Diva Anya Nuraisyah Harvinputri,1 Aldina Eka Andriani2 Fakultas Ilmu Pendidikan1, Fakultas Ilmu Pendidikan2
Universitas Negeri Semarang
[email protected]1 [email protected]2
Abstrak
Pandemi covid-19 sangat mempengaruhi beberapa aspek kehidupan salah satunya yaitu pendidikan. Sistem sekolah berganti menjadi online untuk mencegah terjadinya penyebaran virus covid-19. Bersekolah di rumah bagi keluarga Indonesia adalah kejutan besar khususnya bagi produktivitas orang tua yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah. Demikian juga dengan problem psikologis anak-anak peserta didik yang terbiasa belajar bertatap muka langsung dengan guru-guru mereka. Seluruh elemen pendidikan secara kehidupan sosial “terpapar” sakit karena covid-19. Pelaksanaan pengajaran berlangsung dengan cara online, tetapi dengan seperti itu anak- anak hanya mendapatkan ilmu berupa materi sehingga tidak mandapatkan mengasah keterampilan bakat seperti halnya dalam sekolah itu ekstrakulikuler.
Proses ini berjalan pada skala yang belum pernah terukur dan teruji sebab belum pernah terjadi sebelumnya. Proses belajar secara daring ini sebenarnya kurang efektif dikarenakan siswa yang belajar melalui daring kurang focus dan konsentrasi saat pembelajaran Tujuan penulisan ini adalah untuk memberi solusi berupa bimbingan pelatihan olahraga panahan pada anak secara tatap muka yang dihadiri anak-anak dari lingkup RT, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Guna memaksimalkan kegiatan bimbingan pelatihan olahraga panahan maka terdapat metode untuk berkonsentrasi dan focus belajar pada anak-anak, metode yang diberikan yaitu reward dan punishment.
Reward yaitu bersifat positif seperti pujian yang diberikan kepada anak, dengan memberikannya pujian maka anak akan mempunyai konsentrasi lebih untuk belajar. Sedangkan Punishment yaitu bersifat negative seperti hukuman yang diberikan ketika melanggar peraturan yang telah disepakati. Agar kegiatan bimbingan pelatihan olahraga panahan anak meningkatkan konsentrasi dan focus belajar anak, maka reward dan punishment harus dilakukan dengan hal-hal yang menyenangkan.
Kata kunci: konsentrasi,focus,olahraga panahan, reward, punishment
Pendahuluan
Masa pandemi covid 19 ini membuat pemerintah di dunia termasuk Indonesia harus mengambil keputusan yakni menutup sekolah untuk mengurangi kontak orang-orang secara masif dan untuk menyelamatkan hidup atau tetap harus membuka sekolah dalam rangka survive para pekerja dalam menjaga keberlangsungan ekonomi. Pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan yang pertama dan terutama di dunia. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bermarkas di New York, AS, menangkap bahwa pendidikan menjadi salah satu sektor yang begitu terdampak oleh virus corona.
Di Indonesia sendiri mengambil keputusan tetap sekolah secara daring dirumah tetapi banyak keluarga yang kurang familier melakukan sekolah di rumah. Bersekolah di rumah bagi keluarga Indonesia adalah kejutan besar khususnya bagi produktivitas orang tua yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah. Demikian juga dengan problem psikologis anak-anak peserta didik yang terbiasa belajar bertatap muka langsung dengan guru-guru mereka.
Seluruh elemen pendidikan secara kehidupan sosial “terpapar” sakit karena covid-19. Pelaksanaan pengajaran berlangsung dengan cara online, tetapi dengan seperti itu anak- anak hanya mendapatkan ilmu berupa materi sehingga tidak mandapatkan mengasah keterampilan
bakat seperti halnya dalam sekolah itu ekstrakulikuler.
Proses ini berjalan pada skala yang belum pernah terukur dan teruji sebab belum pernah terjadi sebelumnya. Proses belajar secara daring ini sebenarnya kurang efektif dikarenakan siswa yang belajar melalui daring kurang focus dan konsentrasi saat pembelajaran karena terganggu oleh lingkungan sekitarnya. Dan juga saat pandemi ini kondisi emosi dan psikis seorang anak juga akan terganggu.
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan beragam kondisi, baik itu secara jasmaniah dan rohaniah. Hal lainnya yang terdapat dalam diri manusia ialah tentang kondisi fisik, psikis, emosi, kognisi, dan spiritual.
