• Tidak ada hasil yang ditemukan

C A P I T A SELECTA PERBANDINGAN HUKUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "C A P I T A SELECTA PERBANDINGAN HUKUM"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

(1)

C A P I T A SELECTA PERBANDINGAN

H U K U M

oleh :

SuttGAjati Jfabtatto- S.eM.

(2)
(3)

m u -

e.

CAPITA SELECTA

i

Perbandingan Hukum

1 5 D J l .1 5 6 9

< % A ' I. ! %

oleh : .

«S u H a f i j a U J l a / U o t i o S . J f .

B c k a s ha k i r r T dari p e n g a t j a r a ; d o s e n F a k u l t a s H u k u m U n i V e r s i t a s P a d j a - d j a r a n da nj l e k t o r k e p a l a F a k u l t a s H u k u m U n i v . K a t o l i k P a r a h y a n g a n

(4)

Tanggal — ^.^ . .. T ~ S ...j t i &S *

No< SH»<l«Hi

(5)

iii KATA - PENBAHULIMN .

r

Euku i n i karai t u l is dengan malesud u n tu k fnemu—

dahican para mahasiswa dan c h a la ja k ram ai berkenalan- dengan metode perbandingan hukum, ja n g scsim££uhnj£>- d in e g e r i k i t a telali lama k i t a p ak ai dalam bidanfr Hu­

kum Antargolongan, tanpa k i t a m e n ja d a r in ja benar2 Perbandingan Hukuiii, se^agairr.ana b e r u la n g k a l i kami djc lask an dalam k u lia h 2 kami, b u kan la h sua tu bi- uang jang toi'Scntu, s e p e r ti m is a ln ja Hukum TanaJi a — tau Hiiioun Perburuhan, atau Hukum A t j a r a , akan t e t a p i han ja sokedar meruoakan t ja r a p o a . i GUQt u mo tcde untuk membahas suatu pcrsoalan hulcum, dalam t i — dang manapun d ju g a . Dahkan motode i n i tarr.paknja bukan hanja tcrbc/tas pada nersoalar»2 hukum dan JcotrasjarcJca tan s ad ja , al:an t e ta p i tampaknja r'.ctode ^ perbandingan in i d ilu a r ncgeri dalam waktu aclnr2 i n i d ju g a dip c r gunalcan dib idang ilmu2 exalcta dan tclcnik.

Oleh karena it u , djilca k it a j’en^.ak mem^ohas — porsoalan2 jang to rlctak dalam b id in g nukum Perd ata, atau Iiulf^im Piaana, atau T-Iulai:n Tata x'O garat menuru - pondapat kar,i, man tidak man k i t a harus t c r le b ih da- hulu me:Rbalias pcrsoalan2 uiniiri sot jar a pe_ 'an.

hukum, jang merupakan dasar dari pada ..eaeluruhan sistim hukum dan iln-u lsifcum itu. „ .

Itulaix sebabnja, ^ d a l ^ rjixxd Pertar^ darx Perbandingan Hukum in i, kami mulai ios so..,

mum itu, chususnja mengenai apa, dan apa gunanja bandingan Iluicum, hubungan antara HukumPuolxk -an Pordata, mone.oiiai hubungan Hak (subjectxei rccLo) ^ Hukum (objocticf rocht) dan eadiian (aai^ it>»}

•tis-anja daJLar.i bohasa asing r.*ngandung sat a rocho - itu) aorta t;jara2 pembcntukaa'i hukunj . o^uanja dengan tiara monitorjiuiokan mctode Pt;ri.aiid3_<i0an -uru>...

r-ludci?!.“ iauu»>ijan tidak lama lagi akan menjuoul J) i i i id ICcdua dari Porbandingaa Hulcuii: in x, jang a-;an-

®w.fcahss soal2 jang lc/bih c-luieus, scportx m ilik di boberapa sis tin; hukum jang tertentu, ,perd;iandjian , badan^ liukuiii clan lafin sobagainja

(6)

Achirnja, _ tidak lupa kami mengutjapkan teri—

ma kasih lcepada As is ten kami, Kh.SumErni S . II., jang sudah mcmbantu kami dalam raeraporsiapkan naskah in i.

Harapan kami tidaklah lain, semoga buku ini—

dapatlah kiranja merupakan sumbangan k e t jil, baik — bagi rekan2 kami set jitcv-t jita, maupun bagi mas ja — ralcat kita, jang dcwasa ini masih sedang dalam suar- sana perabanguru i .—

Bandung, Agustus 1963.

Penulis,

(7)

1

rB: A B : I .

(U APA DAN-GUNA APA PERBAl'TDIHGAtt HUKlfi-I ?

Perbandingan hukum adalah suatu metcde pen.je — -lid ik a n ; bukan suatu tjabang ilmu hukum, sebagairna—

„.na seringkali :r,cndjadi anggapan scmentara orang . — Metcdc jang dipakai- adalah membanding^-banding1- kan salah satu lembaga hukuin (legal institution) da

“ r i sistira hukum jang:satu dongan lembaga hukum*jang

"kurang- lebih sama dari sistira hukuin jang la in . De — ngan m e nibavi ding—b and in gkan itu maka kita dapat mene ..mukan unsur2 (porsama^n, tetapi djuga unsur (perbedar-

..an dari kedua sistimluikum itu.

Pcrbrmdingan hukum itu dapat dilakukan baik di . ..bidang hukum perdata, maupun dibidang hulcum publik.

