ARTIKEL ILMIAH HASIL PENGABDIAN KKN UNNES BERSAMA MELAWAN COVID-19
KELOMPOK KKN JABAR NGAHIJI
A. Artikel 1
PENERAPAN PENDAMPINGAN BELAJAR DI RUMAH UNTUK MENGATASI KENDALA PEMBELAJARAN SECARA DARING DI MASA PANDEMI COVID-19
Oleh :
Alfian Kurnianto1, Aldina Eka Andriani2
Fakultas Ilmu Pendidikan1, Fakultas Ilmu Pendidikan2 Universitas Negeri Semarang
Email :
[email protected] [email protected]
Abstrak
Pandemi covid-19 mengakibatkan berbagai bidang ikut terkena dampaknya, salah satunya juga pada bidang Pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat terdampak dengan adanya wabah Covid-19 ini. Pemerintah dan tenaga pendidik berusaha semaksimal mungkin agar pendidikan bisa berjalan dengan baik walaupun dengan keadaan pandemi seperti ini. Pada masa pandemi Covid-19 ini pemerintah menetapkan Pendidikan Jarak Jauh.
Pembelajaran jarak jauh adalah upaya agar pembelajaran bisa dijalankan dengan baik walaupun menggunakan sistem yang berbeda.
Dengan dilaksanakannnya pembelajaran jarak jauh membuat guru dituntut untuk dapat lebih menguasai teknologi dan kreatif dalam mendesain pembelajaran jarak jauh ini agar selalu dapat berjalan secara efektif. Namun dalam pembelajaran jarak jauh ini juga tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan dalam pelaksaannya. Dengan demikian pembelajaran jarak jauh ini diterapkan demi memutus rantai penyebaran virus covid-19. KKN Bersama Melawan Covid- 19 UNNES memberikan program yang dapat membantu pembelajaran jarak jauh siswa dengan cara melaksanakan salah satu program kerjanya yaitu pendampingan belajar di rumah.
Kata kunci : pandemi covid-19, pembelajaran jarak jauh, teknologi
Pendahuluan
Dengan mewabahnya virus covid- 19 pada tahun 2020 ini dalam waktu yang terbilang singkat sudah mengakibatkan ribuan orang terpapar virus ini, dengan hal itu membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk memberhentikan sebagian aktifitas masyarakat di luar rumah. Hal itu memberikan dampak bagi hampir di
seluruh bidang seperti pariwisata, ekonomi, dan masih banyak yang lainnya, tidak terkecuali pada bidang Pendidikan juga ikut terkena dampaknya.
Tujuan
Tujuan dibuatnya artikel ini yaitu untuk memenuhi persyaratan dalam pelaksanaan KKN Bersama Melawan
Covid-19 UNNES. Selain itu tujuan artikel ini juga dibuat untuk menjelaskan dampak pandemic covid-19 bagi dunia Pendidikan.
Manfaat
Artikel ini bermanfaat untuk mengetahui dampak dari pembelajaran jarak jauh ditengah pandemic covid-19.
Metode Pelaksanaan
Program ini berisi pembimbingan belajar bagi siswa SD/SMP yang melaksanakan pembelajaran di rumah pada masa pandemic ini. Pembelajaran dilaksanakan di rumah saya. Program ini dilaksanakan setiap hari kamis selama waktu yang ditentukan pada masa program KKN BMC UNNES 2020.
Pembahasan
Dampak dari adanya pandemi covid-19 membuat Kemendikbud menetapkan bahwa pembelajaran di sekolah diganti dengan pembelajaran dari rumah yang dilakukan secara daring atau yang bisa disebut dengan pembelajaran jarak jauh. Bekaitan dengan pembelajaran secara daring artinya berkaitan pula dengan penguasann dan pemanfaatan teknologi.
Maka, Guru harus dapat memvariasikan pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran secara daring agar pembelajaran tetap dijalankan secara
efektif meski pembelajaran dilakukan secara daring.
Guru harus selalu melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan efektif. Semenjak pembelajaran diberlakukan dirumah, sebagian guru melakukan pembelajaran melalui media online seperti Whatsapp, google meet, google form, dll.
Inovasi dalam Pendidikan akan ada juga berbagai cara yang dapat dilakukan guru untuk menyampaikan ilmu pengetahuannya kepada siswa. Salah satunya ada yang menggunakan Grup Whatsapp, dimana guru sebelumnya akan membuat berbagai media seperti video pembelajaran lalu dikirim ke grup untuk amati oleh para siswa.
Hal penting yang juga ditekankan perihal penilaian yang di berikan guru kepada siswa yaitu menegaskan disuatu pandemi sekarang penilaian harus diberikan guru lebih mengarah kepersoalan kualitas, bukan kuantitas. Jadi tugas-tugas itu tidak bisa dinilai seperti biasa yang bersifat kuantitatif, tapi melainkan harus lebih banyak bersifat kearah kualitatif, dan guru juga harus bisa memberikan motivasi.
Selain guru, faktor yang juga mempengaruhi keefektifan pembelajaran jarak jauh adalah peran dukungan orang tua
murid. Orang tua murid juga harus dapat menguasai teknologi agar pembelajaran dapat optimal. Karena pembelajaran jarak jauh tidak jauh dari peran teknologi di dalamnya. Hal ini menyebabkan mau tidak mau orang tua harus terbuka terhadap teknologi.
Selain itu, pada pembelajaran jarak jauh orang tua murid dituntut untuk dapat membimbing pembelajaran siswa. Maka pembelajaran jarak jauh ini bukan hanya menjadi tugas siswa dan guru melainkan juga tugas orang tua murid sebagai pembimbing dan pendukung pembelajaran siswa. Siswa pasti sedikit-banyak memiliki kesulitan dalam pembelajaran, disitulah peran orang tua hadir.
Selain itu orang tua murid juga harus dituntut lebih kreatif agar dapat menguasai emosi anaknya, karena siswa pasti akan mudah bosan. Maka dari itu anak harus mendapat rangsangan positif agar emosi anak selalu stabil dan dapat menjalankan pembelajarannya secara optimal dan semangat.
Mengenai pembelajaran jarak jauh tentunya terdapat kelebihan dan kekurangan dalam proses dan hasil pembelajarannya. Berbagai macam keuntungan dan kerugian ini tentunya harus dapat dioptimalkan agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif.
Kelebihan yang pertama yaitu siswa lebih memiliki waktu yang lebih leluasa, hal ini akan membuat siswa lebih memiliki waktu yang banyak untuk belajar dan lebih giat dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Selain itu, secara tidak langsung siswa akan belajar menghargai waktu yang ada.
Kelebihan yang lainnya yaitu siswa dapat menekuni hobinya. Dengan waktu yang cukup banyak membuat siswa berkesempatan untuk dapat melakukan aktivitas lainnya selain diluar pembelajaran salah satunya yaitu dengan menekuni hobi.
Hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi rasa bosan yang dapat dirasakan akibat pembelajaran jarak jauh ini.
Kelebihan yang selanjutnya yaitu sumber belajar siswa menjadi lebih bervariasi tidak hanya dari buku dan guru saja, melainkan siswa juga berkesempatan mencari sumber belajar melalui media yang lainnya seperti google, youtube. Ataupun media sosial. Dengan demikian siswa akan lebih melek terhadap literasi digital.
Kemudian kelebihan lainnya yaitu orang tua murid akan lebih mudah mengamati anaknya dalam belajar, dan memantau secara langsung perkembangan anaknya. Orang tua juga dapat memberikan perhatian lebih dalam belajar, tentunya
perhatian tersebut menjadikan akan lebih giat dalam belajar.
Selain itu, kelebihan lainnya adalah anak akan menjadi lebih mandiri, karena mereka akan belajar secara mandiri, berusaha mengerjakan tugas-tugas secara mandiri, serta mengatur waktunya secara mandiri.
Namun dari kelebihan yang dimiliki tersebut ternyata pembelajaran jarak jauh juga memiliki kekurangan. Yang pertama, pembelajaran jarak jauh ini tentunya membutuhkan jaringan seluler dalam pembelajarannya, oleh sebab itu kuota internet menjadi salah satu masalah yang sering didapati dalam pembelajaran jarak jauh ini. Terlebih banyak orang tua mereka yang pada masa pandemic covid-19 ini mengalami kekurangan penghasilan, tentu ini menjadi suatu masalah yang tidak dapat disepelekan karena tentunya apabila tidak memiliki sambungan internet siswa tidak dapat melakukan pembelajaran.