Semua faktor kehidupan di atas yang terdapat dalam diri manusia memengaruhi bagaimana dirinya bertindak, berpikir, dan juga mengambil keputusan dalam merespon semua fenomena yang ada disekitarnya.
Pada aspek psikis atau kejiwaan, tentunya juga memiliki perbedaan pada tiap fase perkembangan yang dialami manusia.
Banyak faktor yang menjadi penyebab baik atau tidaknya perkembangan emosi kejiwaan yang dimiliki oleh seseorang.
Bisa dari pola asuh yang didapatkan, lingkungan sosial, stimulus yang diterima, dan pemahaman akan norma yang berlaku dalam kehidupannya sehari-hari. Layaknya
pada saat kondisi pandemi covid-19 ini banyak orang yang sedang terganggu psikisnya karena perubahan adaptasi kegiatan yang baru.
Keadaan emosi seseorang dapat dinilai sebagai hasil dari keadaan psikis atau kejiwaan dari seseorang. Bila seseorang memiliki kejiwaan yang baik, maka emosinya akan stabil. Bila seseorang memiliki jiwa yang sehat, maka orang tersebut akan cenderung mengeluarkan emosi yang baik dan bermanfaat untuk orang lain. Apabila tidak bermanfaat, paling tidak emosinya tidak akan membuat hal buruk bagi lingkungannya.
Pola pikir atau keadaan kognisi seseorang dibentuk dari berbagai faktor, mulai dari pendidikan, keadaan secara biologis otaknya, dan juga bagaimana pengalaman yang dimilikinya.
Kecenderungan seseorang dalam bertindak akan ditentukan oleh bagaimana dirinya mengolah kebutuhan dan memikirkan bagaimana cara untuk memenuhinya. Hasil dari pola pikir seseorang juga dapat menentukan dirinya berada dalam kondisi baik maupun sulit. Menciptakan kecenderungan emosi yang stabil maupun tidak.
Berbagai faktor dapat mempengaruhi kondisi psikis, emosi, dan kejiwaan seseorang ialah faktor turunan (genetik) dan juga keadaan fisiologisnya. Bagaimana karakteristik dari seseorang sedikit banyak
diturunkan dari orang tuanya dan juga tentunya bersumber dari lingkungannya.
Salah satu cara untuk mengatur dan mengontrol emosi ialah menyalurkan hal tersebut kepada hal yang bermanfaat. Salah satu olahraga yang disunahkan dalam agama Islam, yaitu panahan memang sangat mengandung banyak manfaat.
Seperti melatih ketenangan emosi, mensinkronkan semua organ yang ada dalam tubuh, meguatkan konsentrasi, dan juga bernilai ibadah. Banyak dampak positif, khususnya dalam aspek psikologis dari olahraga ini.
Tujuannya yaitu untuk mengendalikan emosi dan juga meningkatkan kosenterasi da focus pada anak usia dini. Dalam program ini juga sangat bermanfaat dalm mengembangkan bakat pada anak dan juga pengalaman baru. Maka dari itu saya ingin membuat artikel penelitian ini.
Metode Pelaksanaan
Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan adalah dengan melakukan program bimbingan pelatihan olahraga panahan pada anak-anak sekolah dasar yang melakukan sekolah secara daring dampak dari pandemi Covid-19.
Bimbingan pelatihan olahraga panahan selama pandemi dilakukan secara bertatap muka namun dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada.
1. Pelaksanaan Bimbingan pelatihan olahraga panahan dilakukan dengan
mendampingi anak-anak usia sekolah dasar dalam melakukan pelatihan secara tatap muka dengan memberi arahan sebelum pelatihan dan juga mengikuti protocol kesehatan.
2. Penggunaan reward untuk peningkatan minat anak-anak dalam memahami pelatihan dan pemahaman dalam berlatih olahraga panahan ini. Dan juga meningkatkan konsentrasi dan focus siswa pada saat belajar dan juga berlatih. Pemberian reward dapat berupa pemberian makanan ringan setelah pelatihan pada anak-anak yang telah berkonsentrasi dan berelakuan bak selama pelatihan ini berlangsung.