Bahkan dapat pula dilakukan dongan mer.dianding'-ban - dingkan suatu lembaga hulaim dimasa jang lanpau de - ngan sifat /ijo r a k lembaga hukum iang sama itu di - ... man a sekarang'.,. i'aka dengetn demikian perbandingan hu .kum itu- imembavra kita kepadafsed.jarali hukuinTl apabila .penjelidikan itu dilakukan mengonai sisTiin liukum -

■ jang sama. _

... I-iisalnja:. kita dapat menjelidiki le:nbaga,,milikl,,per d j and j ianuatau u v o r kaw i nan11 dari sistim jang satu

(hukum Belanda misalnja) dengan tjorak dan isl dari pada ’’milik1* y :,p.3rdjandjian” atau ."perkawinan’'* dida- lam sistim' hukiiin jang lain (misalnja sistxm hukuin — Adat) .

Tetapi djika kita membanding-bandingkan kae - Zdah2 milik dalam Imkun Inggoris dari zaman Kuno de­

ngan, milik disaman Pcrteng-.-han dan disaman sekarang*,.' maka1- kita masuk bidang scdjarah hukum.

’• *fpr *' . ‘ ‘ ’ ■ -

r-:Kaiau. k it a ,fnomlaa^^or^andinglcan lembaga2 hukum itu, raaka ■ pS*sanSan2nja) akan memuidjukKan- apa jang—

merupakan ^ ^ i't la x ip a d a : lembaga hukum jang kita se-

lid ik i ittfr* , ..

* Bandingkan Radbuch : op. cit£)er Geist dos 3nglisch en Rechts. 1956 hal. 7.

(8)

Maka d isin i kita sampai pada bidang filsafah hukum#

rPerbedaan2(~ jang terdapat antara lembaga2 hu—

kum itu, ternjata akan diBsbabkan oleh perbedaan -

~iklim. suasana dan sedjarah masing2 bangsa jang ber '3angkutan dengan sistira2 hukum jang berbeda itu*- •

Sehingga kita dapat menarik Ices imfrulan.yr bah—

wa: (£) kebutuhan2 jang univer3il (sama) akan menin>- bulkan tjara2/peraturan2 jang sama pula, dan lcebutuhan2 jang chusus, jang berdasarkan psr- da perbedaan suasana dan sedjarah itu menim- bulkan. t jara2 jang berbeda pula.-

Itulah sebabnja, antara dua sistim hukum mungkin — terdapat persamaan2 (karena adanja kebutuhan jang -

‘ universil itu), dan munglcih pula terdapat perbedaan2

~(ja^ig disebabkan oleh perbedaan suasana dan sedja — rah *) • .

Sesungguhnja metode perbandingan hulcurn sudali laraa dipakai orang. •

|Von-Savigrdpun, jang mengangan-angankan satu - sistim hukum Perdata Internasional bagi seluruh du—

n ia ,* * ) dalam usahanja’ mentjari inti dari pada sc r- tiap lembaga hukum itu, dengan mentjarilcwalifiicasi2 Joukumnja^ djuga telah rnompcrgunakan metode pcrban - dingan hukum* Disini kita molihat, bahwa metode per bandingan hulcun terutama diir.ulai dalam Hukum ^crdar- ta Internasional. Bahkan]Van VollehovenpuHf * * ) ‘-dalam

°Het Adat recht" van Nedorlandsch '71 Indie" "sudah me-

"nundjuk pada pentingnja perbandingan hukum it&v-•••••••

Djuga kita sesungguhnja sudah lama mempergu—

nakan metode perbandingan hulcurn, jaitu dibidang Hu—

kun Arxtar-golongan.

Bukankah | LemaireT sudah mengatakan, "Het ant- woord naar de beoefening van intergentiel recht 'is

. . . geenszins twijfelachtig, Zij luidt een voudig —

’*) "Syoton dos romiochen Rechts",

* *) hal 151.

(9)

dat de rcchts vcrgelijkende mothodo moot govolgd wor den.'" * ) •

Tetapi kini perbandingan. hukum tidak hanja di-*

pakai dalan biclang2 ilmu hukum jang men j angkut lebih

"dari satu cistira hukum oepcrti Hukum Perdata Inter - nasional dan Hulcurn Antar—golongan.

Sebo.b k in i metode perbandingan hukum djuga dl- pakai dalam penbaha^an hukura pidana, hukuin konstitu—

' cxonil, hukum pei’burulian, hvlcum ton&h, i'.ukum interna

"sional; pondeknja kini metode perbandingan hukum te—

lah d’ipakai disc-gala bidang hulcurn '.intuk meaner luas — pcngetahuan hulcurn k it a . Ilata I$suair-e lagi *■*):"7o.r — golijken Kit dn rcohtn becefenaSrT.. in het b ip e d .”

' Xebonaran ut japan ini dapat kita lihat didalam berbagai pembal-^an dalam bcrbogai madjalah hukum lu 'inr negeri, .seperti T‘ijd schrijft va:*. -‘ot ^echt, Latf- k-Gv'ievjj Intex nati al and Comp.’U'ativc Law Quarterly, 'International T.av; ^.vjrtsi'ly, dll jang semuanja memu-'

at karanganS dengan nietoao pcrbar.din'yan hukura, karo—

na sesuai dengan.. kata2 [''auszbaUrni -**•*•)die syotonsr*

tisch.e rechts. vergleiclion de untcr 3ucliung scheint, — in der'^'at; der irleg dor Z-ukunft zu seini:.

( Z ) Perthnjaan kodua jang timbul dalam fikiran ki*>

ta adalah: TJntuic apa kita nienbandii-^—bandin.-Tkan hu. —

kum‘ ? '

Set lap -i-indalcan manusia diseb'abkon cloh adanja suatu. kobutuhan. -K;butuhan ini dapat bersifat mate —

\ r i i l , fin a n s iil, djadi iuerupak-in kobutuhan d.iasmani, tetapi fljuga d*apat 'merupakan kobutvchai: rophai~xl«

- Domilcianlaii apabila k ita rombandinA-bandin^kon hukum, inipun. disebabkan oleh adan^r. suatu kebutuhary atau lebih.

