• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keanekaragaman hayati: mengimbangi keanekaragaman hayati di Malaysia Skema mengimbangi keanekaragaman hayati sukarela telah dikembangkan di mana sebuah organisasi mengelola kawasan dari lahan lindung untuk keperluan konservasi atas nama organisasi lain yang membayar untuk mengimbangi kerusakan ekosistem yang terjadi di tempat lain. Misalnya, BioBank Malua di negara bagian Sabah di Malaysia menghasilkan sertifikat pelestarian keanekaragaman hayati yang dibeli oleh perusahaan-perusahaan. Pendapatan ini diinvestasikan ke dalam proyek restorasi hutan, yang dipandu oleh Rencana Pengelolaan Konservasi yang dikembangkan dalam kerja sama dengan Departemen Kehutanan Sabah dan masyarakat lokal152.

Insentiikasi produsen untuk menggunakan praktik-praktik pengelolaan lahan yan g tidak m en em patkan tekan an yan g tidak sem estin ya pada setiap sum ber daya di dalam lan skap dan m em ban tu m en jaga keragam an agroekologi adalah penting untuk mencapai lanskap berkelanjutan. Diversiikasi produk yang dibudidayakan dapat m en dukun g baik ketahan an ekologi lan skap m aupun ketahan an ekon om i para pem an gku kepen tin gan . Nam un , perm in taan yan g jelas dan pasar yan g dapat diakses un tuk produk tersebut adalah pen tin g dalam menginsentifkan produsen untuk diversiikasi produksi dalam lanskap. Salah satu cara diversiikasi produk yang dibudidayakan di dalam lanskap adalah un tuk m en gem ban gkan pasar yan g kuat un tuk produk sekun derxvi seperti m akan an adat tradision al, varietas warisan , produk liar yan g dikum pulkan secara berkelan jutan , dan produk hutan bukan kayu. Pem beli dari jen is produk in i dapat berkisar dari kon sum en lokal dan region al dari bahan m en tah, ke pen golah dan kon sum en in tern asion al. Misaln ya, di daerah tropis Afrika, tum pan g sari kakao den gan pohon Allan blackia m en yediakan teduhan bagi tan am an kakao, m em ban tu m em pertahan kan kelem baban tan ah, dan juga m en arik satwa liar. Un tuk m em ban tu m en dukun g praktik pen gelolaan lahan in i, Un ilever dalam kem itraan den gan In tern ation al Un ion for Con servation of Nature (IUCN), Netherlan ds Developm en t Organ ization (SNV), dan World Agroforestry Centre (ICRAF), mengembangkan pasar untuk m in yak n abati dari biji-bijian pohon Allan blackia, den gan m en ggun akan n ya dalam produk seperti m argarin , sabun dan kosm etik153.

Pen erapan stan dar yan g m em berikan im balan un tuk beragam hasil (m isaln ya praktik-praktik pertan ian ram ah kean ekaragam an hayati) juga dapat merangsang diversiikasi produksi dalam lanskap, melalui pembukaan pasar baru apabila ada perm in taan yan g m em adai (lihat halam an 133).

Forum lokal term asuk pasar petan i, sistem Com m un ity Supported Agriculture (CSA) dan koperasi kon sum en juga dapat m en in gkatkan akses ke pasar m elalui pem ben tukan hubun gan lan gsun g an tara pem beli dan pen jual serta m en yediakan peluan g bagi pem beli un tuk m em ilih dari berbagai m acam produk daripada yan g dapat m ereka akses m elalui ran tai pasokan kon ven sion al.

Koperasi petani juga dapat membantu diversiikasi pasokan produk yang tersedia dalam lan skap terten tu den gan m eragam kan apa yan g ditan am , atau jen is pen golahan yan g berlan gsun g, sem en tara m en dukun g an ggota m ereka un tuk m en in gkatkan keberlan jutan dari tekn is produksi m ereka. Misaln ya, Koperasi Oro Verde di San Martin, Peru meliputi 1.800 keluarga anggota yang memproduksi kakao dan kopi yang bersertiikat organik dan perdagangan adil, serta produk n ilai tam bah lain n ya, un tuk pasar dom estik dan in tern asion al154.

KaTalisaTOr pasar UnTUK diversiFiKasi prOdUKsi dalam lansKap

138

xvi Produk sekun der adalah produk yan g dibuat dari bahan m en tah yan g bukan m erupakan produk prim er dari suatu perusahaan atau in dustri.

