sTUdi KasUs pOTensi TransFOrmasi:
71Di keenam lanskap di mana ISLA IDH beroperas
aktif (termasuk Lanskap Hutan Mau Barat Daya), titik masuk sektor swasta terkait dengan:
• Kebutuhan untuk mengatasi risiko-risiko air yang mengancam produksi;
• Peluang untuk mencapai komitmen korporasi, seperti komitmen untuk rantai pasokan tanpa deforestasi;
• Kebutuhan untuk beradaptasi dengan, atau memitigasi, perubahan iklim mikro; • Kepemilikan izin untuk beroperasi, misalnya mengurangi risiko-risiko sosial terhadap operasi badan usaha dengan meningkatkan hubungan dengan pemangku kepentingan lainnya dalam lanskap tersebut;
• Kebutuhan untuk menjadi patuh pada hukum.
Faktor-faktor tambahan yang diakui oleh ISLA sebagai faktor-faktor yang membantu memobilisasi pemangku kepentingan sektor swasta merupakan sinyal dari pembeli dan perusahaan tetangga bahwa inisiatif tersebut bersifat penting; menyelenggarakan pertemuan-pertemuan praktis dan ‘lugas’; menciptakan peluang paparan; dan termasuk kegiatan-kegiatan bersama yang bersifat ‘quick win’ (cepat memberikan hasil tanpa terlalu banyak upaya), seperti penanaman pohon.
Di keenam lanskap, ISLA juga menemukan bahwa melibatkan pemerintah merupakan tantangan dikarenakan fakta bahwa sering kali berbagai departemen pemerintah bertanggung jawab untuk aspek lanskap yang berbeda-beda, dengan keterbatasan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemimpin lanskap mempertimbangkan dengan seksama lembaga pemerintah dan individu
mana saja yang akan diundang. Karena inisiatif tersebut menargetkan andil dan partisipasi tingkat tinggi, ‘lemparan’ ke pemerintah perlu dipersiapkan dengan baik. Lemparan ini meliputi bukti bahwa pendekatan lanskap dapat berfungsi dan bertujuan untuk membangun momentum, berdasarkan pemahaman tentang insentif untuk berbagai departemen pemerintah.
ISLA menemukan bahwa titik masuk pemerintah untuk terlibat dalam platform berbagai pemangku kepentingan meliputi:
• Meningkatkan atau mengamankan pendapatan pemerintah;
• Mencapai tujuan-tujuan kebijakan dalam negeri, seperti tujuan-tujuan yang ditetapkan dalam strategi pertumbuhan hijau atau perubahan iklim; • Membuat lanskap atau yurisdiksi menarik bagi perusahaan-perusahaan yang memperoleh sumbernya dari seluruh dunia dan bagi investor dengan agenda hijau;
• Pertimbangan dan peluang pemilihan pemimpin untuk memperlihatkan keberhasilan dan kepemimpinan.
Untuk mayoritas lanskap ISLA, memobilisasi pemerintah paling baik dilakukan dengan berdasarkan hubungan yang ada untuk mengidentifikasi dan mendekati individu teladan dalam pemerintahan yang dapat memajukan agenda lanskap.
Nienke Stam
Initiative for Sustainable Landscapes (ISLA) Sustainable Trade Initiative (IDH)
© Robas/ Getty Im ages 20 15 © Robas/ Getty Im ages 20 15
Pem aham an bersam a dalam kon teks pen gelolaan lan skap berarti bahwa an ggota-an ggota platform berbagai pem an gku kepen tin gan (lihat halam an 63) m em aham i peran m ereka dalam lan skap yan g lebih luas. Mereka juga m em iliki cukup in form asi un tuk bern egosiasi dan m em buat keputusan terin form asi ketika m en yepakati ren can a pen gelolaan sum ber daya kolaboratif (lihat halam an 8 0 ). H al in i m en cakup m em aham i kepen tin gan , kebutuhan dan kapasitas pem an gku kepen tin gan lain n ya yan g terlibat. H al in i juga dapat m en cakup m em aham i kepen tin gan dan kebutuhan pem an gku kepen tin gan yan g berada di luar lan skap tersebut, tetapi m un gkin terdam pak oleh kegiatan - kegiatan kelom pok.