^butunan ini dapat kita berlakan dalam :

® j^ebut>'Jian2 ilmiah dan

£B> I(ebuxuhan2, praktis. ,

* ) Fidato pelantilcan, hal. 5 “ - • . * *) c p .c it. hal. 6 .

'*"**) A.Nuszbaum; "Grundauge des internationalen Pri—

vat rochts'1, 1952, h a l .51.

(10)

Denman membanding-bandingkan berbagai-bagai - sistim hukum, maka hal ini akan mcmenuhi kebutuhan -

^kita dalam mendapatkan t'itik2 -persamaan)’ dan titik2

■perbedaan)dari semua aistim hukum jang kita banding- lean-^

Dengan mempeladjari sistim2 hulcum asinr:, maka pengo- jSS&aan kita tentang hulcum dan lembaga2nja akan makin dalam dsn lua3. oleh karena kita dapat melihat, bah­

wa. terhadap suatu kebutuhan jang sama, dapat,ditja - _ pai penjelesian (.problem-solving) jang berbeda-bada,

Akian tetapi lcadang2 djuga akan tarn pale bahwa — berbagai masjarakat jang berbeda dan berdjauhan 1g — taknja, dapat menjelesaikan suatu kebutuhan jang saw ma dengan t jara jang sama pula, walaupun antara axiq- gota2 masjarakat hukum jang berbeda ini dimasa jangk- lalu tidak tampak adanja hubimgan kebudajaan apapun*

Ini berarti bahwa ft .i araj untuk memenuhi kebutu han2 masjaxakat itu mim£kifrl)erbedar-be'da/~totapi rnunry kin pula sear ah atau beraamaan«

Persnjn,->An2 itu dapat disebabkan oleh :

(li paralelli (kosearahan) dari pada"pola politik ne- gara2 jang bersangkutan. Tetapi dapat pula disc - - babkan oleh :

\2y kebutuhan masjarakat jang universil atau sama.

~ o-i Kebutuhan mrjjusia i“tu diljodakan kodalnra :

■^±«_ a»keuutuhan jang universil itu disebabltan oleh sifat kemanusiaannja (biopsychoicgis), mi - salnja :

- semua orang harus makan.

_ semua orang makan dengan tangan.

- semua orang ingin hidup torus, dare Icarena nja alcan membela diri apabila diserang.

- semua orang raembutuhkan manusia lain (zoon (soon politikon), dsb.

Jl ’l^jffl-tuhan jang chusua disebabkan oleh linglcu suaaanan.ja .jang chujjus,. mas jarakat- nja, kelaminnja, dll; misalnja:

~ i'ebutuhan orang Eropah akan pakaian jang - P^nae (wool) merupakan kebutuhan utama (ber hubung dengan musim dingin), akan tetapi - / hagi kita - pakaian wool merupakan barang -

luz.

(11)

5

—Kebutuhan akan buku2 ilm iah b a g i se orang sar — djana sama pentingnja dengan*kebu'tuhaai aandang- . dan panganj tetap i bagi potani atau Icaum buruh

bulcu2 itu "tidak b egitu diperlulcan.

—Kuda atau lembu .bagi petani merupakan kebutuh.- an utama, teta p i bagi orang kota b ia s a n ja che—

wan? in i merupakan barang lu x atau kebutuhan — sekunder#

Perbedaan kebutuhan in i bukan dicebabkan oleh. \ — diskrim inasi antara sesama manusia,. akan t e ta p i kare na adan.ja perbedaan . tugas (f u n g s i ) , antara misalnjar- p r ia dan wanita, sardjand, t a n i, tentara, negarawan, d l l .

_Searah dengan adanja berbagai kebutuhan itu da- pat k it a liliat, bahwa :

X . Hukum adaioii gedjala masjarakat jang u n iv e r s il ; - "

" u b i societas, ib i iusn f kata orang Romawi (dinar- na ter dapat suatu masjarakat, d i s itu pula akan ai- da hukum),.

T etapi.karena suasana dan lingkungan s e r t a — t ja r a hidup orang A frik a berbeda dongan lingkungan liidup orang Indonesia atau Eropah d l l , maka kita—

akan melihat sistira2 hukum jang borbcda-beda pula*

II.D em ik ian pula dapat k ita l i & a t , bair./a kob an j akan.—

lem'.,Aga2 hulcum adalah u n iv e rs il, seporti hak mi — l i k , pordjandjian, badan hulcum, d o m ie ili, negara, k'ev/arga-negaraan, perbuatan jang me lav/an hukum , d l l .

Akan tetapi oleh sebab s ifa t hubungan ant£ira manusia A frika , jang ditentukan oloh pola kebude—

jaan Afrika jb s, berbeda dnngan hubungan antara - manusia Indonesia (ja n g djuga ditentukan oleh po—

l a kcbudajaa:i/politik k it a s o n d ir i), maka dapat —

* k it a lih a i bahwa lembaga2 hukum jang u n iv e rsil i—

eep^rti hak m ilik, perdjandjian, d l l , dima — sinfr-masing masjarakat hukum mempunjai bentuk dan i s i jang Lorbeda-beda pula.

Berdasarkan apa jabg diuraikan d ia t a s , makar- dapat dikatakan, bahwa k ita dapat nembedar-bedakah.

beborapa sistim hukum, jang masing2 ditentukan o- leh pol kebudajaan dan pola p o lit ik masjarakat —

(12)

hukum jbs. Akan tetapi adanja sistin2 hukun jang bor beda2 itu, tidal: r.'.snutup kenrungkinan bahwa‘-'antara lea od=Ji2 hukum sistim jang satu dengan kaedah-'-hukum da­

ri' sistim jang lain tcrdapat persamaan.

