• Tidak ada hasil yang ditemukan

83 sampai saat didirikannja keradjaan2 islara di Indono

Dalam dokumen C A P I T A SELECTA PERBANDINGAN HUKUM (Halaman 93-97)

s ia dan unsur2 agama diroscpsilcan kedalam hukum Adat setempat, monurut lcebutuhan jang dir as akan oleh pen- duduk sotempat2 itu pula.

Olch karcna itu, maka unsur2 agama jang dirof*

sepsikan kedalam hukum Adat Atjeh, atau hukum Adat — Llinangkabau, atau hukum Adat Sulawesi Sclatan atau - hukum Adat Gorontalo misalnja masing2 berbeda dengan' unsur2 agama jang dirosepsi kedalam hukum Adat Djawa, atau hukum Adat Toradja, atau hukum Adat Kaluku, dan la in sebagainja, walaupun tcrutama dalam hukum peri?, kawinan boleh dikatakan umumnja tampak adanja persa^

maan intensitas dalam resepsi xinsur2 agama ini kcda*

lam hukum Adat. Hal ini discbabkan oleh karcna filsa fah agama jang dianut itu mcmang mempunjai pongaruh- jang besar tcrhadap hubungan2 dalam perkawinan ini ,

Sotelah Belanda mulai menduduki wilajah Indone­

s i a , maka hukum Adat itu tornjata dipergunakan untuk membcdakan hulcurn jang berlaku bagi orang2 bukan orang Eropah, sehingga bagian jang dinamakan "vreemde oos- terlingen reclitf* jang tak tertulis djuga dimasukkan. -kedalam hukum Adat.

Alcan tetapi hal ini sesungguhnja kurang tepat , oleh karena orang2 Timur Asing pada waktu lcedatangan orang2 V .O .C di Indonesia, merupakan golongan2 jang- belum terintegrasi kedalam masjarakat Indonesia.Hal- in i terbukti dengan adanja bagian2 kota jang hingga- k in i masih k ita lccnal dengan nama "kampung Arab” atau

"kampung T jin a " atau "Petjinan", mempunjai kepa la 2 n ja sendiri dan peraturan2nja sendiri jang terlc- pas dan berbeda dari poraturan2 jang berlaku bagi - penduduk asli«f

Lagi pula' sosusah S 1924-556 ^ ^924-557 , jang i.icnjatakan soluruh atau sebagian hukum "Barat1’-' itu berlaku bagi orang2 Timur Asing, sebenarnja su — dah t id a k ada alas an lagi untuk memasukkan hukum ke—

b ia saa n dari pada golongan ini (ja it u mengenai kong—

s i untuk golongan T jin a , dan hukum war is bagi golong an Arab) kedalam hulcurn Adat Indonesia.

Pendapat ini kiranja terbukti, apabila kita mem pcrhatikan is i daripada buku van Vollenhoven mongo - nai hukum Adat itu, jang kotjuali

dihalaman-halaman-84

pertama dalam_buku itu, boloh dikatakan tidak lagi me njinggung soal

2

’mengenai hukum jang berlaku bagi o - rang2 Timur Asing. Djuga didalam buku beliau jang la­

in seperti Miskexringen van het Adat rocht1' , tidak — d'isinggung vreomde oostorlingen rocht in i. Sedang Ter Haar pun dalami,Bsginsc-len en Stelsel van het Adat - ,rooht:: sarna sekali tidak men j inggung vreemdo ooster - lirtgen rocht. ini. Tidak lain, oleh karena n’omang hu - loam Adat itu adalah hukum jang berlaku bagi rakjat - ponduduk asli kopulauan Indonesia ini ( inhabitants)se bagaimana terbentuk

11

in e'en .-eouwigdur end p r o c es ... en gohandhaafd in do bos lis singen dor gosags dragers - (vollcshoofden on vergaderingen) torrako van rochts - handolingon of geschil"

2 7

)

Deraikianlah maka menurut Prof. Supomo 2 8 ),

’’Hukum M a t adalah hulcum non-statutair jang sobagian- besar adalah hulcum kobiasaan dan sobagian kotjil hu - leum Islam. Hulcum adat itupun nelinglcupi hukum jang - bordasarkan koputusan

2

hakim jang borisi azas

2

hukum-

dalam linglcungan, dimana ia memutuskan perkara. Hukum adat bcrurat borakar pada kebudajaan tradisionil.Hu- kiua adat adalah suatu hukuin jang hidup, karona ia men djolrna akan perasaan hukum jang njata dari rakjat.

Scsuai dongan fitratnja sendiri, hulcum adat torus me- nerus dal an koadaan tumbuh dan borkombang seperti hi­

dup itu sendiri. ”

/Johubungan dongan ini, bagaimanakah sedjarah per tumbtthaia hulaim Adat itu ? Hukuin adat itu dikenal dise luruh Indonesia setjara uinum, karona dimiliki oleh ti ap daorah adat sebelurn agama Hindu masuk ke Indonesia, bcrupa adat Llela ju-Pol ines ia. Dengan dat align j a agatna- Hmdu, agama Islam, agama Kristen hukum adat itu mon- dapat pongaruh, tapi tidak mongakibatlcan lenjapnja hu kum Adat 29), Karena itu maka Prof.T-Tasroen mongatakan bahwa- hukum Adat itu sanggup menjosuaTkan diri dongan sarnan, scporti dilukiskarmja dalam pepatah Mincngka — bau "'sakali aia gadang, sakali tapian baralih” (=soka li air bah, sokali topiah berkisar).' Monurut beliau

-’’Bogineolon on Stolsel van het Adat rocht", 1946, halol4» '

pq\^UP°mo"”Bab2 tontang hukum Adat” , hal

. 6

.