H ubun gan ruan g dalam lan skap, m isaln ya bagaim an a pen gelolaan sum ber daya dataran tin ggi m em en garuhi aliran dan kualitas air daerah di bawahn ya atau daerah lan skap m an a saja yan g m erupakan sum ber m akan an atau air yan g san gat pen tin g bagi satwa liar, pen tin g un tuk dipaham i. Mem aham i lan skap juga m en yiratkan kesadaran ten tan g alasan di balik sejarah perubahan lan skap, m isaln ya laju deforestasi yan g tin ggi dikaren akan perm in taan kayu yan g tin ggi; kon teks ekologi, m isaln ya berbagai baran g dan jasa ekosistem yan g dihasilkan di lan skap tersebut; dan situasi sosial, ekon om i dan politik, m isaln ya sum ber pen dapatan utam a bagi berbagai kelom pok dan aturan -aturan yan g ada ten tan g pen guasaan sum ber daya. Para pem an gku kepen tin gan harus m em aham i kon sekuen si dari m em pertahan kan jalur business as usual den gan m elaksan akan kajian yan g m em pertim ban gkan faktor-faktor seperti pertum buhan jum lah pen duduk, perubahan iklim , ren can a in frastruktur baru, dan perkem ban gan ekon om i yan g dian tisipasi. H al in i dapat m em ban tu pem an gku kepen tin gan m em aham i skala tan tan gan -tan tan gan yan g akan m en ghadan g, dan m em perkuat kom itm en m ereka terhadap platform berbagai pem an gku kepen tin gan .
Mem pertim ban gkan kebijakan -kebijakan kun ci dan strategi pem ban gun an resm i, term asuk target kebijakan yan g m un gkin dim iliki oleh suatu n egara sebagai hasil dari perjan jian in tern asion al, juga dapat m en jadi lan gkah pen tin g. Pem an gku kepen tin gan m un gkin akan perlu m elihat keran gka hukum di lan skap tersebut, serta peraturan perun dan gan n asion al yan g lebih luas yan g dapat m em berikan dam pak pada lan skap tersebut. H ak (m isaln ya hak kepem ilikan dan hak akses) serta tan ggun g jawab (m isaln ya m en ghorm ati stan dar polusi) atas sum ber daya terten tu pen tin g un tuk dipaham i.
Seirin g den gan m un culn ya perten tan gan an tara para pem an gku kepen tin gan dalam an alisis m ereka ten tan g m asalah dan peluan g lan skap, pen tin g un tuk diperjelas apakah perten tan gan tersebut m erupakan perten tan gan ten tan g fakta (m isaln ya petan i berpikir bahwa um um n ya polusi berasal dari pabrik in dustri setem pat, sedan gkan in dustri berpikir bahwa aliran air dari lahan pertan ian m erupakan pelaku utam an ya), atau perten tan gan ten tan g n ilai (m isaln ya Kam ar Dagan g m en ghargai poten si pertum buhan ekon om i dari suatu proyek in frastruktur, sedan gkan m asyarakat setem pat lebih m en ghargai warisan budaya dari kein dahan lan skap di lokasi yan g diren can akan ).
pemahaman Bersama
Perbedaan n ilai perlu disuarakan dan dipertim ban gkan dalam fase n egosiasi selan jutn ya (lihat halam an 8 0 ). Un tuk m en gatasi perten tan gan ten tan g fakta, kajian khusus dapat dilaksan akan un tuk m em astikan bahwa dialog didasarkan pada bukti. Misaln ya, pelaku bisn is m un gkin in gin m elihat an alisis kuan titatif ten tan g seberapa serius m asalah air dapat m em en garuhi pen dapatan m ereka. Pelaku kon servasi m un gkin in gin m en gkaji dam pak aktual praktik usaha tan i pada kean ekaragam an hayati. Petan i m un gkin in gin m elihat lebih pada bukti yan g m eyakin kan bahwa praktik-praktik pertan ian m ereka m em an g pen yebab m asalah di bagian hilir.
Men capai pem aham an bersam a m erupakan tan tan gan dikaren akan beberapa hal. Pertam a-tam a, berbagai pem an gku kepen tin gan m un gkin m em iliki kesulitan un tuk m em aham i m asalah-m asalah terten tu atau bukti ten tan g m ereka. Awaln ya, terdapat kem un gkin an bahwa pem an gku kepen tin gan akan m em iliki persepsi, perspektif dan bahkan bahasa yan g san gat berbeda. Melibatkan pakar yan g dapat m elaksan akan an alisis situasi kuan titatif dan kualitatif m un gkin akan m en jadi lan gkah yan g pen tin g. H asil pen elitian dan kajian yan g dilaksan akan oleh pakar perlu diterjem ahkan m en jadi in form asi yan g berm akn a bagi kelom pok yan g lebih luas atau bagi pem an gku kepen tin gan terten tu.