Kaka oleh sebab adanja berbagai sistim hukum - itulah, kami mungkin mernbaniingkar. sistim hukum jang satu dengan sistim hukum jang lain. - '

fZ] Apakah art in j a mombanding-bandingkan itu ? Ifembanding^bandingkan itu berarti nentjari persamasn persanaan dan porbedaan2 dari duaobjek atau lobih *

Djika tordapat titik persamaan barulah akan dar- pat ditjari pcrbodaan—perbedaann^ai

persamaan dinamakan )rnonggo 1 3ngkan d

dua hci sudah ditsntukan terr.ian>uk dalam genus jang - sama barulah dapat dit jf^i j?crl\:daan2n;]a adr. an tara kedua. ha!- jang dibaiidin^kan itu untuk-' di,?olong>- kan dalam ^spo

I>idalam rapangan hukum ment jari^go 1 ongan genus—

dan species i.ni di5cbut^ent jari fa;alifikas? atau - fkias s if ikasT^,

—-- ■"Iffi^cT^'jIas dalam hulcum Perdata Intsrnaaxonal di mesa kita selalu nvntjari geraisnja dohulu untuk ke - rrradian monenuko.n unsur2 chu.sus &?.ri Icivibaga liukum - sohrvs^a dtita . ^noir.ukan npecioj dari lombaga hu kum itu cLiam suatu sictim fcukuin jcag tertojitUy jang nisri'bodalrannja dari spccios lain dari lernbaga2 hukurrt- jang Sirup a didalar r-dstirr.2 hukum jang lain.

Tjontoh :

Misalnja mengenai pongeistian‘ lecsba^a hulcum - jang diuarrnkan wd:>;niBili,t.

Didalar.: sojjia sistim hulcum jang dikcnal, domisili ada ivabungannja dengan tempat ting—

gal scsecrang (genus), .tetapi apa jang'diiT’alc sulkan dengan tempat tinggal itu, apaicaJa tom pat tinggal jang scbenarnja, atau to/neii rsal t atau tc-roat tinggal fictief atau tempat pu - sat kegiatan, tqrgantung dari pada ketentuan Ice tent u-an dalam masing2 sietim hukum (speci­

es).

Akan tetapi .v.eslcipun bentuk dan isi dari loirbcv- ga2 hukum itu berbsaa, hal ini tidak menu tup komung- kinan bahv/a antara dua sistim hukum atau lebih itu - 6

(

(13)

datrt PGrGamaan2 p u la . Persamaan2‘ janff-

■‘^an o^eJr karena adanja kobntuhan .jang - tlniv c r s il ^Tviu T'r>2' ,i*^fi+Av. i . . t"t"1^ . ,r . , .

• Uukom Indonesia* W ? £ 5 ^ o d j o r a h . S e p e r t i iniselnj*- K i •? & Parana pertautan s c d ja r a h . me — p ™ '‘, 'h ‘T ^ porsamaan dongan huicum B olanda .

Jang -"enondjuttan p o r s a a - annja o le h xai-oni A ja r a p e r t m ^ u h ^ i i , 4 g d a r i - d a r i sistim hukufn itu# --- ‘-- :---

Hal dapat k it a lih a t antara hukum Adat

^ , ^ * 0a2 ° n dirr.ana kedua—d uan ja bersumber—

pada kebiasaan<_ dan keputusan kepala adat/iiakiri*

ialca dengan ir.o i nb and in .nr-band in/rlcan hulcum ’ it u k i — ■»*

a A^aa aenonrukan in t i atau hakelcat d arip ad a hukum. — i t u . '

s e]>;^p-i^an£. dike.mikakan c 1 ehfGuctav ^adbruchj da

„ "*■ •. ^ ^ a 'SP.oy G eist des | onglisohen R<3ch.~bBl, « ) . balx 4*a -sekalipun hukuio Romav/i tak Tjcrlaku d i In g g ris t o *

tap i b an jak pula. sar-d-jana2 -huicum -Inggris - jang. mempc—

l a d j a r i .2iutoiw-B^i^v;af...-t^nfean'- jraiisudJ ' .agr«ir siipaja do—

ngan demikian ( rao^urut pangpkuannj a s e n d i r i ), inereka dapat monemukan d j i v a dan ^*atlo daripada (p eraturan) hukum i t u , oleh kar6na dengan' nieneniukan i n t i dan ke—

" kuasaan daripada keaclilan itu mercka dapat n e n ila i — hukumnja se n d ir i dongan leb ih tepat*. ( " S i c cntnahinen

ihnen d ie Seele und den Geist dor G'3s6t:sof das lioisst, sie holton daraus Jiacht.und Weson dor B i l l i g k o i t , da roit s i e uber ihre vaterlandischen Genetae urn so rioh tig er u r t e ile n raocht cn” )»

Hal in i diperlukanj b a ik bagi iXmu pongetahuan,

"niaupun bagi poiaksaiiaan hulcum. Lagipula ilntu itu t i — dak seiiiata—ir.ata turfcuk kepentingan ilmu s a d ja , me la in kan ilmu it u hivrus djuga- ditudjukan pada pcngaodian—

kepentingan masjarakat, ternjata bahwa kobutuhan l i ­ ra i ah tidaklah terlopas d ari kebutuhan prakt.is• ... ..

B . Kebutuhan2 p rak tis-

^ t- Pfcruatvdiirgiai hukum ternjata"t •

. a ) Tnembantu potnbafltukan hulcum nasion al dalam a r t i - fieluas-lqasn ,1a..

S eperti k it a kat-ahui, ' hukuir. posit i f k i t a masih b anjak "jang r.vorupakah Warisan d ar i djarnan. kolo

•* ) 1956, h a l .7 . -

(14)

8

n ia l . Karena rbulah perlu dibentuk hukum nasional da lam waktu sesingkat-singkatnja, suatu hukum nasional jang sesuai dengan kepribadi&n kita dan sesuai dengan kebutuhan2 masjarakat sekarang dan jang akan datang.