Ekowisata adalah bagian dari industri pariwisata, sebuah pasar di mana “pembeli” adalah wisatawan yang bersedia untuk membayar untuk pengalaman rekreasi dan kenikmatan dari keindahan lanskap, dengan niat untuk mendukung upaya konservasi dan menekan dampak ekologi. “Penjual” dalam pasar ini biasanya adalah badan usaha swasta, badan pemerintah atau organisasi berbasis masyarakat yang mengelola tujuan wisata tersebut. Penggunaan produk yang diproduksi secara berkelanjutan di fasilitas wisata atau makanan lokal juga dapat menjadi bagian dari strategi untuk ekowisata demi mendukung lanskap berkelanjutan. J enis ekowisata yang relevan dengan pengelolaan lanskap meliputi:

Pariw is ata be rbas is alam atau ke h idu pan alam liar memanfaatkan taman publik

atau swasta dan menyediakan insentif bagi pemilik dan/ atau manajer lahan, untuk mempertahankan konektivitas habitat dan kawasan alami bagi wisatawan yang mencari kawasan alam atau kehidupan alam liar;

Agro -e ko w is ata menggabungkan pariwisata berbasis alam/ kehidupan alam liar

dengan pertanian berkelanjutan dan memperkenalkan lanskap pedesaan kepada wisatawan yang merupakan kombinasi dari ekosistem alam liar dan pertanian. Agro- ekowisata dapat melibatkan kunjungan ke lahan pertanian yang kaya keanekaragaman

hayati, mengakses lahan untuk mengamati lora dan fauna lokal atau belajar tentang

pertanian berkelanjutan. Hal ini dapat memberikan insentif bagi para petani untuk mempertahankan kawasan alam sementara mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan;

Pariw is ata be rbas is m as yarakat adalah bentuk pariwisata yang menekankan

pembangunan lokal bagi masyarakat dan warga setempat agar mereka memiliki kendali substansial atas, dan keterlibatan dalam, pengembangan dan pengelolaannya. Dalam bentuk ekowisata, warga setempat berbagi lingkungan dan cara hidup mereka dengan para pengunjung, termasuk kegiatan seperti festival, hom estay , dan produksi barang- barang perajin. Karena sebagian besar dari keuntungan berada di tangan masyarakat, hal ini menyediakan insentif bagi seluruh masyarakat untuk mempertahankan kawasan alam sementara mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.

Pariwisata berbasis masyarakat berlangsung di Lanskap Maasai Steppe di Tanzania bagian utara, di mana African Wildlife Foundation, Tanzania Land Conservation Trust, dan mitra sektor swasta telah membantu untuk melindungi koridor penting kehidupan alam liar antara Taman Nasional Tarangirie dan Taman Nasional Danau Manyara dengan mengubah peternakan yang dikelola dengan buruk menjadi Manyara Ranch Conservancy. Conservancy, yang meliputi area seluas 45.0 0 0 hektar, adalah rumah bagi perkemahan semi-permanen dan menawarkan berbagai kegiatan pengamatan kehidupan alam liar yang membantu meningkatkan penghasilan bagi masyarakat lokal. Hal ini juga membantu untuk memastikan bahwa koridor migrasi yang penting tidak dijual dan dibagikan menjadi petak lahan pertanian yang kecil dan tidak berkelanjutan155. Untuk memiliki dampak lanskap, program ekowisata harus memiliki rencana

pengelolaan lanskap yang mempertimbangkan jasa ekosistem penting seperti

konektivitas habitat untuk kehidupan alam liar, dan mencakup sebuah mekanisme untuk mendistribusikan manfaat di seluruh pelaku lanskap. Dimensi lanskap ekowisata juga dapat berfungsi sebagai faktor pendorong tambahan yang kuat bagi wisatawan yang berusaha menggunakan daya beli mereka untuk meningkatkan kondisi dari tempat- tempat yang mereka kunjungi.

eKOwisaTa

© R o b e rt o A S a n c h e z/ G e tt y I m a g e s 2 0 15

Negara-n egara di dun ia sekaran g berkom itm en un tuk m en capai Tujuan Pem ban gun an Berkelan jutan : terdiri dari 17 tujuan dan 169 target in dividual yan g disepakati bersam a dan am bisius un tuk hasil positif ekon om i, sosial dan lin gkun gan . Tetapi hal in i tidak dapat secara efektif diupayakan satu per satu, atau terpisah dari satu sam a lain . Sebalikn ya, kita m em butuhkan strategi yan g akan secara bersam aan m en capai kem ajuan m en uju ban yak dari tujuan dan target in i, di skala dan kecepatan yan g sepadan den gan ukuran dan urgen si dari tan tan gan yan g kita hadapi. Para pen ulis yakin bahwa pen gelolaan lan skap berkelan jutan m erupakan peran gkat pen tin g dalam m en capai hasil berskala yan g dapat secara berm akn a berkon tribusi pada tujuan n asion al.