Walaupun tidak sem ua pem an gku kepen tin gan dapat m em iliki pem aham an yan g m en dalam ten tan g sem ua isu, kun cin ya adalah agar sem ua pem an gku kepen tin gan m em iliki cukup in form asi un tuk bern egosiasi den gan m em adai dan m elin dun gi kepen tin gan m ereka dalam ren can a kolaboratif tersebut, bahwa m ereka diden garkan walaupun terdapat perbedaan kekuatan , dan agar fasilitator m em ajukan proses tersebut den gan dasar bukti yan g telah disepakati. Tan tan gan pen dan aan , waktu dan kapasitas m un cul ketika in form asi kuran g dapat diakses secara lan gsun g dan m em butuhkan an alisis. Men dapatkan kesepakatan ten tan g jen is in form asi yan g akan dikum pulkan , ten tan g tekn ik-tekn ik un tuk m en gum pulkan in form asi tersebut, serta akses ke peran gkat yan g tepat dan kapasitas un tuk m en ggun akan an n ya, m erupakan bagian pen tin g dari proses tersebut.
Me m a h a m i h u bu n ga n ru a n g d a la m s u a tu la n s ka p : H ubun gan ruan g
di an tara pen ggun aan lahan dan pen ggun a lahan dalam lan skap pen tin g un tuk dipaham i, m isaln ya bagaim an a pen gelolaan sum ber daya dataran tin ggi m em en garuhi aliran dan kualitas air di daerah-daerah di bawahn ya.
Salah satu cara un tuk m elakukan n ya adalah den gan pem etaan partisipatif, di m an a berbagai pem an gku kepen tin gan m erepresen tasikan in form asi visual dalam konteks geograis yang relevan dan penting bagi mereka. Proses in i m em un gkin kan peserta un tuk m en am pilkan in form asi yan g biasan ya tidak dim asukkan dalam peta biasa den gan m en yajikan pen getahuan sosial, budaya dan sejarah, serta hubun gan an tara lahan tersebut den gan m asyarakat setem pat. Peta-peta in i terutam a dapat m em berdayakan m asyarakat setem pat un tuk m en gom un ikasikan pen getahuan ruan g kepada pem an gku kepen tin gan lain n ya, m em un gkin kan m ereka un tuk m en catat dan m en garsipkan pen getahuan lokal, dan m em ban tu m em perkuat klaim hak pen guasaan adat dalam hal konlik yang terkait dengan sumber daya.
Beberapa m etode tersedia un tuk m elaksan akan pem etaan partisipatif, tergan tun g pada kapasitas tekn is dan tujuan pem an gku kepen tin gan , term asuk den gan m en ggun akan peta dan gam bar skala, pem odelan 3D partisipatif, sistem informasi geograi (GIS), serta pemetaan berbasis multimedia dan in tern et8 7. Moabi sedan g m em ban tu m em prakarsai pem etaan an cam an sum ber daya alam di Cekun gan Kon go (Con go Basin ). H al in i m elibatkan pen gum pulan in form asi seperti izin pertam ban gan dan hak lahan m asyarakat serta
m en yediakan in form asi tersebut secara on lin e. Peran gkat pem etaan Moabi un tuk Republik Dem okratik Kon go (DRC) m em un gkin kan pen ggun a un tuk m en am bahkan lapisan ke sebuah peta yan g terkait den gan lahan adat, PLTA, proyek REDD+, konsesi minyak, konsesi pertanian, dan lain sebagainya8 8. Me m a h a m i p e rs p e ktif p e m a n gku ke p e n tin ga n : Konlik sumber daya