3. Pemberian punishment. Metode punishment yang dilakukan adalah dengan menghukum anak-anak yang telah melakukan hal yang tidak baik, seperti bercanda berlebihan dengan teman, menyakiti fisik teman ataupun memilih bergurau ketika sedang
melakukan pelatihan. Punishment yang diberikan dapat berupa 2x jogging dilapagan. Pemberian punishment tidak dimaksudkan sebagai alat pemacu dan motivasi bagi anak untuk mematuhi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pelatihan, dan punishment harus dilakukan dengan pendekatan edukatif, yang mana hukuman dalam mendidik bertujuan untuk perbaikan sikap dan perbuatan anak yang dianggap salah.
Dalam melakukan Bimbingan pelatihan olahraga panahan, perlu membangun suasana yang nyaman bagi anak-anak.
Dengan membuat anak-anak seolah-olah tidak tertekan pada tugas-tugas harian yang bertambah dibanding sebelumnya. Strategi tersebut dapat berupa memberikan lagu relaksasi dan juga video motifasi dan konsentrasi dalam olahraga panahan setelah pelatihan sudah selesai.
Hasil dan Pembahasan Olahraga Panahan
Olahraga panahan sendiri merupakan suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah. Menurut Husni, Hakim, Gayo (1990, dalam Gusti Agung Risman, 2016) berpendapat, "Panahan adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan busur dan anak panah. Dalam permainan ini, setiap pemain harus mampu menembakkan
anak panahnya mengenai sasaran yang telah ditentukan."
Pada olahraga panahan, sedikit ada kemiripan dengan olahraga menembak.
Persamaannya ialah melesatkan anak panah / peluru pada target dengan jarak tertentu.
Perbedaan antara dua olahraga ini ialah pada jenis alat dan mekanisme pergerakannya. Bila pada olahraga menembak, daya yang digunakan ialah ledakan di dalam alat tersebut untuk
melesatkan peluru menuju target.
Sedangkan pada panahan mengandalkan kekuatan dorongan sangat tergantung pada energi atau tenaga yang timbul karena tarikan atau rentangan pemanah terhadap busur, dimana energi yang diperoleh dari rentangan diubah menjadi daya dorong pada waktu anak panah dilepaskan. Oleh sebab itu, dalam olahraga ini memerlukan kekuatan dan daya tahan otot-otot tertentu, terutama untuk menarik busur. Besar tarikan atau energi pada busur dapat disesuaikan dengan kemampuan sang pemanah.
Olahraga panahan ini dapat disesuaikan berat tarikan dan jarak yang digunakan sesuai dengan kondisi pemanah.
Berat tarikan pada anak-anak pasti berbeda dengan orang dewasa. Penyesuaian ini membuat olahraga yang mengandalkan kekuatan otot tubuh atas sangat cocok untuk semua kalangan. Tidak hanya laki-laki, perempuan juga dapat melakukannya.
Bukan hanya orang dewasa, anak-anak dan orang tuapun bisa berolahraga panahan.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam olahraga panahan:
1. Meningkatkan koordinasi tangan dan mata, serta keseimbangan.
2. Meningkatkan fleksibilitas tangan dan jari.
3. Membangun kekuatan tubuh.
4. Meningkatkan kesabaran.
5. Meningkatkan fokus.
6. Membangun kepercayaan diri.
7. Merupakan olahraga sosial.
8. Merupakan bentuk latihan kebugaran.
9. Merelaksasi tubuh.
10. Merupakan olahraga yang dapat dimainkan semua orang.
11. Meningkatkan pengendalian emosi.
Dalam upaya mencapai manfaat diatas, dapat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantarnya:
1. Niat yang ikhlas dalam melakukan kegiatan, melakukan kegiatan sesuai dengan keinginan, kesenangan, dan tanpa adanya keterpaksaan.
2. Fokus yang tinggi, sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi kesehatan mental, meredam kekhawatiran, dan menenangkan jiwa.
3. Kekuatan tubuh bagian atas, karena fokus otot yang digunakan hampir sama dengan olahraga angkat beban, yaitu otot tangan, otot dada, bahu, dan punggung.
4. Keseimbangan, hal ini sangat penting untuk keberhasilan dalam memanah, contohnya harus dapat menahan tubuh untuk membidik dan melepaskan busur. Berlatih memanah dapat membantu mendapatkan kontrol atas keseimbangan diri ketika
memfokuskan untuk membidik target.
5. Koordinasi antar anggota tubuh dan organ yang terlibat. Koordinasi antara mata dan tubuh bagian atas, serta kendali dari otak yang mengubungkannya merupakan keterampilan penting dalam olahraga panahan.