Pembentukan hukum baru ini harus bersumber pa—

da hukum Adat -dan falsafah hidup bangsa Indonesia t dan dibentuk sedemikian...rupa, sehingga mentungkinkan- kesatuan hukum jang berlaku bagi seluruh warga nega—

ra - Indonesia.* ) •

Hukum nasional ini harus pula memenuhi kebutuhan2 per ekonomian bangsa kita dalam pergaulannja dengan bang sa2 lain didunia sebagai suatu bangsa jang merdeka — dan berdaulat.

Pembentukan hukum nasional ternjata baru seka­

rang dimulai setjara sadar (bewust), karena sekarang ini dapat kita lihat dengan djelas arah daripada hu—

-kiim nasional jang akan kita bentuk itu dengan s is t i—

matik .iang mungkin tidak sama dengan hukum AdatT akan tktapi djuga. t idak ndx5£ dengan sistimatik hukum Ba - rat (BW), walaupun dalam djiwanja berdasarkan hukum- Adat.

Hal ini adalah akibat dari pada perkembangan2 djaman modern jang mengadakan tuntutan2/kebutuhan2 - jang berbeda dengan tuntutan2 dimasa lalu.

Adanja tuntutan2/kobutuhan2 baru'inilah jang - mengharuskan kita untuk menjclidiki bagaimana negara negara lain memenuhi kebutuhan2 zaman modern i n i ?na- ka oleh sebab itu kita menengok pada hukurn jang ber- laku dibegara-ncgara modem, supaja kita dapat menju sun hukum Indonesia jang modern, tapi dengan tidak — mengorbankan lcepentingan nasional Indonesia dari de - ngan tidak monjisihkan moral dan kepribadian bangsa Indonesia.

Sebagai misal :

fly Hengenai penanaman modal asing.

Dalam rangka rehabilitaa.i perckonomian kearah masjarakat adil dan makraur jang kita tjita2kan, ter- 31 j at a kita can gat membutuhkan penanaman .modal asing,

tetapi jang hendaJoija diatur sfedemikian rupaf sehing ga penanaman modal asing i n i , momungkinkan pengalihan produksi oleh modal dan tenaga nasional dikemudian - hari.

* ) Batjalah Sunarjati Hartono:D a ri Hukum Antar golo­

ngan ko Hukum Axitar - Adat” , Bab I .

(15)

9 Politik Indonesia untulc menerima penanaman modal—

asing ini menarik perhatian bangsa asing untuk mena -

• nam modalnja di Indonesia, tetapi para pemilik modal asing, baik pemerintah asing maupun swasta, kclihatan sekali keragu-raguannja. Mungkin sal all satu sebabnja adalah ketakutannja bahwa perusahaannja alcan dinasio- nalisasikan, seperti jang sudah?, sehingga pada pelak sanaannja mengalami kerugian. <

■Untuk mejakinkan orang2 asing akan itikad baik - Pemerintah, maka kepada- peminat jang hendak menanam - modalnja di Indonesia, didalam peraturan UU no 1 ta - hun 1967» telah didjandjikan pembebasan .padjak..selama beberapa tahun pertama.

.Akan tetapi inipun, jang sesungguhnja telah menim bulkan diskriminasi antara penanam modal nasional -

~jang tidak dibebanlcan dari pembajaran padjak) dan pe—

nanam modal asing;-"*) ternjata belum menghasilkan apa jang dapat diharapkan#* ' ‘

Menurut pendapat kami, berdasarkan urai'an para - ahli, kiranja sebab jang terpenting adalah karena,dir negara k jta pada umumnja tidak ada kcpastian hukum , dan chususnja oleh karena-tjara^ penanam modal asing itu belum diatur dengan baik. Sebab Undang2 Penanam — Modal Asing itu ternjata masih ir.enimbulkan persoalan2 jang belum mendapat penjelesaian jang uniform pada se

"luruh instansi Pemerintah jang bcrwenang mengurusnja.

Maka oleh sebab itu kita perlu menjelidiki bagai­

mana negara2 lain mengatur penanaman modal asing di — negerinja, sehingga kita dapat mentjari tjara jang ba gi kita paling baik don sesuai dengan keseluruhan sis tim hukum kita.

Bila kita mcmbanding-bandingkan- soal penanaman -•

modal asing dibeberapa negara dengan sjarat2 jang di- berikan oleh Indonesia, maka Indonesia terngata masih barijak kekurangannja.

Sebab lain, mengapa para penanam modal asing itu agak hati2 dalam menanam modalnja di Indonesia, mung^- kin oleh karena masih terdapat keragu-raguan menge -

-*---

*#) Hal ini sokarang sudah diperbaiki oleh Undang2 Pe nanaman Modal Dalam Negeri, jang djuga memberikan pembebasan padjak kepada pengusaha nasional.

(16)

~ nai hukum positif bagi W .N .I. j&ilg berdasarkan pasal ' 131 I .S . termasuk golongan Bum. putra, dan jang kiiii berkotjimpung didunia per&agangan dan perindustriaii*

Sebab bagi golongan ini ;masih bslum terdapat jbstinsri - nia r.ninin apakah bagi moreka berlaku peraturbn. B. W.

dan W.v.K (hukum perilcatan dan' kebcndaan) atau hukum Adat, sfckalipim pengadilan negri'biasanja tanpa; me - ngemukakan alasan2 hnkumnja, atau dengan monganggap- B.W dan VI.v.K itu sebagai " beschrevcn rccht2, tarnpak ' hja menganggap B.W. dan W.v.K itu djuga berlaku bagi

golongan Indonesia Asli.

