• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer kepada masyarakat Dusun Pahing, RT02/RW03, Desa Garawangi, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan dilakukan pada saat permasalahan mahalnya harga

handsanitizer pada masa pandemi Covid-19 karena banyak orang yang ingin menyimpan stok handsanitizer sedangkan jumlah persediaan tidak selaras dengan permintaan yang diinginkan sehingga mengakibatkan harga yang memuncak.

Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan metode e-learning dilakukan secara online melalui bantuan aplikasi whatsapp.

Kegiatan dengan metode online dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Whattaps Grup yang telah dibuat sebelumnya.

Gambar 1. Pemateri sedang menjelaskan mengenai pembuatan han sanitizer dengan

menggunakan aplikasi WA grup.

Pelatihan online dihadiri oleh semua peserta grup yaitu 20 peserta yang dimana terdiri dari warga RT02/ RW 03 Desa Garawangi. Dari hasil kegiatan yang dilakukan dengan metode online (e-learning) berjalan dengan baik dan lancar, hal ini dapat dilihat ketika sedang mengikuti kegiatan para peserta terlihat antusias dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

SIMPULAN

Pada saat ini di Indonesia sedang terjadi suatu pandemic yaitu COVID-19 Merebaknya COVID-19 berpengaruh terhadap berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, pendidikan, dan tak terkecuali dalam bidang kesehatan. Salah satu dampak dibidang ekonomi yaitu, masyarakat yang merasa panik dalam menghadapi COVID-19 akan membeli barang, seperti masker dan handsanitizer dalam jumlah besar secara berlebihan, sehingga menyebabkan ketersediaan barang berkurang dan

membuat barang tersebut langka serta mahal. Oleh karena itu, penulis selaku Mahasiswa KKN BMC UNNES 2020 mengadakan kegiatan Pelatihan.

Pembuatan Handsanitizer Kepada para Masyarakat di Dusun Pahing, RT02/RW03, Kec. Garawangi, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan agar masyrakat mengetahui cara pembuatan handsanitizer menggunakan bahan yang mudah didaptkan sehingga dapat diaplikasikan untuk menerapkan AKB sesuai anjuran pemerintah.

Saran

Artikel ilmiah tersebut perlu adanya dukungan yang positif dari semua pihak untuk terus memberi informasi yang memanfaatkan hand sanitizer dalam masa pandemic ini.

DAFTAR PUSTAKA

Agung Prasetyo U., Widya Emilia P., Mahasin Maulana A., dkk., 2020,

“Pelatihan Pembuatan

Handsanitizer dan Aplikasi Pola Hidup Bersih di SMK Negeri 4 Surabaya dalam Menyikapi Pandemi Covid”, Universitan

Djuanda : Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Educivilia Vol. 1, No.2, Juli 2020.

Cut Fatimah dan Rani Ardiani, 2018,

“Pembuatan Handsanitizer (Pembersih Tangan Tanpa Air) Menggunakan Antiseptik Bahan Alami”, Universitas Muslim Nusantara Al- Washliyah Medan, Sumatra Utara : Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian 2018.

Dhito Dwi P., Gracia Christy T., dan Melanthon Junaedi U., 2019,

“Pelatihan Pembuatan

Handsanitizer Alami di Kawasan Objek Wisata Pesisir Pantai Embuhanga Kabupaten Kepulauan Sangihe”, Politeknik Negeri Nusa Utara: Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol. 3, hl. 14-18, November 2019.

https://m.ayobandung.com/read/2 020/03/18/82985/cara-membuat-hand- sanitizer-sesuai-standar-who-untuk- cegah-corona

E. Artikel 6

Tatanan Adaptasi Baru dalam Kenormalan Baru

Bagi Masyarakat Dalam Masa Pandemi Covid – 19

Oleh

Karin Carolina1, Aldina Eka Andriani2 Fakultas Ilmu Sosial1, Fakultas Ilmu Pendidikan2

Universitas Negeri Semarang Email

[email protected]1 , [email protected]2 ABSTRAK

Pada Januari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) mengumumkan wabah pandemi virus baru yaitu coronavirus (COVID – 19) sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID – 19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID – 19 ini dinamakan Sars – CoV – 2. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia).Infeksi virus Corona disebut COVID – 19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Adaptasi kebiasaan baru adalah cara kita merubah perilaku, gaya hidup, dan kebiasaan. Keadaan dimana ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dilonggarkan dan digantikan dengan Adaptasi Kenormalan Baru, dimasa New Normal protokol kesehatan tetap dilakukan sehingga kita tetap bisa produktif dengan tetap mencegah terjangkit virus corona. Adaptasi kebiasaan baru ini dilakukan pada sektor atau bidang penting seperti rumah ibadah, pasar atau pertokoan, perkantoran, transportasi umum, hotel, dan restoran, serta dilakukan saat wilayah sudah menjadi zona aman (zona hijau) yang dihitung berdasarkan data dan fakta di lapangan. Adaptasi kebiasaan baru, bisa berjalan secara efektif jika kita mau menaati dan konsisten dengan protokol kesehatan yang ada. Diharapkan, segala lapisan bisa memahami dan menjalankan tatanan hidup baru ini dengan sebaik-baiknya agar kita bisa tetap beraktivitas normal (dengan kebiasaan yang baru) dan terhindar dari penyebaran virus corona.

Kata Kunci : Tatanan Adaptasi Baru, Covid – 19.

PENDAHULUAN

Pandemi Covid-19 yang telah mewabah di seluruh dunia termasuk Indonesia saat ini menjadi masalah serius

dan harus ditangani segera. Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus

COVID-19 pada Senin 2 Maret lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus pertama tersebut diduga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan WN Jepang yang masuk

ke wilayah Indonesia. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta pada 14 Februari.