Kekurangan selanjutnya yaitu siswa cenderung jenuh karena pembelajaran selalu dilakukan di rumah. Karena dengan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemic ini memaksa mereka untuk selalu dihadapkan dengan situasi yang sama.
Belum lagi ditambah tugas yang cukup banyak dari berbagai mata pelajaran.
Kekurangan selanjutnya yaitu kurangnya interaksi antara siswa dan guru.
Beberapa metode pembelajaran jarak jauh hanya berlangsung secara satu arah.
Tentunya ini akan menyulitkan siswa apabila siswa mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran.
Kemudian pelajaran yang sulit dan butuh pemahaman lebih dari guru tentunya akan menyulitkan siswa. Tidak semua mata pelajaran cocok untuk dilakukan pembelajaran secara daring, seperti contohnya pelajaran matematika, pelajaran ini butuh pengajaran yang lebih dari guru dengan keterbatasan pembelajaran daring membuat siswa kesulitan untuk memahami pelajaran tersebut.
Dengan demikian untuk mengatasi kekurangan pembelajaran daring perlu dilakukan kegiatan yang bervariasi bukan hanya berfokus pada pembelajaran secara daring saja, tapi bisa divariasikan dengan pembelajaran secara luring. Maka guru haru dapat berkreativitas dan berinovasi agar dapat memberikan layanan Pendidikan secara optimal.
Selain itu pemerintah juga harus memperhatikan masyarakat yang kesulitan dalam melakukan pembelajaran secara daring. Karena dalam pembelajaran jarak jauh ini tentunya yang berperan penting adalah teknologi, dalam mengaksesnya
perlu pengeluaran dana yang lebih banyak lagi. Maka setidaknya perlu dilakukan kebijakan-kebijakan yang dapat meminimalisir pengeluaran biaya Pendidikan.
Sarana dan prasarana juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pembelajar, walaupun dilakukan secara daring. Maka demi terlaksananya pembelajaran secara efektif pihak sekolah juga memberikan sarana dan prasarana yang memudahkan siswa dalam melakukan pembelajaran.
Maka, pembelajaran jarak jauh harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar pembelajaran tetap dilaksanakan secara efektif baik dari pihak sekolah, guru, orang tua, maupun pemerintah. Tentu dipilihnya pembelajaran jarak jauh secara daring ini semata – mata untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19. Tentunya juga kita selalu berharap pandemi covid-19 ini cepat segera berakhir, agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal kembali.
Gambar 1. Proses pembelajaran di rumah Pada pembelajaran di rumah ini baik siswa maupun orang tua siswa merasakan banyak kendala dalam pembelajarannya, rata-rata orang tua mengeluhkan sulitnya membimbing anak dalam belajar. Maka Dengan adanya salah satu program dari KKN BMC UNNES 2020 yaitu pendampingan belajar di rumah sedikit membantu siswa dalam melaksanakan pembelajaran dan mengatasi kesulitan orang tua dalam pembelajaran.
Meskipun program ini sudah selesai namun pembimbingan belajar untuk siswa tetap berlanjut demi membantu siswa dan juga orang tua murid dalam melaksanakan pembelajaran di rumah.
Kesimpulan dan Saran
Program pembimbingan belajar di rumah merupakan suatu progam yang sangat baik dan dibutuhkan bagi siswa yang sedang melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di rumah. Hal ini menjadi suatu ladang kebermanfaatan sebagai makhluk sosial. Program ini seharusnya dapat menjadi suatu kegiatan yang dapat dilakukan diluar KKN ini.
Daftar Pustaka
http://www.wantiknas.go.id/id/berita/empat -kelebihan-dan-kekurangan-dalam- menerapkan-e-learning, diakses pada tanggal 23 agustus 2020.
https://www.kompas.com/edu/read/2020/07 /16/122946871/3-peran-orangtua- dampingi-anak-ikut-pembelajaran- daring, diakses pada tanggal 23 agustus 2020.
https://www.studilmu.com/blogs/details/ke untungan-kekurangan-dari-belajar- online,
https://www.studilmu.com/blogs/detail s/keuntungan-kekurangan-dari-belajar- online
B. Artikel 2
PEMANFAATAN BUDIDAYA TANAMAN JAHE DALAM MEMPERKUAT SISTEM IMUN DI MASA PANDEMI
Oleh
Siti Zulfa Asriyati1, Fadhillah Salsa Azzahra2, Erni Rajabadi3, Elsa Nur Tiara4, Aldina Eka Andriani5
Fakultas Ilmu Pendidikan1,5, Fakultas Bahasa Dan Seni 2,3,4 Universitas Negeri Semarang
[email protected]1; [email protected]2;
[email protected]3; [email protected]4; [email protected]5
ABSTRAK
COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang masuk di Indonesia pada 2 Maret 2020. Masyarakat pun mulai mencari upaya guna menjaga kesehatan dengan memanfaatkan ramuan tradisional seperti jahe. Jahe (Zingiber officinale) dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, bahan obat tradisional, atau dapat dibuat minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur tentang manfaat budidaya jahe yang dapat memperkuat sistem imun di masa pandemi.
Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa jahe memiliki kandungan zat gizi dan senyawa kimia aktif yang berfungsi preventif dan kuratif. Berbagai penelitian mengatakan bahwa jahe memiliki fungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi, antiemetik hingga antibakteri serta peradangan, sehingga dapat membantu memperkuat sistem imun dari serangan virus maupun bakteri seperti COVID-19 ini. Dalam Comparative antioxidant and anti-inflammatory effects of gingerol dan shogaol oleh Dugasani, (2010). Jahe mengandung gingerol dan shogaol yang terbukti memiliki kemampuan meningkatkan sistem imun supaya tidak terserang penyakit, bakteri dan virus berbahaya.
Kata kunci: Jahe, zingiber officinale, senyawa kimia aktif, kesehatan, ramuan tradisional, imun
PENDAHULUAN
Lingkungan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia, yang memberikan banyak manfaat. Pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah dengan melakukan budidaya. Budidaya tanaman merupakan kegiatan pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat maupun hasil panennya, misalnya budidaya tanaman rempah, seperti jahe.
Jahe memiliki nama ilmiah Zingiber officinale. Kata Zingiber berasal dari bahasa Sanskerta “singabera”, sedangkan dalam bahasa Yunani “Zingiberi” berarti tanduk, karena bentuk jahe dianggap mirip dengan tanduk rusa. (Purseglove et al.
1981). Dalam bahasa latin Officinale merupakan (officina) yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan (Janson 1981).
Di Indonesia jahe memiliki berbagai nama daerah. Seperti halia di Aceh, sipodeh di Minangkabau, jahi di Lampung, jhai di Madura, melito di Gorontalo, laia di Makassar, pace di Bugis, jae di Bali, lea di Flores, lai di Dayak, dan tipakan di Banjarmasin. Untuk di Ambon jahe di sebut sehi, garaka di Ternate, dan di Papua, jahe disebut tali atau marman.
Jahe merupakan salah satu rempah- rempah penting yang berasal dari Asia
Selatan, tersebar dari India sampai Cina.
Jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah pada zaman kolonialisme.
Jahe sendiri dapat dibedakan dalam 3 jenis dengan berdasarkan ukuran, bentuk dan warna. (1) Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak, bentuknya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari lainnya. (2) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit, dengan ruas kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas. (3) Jahe merah dengan bentuk berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil.
Selain dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, jahe juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan sejak ribuan tahun yang lalu (Ware, 2017). Sebagai bumbu masakan, kandungan zat dalam jahe dapat menambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan membantu melancarkan proses pencernaan.
Minyak jahe berisi gingerol dengan aroma khas jahe, yang dapat mencegah dan mengobati rasa mual dan muntah, karena mabuk kendaraan atau pada wanita yang sedang hamil muda. Juga rasa tajam merangsang nafsu makan, memperkuat otot
usus, membantu mengeluarkan gas usus serta membantu fungsi jantung. Dalam pengobatan tradisional Asia, jahe dipakai untuk mengobati selesma, batuk, diare dan penyakit radang sendi tulang seperti artritis.
Jahe juga dipakai untuk meningkatkan pembersihan tubuh melalui keringat. Hal tersebut dapat menajaga imunitas kesehaan tubuh.