Satu dan lain hal berhubung dengan adanja kelia — rusan penundukan sukarela menurut pasal 27 ajat 1 jo pasal. 26 S . 1917-12 bagi golongan Bumi-putra (indone- sia-asli) jang melakukan perbuatan2 hukum jang diatur

• oleh liukum Barat, ketjuali dalam hal mengeluarkan — dan menandatangani weeel dan akaep seperti tertjan — turn dalam pasal 29 S.1917 no«12,

Pada lain fihak ketidak-pastian hukum mengenai -

• hukum .iang berlaku bagi golongan Indonesia— asli,rupa : nja meniorong fihak asing'untuk mengadakan hubungan-

--dengan Yf,N.I. keturunan asin gkarona merelca' itu tun.

• duk pada hukum jang pasti jaitu !BfW dan W.V.K.

Tetapi menurut’} Kollowijn^sesudah kemerdelcaan ki

•ta keharusan menurut pasal.27 ajat 1 jo pasal 26 S.

I9I7-I.2 itu tidak adil, hal r.iana diuraikan dalam ka- rangannja "Enige cpmerlcingon over de gelding van het -

• Indonesisclie Wetboelc van Koophandel na de Souverei — niteiteoverdracht", didalam Veraamelde Opstellati.19*^

hal.235-236. ■ t - ' J J

Itulah sebabnja, menurut pendapat kami, karena*-

■fcomjata bahwa didalam hidup sehari-hari ^didunia per lagan gar* dan.pengangkutan, masjarakat kita': terrijata, mongaoalcan pemilihan hukum kearaii lembaga2 jang dia- tur .v.v.K (ingat pada banjaknja pondiriari P .T , Pirrna, O.V, bahwa pengangkutan dilaut dan udara berdasarkan

• bills of lading,dsb)t*) cebaiknja V/.v.Kiinipun dinja

*) Bandingkan: Soekardono; "Apakah peraturan- pai-lia©- men masih poi‘lu?,t dim I-adj.Rukum.'dan Masjarakat •—

No. Kongres I,., hal,53. Djnfjev Gouwgiok: Siong: tlPoro- Tpaharuan hukum Indonesia", hal*31#

(17)

^ XI takan ,sebagai Ui|fdang2 Hukum DagaiigJ ja n g berlalcu umum, setidak—tidalcnja sebagai hukum d a d h a x iaag berlaku —

d i Indo nesia. ApaJLagicleh -kqcrsna t e r n ja t a bah-^

vra dasar dar ip-^^lmldun'.kelcajd a s f'/alara 3 .W ja it u per aturan mongenai h i ^ m ilik telahrffengalami perubahsm- besar oleh ju r is p r i^ n s i- ( i r ^ a j/p a d a putusan.2 H«R me ngenai misbruik van '^ e o H t ^ s c h i n g f ;a b olch d ik a t a - kan bahwa monurut hukum Tjositif ( d.iadi buksm bn-rrla- — sarkan wettcnrocht semat a )sifatn.ja sudah t id a k ber - beda dengan faham Undaug2 Pokok Ar^raria mengenai hak m ilik, sekalipun t it ik —tolak daripada faham p asal 570 B*VJ dan faham hukum Adat sercrula bertentangan.

J a it u d jik a B«W b e r t it ik —tolak pada faham in d iv id u a — lisme sedangkan faham dalam U oF.A b o r t it ik to la k pa—

da pengerti zn. kollektivism e (beschikkinga reclit/hak—

u lajat)dalam hukum. Ad a t . Apa la g i .v.enufvit

~r- - - 1 1 . 1 11 — . i

Gouwgic ksiung^j*) "t a k ada seo - rang penulispun dilapangan hnicum Indonesia jang pada waktu 3ekarang tak dapat menjetudjui t jit a 2 u n ifik a — a i dil'apangan, iTveriocrsreoht in i* -‘Den. kosatuan Iralcum dilapangan in i sedapat—dapatnja harus disesuaikan do ngan pezagertien2- jang lasim dalarr. dunia perdagangan—

in te r n a t io n a l.n _ \

Dengan adanja kepaetian hukum it u , maka __satv. ha—

langan penting bagi ponana;;1. modal a s in g d i xndonoc ia telah dis ingkirkan. * * )

c2J i.;enffonai pengert ia n domicilio sesoorajig*-

F enr-ertian 1 domic ilie[ rnennrut hkum k it a jang dju ga torponga^uli oloh hukum Belanda b ia s a n ja dipakai — dalam a rti territo ri a l , ja itu tenpat tinggal seseo — rang atau tempat kedudukan tadan. huloici*

Dalam bahasaTmicun inggrxs "dom icile” mempunjai.-po * ngertian jang lebih djasih. Domicile dalam bahasa_ hu—

f ) s oOp#cit LaJ.*31.

* * ) . Bandiiigkan ^'asrif: "Ilukuim, Demokraei don Plan ning Ekonomi, 11 dal am s-.k.Kompae ttg .1 8 dan 20 Djuli 1968.

(18)

kum Inggris dapat berarti tanah asal atau tan ah air- sesecrang, jang tentunja ada ikatan batin antara o — rang dengan tempatnja.

Domicile ini dapat berupa :

— Domicil e of originf jang ditentukan cleh tempat a^

sal sesecrang sebagai tempat kelahirannja, o.tau — tempat kelahiran"ajchr. j a .jang sah.

— Domicile of dependence, jang ditentukan oleh domi­

cile dari ajah bagi anak jang belum deuasa, domi - cile ibu bagi anak jang tidak s jah ,dan bagi seorang istri ditentukan oleh domicile suaminja. ,

— Domicile of choice, ditentukan oleh/dari pilihan ■*

seseorang jang dewasa, disamping tindak tanduknja- sehari-hari.

Setiap orang mempunjai domicile, jang merupa — kan domicile of origin, domicile of dependence, atau pun domicile of choi cnja.