Meskipun ada ribuan in isiatif lan skap terpadu yan g sedan g berlan gsun g, sam pai saat in i han ya ada beberapa kasus yan g terdokum en tasi den gan baik dari lan skap yan g dapat ben ar-ben ar disebut berkelan jutan . Kita kekuran gan m etode dan m etrik un tuk sepen uhn ya m en ilai kon tribusi dari lan skap in i m en uju pem ban gun an berkelan jutan di berbagai skala. Nam un , ban yak studi kasus yan g m en ggem birakan dapat ditem ukan di dalam buku in i yan g m en un jukkan bagaim an a pen gelolaan lan skap terpadu dapat berperan dalam m en capai hasil pem ban gun an berkelan jutan . Di kota Sao Felix do Xin gu, Brasil, em isi karbon telah turun sebesar 8 5% (dari rata-rata periode 1999- 20 0 8 ke 20 14) karen a, sebagian , aksi sejum lah pem an gku kepen tin gan un tuk m en guran gi deforestasi ilegal di dalam program ‘Green Municipalities’. Di Eropa Ten gah, Sun gai Dan ube sekaran g m en galir lebih bersih m elalui 19 n egara. Di dataran tin ggi Ethiopia, produktivitas dan ketahan an pan gan telah n aik karen a program pen gelolaan daerah aliran sun gai yan g terpadu. Lebih pen tin g lagi, ketika dilakukan bersam a-sam a, beragam studi kasus in i menunjukkan bahwa pengelolaan lanskap terpadu cukup leksibel sebagai pendekatan untuk memiliki dampak di beragam geograi, budaya, jenis pelaku, lem baga dan kebutuhan .

Mari kita bayan gkan apa kem un gkin an yan g akan terjadi jika beragam con toh praktik terbaik in i m en jadi n orm a di seluruh daerah aliran sun gai, hutan , lahan pertan ian , daerah pin ggiran perkotaan dan wilayah adat. Dalam waktu dekat, kita dapat m em bayan gkan sebuah dun ia di m an a pen gelolaan lan skap terpadu telah m em ban tu un tuk:

• Membangun dasar untuk ekonomi hijau;

• Membalikkan degradasi lahan pertanian, lahan peternakan, hutan dan daerah aliran sun gai;

• Meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan; • Memperkuat hak-hak dan mata pencaharian masyarakat lokal.

J adi apa yan g diperlukan un tuk m en in gkatkan pen gelolaan lan skap terpadu secara lebih sistem atis?

reKOmendasi

Para pen ulis m en awarkan lim a rekom en dasi yan g luas:

1. Me n ga d o p s i p e n ge lo la a n la n s ka p te rp a d u s e b a ga i s a ra n a ku n ci u n tu k m e w u ju d ka n ke m a ju a n m e n u ju Tu ju a n P e m b a n gu n a n Be rke la n ju ta n d i s ka la n a s io n a l d a n s u b-n a s io n a l

• Pemerintah, investor, badan usaha, dan masyarakat mengadopsi pen dekatan pen gelolaan lan skap terpadu di dalam kebijakan dan ren can a m ereka, pelaksan aan strategi dan proses pelaporan .

• Para pemangku kepentingan kunci berkumpul untuk mengembangkan visi bersam a dan tujuan , aksi dan in dikator tin gkat lan skap yan g jelas. • Menggunakan pengelolaan lanskap terpadu untuk menyelaraskan pem ban gun an lokal den gan kebijakan n asion al dan sub-n asion al terkait (m isaln ya iklim , en ergi).

• Memaksimalkan sinergi dan meminimalkan trade-off dalam pekerjaan badan publik di seluruh sektor dan tin gkatan .

• Memfokuskan dan memprioritaskan aksi untuk membantu wilayah yang palin g berisiko dan m asyarakat yan g ren tan , m en ghadapi an cam an seperti kerawan an pan gan , kekuran gan air dan pen ggurun an .

2 . Me m b e rd a ya ka n p a ra p e m a n gku ke p e n tin ga n lo ka l u n tu k m e ra n ca n g s o lu s i la n s ka p b e rke la n ju ta n ya n g m e m e n u h i p rio rita s d a n ko n te ks u n ik m e re ka

• Mengakui dan memperkuat organisasi lokal dan platform kelembagaan un tuk m em en uhi, berbagi, m en gon sultasikan , bertin dak dan pem an tauan dalam lan skap.