Untuk kasus Covid pertama kali muncul yaitu Pada tanggal 17 November 2019 dilaporkan kasus penyakit pneumonia yang pertama kali terkonfirmasi yaitu pada salah satu warga di Wuhan Provinsi Hubei Republik Rakyat Cina. Pada awal ditemukan penyakit ini bernama 2019 novel coronavirus (2019-nCoV), selanjutnya badan PBB bidang kesehatan yaitu WHO mengumumkan nama baru 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) dengan Coronavirus Disease (Covid-19). Penyakit tersebut disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) (World Health Organization, 2020).

Dampak penyebaran Virus Korona baru atau yang dikenal sebagai Covid-19 nyaris melumpuhkan aktivitas masyarakat di seluruh dunia. Hingga status terkini, tercatat 182 negara dan teritoori sudah menyatakan warganya positif terpapar Covid-19.

Tabel 1. Persebaran Covid – 19

No. Negara Jumlah

Kasus

1. USA 5,749,375

2. Brazil 3,505,097

3. India 2,925,337

4. Russia 946,976

5. South Africa 599,940

6. Peru 567,059

7. Mexico 543,806

8. Colombia 513,719

9. Spain 404,229

10. Chile 391,849

Sumber: (Webmeter, 21/08/2020) Pasien positif yang semakin melonjak tiap harinya, membuat seluruh negara melakukan berbagai cara untuk menekan jumlah penyebaran dari penyakit ini. Mulai dari social distancing, menerapkan work from home, hingga memberlakukan lockdown.

Di Indonesia sendiri, sejak terkonfirmasi kasus COVID-19, pemerintah sudah mulai menghimbau masyarakat melakukan social distancing, dan banyak perusahaan yang menerapkan work from home. Tapi tidak seperti negara Italia, China, Denmark, Filipina, dan Irlandia yang memberlakukan lockdown, pemerintah Indonesia belum melakukannya.

Bahkan, Presiden Joko Widodo mengatakan, belum akan melakukan lockdown atau melakukan isolasi terhadap wilayah yang diwaspadai sebagai lokasi penyebaran virus Corona. Tapi dengan menyebarnya kasus COVID-19 ini, dan bertambahnya pasien positif. Mungkin saja, Indonesia lockdown akan diberlakukan.

Bila hal tersebut terjadi, tentu akan mempengaruhi banyak hal di Indonesia.

Jangankan lockdown, adanya work from home atau isolasi diri di rumah seperti sekarang saja, sudah melumpuhkan banyak sektor di Indonesia khususnya ekonomi. Di tengah laju pandemi yang masih terus bertambah, pemerintah secara serta merta kini mulai menyerukan kebijakan pembatasan sosial untuk menanggulangi penularan

PSBB ini sempat diandalkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.

Beberapa daerah pernah menerapkan kebijakan PSBB ini karena kasus Covid-19 di wilayah tersebut terus meningkat.

Semua daerah yang telah menyetujui untuk diterapkan PSBB, harus menjalankan teknis aturannya secara maksimal. Sehingga, dapat menekan penambahan kasus baru dan menekan angka kematian. Kemudian didukung pula dengan pemeriksaan secara masif, tracing lebih aktif serta dilakukan isolasi ketat dan dirawat lebih ketat. Dalam PSBB, terdapat kegiatan yang dilarang, dibatasi, dan ada pula kegiatan yang diatur dengan baik

Indonesia mengalami masa PSBB selama 5 bulan. Pemerintah melarang seluruh aktivitas berjalan seperti biasa.

Adanya penutupan kantor, mall, tempat wisata, tempat hiburan bahkan hingga kampus dan sekolah juga ditutup. Selama dalam masa PSBB ini masyarakat diminta

untuk melakukan Work From Home guna memutus tali persebaran Coronavirus.

Dalam masa PSBB seluruh kegiatan aktivitas perekonomian di negara Indonesia berjalan dengan terhambat dikarenakan adanya Work From Home sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan khas negara, dan terjadi banyaknya peristiwa PHK (Putus Hubungan Kerja) yang dirasakan banyak pegawai kerja.

Selama 5 bulan perekinomian negara diambang kehancuran, ditambah lagi dengan bantuan – batuan sembako, BLT, Listrik kepada masyarakat yang menegah kebawah. Oleh karena itu saat ini pemerintah Indonesia telah beralih kepada New Normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memaparkan sejumlah alasan Indonesia perlu menerapkan tatanan normal baru atau era new normal. Salah satu yang menjadi pertimbangan ialah terkait dampak pandemi ini terhadap ekonomi yang dianggap sudah begitu mengkhawatirkan. Sehingga bila tak segera diterapkan akan ada lebih banyak pekerja yang menjadi korban.

Tujuan dari penulisan artikel ini untuk memberikan pandangan dari segala sisi pandangan ilmu dengan bagaimana Tatanan Adaptasi Baru dalam Kenormalan Baru Bagi Masyarakat Dalam Masa Pandemi Covid – 19.

Manfaat dari penulisan artikel ini adalah dengan memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat bagaimana melakukan aktivitas seperti biasa sehari – harinya dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada menurut Panduan lengkap New Normal dari Kemenkes.

METODE

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang menggambarkan atau melukiskan objek penelitian berdasarkan fakta – fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Sugiyono, 2016).

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi.

Penelitian ini menafsirkan dan menguraikan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam suatu masyarakat, pertentangan antara dua keadaan atau lebih, hubungan antar variable yang timbul, perbedaan antar fakta yang ada serta pengaruhnya terhadap suatu kondisi, dan sebagainya.

Menurut Nazir (1988), metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu

objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki.

HASIL DAN PEMBAHASAN