Akan tetapi setiap prang tidak dapat memiliki lebih- dari satu domicile '•porkara Re Llo.vd Evans. National Provincial Sank v.Evans (l947^)» I Ch. hal 695)*

Menurut sistim hukum Inggris pengertian domici­

le of choise sesecrang itu ditentukan oleh1 facta dan fanimusnja (factum et anirno)j« Umpamanja walaupun 3e — seorang itu wqrganegaraTjiggris tetapi apabila menu­

rut facta dan animusnja ia rr.-Dngonggap

nogeri Btlgia din.ana ia bertompat tinggal seba — . gai ncgerinja sendiri, dan diapun tidak dianggap a — sing di Belgia, maka oleh hukum. Inggris ia di'anggap- 'berdomicile di Bclgia, karena ia telah mengadakan —

domicile of choice di Eolgia. '

Hal ini dapat dipakai untuk penjedesaian perso—

alan antara W .N .I. asli dan W.N. I keturunan asing Sebagai akibat dari pasal 131 il.Sc dan Perdjandjian—

Pembagian Warganegara (Overeenkomst Toeschei&ing van Staatsburgero) antara Belanda dan Republik Indonesia maka-kini terdapat dua matjam W .N .I , jaitu W .N .I ,a s — l i jang dulu tormasuk penduduk Hindis. Belanda. golong an Bumiputra dan W .N .I keturunan asing,. jang dulu — ternaauk penduduk Hindia ^elanda golongan Timur—is ing dan Eropah.

Bagi W .N .I. asli domicilenja sudah tcntu Indo —■

nesia. Persoalannja ialah pada W .N .I keturunan as in # , ba^raimana untuk menentukan domicilonja ?

(19)

13 Mcnunrfc hukum M ai: maka hukum jang berlaku bagi—

seseorang adalah hukum jang berlaku didaerah dan su—

leu dalam mana ia dilahirkan, atau didaerah dan suku—

dalam mana orang iraaaja ( Djawa) atau ajahn ja (Minaha sa) atau ibunja’ (Minangkabau) dilahirkan.-

Djuga didalam H«ikum .Antar—Golongan hukum personil (seseorang) berdasarkan pasal 131 jo 163 I » S ), diten tukan ol<?li hubun^an_genealogis (keturunan darah) o — rang jbs, djadi tidak semata-mata oleh tempat ting — gainja setjara territorial. • ' ~ ~ Sehingga sebenam ja harus diakui, bahwa didalam hu — kum Indonesiapun domisili seseorang, tidak semata-ma ta ditentukan setjara territorial, tetapi bahkan ter utama ditentukan setjara genealogis.

Sehingga faham 'domisili didalam hukum Indonesian adalah mirip dongan faham "domicile11 di Inggris. 0- leh jLogcmannf domisili menurut faham ini dinamakan — privaat rccht e l i.ike nationalitcit* disamping faham *!•

kewarganegaraan " publiek rechteli..ike_nationaliteitn.

l Tobil menamakannja quaa i—nat ional it e i t .

Oleh karena faham domisili dalam hukum Indone — s ia adalah mirip dengan faham domicilo dalam hukum — Inggris, malca ada kemungkinan bahwa penjelesaian hu—

kum jang menjsngkut soal2 domicile di Inggris, setja ra *mu~batis mutandisf dapat dipergunakan untuk menjele

•saikan soal2 jang menjangkut domisili dalam hukum — kitaf dalam arti sebagaimana diurailcan diatas.

Misalh.ia. TTac-Eal bahwa W .N .I . keturunan asing te lah bertingkah. ' iaku seperti orang Indonesia belum- tjukup untuk menentukan domisilinja, apabila disam - ping itu ia belum menganggap Indonesia sebagai tanali a i m j a , djadi mcmpunjai]animuai untuk mengaku Indone—

s ia sebagai tanali airnja 7 ^ > .

Sebaliknja- adanja animus sadja djuga belum tjukup,ka lau fakta2 tidal: memperlihatkan ia bertinglcah-laku —

■ sobagai orang Indonosia, umpamanja tidak mau bcrpa - kaian setjara Indonesia, tak mau berbitjara bahasa — Indonesia. Djadi animus itu .harua dapat dililiat dar i f alcta-f akta. *) a

Salah satu fakta untuk nenjatakan, bahwa W«N„I.

keturunan asing mau mendjadi anggota masjarakat In -

*) Menurut J^qrnsiro dalam dissertasinja h a l .65 harus- ada, animus manendi".

(20)

.clonesia ialali kehendak untuk tund.uk pada sistim hui, -kum jang berlaku bagi Indonesian” asli" jaitu hukmrv- A:\dx, bukan pada hulcum Barat, Hal ini juridis, meini pakan suatu f<?kta jang pen ting.

Djika orang asing jang tadinja timduk pada hu- Icurr. Barat kemudian tunduk pada hukum Adat, maka ter . djadi lah apa jang dalam huicun Ant or-g0 ± ongan dinama

kan ^oplossin^1 atau peleburan.

Dengan demikian scorang W.N. I« as ins jan.j iugin- ber domicili di Indonesia perlu meleburkan diri. Celling ga ia tidak hanja publielo'echtelijk, tetapi djuga — privaat—rcchtelijk mendj.adi orang Indonesia.

Sal ah satu ,tjara mcnudju'psleburan jang dilaku-.

kati S2k?^ang.ialah dengan pcnggdntian nama. T'ctapi—

.seGimggohnja jurir.pr'aiensi Hukum Antar Crolcngnn,mcia . bulctikan bah;-,'a psrgantien nama sadja ataupim.peroli . iijsii agama l-elum t.iukup ’.uituk ^engakibatkan hukum £-

< datberlaku bagi aoseorang jang sebeltannja tunduk —

“|5i3.a'sistiis' hjikuin lain. * * ).