Seperti yang diketahui Sistem imunitas (immune system) adalah sistem pertahanan alamiah tubuh untuk melawan (organisme) patogen. Organisme patogen yait organisme yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia.
Tujuan dari pembahasan ini adalah, manfaat dari kandungan jahe yang dapat mengaja imunitas dengan cara budidaya yang mudah dan dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan pekarangan rumah.
METODE
Metode yang digunakan, antara lain:
1. Pembibitan
Dalam pelaksanaan budidaya tanaman jahe, tedapat berbagai macam hal yang tentunya harus dilakukan dengan baik dan benar agar tanaman jahe tersebut dapat tumbuh dengan baik serta meghasilkan hasil yang baik pula. Namun, sebelum kegiatan budidaya tanaman tersebut dilakukan, tentunya harus diadakan terlebih dahulu terkait pemilihan bibit.
Pemilihan bibit juga merupakan hal yang sangat penting karena dapat menentukan hasil panen suatu tanaman.
Bibit jahe berkualitas adalah bibit yang memenuhi mutu genetic, mutu fisiologi yakni persentase daya tumbuh yang tinggi, dan selanjutnyha adalah mutu fisik.
Dari ketiga syarat bibit bagus tersebut, ada pula kriteria bibit yang bagus dan berkualitas berdasarkan mutu fisik.
Seperti, mutu fisik bibit jahe harus terbebas dari hama serta penyakit, bibit harus dalam kondisi baik serta berumur sekitar 9-12 bulan, bibit yang akan telah mengalami penyimpanan selama 1-1,5 bulan.
Setelah pemilihan bibit, calon bibit yang akan dipakai harus mengalami proses persemaian terlebuh dahulu. Proses persemaian merupakan proses selanjutnya setelah proses pemilihan bibit yang baik.
Dalam teknik ini, bibit jahe yang sudah ada harus dikecambahkan terlebuh dahulu agar jahe tersebut dapat tumbuh serentak dan seragam.
2. Persiapan Lahan
Untuk mendapatkan hasil tanaman yang bagus, proses persiapan lahan juga merupakan hal penting yang harus dilakukan karena ini juga menentukan keberhasilan budidaya tanaman jahe tersebu. Persiapan lahan ini dapat berupa survey lapangan dimana tanaman jahe akan ditanam, melihat kondisi lahan, serta
mencari tahu tingkat keasaman pada tanh di lahan tersebut. Apabila keasaman tanah yang tersedia tidak sesuai dengan kriteria keasaman tanah yang dibutuhkan untuk tanaman jahe, maka harus diberikan pengapuran terlebih dahulu.
3. Teknik Penanaman Jahe Penentuan Pola Tanaman
Dalam penanaman jahe dilakukan secara monokultur dan polikultur.
Penanaman dengan cara monokultur untuk tanaman jahe memang suatu cara yang dapat memberikan nilai produksi yang inggi, namun demikian cara yang satu ini kurang dapat diterima karena memang cukup banyak memberikan kerugian, sedangkan penanaman dengan menggunakan cara polikultur yakni disebut juga tumpang sari merupakan cara yang dapat memberikan banyak keuntungan dalam berbagai hal.
a. Pola Tanaman Monokultur
Pola tanaman monokultur adalah pertanian menanam tanama yang sejenis.
Misalnya sawah yang hanya ditanami padi saja, atau tumbuhan sejenis lainnya.
b. Pola Tanaman Polikultur
Pola tanaman polikultur adalah pola pertanian dimana ada lebih dari satu jenis tamanan yang ditanam pada satu lahan yang mana penanamannya dilakukan dengan menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik.
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Deskripsi Tanaman Jahe
Tanaman jahe tergolong terna berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Rimpang jahe berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan berwarna coklat beraroma khas. Bentuk daun bulat panjang dan tidak lebar (sempit). Berdaun tunggal, berbentuk lanset dengan panjang 15–23 mm, lebar 8–
15 mm; tangkai daun berbulu, panjang 2–4 mm; bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5–10 mm, dan tidak berbulu;
seludang agak berbulu. Perbungaan berupa malai tersembul di permukaan tanah, berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit, 2,75–3 kali lebarnya, sangat tajam;
panjang malai 3,5–5 cm, lebar 1,5–1,75 cm;
gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang; sisik pada gagang terdapat 5–7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3–5 cm.
2. Jenis Tanaman Jahe
Berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya dikenal 3 jenis jahe yaitu jahe putih/ kuning besar atau sering disebut jahe gajah, jahe putih kecil/jahe emprit dan jahe merah. Berikut dijelaskan gambaran umum ketiga jenis jahe tersebut.
a. Jahe putih/ kuning besar/ jahe gajah/ jahe badak
Varietas jahe ini banyak ditanam di masyarakat dan dikenal dengan nama Zingiber officinale var. officinale.
Batang jahe gajah berbentuk bulat, berwarna hijau muda, diselubungi pelepah daun, sehingga agak keras.
Tinggi tanaman 55.88-88,38 cm.
Daun tersusun secara berselangseling dan teratur, permukaan daun bagian atas berwarna hijau muda jika dibandingkan dengan bagian bawah.
Ukuran rimpangnya lebih besar dan gemuk jika dibandingkan jenis jahe lainnya. Ruas rimpangnya lebih menggembung dari 4. Budidaya dan teknologi pascapanen jahe kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bisa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan. Jahe gajah diperdagangkan sebagai rimpang segar setelah dipanen pada umur 8-9 bulan. Rimpang tua ini padat berisi. Ukuran rimpangnya 150-200 gram/rumpun. Ruasnya utuh; daging rimpangnya cerah;
bebas luka dan bersih dari batang semu, akar, serangga tanah dan kotoran yang melekat.
Gambar 1. Jahe Gajah
b. Jahe putih/ kuning kecil/ jahe sunti/
jahe emprit
Jahe ini dikenal dengan nama Latin Zingiber officinale var. rubrum, memiliki rimpang dengan bobot berkisar antara 0.5-0.7 kg/rumpun.
Struktur rimpang kecil-kecil dan berlapis. Daging rimpang berwarna putih kekuningan. Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Akar yang keluar dari rimpang berbentuk bulat. Panjang dapat mencapai 26 cm dan diameternya berkisar antara 3.91-5.90 cm. Tinggi tanaman jika diukur dari permukaan tanah sekitar 40-60 cm sedikit lebih pendek dari jahe besar.
Bentuk batang bulat dan warna batang hijau muda hampir sama dengan jahe besar, hanya penampilannya lebih ramping dan jumlah batangnya lebih banyak. Kedudukan daunnya berselang seling dengan teratur. Budidaya dan teknologi pascapanen jahe - 5 Kandungan dalam rimpang jahe emprit yaitu minyak atsiri 1,5-3,5%, kadar pati 54,70%, kadar serat 6,59% dan
kadar abu 7,39-8,90%. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya
Gambar 2. Jahe Putih
c. Jahe merah atau jahe sunti
Jahe merah/jahe sunti (Zingiber officinale var. amarum) memiliki rimpang dengan bobot antara 0.5-0.7 kg/rumpun. Struktur rimpang jahe merah, kecil berlapis-lapis dan daging rimpangnya berwarna merah jingga sampai merah, ukuran lebih kecil dari jahe kecil. Jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih
tinggi dibandingkan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obatobatan. Akar yang dikumpulkan dalam satu rumpun jahe merah dapat mencapai 300 gram, jauh lebih banyak dari jahe gajah dan jahe emprit.
Susunan daun terletak berselang-seling teratur, berbentuk lancet dan berwarna hijau muda hingga hijau tua.
Kandungan dalam rimpang jahe merah antara lain minyak atsiri 2,58-3,90%, kadar pati 44,99%, dan kadar abu 7,46%. Jahe merah memiliki kegunaan yang paling banyak jika dibandingkan jenis jahe yang lain. Jahe ini merupakan bahan penting dalam industri jamu tradisional dan umumnya di pasar.
Gambar 3. Jahe Merah
3. Kandungan Jahe Kandungan Zat Gizi
Dalam menu sehari-hari, jahe dan rempah-rempah lainnya merupakan bahan penyedap rasa alami dengan kandungan zat gizi yang dapat melengkapi nilai gizi menu utama. Jenis zat gizi dan nilai gizi rimpang jahe mentah dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Jenis zat gizi dan nilai gizi rimpang jahe mentah.