• Mengakui dan menghormati hak-hak manusia, hukum dan adat dari sem ua pelaku dalam pen gem ban gan in isiatif pen gelolaan lan skap. • Mengakui tujuan para pemangku kepentingan lokal dan indikator dalam peran can gan sistem n asion al dan global un tuk pelaksan aan dan pem an tauan SDG.

• Memperjelas peran dan tanggung jawab di dalam rencana lanskap kolaboratif.

• Mengupayakan kebijakan pengambilan keputusan yang lebih terdesen tralisasi dalam hal pen gelolaan sum ber daya alam .

3 . Me n ge m b a n gka n s tra te gi la n s ka p ya n g b e rko n trib u s i p a d a e ko n o m i h ija u ya n g in klu s if

• Menghubungkan produsen dengan pembeli untuk mendukung dan m em perkuat kom itm en un tuk m em peroleh sum ber produk dari lan skap berkelan jutan .

• Berinvestasi dalam inovasi pasar yang menyediakan manfaat keuangan kepada para petan i dan m an ajer lahan lain n ya yan g berkon tribusi pada tujuan lan skap yan g disepakati.

• Mengembangkan mekanisme veriikasi dan jaminan untuk lanskap sebagai kawasan sumber yang berkelanjutan – misalnya, sertiikasi skala lan skap yan g m en yatakan perdagan gan ‘bebas deforestasi’ – un tuk m en guran gi risiko bagi pem beli, in vestor dan produsen .

• Mengamankan kawasan ‘Bernilai Konservasi Tinggi’ di dalam lanskap produksi dan m em astikan sistem produksi kom patibel den gan tujuan kon servasi.

• Mendukung perusahaan-perusahaan untuk memasukkan kriteria un tuk tata pem erin tahan sum ber daya alam yan g baik di dalam pedom an perolehan sum ber m ereka.

4 . Me m a n fa a tka n b e rba ga i s u m be r p e m b ia ya a n u n tu k m e n ca p a i tu ju a n la n s ka p

• Membentuk mekanisme untuk integrasi dan koordinasi pembiayaan dari sum ber publik, swasta dan m asyarakat sipil untuk m em bentuk solusi lanskap di berbagai skala.

• Memperkuat inkubator bisnis untuk mengembangkan kapasitas perusahaan dan pen gusaha hijau un tuk berkon tribusi bagi tujuan tin gkat lan skap dan m en ghubun gkan m ereka den gan in vestor.

• Membentuk jaringan dan portofolio investasi yang dapat mengumpulkan in vestasi in dividual di seluruh sektor dan lan skap.

• Menerapkan standar lingkungan dan sosial bagi perancangan dan pen yarin gan in vestasi lan skap.

5 . Me n ge m b a n gka n ka p a s ita s d a n m e m fa s ilita s i p e m b e la ja ra n d i a n ta ra p a ra p e m a n gku ke p e n tin ga n ku n ci u n tu k h a s il ya n g le b ih b a ik d a la m p e n ge lo la a n la n s ka p te rp a d u

• Berinvestasi dalam sintesis dan pedoman pengetahuan untuk pelaksan aan pen gelolaan lan skap terpadu secara efektif.

• Mengembangkan sistem pembelajaran untuk para pemimpin lanskap dalam pengelolaan lanskap terpadu untuk secara aktif berbagai dan membahas pembelajaran dari keberhasilan dan kegagalan.

• Membentuk pemantauan lanskap multi-tujuan dan sistem data untuk pen gelolaan adaptif.

• Mengadakan dialog yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan un tuk m em perdalam pem aham an dari pen gelolaan lan skap dan m en doron g kom un ikasi lin tas pem an gku kepen tin gan .

• Membangun kemitraan penelitian interdisipliner jangka panjang antara un iversitas dan in isiatif lan skap.

Pen gelolaan lan skap terpadu adalah pen tin g dalam berurusan den gan tan tan gan yan g m en desak dan berkem ban g dari abad in i. Buku in i m erupakan satu lan gkah kolaboratif oleh organ isasi m itra yan g bergerak di bidan g in i dan m em perbaiki pen dekatan dan peran gkat lan skap. Kam i m en doron g An da un tuk m elan jutkan perjalan an in i bersam a kam i.

Dalam kon teks kon disi lan skap yan g terus berubah, kita harus m elakukan lebih dari sekadar advokasi un tuk pen dekatan lan skap: kita harus belajar m elakukan n ya den gan baik, bersam a-sam a.