' Y S S L

11

enhoven: Hot Adatrocht van Ned. Indio hal. 14

*"* - ~ -dan

65

.

kedatangan agama Islam ke llinangkabau adalah menjem- purnakan adat llinangkabau jang telah ada.

Sehingga acliirnja lcetentuan?. agama itu mendjadi unsur hukum adat, karena telah dirosepsi oleh hukum Adat .

Setelah kedatangan orang Belanda ke Indonesia - dan kemudian mondjadjah kita, perlcembanganhukum Adat dit jamptir-tangani oleh politik hukum mereka, seperti

jang dapat k ita lihat dibawah ini -I„ Z ara an V_.0_.C_.

Peraturan kehakiman pada zaman V.0,C didaerah ~ pantai laut jang dipergunakan sebagai pusat pemerin- tahan, berbeda dengan peraturan2 di-daerah2 lain (po dalaman) jang tcrma^uk 'Jidalam kekuasaan V^O.Co Pada ternpat pusat pemevintahan untuk seimia golongan-- bangsa berlaku. hulcurn Itomponis jait'o. hukum Belanda,ba jk hukum tatanegara{ hukum p^xda,t,?,? maupun hukum pidr.

naa D ilu a r pusat pemerintahan, hukum Adat anak nege~

ri. tidalc disentuh sedikitpusu

Pada. naman Vo 0 , C„ dibuat beberapa kitab2 hukum-- ( compendium) mengenai -vakum Adat> jaitu :

1„ ICitab hukum Mogharraer. dibuat pada tahun 1750?un tuk keperlnan Pengadilan wegeri (Landraad) di Sema ~

rang. '

Eulcu hulrurn in i tidak memuat hukum Adat jang bias an j a berlaku aalam ke.hidupan rakjat sehari-hari{ melainlcan sebagian bcsar memuat hukum pidana Islam,

2 0 Ce^jpsndiivn C_loo_tvri jlc jang disahkan pada tahun

1759

• K itao hukum ini ncrupakan pentjatatan dax i Iiu- kum Adat jang berlrJcu d.i.kraton-kraton Bone(Bugis)dan C o a ( Llakas ar)«

3. Cornp end inm yre_ij_er dibuf.-t pada tahun 1750» berisi himpunan. peraturan2 hulcurn Islam mengenai warisan ,ni-

kah dan talak* ,

4° Pekapem T.le^rbon, sc 1 ecai dibuat pada tahun l?68fki tab i n i dibuat oleh Kr P„C. Hasselaer dan diteruskan oleh pen:; ;a:itinja.

Kitab i u i oerdasarlcan penjelid'ikan beberapa daerah - sebagai d a n a r . tetapi i/erupakan pengumpulan undang2- Djawa ICuno, seperti ; Radja Nistjaja, Undang2 Hat a -

cam. Diaja. Lenglcara, Kutara Kanawa, Adilulah,

Dalam praktek kitab hukum ini sedikitpun tidak terpa icai karena. talc selaras dengan hukum Adat jang hidup dalam masjarakat#

Dari pembuatan kitab2 hukum tersebut njatalah - bahwa V .O .C tidak mengetahui sifat2 jang sebenarnjar- dari hukum adat.

V .O .C menjangka bahwa hukum Adat itu terdapat da lam peraturan2 ,jang tertulis karena ment jari hukum M a t dalam kitab2 hukum radja2 dan kitab2 Islam. Se—

dangkan dalam praktek njata, bahvja peraturan-peratur an dalam kitab2 tersebut tidak sama dengan hukum A - dat seperti jang hidup didalam masjarakat.

Lain daripada itu V .O .C raenganggap hukum adat - mempunjai kedudukan jang lebih rendah daripada hukum Belanda. Sebagaimana dikatakan didalam buku Supomo &

D.iokosuton.o. ” Sedjarah politik hukum Adat, 1609 -

1848

1950, h al. 37. Hal ini dibuictikan dalam resolutie 30 November 1747f jang raenetapkan aturan2 jang akan ber

laku untuk Landraad di Semarang.

Tentang kekuasaan hukuin Landraad resolutie tadi me — nentukan, bahvja ' pengadilan ini berhalc untuk -mengadili perkara2 "d jik a mungkin t e r d ja d ia d a perka ra2 s ip il atau pidana antara orang2 Djawa", akan te­

tapi "segala perkara jang tertjampur.. . antara orang Djawa dan orang Belanda , masihlah "selamanja te tap tingga 1 dalam kckuasaan Raad van Just it ie Sema - rang . . . "

Djadi jang berkuasa mengadili perselisihan antara

0

-

rang Djawa dan orang Eropah ialah badan pengadilan- untulc bangs a Eropa, jang melakukan hukum Belanda. Di­

dalam pandangan V .O .C . adalah tak selajaknja d jik a - perkara tadi termasuk didalam kekuasaan hukun Land - raad, dengan akibat, baliwa at as orang Eropa akan di~

perlakukan hukum adat.

Sebaliknja orang menganggap tak mengapa dilalcukan hu kum Barat atas orang Indonesia aebab ia mempunjai ' - perkara dengan orang Belanda.” Demikiarilah Supomo dan

Djokosutono . ’ • ■1

I ‘. ' I

I I . Mas a posmerintahan gubernur djfendral Dg.endels '■

I 1 8 0 8 - 1 8 1 1 ) . - . , ' : ■ 1 Keputusan -^aendels tanggal

4

April l809,we- 'njatakan/ bahwa "tiada lcebiasaan E^ak, negeri, atjara

87

Dalam dokumen C A P I T A SELECTA PERBANDINGAN HUKUM (Halaman 93-97)