Jenis zat gizi Nilai gizi per 100 g
Energi 79 kkal Karbohidrat 17,86 g Serat 3,60 g Protein 3,57 g Sodium 14 mg Zat besi 1,15 g Potasium 33 mg Vitamin C 7,7 mg
Sumber : Ware (2017).
Jenis zat gizi lainnya dalam rimpang jahe dengan kuantitas rendah, adalah magnesium, fosfor, zeng, folat, vitamin B6, vitamin A, riboflavin, dan niacin (Ware, 2017).
4. Manfaat Jahe
Jahe merupakan salah satu tanaman obat komersial yang sudah banyak dikenal masyarakat karena banyak manfaatnya.
Manfaat jahe yang sudah dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat baik di Indonesia maupun di negara-negara lain.
a. Jahe dapat meningkatkan sistem imun dan daya tahan tubuh. Ekstrak jahe dapat meningkatkan daya tahan tubuh yang direfleksikan dalam sistem imun, yaitu memberikan respons kekebalan inang terhadap mikroba pangan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena ekstrak jahe dapat memacu proliferasi limfosit dan menekan limfosit yang mati (Zakaria et al.1996) serta meningkatkan aktivitas fagositas makrofag (Zakaria dan Rajab 1999). Ekstrak jahe juga mampu meningkatkan aktivitas salah satu sel darah putih, yaitu sel natural killer (NK) dalam melisis sel targetnya, yaitu sel tumor dan sel yang terinfeksi virus (Zakaria et al., 1999). Studi pada mahasiswa yang diberi minuman jahe menunjukkan
adanya perbaikan sistem imun (kekebalan tubuh) (Zakaria et al., 2000). Hasil penelitian mendukung keyakinan masyarakat bahwa jahe mempunyai kapasitas sebagai anti masuk angin, suatu gejala menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang virus misalnya influenza. Peningkatan aktivitas sel NK membuat tubuh tahan terhadap serangan virus karena sel ini secara khusus mampu menghancurkan sel yang terinfeksi oleh virus. Dari hasil penelitian diketahui bahwa komponen bioaktif jahe yaitu oleoresin, gingerol dan shogaol dapat meningkatkan kadar glutation di dalam limfosit yang mengalami stress oksidatif. Glutation (γ-glutamil-sisteinil-glisin) adalah komponen non protein yang terdapat di dalam jaringan hewan dan sel-sel eukariotik, dan berperan dalam fungsi-fungsi sel seperti sintesis DNA dan protein, detoksifikasi komponen xenobiotik serta menjaga fungsi imun (Tejasari dan Zakaria, 2006).
b. Dari berbagai hasil penelitian, Leach (2017) menyimpulkan bahwa jahe sangat efektif untuk mencegah atau menyembuhkan berbagai penyakit karena mengandung gingerol yang bersifat anti- inflamasi dan
antioksidan yang sangat kuat. Lebih lanjut dinyatakan bahwa jahe berkhasiat untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti mual-mual pada saat wanita sedang hamil, mengurangi rasa sakit dan nyeri otot, membantu
menyembuhkan penyakit
osteoarthritis, menurunkan kadar gula darah pada pasien yang menderita diabetes tipe 2 yang sekaligus menurunkan risiko penyakit jantung, membantu mengatasi gangguan pencernaan kronis, mengurangi rasa sakit saat wanita sedang menstruasi, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, membantu mencegah penyakit kanker (karena aktivitas 6-gingerol) terutama kanker pancreas, payudara dan kanker ovarium, meningkatkan fungsi otak dan mengatasi penyakit Alzheimer, dan membantu mengatasi risiko serangan berbagai penyakit infeksi.
c. Kandungan senyawa kimia aktif gingerol, zingeron, shogaol, gingerin dan zingerberin dalam jahe merah menyebabkan jahe merah memiliki khasiat yang besar untuk kesehatan (Anon., 2018), seperti: menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, mengatasi mabuk kendaraan, mengatasi masalah
pencernaan, meredakan penyakit mual dan muntah pada wanita yang sedang hamil, mencegah kanker usus, mengobati sakit kepala dan alergi, memperbaiki sistem imun tubuh, dan mengatasi penyakit terkait dengan gangguan tenggorokan.
d. Dilansir dari UNAIR NEWS (2020), Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS., Apt.
(Prof. Manges) salah satu dosen di Fakultas Farmasi UNAIR memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk meningkatkan imunitas. Salah satunya adalah mengonsumsi rempah-rempah karena kandungan kimiawi didalamnya dapat meningkatkan imun tubuh. Meskipun sempat menjadi perbincangan karena terdapat beberapa artikel yang menyebutkan kurkumin, salah satu kandungan kimia rempah-rempah seperti jahe dan temulawak, dapat meningkatkan ekpresi enzim ACE2.
Dimana enzim tersebut adalah tempat masuk beberapa jenis virus corona ke dalam tubuh. Maka, ditakutkan konsumsi kunyit, jahe, dan temulawak dapat menyebabkan tubuh mudah terinfeksi virus corona.
Namun, Prof. Manges berpendapat bahwa himbuan tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Prof. Manges menegaskan bahwa
penelitian sudah membuktikan bahwa kerja kandungan di dalam rempah-rempah seperti temulawak, kunyit, dan jahe dapat meningkatkan imunitas tubuh. Konsumsi rempah- rempah membuat tubuh sehat. Imun yang kuat pasti akan membantu tubuh untuk melawan kuman dan virus yang menyerang sel tubuh manusia. Sistem imun yang yang kuat akan memperkecil atau meniadakan peluang masuknya virus ke sel tubuh kita melalui cara apapun.
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
1. Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas- ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, bahan obat tradisional, atau dapat dibuat minuman.
Jahe memiliki kandungan zat gizi dan senyawa kimia aktif yang berfungsi preventif dan kuratif.
2. Jahe memiliki fungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi, sehingga dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh dari
serangan virus maupun bakteri serta sebagai antiemetik hingga antibakteri dan peradangan.
3. Jahe mengandung gingerol dan shogaol yang terbukti memiliki kemampuan meningkatkan sistem imun supaya tidak terserang penyakit, bakteri dan virus berbahaya.
4. Sebagai bahan obat herbal, jahe memiliki khasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit, seperti: rematik, mualmual, mabuk perjalanan, batuk, pegal-pegal, kepala pusing, sakit saat menstruasi, nyeri lambung, asma, nyeri otot, impoten, kanker, diabetes, penyakit jantung, bronchitis, osteoarthritis, flu, demam, gangguan pencernaan, Alzheimer dan lain-lain. Khasiat ini disebabkan oleh kandungan minyak atsiri dengan senyawa kimia aktif dalam jahe, terutama zat gingerol dan oleoresin.
Saran
1. Jahe baik digunakan sebagai obat herbal dalam terapi berbagai penyakit secara tradisional.
2. Jahe disarankan agar digunakan sebagai salah satu bahan bumbu masakan alami.
3. Jahe dapat dijadikan minuman seperti wedang ataupun Jahecang.
DAFTAR PUSTAKA
Aryanta, I. W. R. (2019). Manfaat Jahe
Untuk Kesehatan. Widya
Kesehatan, 1(2), 39-43.
Anon. (2018). Manfaat Super Jahe Merah untuk Kesehatan
Hapsoh, Yaya Hasanah, dan Elisa Julianti 2010. Budidaya dan Teknologi Pascapanes Jahe. USU Press. 24-30.
Nurmayulis, U., & Hermita, N. (2015).
Potensi tumbuhan obat dalam upaya pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat desa Cimenteng kawasan
Taman Nasional Ujung
Kulon. Agrologia, 4(1).
Rohmah, N. (2019). budidaya rempah- rempah dalam perspektif produksi secara islam di desa baosan kidul kecamatan ngrayun kabupaten ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).
Sutardi, S. (2016). Kandungan Bahan Aktif TanKandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan Dan Khasiatnya Untuk Meningkatkan Sistem Sistem imun Tubuhaman Pegagan dan Khasiatnya
untuk Meningkatkan Sistem Sistem imun tubuh. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 35(3), 121- 130.
Triyoni, Kharis., dan Sumarmi. 2018.
Budidaya Tanaman Jahe di Desa Plesungan Kecamatan Gondangrejo Kab. Karanganyar Privinsi Jawa Tengah. ADIWIDAYA, Volume II Nomor 2.
Swari, R.C. 2017. Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kesuburan.
