Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1. Observasi
Observasi merupakan suatu teknik untuk mengumpulkan data dengan cara terjun langsung ke lapangan dan mengamati
keadaan secara langsung. Menurut Anas Sugiono (1998: 76) observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengamatan langsung mengenai kondisi masyarakat Desa Sasagaran mengapa perlu adanya edukasi PHBS.
2. Studi literatur
Studi literatur adalah teknik pengumpulan data dengan cara mencari referensi atau menelusuri sumber-sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya. Bisa berupa jurnal, artikel, laporan dan sebagainya. Teknik Studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini diantara data BPS, Data Covid-19 dan tentang pentingnya PHBS bagi pencegahan Covid-19.
Tahapan Selanjutnya setelah mengumpulkan data adalah metode analisi data, yaitu proses penyederhanaa data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Covid-19 merupakan virus dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Ada banyak cara yang bisa menyebabkan seseorang tertular Covid-19, salah satunya
adalah bersentuhan dengan benda yang telah terkontaminasi. Menurut WHO benda merupakan media yang bisa menjadi cara penularan masif. Sebab, berdasarkan penelitian, virus corona covid-19 dapat bertahan hidup hingga tiga hari dengan menempel pada permukaan benda.
Kemudian benda-benda tersebut sering kali terjamah oleh anggota tubuh manusia seperti tangan, adanya interaksi tersebut menyebabkan perpindahan virus dan anggota tubuh yang menyentuh benda akan menjadi inang baru bagi virus.
Salah satu cara untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan, seperti rajin mencuci tangan, tidak memegang benda sembarangan dan menjaga benda-benda di sekitar agar tetap bersih dengan cara menyemprotkan desinfektan. Semua hal tersebut termasuk ke dalam implementasi dari PHBS. Karena sejatinya PHBS mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan dan juga untuk selalu memperhatikan kesehatan.
Menurut Kementrian Sosial Republik Indonesia perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah upaya untuk memperkuat budaya seseorang, kelompok maupun masyarakat agar peduli dan mengutamakan kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas. PHBS merupakan perilaku yang harus dipraktikkan secara terus
menerus agar menjadi suatu pola kebiasaan.
Hal-hal yang termasuk kedalam PHBS diantaranya :
1. Rajin mencuci tangan
Mencuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengalir menjadi faktor yang sangat penting untuk membunuh virus yang menempel di tangan.
Mencuci tangan selama kurang lebih 20 detik perlu dibudayakan agar tidak tertulari dan tidak menulari. Mencuci tangan dengan hand sanitizer menjadi alternatif kedua jika tidak tersedia tempat cuci tangan dengan sabun.
Menurut WHO kandungan alkohol pada hand sanitizer minimal 60%.
2. Hindari menyentuh wajah
Tangan merupakan anggota tubuh yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda lain dan menjadi media pembawa virus, oleh karena itu hindari kebiasaan menyentuh area segitiga wajah, yaitu mata, hidung dan mulut , karena melalui pintu inilah virus corona masuk pada tubuh manusia.
3. Menjaga kebersihan lingkungan
Sejak virus Covid-19 menyebar ke seluruh wilayah Indonesia, mulai maraknya kegiatan kegiatan desinfeksi baik yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah maupun inisiatif masyarakat sendiri. Fasilitas-fasilitas umum seperti bandara, pasar, stasiun, terminal dan sebagainya perlu dilakukan Desinfeksi
secara rutin. Untuk rumah, cukup dengan mengepel lantai dua kali sehari.
Membersihkan peralatan yang sering disentuh tangan dengan desinfektan, seperti gagang pintu, gagang kulkas, pegangan tangga, ponsel, meja, kursi dan lain-lain. Desinfeksi sendiri merupakan proses menghilangkan sebagian besar atau seluruh mikroorganisme patogen kecuali spora bakteri yang terdapat di permukaan benda mati (non-biologis, seperti pakaian, lantai, dinding) (Centers for Disease Control and Prevention, CDC).
4. Makan makanan bergizi
Mengkonsumsi makanan bergizi sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh terutama di masa pandemi seperti ini sistem kekebalan tubuh berperan dalam mengurangi resiko terinfeksi virus Covid-19. Karena sama seperti virus lainnya, virus Covid-19 akan menyerang sistem kekebalan tubuh (immune system). Sejauh ini kriteria pasien yang paling banyak terinfeksi Covid-19 adalah orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah seperti lansia atau orang yang memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid) dari penyakit kronis tertentu. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan vitamin E seperti yang terdapat pada
sayuran dan buah-buahan. Andrew G.
Weber, seorang dokter ahli paru dan spesialis perawatan kritis mengungkapkan bahwa di Shanghai China, pasien yang menerima vitamin C secara signifikan lebih baik daripada pasien yang tidak mendapatkan vitamin C. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa makan makanan bergizi dapat menjadi alternatif untuk mengurangi resiko terinfeksi Covid-19.