6. Kekuatan tubuh bagian bawah.
Dimana kekuatan kaki yang digunakan untuk berjalan saat kegiatan, dari tempat memanah menuju target dan sebaliknya sangat diperlukan untuk menjaga dan menopang otot tubuh bagian atas dalam mendukung keberhasilan memanah.
Berdasarkan rancangan kegiatan, kegiatan bimbingan pelatihan olahraga panahan di rumah dilakukan dengan peserta siswa-siswi yang melakukan pembelajaran secara daring untuk meningkatkan konsentrasi dan focus pada saat pandemi ini dan mendapatkan manfaat untuk mengembangkan keterampilan dan juga bakat anak di kala pandemi ini.
Penyampaian materi pelatihan disesuai dengan kesulitan dari masing-masing siswa, dapat dengan memberi penjelasan maupun latihan ringan, jika siswa tidak memiliki kesulitan maka akan di lanjutkan dengan program latihan lainnya.
Pemberian reward pada beberapa siswa baik secara verbal maupun non-verbal seperti pujian, senyuman, hadiah dll. Hal tersebut sesuai dengan sabri(1999, dalam Raihan 2019) Pada saat peneliti melakukan observasi langsung dalam
proses pelatihan pada saat tanya jawab dan juga ke aktifan anak pada saat pelatihan berlangsung, penulis mendapatkan bahwa hal tersebut selalu diberangi dengan “pemberian pujian”
terhadap siswa yang aktif, Pemberian hadiah tidak dilakukan setiap kali pertemuan pendamping akan memberikan hadiah berupa bingkisan kecil atau bahkan sedikit uang sebagai bentuk reward semata agar siswa semakin berkonsentrasi dan focus dalam pelatihannya. Dengan demikian pemberian reward bertujuan sebagai penyemangat bagi siswa dalam proses pelatihan.
Pemberian punishment yang dilakukan seperti teguran ringan, teguran berat, atau memberi tindakan seperti jogging. Cara memberi peringatan disesuaikan tingkat kesalahannya, seperti saat salah satu siswa ramai, siswa tersebut dapat
diminta untuk berdiri atau berjongkok untuk sesaat.
Gambar 1. Pelatihan Olahraga Panahan Simpulan dan Saran
Manfaat-manfaat dari olahraga ini secara tidak langsung berhubungan dengan keadaan psikis seseorang. Efek tersebut akan terasa dalam waktu singkat maupun dalam waktu panjang pelaksanaan olahraga panahan ini dilakukan oleh seseorang.
Dilihat dari manfaat pada psikis seseorang, maka olahraga ini sangat direkomendasikan menjadi salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan konsentrasi dan focus pada anak.
Pada pelaksanaannya, terapi yang diberikan akan bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan konsentrasi, perhatian, fokus, dan juga melatih psikologis serta emosional klien menjadi lebih baik dalam artian lebih tenang. Sehingga dalam kesehariaannya
nanti dapat berperilaku lebih tenang dari sebelumnya.
Upaya yang dapat dilakukan untuk meraih manfaat terapi tersebut dapat diperoleh dengan maksimal dengan pelaksanaan terapi yang dibimbing langsung oleh pelatih panahan yang berkompeten.
Dari paparan tulisan ini, maka penulis dapat menyarankan bahwa penerapan pelatihan olahraga panahan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bantuan kegiatan proses meningkatkan konsentrasi dan focus.
Daftar ustaka
Agus, A. (2010). Pentingnya Peran
Olahraga Dalam Menjaga Kesehatan Dan Kebugaran Tubuh. Seminar Daerah Menyambut Hari Kesehatan Nasional Ke 46 Tanggal 12 November 2010. Padang: Hima Kesrek Fip-Unp.
Agus Purwanto, dkk.2020.Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar.Jurnal of Education Psychology and Cunseling.2(1):2716-4446.
Notosoedirdjo, M., & Latipun. (2014).
Kesehatan Mental Konsep dan Penerapan. Malang: Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.
Raihan, R. (2019). Penerapan Reward dan Punishment dalam Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Terhadap Siswa SMA di Kabupaten Pidie. DAYAH: Journal of Islamic Education. 2(1), 115-130.
D. Artikel 5
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER DI DUSUN PAHING RT 02 RW 03