Yusuf, Muhammad, 2012, khasiat kayu secang pada jahe merah, Dalam Muhammad Yusuf, 2012.
https://fkm.unair.ac.id/cegah-covid-19- tingkatkan-imunitas-tubuh-dengan- konsumsi-rempah-rempah/
https://www.pioneer.com/web/site/indones ia/Mengetahui-Pentingnya-
Mempertahankan-Pola-
Tanam#:~text=Pola%20tanaman%2 0monokultur%20adalah%20pertania n,aspek%lingkungan%20yang%20le bih%20baik
https://www.99.co/blog.indonesia/cara- menanam-jahe/
Artikel 3
MENCARI KEBAHAGIAAN WALAUPUN PANDEMI MELANDA
“PSIKOEDUKASI MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI TENGAH PANDEMI COVID-19”
Ambarita Mumpuni, Tiatira Evangelista, Nurul Huda, Aldina Eka Andriani Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang
[email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected]
Abstrak
Kesehatan sebagai aspek penting dari kehidupan manusia meliputi kesehatan fisik dan mental.
Karena fisik dan mental adalah dua aspek yang saling memengaruhi. Di tengah pandemi COVID-19 ini banyak sekali hal baru yang harus diadaptasi. Emosi negatif yang dirasakan bukanlah suatu hal yang harus dihindari. Tetapi banyak individu yang belum mengetahui bagaimana caranya.
Berangkat dari permasalahan tersebut yang juga terjadi pada masyarakat sekitar, penulis memberikan edukasi berupa poster dan video dengan judul “Mencari Kebahagiaan Walaupun Pandemi Melanda” dibuat dengan metode psikoedukasi, ditujukan kepada remaja dan dewasa, dibagikan melalui media sosial. Edukasi yang diberikan adalah cara ABC, yaitu : Akui perasaan, Baca berita secukupnya, dan Ceritakan perasaan pada orang lain.
Psikoedukasi dalam bentuk video telah dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2020. Sedangkan psikoedukasi dalam bentuk poster telah dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2020. Hasil yang didapat adalah respon positif dari masyarakat sasaran, masyarakat mendapat ilmu baru yang penting untuk diterapkan. Saran untuk program psikoedukasi terkait menjaga kesehatan mental di tengah pandemi adalah sosialisasi yang lebih efektif, dengan menyesuaikan zona lokasi yang menjadi sasaran dan menerapkan protokol kesehatan, serta persiapan yang lebih matang untuk mendapat media edukasi yang lebih menarik.
Kata kunci : Kesehatan Mental, Pandemi COVID-19, Psikoedukasi.
PENDAHULUAN
Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru
yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019.
COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah
pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia (WHO, 2020).
Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak aktivitas sehari-hari yang terganggu bahkan berhenti. Sehingga masyarakat memerlukan adaptasi terhadap perubahan keadaan ini dan tidak sedikit masyarakat yang kesehatan mentalnya menurun selama pandemi ini, seperti mengalami stres, cemas, takut, dan khawatir. Emosi negatif seperti cemas, takut, dan khawatir sebenarnya adalah respon alami manusia ketika menghadapi ancaman dari luar dirinya. Namun emosi negatif tersebut tetap harus dikendalikan agar dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Individu yang dikategorikan sehat mental adalah individu yang memiliki kondisi batin dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain (KEMENKES, 2018).
Oleh karena itu, diperlukan psikoedukasi yang dilakukan secara daring.
Psikoedukasi yang dilakukan berupa video dan poster, diberikan melalui sosial media.
Psikoedukasi ini secara umum berisi
pemahaman tentang seperti apa bahagia itu, dan bahwa bahagia tidak terbatas dalam bentuk tertentu saja, serta membagikan pengetahuan tentang cara-cara meningkatkan kesehatan mental.
Tujuan dari psikoedukasi ini adalah meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental selama masa pandemi, mengurangi tingkat kecemasan, ketakutan, dan kekhawatiran agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Adapun manfaat dari psikoedukasi ini adalah masyarakat dapat mengelola perasaan cemas, takut, dan khawatir, selain itu masyarakat juga mendapat informasi baru terkait cara-cara yang dapat meningkatkan kesehatan mental, serta mempraktikkan cara-cara tersebut.
METODE
Metode yang digunakan dalam edukasi ini adalah psikoedukasi. Menurut Kode Etik Psikologi Indonesia (2010), psikoedukasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan/atau keterampilan sebagai usaha pencegahan dari munculnya dan/atau meluasnya gangguan psikologis di suatu kelompok, komunitas atau masyarakat.
Adapun psikoedukasi yang digunakan adalah psikoedukasi non-pelatihan berupa
video dan poster yang diberikan secara daring melalui media sosial.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Artikel berjudul “Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi COVID-19” ini diambil dari salah satu program pilihan individu pada KKN BMC UNNES 2020. Tema yang menjadi fokus artikel ini adalah kesehatan mental. Proses pembuatan artikel diawali dengan salah satu mahasiswa membuat script untuk video berjudul “Mencari Kebahagiaan Walaupun Pandemi Melanda” sebagai program individu pilihannya. Kemudian mahasiswa tersebut membuat video sesuai script yang kemudian diunggah ke media sosial instagram serta whatsapp grup warga di lokasi KKN. Setelah itu, mahasiswa membuat kelompok kecil untuk pembuatan artikel ilmiah sebagai salah satu luaran KKN BMC ini. Tema yang dipilih adalah kesehatan mental, sehingga penulis mengembangkan tema ini dari program kerja yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh salah satu mahasiswa.
Pembuatan artikel ini juga ditambahkan dengan pembuatan poster yang materinya berasal dari video yang sebelumnya telah dibuat. Materi tersebut adalah tentang cara-cara menjaga kesehatan mental di tengah pandemi saat ini. Adapun cara-cara tersebut, yang pertama adalah
Akui Perasaan Anda-mengakui perasaan baik positif maupun negatif adalah hal yang dibutuhkan oleh manusia. Agar individu dapat lebih efektif dalam mengelola emosi dan juga tidak mudah lelah secara mental.
Dalam mengakui perasaan negatif, individu dapat melakukan tarik napas dan duduk sejenak untuk menenangkan diri. Cara yang kedua adalah Baca Berita Secukupnya-di tengah pandemi ini semua media masa memberitakan hal yang sama setiap harinya, banyak sekali berita tentang hal negatif, banyak juga berita hoax, tapi hanya sedikit berita yang positif. Untuk itu diperlukan ketelitian dalam memilih informasi yang valid, dan membaca berita yang benar-benar dibutuhkan saja. Cara yang ketiga adalah Ceritakan Perasaan Pada Orang Lain-bercerita dan mendengarkan adalah kebutuhan dasar manusia. Hal ini dapat membuat seseorang merasa diterima dan dihargai orang lain.
Hasil yang didapatkan dari mengunggah poster mengenai menjaga kesehatan mental di tengah pandemi COVID-19 yaitu berupa respon positif dari pengguna media sosial instagram. Para pengguna media sosial instagram mengaku bahwa informasi yang ada pada poster dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan mental, terutama saat pandemi seperti sekarang ini. Selain itu, beberapa
pengguna media sosial instagram merasa terbantu dengan adanya poster tersebut, salah satu manfaat yang dapat dirasakan adalah mengetahui cara mudah untuk tetap
merasa tenang yang dapat langsung dipraktikkan dan tingkat stres yang berkurang.
Gambar 1. Poster Mencari Kebahagiaan Walaupun Pandemi Melanda PENUTUP
Pandemi COVID-19 yang terjadi telah menyebabkan banyak individu mengalami kecemasan, ketakutan, dan emosi negatif lainnya. Artikel terkait video dan poster “Mencari Kebahagiaan Walaupun Pandemi Melanda” dibuat dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa bahagia dapat ditemukan dari hal kecil di sekitar kita. Selain itu juga untuk memberi edukasi pada masyarakat terkait cara-cara
sederhana yang dapat meningkatkan kesehatan mental. Yaitu dengan cara ABC- Akui perasaan, baca berita secukupnya, dan ceritakan perasaan pada orang lain.
Dengan demikian, para pembaca artikel diharapkan dapat menerapkan cara ABC, sehingga rasa takut, cemas, kekhawatiran, serta stres akibat dari pandemi ini dapat berkurang dan para pembaca tetap sehat baik secara fisik maupun mental.
DAFTAR PUSTAKA
Hall, K. (2014, Juli 12). Self-Validation.