5. Olahraga teratur
Guna mengurangi persebaran Covid-19 pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti physical distancing dan work form home. Hal tersebut menyebabkan kebanyakan orang menjadi kurang gerak dan sebuah studi mengatakan bahwa kurang gerak dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang, akibatnya resiko terinfeksi Covid-19 semakin tinggi.
Maka dari itu perhimpunan Dokter spesialis kedokteran olahraga menyarankan untuk tetap aktif selama berada di rumah. Michael Triangto, salah satau dokter spesialis kedokteran olahraga mengatakan bahwa latihan fisik dengan intensitas sedang dapat meningkatkan imunitas tubuh.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa PHBS memiliki peran besar untuk mengurangi tingkat penularan Covid-19, sayangnya belum semua orang dapat menerapkan PHBS dalam kehidupan
sehari-hari. Seperti yang terjadi di desa Sasagaran Kecamatan Kebonpedes, edukasi PHBS masih sangat kurang.
Masyarakat di daerah ini cenderung acuh tak acuh terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Terlebih melihat kondisi permukiman yang padat dan nyaris kumuh ini seharusnya membuat pemerintah segera bergerak guna menangani permasalahan tersebut.
(Gambar 1. Kondisi lingkungan desa Sasagaran RT 02/02)
Status Desa Sasagaran memang masih termasuk ke dalam zona hijau Covid-19, akan tetapi apabila masyarakat di daerah ini tetap acuh tak acuh maka tidak akan menutup kemungkinan bahwa ke depannya daerah ini tidak akan terinfeksi virus Covid-19. Oleh karenanya, sebelum hal itu terjadi alangkah baiknya masyarakat mencegahnya lebih dulu dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
SIMPULAN
Covid-19 merupakan virus dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Ada banyak cara yang bisa menyebabkan seseorang tertular Covid-19, salah satunya adalah bersentuhan dengan benda yang telah terkontaminasi. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan pemerintah untuk mengurangi persebaran Covid-19, akan tetapi kasus positif semakin hari kian meningkat. Terlebih kebijak-kebijakan yang dkeluarkan pemerintah tidak sepenuhnya bisa dimengerti masyarakat awam. Oleh karena itu salah satu alternatif untuk mengurangi tingkat resiko penularan Covid-19 adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
PHBS ini memiliki banyak manfaat selain untuk mengurangi tingkat resiko terinfeksi virus Covid-19 oleh karenanya sangat penting utuk diedukasikan kepada masyarakat. Contoh kegiatan yang termasuk ke dalam PHBS diantaranya, rajin mencuci tangan, menghindari menyentuh wajah dengan tangan kotor, menjaga kebersihan lingkungan, makan makanan bergizi dan rutin berolahraga.
Di Desa Sasagaran sendiri status daerahnya termasuk ke dalam zona hijau, meski begitu tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya tidak akan ada yang terinfeksi Covid-19, karena itu perlu ada pencegahan dini. Dengan menerapkan
PHBS di masyarakat diharapkan dapat menurunkan angka penularan Covid-19.
SARAN Terkait kasus positif Covid-19 yang setiap harinya kian meningkat, diharapkan pemerintah
setempat mampu memberikan edukasi terhadap masyarakat akan bahaya Covid-19 dan cara pencegahannya serta membantu masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2019. Kecamatan Kebonpedes Dalam Angka tahun 2019.
https://sukabumikab.bps.go.id (Diakses pada Minggu, 23 Agustus 2020)
Hasanah, Hasyim. 2016. Teknik-Teknik Observasi. Jurnal at-Taqadum, Vol 8 No. 1
Kementerian Sosial RI. 2020. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
https://www.kemsos.go.id/uploads/
topics/15863905705284.pdf (Diakses pada Minggu, 23 Agustus 2020)
Kementerian Kesehatan. 2020. Apakah Penggunaan Bilik Desinfeksi Dalam Mencegah Penularan
COVID-19 Dianjurkan?
https://covid19.kemkes.go.id/warta -infem/apakah-penggunaan-bilik-
desinfeksi-dalam-mencegah-penularan-covid-19-dianjurkan (Diakses pada Minggu, 23 Agustus 2020)
Koran Tempo. 2020. Olahraga Ringan Dapat Cgah Covid-19.
https://koran.tempo.co/read/ilmu- dan-teknologi/451299/olahraga-ringan-dapat-cegah-covid-19 (Diakses pada Minggu, 23 Agustus 2020)
Prihantama. 2020. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
https://dinkes.slemankab.go.id/peril aku-hidup-bersih-dan-sehat-cegah-covid-19.html (Diakses pada Minggu, 23 Agustus 2020) Redaksi Sukabumi Update. 2020. Jumlah
Positif Covid-19 di Kabupaten Sukabumi.
https://sukabumiupdate.com (Diakses pada Minggu, 23 Agustus 2020)
G. Artikel 8
RISIKO PENULARAN COVID-19 DALAM KEGIATAN SEHARI-HARI DAN