di lan skap um um n ya diperparah den gan ketidaktahuan atau kesalahpaham an ten tan g perspektif dan m otivasi pen gelolaan sum ber daya atau klaim sum ber daya dari pem an gku kepen tin gan lain . Tan pa m em perjelas isu-isu in i, sulit un tuk m em iliki n egosiasi yan g akan m em buahkan hasil atau peren can aan in terven si secara kolaboratif di lan skap tersebut. Sem en tara itu, sebagian besar pem an gku kepen tin gan han ya m en getahui bagian -bagian terten tu dari lan skap tersebut, atau pen ggun aan sum ber daya terten tu, dan tidak m em aham i kon disi atau proses lan skap yan g lebih luas. Ban yak peran gkat yan g ada dapat m em ban tu pem an gku kepen tin gan m en gapresiasi perspektif dan aksi pem an gku kepen tin gan lain , dalam ran gka m em fasilitasi peren can aan dan tin dakan kolaboratif serta m elun akkan an tagon ism e yan g sebelum n ya ada. Misaln ya, pem an gku kepen tin gan dapat m elaksan akan ‘karyawisata’ bersam a- sam a di sepan jan g persim pan gan yan g dipilih den gan seksam a, m en gam ati lan skap dan bergiliran m en jelaskan apa, bagaim an a dan m en gapa m ereka berperilaku seperti dem ikian . Platform New Gen eration Plan tation s (NGP) m en yelen ggarakan pertem uan -pertem uan tahun an di m an a peserta m en jajaki lan skap perkebun an . Karyawisata selam a satu m in ggu m em un gkin kan peserta
apa YanG harUs diperTimBanGKan UnTUK mencapai pemahaman Bersama
un tuk berbagi pen galam an ten tan g pen gelolaan perkebun an yan g baik dan pen gelolaan pen ggun aan lahan lain n ya. Mereka berupaya un tuk m em berikan pen garuh positif pada pen gelolaan lahan den gan m em pertem ukan oran g- oran g dari berbagai latar belakan g den gan n ilai, perspektif, pen getahuan dan pen galam an yan g berbeda-beda. H al in i m en doron g peserta un tuk m eren un gkan pem aham an m ereka secara kritis ten tan g tan tan gan dan persoalan um um .
Me m a h a m i ko n te ks lin gku n ga n d a n s o s ia l-e ko n o m i: Pem an gku
kepen tin gan yan g terlibat dalam pen gelolaan lan skap terpadu harus m em iliki pem aham an yan g baik ten tan g kon teks lin gkun gan dan sosial-ekon om i lan skap di m an a m ereka beroperasi. Kum pulan data yan g ada serin g kali dapat m em berikan in form asi yan g dibutuhkan . Misaln ya, in form asi un tuk m em aham i sistem alam secara lebih baik dapat ditem ukan dalam kajian - kajian ten tan g Nilai Kon servasi Tin ggi (H igh Con serv ation Values, HCV) yang dibutuhkan oleh banyak skema sertiikasi, seperti Forest Stewardship Council (FSC) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). HCV adalah nilai biologi, ekologi, sosial atau budaya, yang dianggap signiikan atau sangat pen tin g di tin gkat n asion al, region al atau global. Un tu data sosial dan ekon om i, pem erin tah daerah atau asosiasi dagan g dapat m em berikan in form asi terkait seperti pen dapatan , produksi pertan ian , ekspor, akses pasar, dan lain sebagain ya.
Me m a h a m i ko n te ks ke le m ba ga a n : Mem aham i kon teks kelem bagaan
mencakup mengidentiikasi pengaturan kelembagaan di suatu lanskap serta m en guji hubun gan dan din am ika kekuasaan an tar-lem baga, karen a hal in i dapat berdam pak pada keberhasilan kegiatan -kegiatan bersam a dan pelaksan aan pen gelolaan lan skap terpadu. Peran gkat an alisis lan skap kelem bagaan m ilik Wagen in gen Un iversity m en awarkan keran gka kerja un tuk m en gajukan pertan yaan -pertan yaan kritis ten tan g lem baga-lem baga di dalam suatu lan skap, dan hubun gan m ereka . Tujuan n ya adalah un tuk m em un gkin kan pem an gku kepen tin gan m en gan alisis lem baga-lem baga terkait, dan mengidentiikasi lembaga-lembaga uang membutuhkan penguatan atau perubahan . An alisis tersebut bertujuan un tuk m em berikan in form asi bagi dialog pem an gku kepen tin gan ten tan g dibutuhkan n ya dan poten si perubahan kelem bagaan di tin gkat lan skap.
© D a y ’s E d g e P ro d u c ti o n s
80