Retrieved from PsychologyToday:
https://www.psychologytoday.com/
Indonesia, H. P. (2010). Kode Etik Psikologi Indonesia. Juni: Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia.
Indonesia, W. H. (2020, Agustus 21).
Pertanyaan dan jawaban terkait Coronavirus. Retrieved from World
Health Organization:
https://www.who.int
Masyarakat, D. P. (2018, Juni 8).
Pengertian Kesehatan Mental.
Retrieved from Kementerian Kesehatan:
http://promkes.kemkes.go.id
Noya, d. A. (2019, April 29). Selain Sehat Fisik, Kesehatan Mental Juga Penting Diperhatikan. Retrieved from Kesehatan Mental:
https://www.alodokter.com/
Redaksi, T. (2020, April 14). Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19. Retrieved from Rumah Sakit "JIH": https://rs-jih.co.id/
C. Artikel 4
EFEKTIVITAS PENDAMPINGAN BELAJAR ANAK SEKOLAH DI RUMAH MELALUI OLAHRAGA PANAHAN UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI
ANAK SEKOLAH DASAR Oleh
Diva Anya Nuraisyah Harvinputri,1 Aldina Eka Andriani2 Fakultas Ilmu Pendidikan1, Fakultas Ilmu Pendidikan2
Universitas Negeri Semarang
[email protected]1 [email protected]2
Abstrak
Pandemi covid-19 sangat mempengaruhi beberapa aspek kehidupan salah satunya yaitu pendidikan. Sistem sekolah berganti menjadi online untuk mencegah terjadinya penyebaran virus covid-19. Bersekolah di rumah bagi keluarga Indonesia adalah kejutan besar khususnya bagi produktivitas orang tua yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah. Demikian juga dengan problem psikologis anak-anak peserta didik yang terbiasa belajar bertatap muka langsung dengan guru- guru mereka. Seluruh elemen pendidikan secara kehidupan sosial “terpapar” sakit karena covid-19. Pelaksanaan pengajaran berlangsung dengan cara online, tetapi dengan seperti itu anak- anak hanya mendapatkan ilmu berupa materi sehingga tidak mandapatkan mengasah keterampilan bakat seperti halnya dalam sekolah itu ekstrakulikuler.
Proses ini berjalan pada skala yang belum pernah terukur dan teruji sebab belum pernah terjadi sebelumnya. Proses belajar secara daring ini sebenarnya kurang efektif dikarenakan siswa yang belajar melalui daring kurang focus dan konsentrasi saat pembelajaran Tujuan penulisan ini adalah untuk memberi solusi berupa bimbingan pelatihan olahraga panahan pada anak secara tatap muka yang dihadiri anak-anak dari lingkup RT, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Guna memaksimalkan kegiatan bimbingan pelatihan olahraga panahan maka terdapat metode untuk berkonsentrasi dan focus belajar pada anak-anak, metode yang diberikan yaitu reward dan punishment.
Reward yaitu bersifat positif seperti pujian yang diberikan kepada anak, dengan memberikannya pujian maka anak akan mempunyai konsentrasi lebih untuk belajar. Sedangkan Punishment yaitu bersifat negative seperti hukuman yang diberikan ketika melanggar peraturan yang telah disepakati. Agar kegiatan bimbingan pelatihan olahraga panahan anak meningkatkan konsentrasi dan focus belajar anak, maka reward dan punishment harus dilakukan dengan hal-hal yang menyenangkan.
Kata kunci: konsentrasi,focus,olahraga panahan, reward, punishment
Pendahuluan
Masa pandemi covid 19 ini membuat pemerintah di dunia termasuk Indonesia harus mengambil keputusan yakni menutup sekolah untuk mengurangi kontak orang- orang secara masif dan untuk menyelamatkan hidup atau tetap harus membuka sekolah dalam rangka survive para pekerja dalam menjaga keberlangsungan ekonomi. Pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan yang pertama dan terutama di dunia. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bermarkas di New York, AS, menangkap bahwa pendidikan menjadi salah satu sektor yang begitu terdampak oleh virus corona.
Di Indonesia sendiri mengambil keputusan tetap sekolah secara daring dirumah tetapi banyak keluarga yang kurang familier melakukan sekolah di rumah. Bersekolah di rumah bagi keluarga Indonesia adalah kejutan besar khususnya bagi produktivitas orang tua yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah. Demikian juga dengan problem psikologis anak-anak peserta didik yang terbiasa belajar bertatap muka langsung dengan guru-guru mereka.
Seluruh elemen pendidikan secara kehidupan sosial “terpapar” sakit karena covid-19. Pelaksanaan pengajaran berlangsung dengan cara online, tetapi dengan seperti itu anak- anak hanya mendapatkan ilmu berupa materi sehingga tidak mandapatkan mengasah keterampilan
bakat seperti halnya dalam sekolah itu ekstrakulikuler.
Proses ini berjalan pada skala yang belum pernah terukur dan teruji sebab belum pernah terjadi sebelumnya. Proses belajar secara daring ini sebenarnya kurang efektif dikarenakan siswa yang belajar melalui daring kurang focus dan konsentrasi saat pembelajaran karena terganggu oleh lingkungan sekitarnya. Dan juga saat pandemi ini kondisi emosi dan psikis seorang anak juga akan terganggu.
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan beragam kondisi, baik itu secara jasmaniah dan rohaniah. Hal lainnya yang terdapat dalam diri manusia ialah tentang kondisi fisik, psikis, emosi, kognisi, dan spiritual.
Semua faktor kehidupan di atas yang terdapat dalam diri manusia memengaruhi bagaimana dirinya bertindak, berpikir, dan juga mengambil keputusan dalam merespon semua fenomena yang ada disekitarnya.
Pada aspek psikis atau kejiwaan, tentunya juga memiliki perbedaan pada tiap fase perkembangan yang dialami manusia.
Banyak faktor yang menjadi penyebab baik atau tidaknya perkembangan emosi kejiwaan yang dimiliki oleh seseorang.
Bisa dari pola asuh yang didapatkan, lingkungan sosial, stimulus yang diterima, dan pemahaman akan norma yang berlaku dalam kehidupannya sehari-hari. Layaknya
pada saat kondisi pandemi covid-19 ini banyak orang yang sedang terganggu psikisnya karena perubahan adaptasi kegiatan yang baru.
Keadaan emosi seseorang dapat dinilai sebagai hasil dari keadaan psikis atau kejiwaan dari seseorang. Bila seseorang memiliki kejiwaan yang baik, maka emosinya akan stabil. Bila seseorang memiliki jiwa yang sehat, maka orang tersebut akan cenderung mengeluarkan emosi yang baik dan bermanfaat untuk orang lain. Apabila tidak bermanfaat, paling tidak emosinya tidak akan membuat hal buruk bagi lingkungannya.
Pola pikir atau keadaan kognisi seseorang dibentuk dari berbagai faktor, mulai dari pendidikan, keadaan secara biologis otaknya, dan juga bagaimana pengalaman yang dimilikinya.
Kecenderungan seseorang dalam bertindak akan ditentukan oleh bagaimana dirinya mengolah kebutuhan dan memikirkan bagaimana cara untuk memenuhinya. Hasil dari pola pikir seseorang juga dapat menentukan dirinya berada dalam kondisi baik maupun sulit. Menciptakan kecenderungan emosi yang stabil maupun tidak.
Berbagai faktor dapat mempengaruhi kondisi psikis, emosi, dan kejiwaan seseorang ialah faktor turunan (genetik) dan juga keadaan fisiologisnya. Bagaimana karakteristik dari seseorang sedikit banyak
diturunkan dari orang tuanya dan juga tentunya bersumber dari lingkungannya.
Salah satu cara untuk mengatur dan mengontrol emosi ialah menyalurkan hal tersebut kepada hal yang bermanfaat. Salah satu olahraga yang disunahkan dalam agama Islam, yaitu panahan memang sangat mengandung banyak manfaat.
Seperti melatih ketenangan emosi, mensinkronkan semua organ yang ada dalam tubuh, meguatkan konsentrasi, dan juga bernilai ibadah. Banyak dampak positif, khususnya dalam aspek psikologis dari olahraga ini.
Tujuannya yaitu untuk mengendalikan emosi dan juga meningkatkan kosenterasi da focus pada anak usia dini. Dalam program ini juga sangat bermanfaat dalm mengembangkan bakat pada anak dan juga pengalaman baru. Maka dari itu saya ingin membuat artikel penelitian ini.
