, dan tidak bersalaman dengan penerima donasi. Sebelum kegiatan dilakukan program kegiatan ini sudah mendapat izin dari semua pihak yang bersangkutan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil kegiatan dari program kerja “Donasi Alat Kesehatan” KKN UNNES BMC ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat agar tercipta masyarakat yang peduli terhadap kesehatan. Kegiatan donasi ini memberikan edukasi kepada masyarakat Dusun Puhun Desa Kertaungaran bahwa pentingnya memakai masker dan membawa handsanitizer. Kegiatan ini termasuk dalam

Perencanaan lokasi

upaya mahasiswa untuk memberikan ajakan kepada masyarakat agar memperhatikan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Dengan pembagian donasi berupa masker dan handsanitizer, diharapkan masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam mencegah

rantai penularan virus Covid-19 di lingkungan Dusun Puhun Desa Kertaungaran dan RW 03 Dusun Pahing Desa Garawangi. Hasil capaian kegiatan pengabdian ini adalah donasi masker dan handsanitizer dengan jumlah sasaran yang dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Capaian Kegiatan Donasi Alat Kesehatan

No Nama Alat Kesehatan

Jumlah Capaian Sasaran

Keterangan Kegiatan

1. Masker Kain Scuba 321 KK Tim donasi mengalokasikan 237 masker untuk dibagikan ke masing-masing KK di Dusun Puhun Desa Kertaungaran dan 84 masker untuk masing-masing KK di RW 03 Dusun Pahing Desa Garawangi.

2. Handsanitizer 30 mL 237 KK Tim donasi mengalokasikan 237 handsanitizer ukuran 30ml untuk dibagikan ke masing-masing KK di Dusun Puhun Desa Kertaungaran.

3. Handsanitizer 500 mL 4 Mushola Tim donasi mengalokasikan 4 handsanitizer ukuran 500ml untuk dibagikan ke mushola yang bertempat di Dusun Puhun Desa Kertaungaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan donasi, langkah awal yang kami lakukan adalah mendiskusikan mengenai untuk siapa dan dimana donasi ini akan di laksanakan. Di sepakati bahwa masker dan handsanitizer akan didonasikan kepada masyarakat Dusun Puhun Desa Kertaungaran dan RW 003 Desa

Garawangi. Langkah kedua, tim melakukan pemilihan bahan masker dan kebutuhan handsanitizer lalu melakukan pemesanan masker dan handsanitizer via online shop.

Gambar 2. Handsanitizer yang akan dikemas menjadi 30 mL

Langkah ketiga, tim melakukan diskusi mengenai desain masker dan desain botol handsanitizer 30ml.

Gambar 3. Desain Masker

Gambar 4. Desain Stiker Handsanitizer 30 mL

Langkah keempat, tim menghubungi pihak produksi sablon agar masker dapat di custom sesuai dengan desain yang telah di diskusikan bersama. Langkah kelima, tim berkumpul untuk melakukan pengemasan alat kesehatan.

Gambar 5. Pengemasan masker dan Handsanitizer 30 mL

Pada tanggal 17 Agustus 2020, tim secara langsung melaksanakan kegiatan donasi di Dusun Puhun Desa Kertaungaran lalu menyerahkan donasi masker secara simbolik kepada ketua RW 03 Desa Garawangi.

Gambar 6. Pembagian masker di Dusun Puhun Desa Kertaungaran

Gambar 7. Penyerahan secara simbolis di RW 003 Desa Garawangi

Dengan donasi ini diharapkan masyarakat Dusun Puhun Desa Kertaungaran dan RW 03 Dusun Pahing Desa Garawangi dapat tetap menjaga

kesehatan selama pandemi Covid-19. Hasil kegiatan berdonasi mendapat respon positif dari masyarakat, karena dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk berpartisipasi memutus rantai penyebaran virus Covid-19.