Metode Pelaksanaan
Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan adalah dengan melakukan program bimbingan pelatihan olahraga panahan pada anak-anak sekolah dasar yang melakukan sekolah secara daring dampak dari pandemi Covid-19.
Bimbingan pelatihan olahraga panahan selama pandemi dilakukan secara bertatap muka namun dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada.
1. Pelaksanaan Bimbingan pelatihan olahraga panahan dilakukan dengan
mendampingi anak-anak usia sekolah dasar dalam melakukan pelatihan secara tatap muka dengan memberi arahan sebelum pelatihan dan juga mengikuti protocol kesehatan.
2. Penggunaan reward untuk peningkatan minat anak-anak dalam memahami pelatihan dan pemahaman dalam berlatih olahraga panahan ini. Dan juga meningkatkan konsentrasi dan focus siswa pada saat belajar dan juga berlatih. Pemberian reward dapat berupa pemberian makanan ringan setelah pelatihan pada anak-anak yang telah berkonsentrasi dan berelakuan bak selama pelatihan ini berlangsung.
3. Pemberian punishment. Metode punishment yang dilakukan adalah dengan menghukum anak-anak yang telah melakukan hal yang tidak baik, seperti bercanda berlebihan dengan teman, menyakiti fisik teman ataupun memilih bergurau ketika sedang
melakukan pelatihan. Punishment yang diberikan dapat berupa 2x jogging dilapagan. Pemberian punishment tidak dimaksudkan sebagai alat pemacu dan motivasi bagi anak untuk mematuhi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pelatihan, dan punishment harus dilakukan dengan pendekatan edukatif, yang mana hukuman dalam mendidik bertujuan untuk perbaikan sikap dan perbuatan anak yang dianggap salah.
Dalam melakukan Bimbingan pelatihan olahraga panahan, perlu membangun suasana yang nyaman bagi anak-anak.
Dengan membuat anak-anak seolah-olah tidak tertekan pada tugas-tugas harian yang bertambah dibanding sebelumnya. Strategi tersebut dapat berupa memberikan lagu relaksasi dan juga video motifasi dan konsentrasi dalam olahraga panahan setelah pelatihan sudah selesai.
Hasil dan Pembahasan Olahraga Panahan
Olahraga panahan sendiri merupakan suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah. Menurut Husni, Hakim, Gayo (1990, dalam Gusti Agung Risman, 2016) berpendapat, "Panahan adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan busur dan anak panah. Dalam permainan ini, setiap pemain harus mampu menembakkan
anak panahnya mengenai sasaran yang telah ditentukan."
Pada olahraga panahan, sedikit ada kemiripan dengan olahraga menembak.
Persamaannya ialah melesatkan anak panah / peluru pada target dengan jarak tertentu.
Perbedaan antara dua olahraga ini ialah pada jenis alat dan mekanisme pergerakannya. Bila pada olahraga menembak, daya yang digunakan ialah ledakan di dalam alat tersebut untuk
melesatkan peluru menuju target.
Sedangkan pada panahan mengandalkan kekuatan dorongan sangat tergantung pada energi atau tenaga yang timbul karena tarikan atau rentangan pemanah terhadap busur, dimana energi yang diperoleh dari rentangan diubah menjadi daya dorong pada waktu anak panah dilepaskan. Oleh sebab itu, dalam olahraga ini memerlukan kekuatan dan daya tahan otot-otot tertentu, terutama untuk menarik busur. Besar tarikan atau energi pada busur dapat disesuaikan dengan kemampuan sang pemanah.
Olahraga panahan ini dapat disesuaikan berat tarikan dan jarak yang digunakan sesuai dengan kondisi pemanah.
Berat tarikan pada anak-anak pasti berbeda dengan orang dewasa. Penyesuaian ini membuat olahraga yang mengandalkan kekuatan otot tubuh atas sangat cocok untuk semua kalangan. Tidak hanya laki- laki, perempuan juga dapat melakukannya.
Bukan hanya orang dewasa, anak-anak dan orang tuapun bisa berolahraga panahan.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam olahraga panahan:
1. Meningkatkan koordinasi tangan dan mata, serta keseimbangan.
2. Meningkatkan fleksibilitas tangan dan jari.
3. Membangun kekuatan tubuh.
4. Meningkatkan kesabaran.
5. Meningkatkan fokus.
6. Membangun kepercayaan diri.
7. Merupakan olahraga sosial.
8. Merupakan bentuk latihan kebugaran.
9. Merelaksasi tubuh.
10. Merupakan olahraga yang dapat dimainkan semua orang.
11. Meningkatkan pengendalian emosi.
Dalam upaya mencapai manfaat diatas, dapat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantarnya:
1. Niat yang ikhlas dalam melakukan kegiatan, melakukan kegiatan sesuai dengan keinginan, kesenangan, dan tanpa adanya keterpaksaan.
2. Fokus yang tinggi, sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi kesehatan mental, meredam kekhawatiran, dan menenangkan jiwa.
3. Kekuatan tubuh bagian atas, karena fokus otot yang digunakan hampir sama dengan olahraga angkat beban, yaitu otot tangan, otot dada, bahu, dan punggung.
4. Keseimbangan, hal ini sangat penting untuk keberhasilan dalam memanah, contohnya harus dapat menahan tubuh untuk membidik dan melepaskan busur. Berlatih memanah dapat membantu mendapatkan kontrol atas keseimbangan diri ketika
memfokuskan untuk membidik target.
5. Koordinasi antar anggota tubuh dan organ yang terlibat. Koordinasi antara mata dan tubuh bagian atas, serta kendali dari otak yang mengubungkannya merupakan keterampilan penting dalam olahraga panahan.
6. Kekuatan tubuh bagian bawah.
Dimana kekuatan kaki yang digunakan untuk berjalan saat kegiatan, dari tempat memanah menuju target dan sebaliknya sangat diperlukan untuk menjaga dan menopang otot tubuh bagian atas dalam mendukung keberhasilan memanah.
Berdasarkan rancangan kegiatan, kegiatan bimbingan pelatihan olahraga panahan di rumah dilakukan dengan peserta siswa-siswi yang melakukan pembelajaran secara daring untuk meningkatkan konsentrasi dan focus pada saat pandemi ini dan mendapatkan manfaat untuk mengembangkan keterampilan dan juga bakat anak di kala pandemi ini.
Penyampaian materi pelatihan disesuai dengan kesulitan dari masing- masing siswa, dapat dengan memberi penjelasan maupun latihan ringan, jika siswa tidak memiliki kesulitan maka akan di lanjutkan dengan program latihan lainnya.
Pemberian reward pada beberapa siswa baik secara verbal maupun non-verbal seperti pujian, senyuman, hadiah dll. Hal tersebut sesuai dengan sabri(1999, dalam Raihan 2019) Pada saat peneliti melakukan observasi langsung dalam
proses pelatihan pada saat tanya jawab dan juga ke aktifan anak pada saat pelatihan berlangsung, penulis mendapatkan bahwa hal tersebut selalu diberangi dengan “pemberian pujian”
terhadap siswa yang aktif, Pemberian hadiah tidak dilakukan setiap kali pertemuan pendamping akan memberikan hadiah berupa bingkisan kecil atau bahkan sedikit uang sebagai bentuk reward semata agar siswa semakin berkonsentrasi dan focus dalam pelatihannya. Dengan demikian pemberian reward bertujuan sebagai penyemangat bagi siswa dalam proses pelatihan.
Pemberian punishment yang dilakukan seperti teguran ringan, teguran berat, atau memberi tindakan seperti jogging. Cara memberi peringatan disesuaikan tingkat kesalahannya, seperti saat salah satu siswa ramai, siswa tersebut dapat
diminta untuk berdiri atau berjongkok untuk sesaat.
Gambar 1. Pelatihan Olahraga Panahan Simpulan dan Saran
Manfaat-manfaat dari olahraga ini secara tidak langsung berhubungan dengan keadaan psikis seseorang. Efek tersebut akan terasa dalam waktu singkat maupun dalam waktu panjang pelaksanaan olahraga panahan ini dilakukan oleh seseorang.
Dilihat dari manfaat pada psikis seseorang, maka olahraga ini sangat direkomendasikan menjadi salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan konsentrasi dan focus pada anak.
Pada pelaksanaannya, terapi yang diberikan akan bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan konsentrasi, perhatian, fokus, dan juga melatih psikologis serta emosional klien menjadi lebih baik dalam artian lebih tenang. Sehingga dalam kesehariaannya
nanti dapat berperilaku lebih tenang dari sebelumnya.
Upaya yang dapat dilakukan untuk meraih manfaat terapi tersebut dapat diperoleh dengan maksimal dengan pelaksanaan terapi yang dibimbing langsung oleh pelatih panahan yang berkompeten.
Dari paparan tulisan ini, maka penulis dapat menyarankan bahwa penerapan pelatihan olahraga panahan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bantuan kegiatan proses meningkatkan konsentrasi dan focus.
Daftar ustaka
Agus, A. (2010). Pentingnya Peran
Olahraga Dalam Menjaga Kesehatan Dan Kebugaran Tubuh. Seminar Daerah Menyambut Hari Kesehatan Nasional Ke 46 Tanggal 12 November 2010. Padang: Hima Kesrek Fip-Unp.
Agus Purwanto, dkk.2020.Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar.Jurnal of Education Psychology and Cunseling.2(1):2716-4446.
Notosoedirdjo, M., & Latipun. (2014).
Kesehatan Mental Konsep dan Penerapan. Malang: Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.
Raihan, R. (2019). Penerapan Reward dan Punishment dalam Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Terhadap Siswa SMA di Kabupaten Pidie. DAYAH: Journal of Islamic Education. 2(1), 115-130.
D. Artikel 5
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER DI DUSUN PAHING RT 02 RW 03 DESA GARAWANGI
Lusi Sri Rahayu1, Rifani Zahra2, Ropi Oktapiana3 , Aldina Eka Andriani4
1Fakultas Bahasa dan Seni, 2, 3 Fakultas Ilmu Sosial, 4Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarangg
[email protected] [email protected] [email protected];
Abstrak
Pada saat ini di Indonesia sedang terjadi suatu pandemic yaitu COVID-19 Merebaknya COVID-19 berpengaruh terhadap berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, pendidikan, dan tak terkecuali dalam bidang kesehatan. Salah satu dampak dibidang ekonomi yaitu, masyarakat yang merasa panik dalam menghadapi COVID-19 akan membeli barang, seperti masker dan handsanitizer dalam jumlah besar secara berlebihan, sehingga menyebabkan ketersediaan barang berkurang dan membuat barang tersebut langka serta mahal. Oleh karena itu, penulis selaku Mahasiswa KKN BMC UNNES 2020 mengadakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Kepada para Masyarakat di Dusun Pahing, RT02/RW03, Kec. Garawangi, Kab.
Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan agar masyrakat mengetahui cara pembuatan handsanitizer menggunakan bahan yang mudah didaptkan sehingga dapat diaplikasikan untuk menerapkan AKB sesuai anjuran pemerintah. Kami mahasiswa KKN melakukan kegiatan pelatihan dan membuat media edukasi pembuatan handsanitizer kepada masyarakat kampung Pahing Rt 02 Rw 03 dan masyarakat penguna media sosial instagram.
PENDAHULUAN
Pada awal tahun 2020, terjadi kejadian luar biasa dalam bidang kesehatan, yakni beredarnya virus yang menyerang hampir ke seluruh dunia.di awal beredarnya virus ini, WHO sementara menamai virus tersebut sebagai novel coronavirus (2019- nCoV). Virus ini diperkirakan pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina dan diduga berasal dari pasar ikan maupun hewan yang ada di daerah tersebut. Lalu pada 11
Februari 2020, WHO mengumumkan nama baru untuk virus yang berasal dari Wuhan itu sebagai Coronavirus Disease (COVID- 19). Menurut Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dikatakan bahwa secara umum Coronavirus (COVID-19) merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit ringan hingga berat, seperti pilek, common cold, atau bahkan penyakit serius seperti MERS dan SARS.
COVID-19 telah menjadi pandemic dunia yang juga tersebar di Indonesia.
Masyarakat sangat perlu untuk mengenal lebih dekat terkait gejala maupun bentuk pencegahan terhadap COVID-19. Bentuk gejala dari virus ini, antara lain : (1) demam; (2) batuk kering (3) kesulitan bernapas; (4) hilangnya kemampuan untuk berbicara maupun bergerak; dan (5) nyeri pada dada. Untuk melakukan upaya dalam mencegah COVID-19, masyarakat perlu mengikuti anjuran pemerintah dengan baik, yaitu menerapkan protokol kesehatan, antara lain : (1) mencuci tangan
menggunakan sabun maupun
handsanitizer; (2) terapkan jaga jarak atau physical distancing; (3) berolahraga, belajar, beribadah di rumah; (4) dan selalu gunakan masker.
Merebaknya COVID-19
berpengaruh terhadap berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, pendidikan, dan tak terkecuali dalam bidang kesehatan. Salah satu dampak dibidang ekonomi yaitu, masyarakat yang merasa panik dalam menghadapi COVID-19 akan membeli barang, seperti masker dan handsanitizer dalam jumlah besar secara berlebihan, sehingga menyebabkan ketersediaan barang berkurang dan membuat barang tersebut langka serta mahal. Oleh karena itu, penulis selaku Mahasiswa KKN BMC UNNES 2020 mengadakan kegiatan
Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Kepada para Masyarakat di Dusun Pahing, RT02/RW03, Kec. Garawangi, Kab.
Kuningan, Jawa Barat. Tujuan dari pelatihan ini adalah mengajak masyarakat untuk membuat handsanitizer dengan menggunakan bahan yang mudah dicari, selain itu diharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat dapat lebih paham dalam menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.
METODE
Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer secara garis besar dapat dilihat dati kerangka pikir berikut ini :
1. Observasi
Melakukan pengamatan langsung terhadap masyarakat sekitar Dusun Pahing, RT02/RW03, Kec. Garawangi, Kab.
Kuningan, Jawa Barat terkait pencegahan pandemi virus Covid-19. Dari hasil observasi, diketahui bahwa Dusun Pahing secara umum termasuk zona hijau, meski bisa dikatakan aman, antisipasi terhadap virus Covid-19 perlu tetap dilakukan. Oleh karena itu diperlukan kegiatan Pelatihan
Observasi Sosialisasi Kegiatan
Hasil Pelatihanan dan Evaluasi
Pelatihan menggunakan aplikasi
grup Whatsapp
Pembuatan Handsanitizer KKN BMC UNNES 2020, untuk mengatasi kenaikan harga handsanitizer yang melambung tinggi dan stok barang menjadi langka.
Kegiatan.
2. Sosialisasi Kegiatan
Setelah dilakukan kegiatan observasi awal, sosialisasi kegiatan pelatihan dilakukan secara tatap muka namun tetap memperhatikan protokol- protokol kesehatan yang dianjurkan seperti memakai masker dan memakai handsanitizer sebelum melakukan kegiatan serta memperhatikan jarak antar peserta sebagaimana anjuran pemerintah yaitu sekitar 1 hingga 1,5 meter.
Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode e- learning, yakni dilakukan secara online.
Metode online adalah metode yang dikembangkan dengan memanfaatkan sarana jaringan internet (e-learning). Untuk membuatnya, ada beberapa bahan yang diperlukan untuk membuat hand sanitizer.
Bahan yang dibutuhkan :
• Alkohol kadar 96%
• Gel Aloe Vera
• Tea Tree Oil/ Minyak Essensial
• air suling steril (distiled water) Alat-alat yang digunakan :
• Mangkuk
• Sendok
• Botol Spray
Cara membuat handsanitizer :
1. Masukan alkohol, gel aloe vera, distill water dan tea tree oil/ minyak essensial (opsional) ke dalam mangkuk.
2. Aduk semua bahan tersebut hingga merata dengan menggunakan sendok.
3. Setelah bahan-bahan tersebut tercampur dengan rata, tuangkan ke dalam botol spray.
4. Hand sanitizer siap digunakan/ di aplikasikan sehari-hari untuk membersihkan tangan dari kuman atau virus.
Metode yang dilakukan yaitu e- learning yang dimana narasumber memberikan materi seputar handsanitizer dan langkah-langkah pembuatannya, karena diharapkan setelah mengikuti pelatihan semua peserta dapat mempraktikannya di rumah dan juga dengan penuh harap agar peserta yang telah mengikuti pelatihan online dapat mengajak kepada peserta lain yang belum berkesempatan untuk bersama-sama mempraktikan pembuatan handsanitizer di rumah.
Pelatihan dan Evaluasi