. --'ongan nelalui' nrc^ss. polot uran sesuai dongan sja « . rat2 ..lal?_*r .Eukmr. Ar.tar Gol^ngan,- hingga W.ii.1 kotu~

.ruiian,;.a.viir;g sudah tunduk pada hukum Adat (torutaiiicy-

•aengcnad; .kukum. perks:,-rinan dan hukum kokcluargaea) , maka achirnja Hvdcam Antar Golongan jang- merupakan — . produk koloniai itu tidak akan dibutulJcan lagi

^e'-vua poloburan itu belum terlaksana maka selalu «*

-T.a^ili aican tr;rdjadi kcrflik antara W .N .I asli dengan . W.N * I katururiari asing.***)* ■

"Oplossing" itu tcrnjata'mengandung unsur2 jang sama seperti domicile of choi e dalam hukum inggris.

, ssbenamja lobih-sesuai atau lebih. ohas — Indonesia, apabila untuk menontvkan status personal .**) »■ Bandingkan tjontoh2 pcleburan didalam' juris —

prudensi jang dikemukakan oleh,Go.uwgick Siong:

"Kukum £n+sr-golongan. 1956, lial. 99*

*-■*). i:enurut pendapat kami penghapusan perbedaan - antara W .N.I asli dan W.N.I keturunan asing - ini dapat dipertjepat lagi dengan mengadakan- unifikasi diberbagai lapongan jang mcmungkin- hal ini, seperti hukum dagang, dll. -

(21)

15 (s e s e o r a n g ), k i t a mengambil ukuran, bukan s a d j a ke — warganegaraan t e t a p i persoalan apakah warganegara — jang bersangkutan mempunjai d o m is ili (t a n a h a i r , p r i vaat r e c h te lijk e n a t i o n a l i t e i t ) ’d in e g a r a k i t a .

Dengan kata l a i n :h a n j a warga negara In d o n e s ia ja n g — bertanah a ir d i Indo nesialah ja n g dapat menikmati hak2 jang boleh d inikm ati oleh W . N . I , atau h a n ja W .N . I keturunan a sin g jang t e la h to r le b u r la h atau te la h — b e ra ssim ila si itu la h jang s e la ja k n ja menikmati semua hak2 jang boleh dinikm ati oleh W .N . I , s e p e r t i h a l n j a dengan hak2 hukum A dat. Oleh karena k i r a n j a a dalah — a d il bahwa h a n ja mereka jang mernusatk&n k e h id u p a n n ja pada tanah a i r Indo nesia tanpa a l t e r n a t i f l a i n l a h — jang boleh menikmati sega la hak dan kew adjiban s e r t a perlindurtgan jang d ib e rik a n oleh negara pada s e t ia p — war ganegar an j a .

D ja d i b i l a k it a melihat hal peleburan i n i tmaka—

t id a k ada la g i jang perlu dipersoslkan a ntara W .N . I . a s l i dan bukan a s l i , karena W .N . I keturunan a s in g te lah terlebur atau op^elost atau b e ra ss im ila si,d o n g a n bukti2 s e tja r a “ f a ctum et anim o". Sehingga k i t a t i — dak la g i perlu mefnpergunakan is t il a h "b a n g s a " dalam—

a r t i anthropologis, akan t«Jtapi "b a n g sa Indo nesia" *“

benar2 hanja akan b e ra rt i sekelompolc manusia jang me njatukan d i r i dan n a s ib n ja , untuk mentjapai t.iitaZ — .jang sama. atas dasar sedjarah jang s'ama. (bangsa"da—

lam a r t i p o lit is )'*

D jad i dengan t.iara perbandingan hukum dengan_—

s istim hukum asing , k it a dapat mcnemukan t jar a penje lesaia n b ag i persoalan2 k it a s e n d ir it jang berguna — b agi porbaikan dan pqmbcntukan hulcum Nasio n a l.

Hal in i bukah b e ra rt i mendjiplak, karena antara pasal 131 I .S dan hukum Inggris ada t i t i k persamaan- n j a , ja itu .bahwa b a ik dalam hukum' Adat dan hukum An—

tar Golongan maupun dalam hulcum Inggris untuk menen—

tukan hukun personil jang berlaku b ag i seseorang, ter n ja ta apa jang dianggap sebagai tanah a ir n ja la h jang menentukan, bukan kewarganegaraamij a*

1 * 1

* ) Ingat pada pengertian Ernest Renan ten tang bangsa itu.

(22)

^ Mengenai tempat kGdudukanJ?adan2 ftufeigu

Kengenai badan hukum di.frdonpsia '(yei^pots ..

chapsrecht), kalau kita tindjau, - laku hukum jang lama, jaitu B.W. dan W.v.K*

Chususnja mengenai domicllie atau ?p • . . ~ pada badan hukum ditentukan, bahwa. tcmpai kedudukaiv-

"badan hukum adalah dinogara tempat badan hukum..itu -

didirikan. •• . . ■'j,,,,.

Tetapi dalam masa sekarang penentuan koduuuk- . an badan hukum seaatjam ini soring mengakibatfep pe-

njelu - .: . r •••*

Dine~ara Lichtenstein misalnja, jaitu suatu negc^a — ketjil. dekat Monaco, dimaaa orang..raanapim dapat_bor- dagang_dati. berusaha, baik j e t jara p o r s ^ a i^ a n niau - pan sebagai badan hulctun^ don^cUi xiaak dikoncucsii ps, -r diak sama sekali, kesempat.^: iru.'panjak digunakan o- i di badan hukum negara lain untul^iiqngelakkaji pembar- iaran. pad'.iak. donsan tjara,niospanjai tempat kcdu,;u*an dincigara torsebut, tetapi bergeralc atau mempunjai ke

.gititan2nja dinogara lain. ,.

Menurut hukum Swiss, -tempat badan hukum itu 0.1 dirikan itu tidak mendja&i patekan. Tetapi tempat:. pu sat Icegiatan badan hulcum itulafl. jang. menentukan ~ dudukan (zetcl) badan hukuw* Djadi fakta dan huluuruij^c-.

3aF-uai, sehingga hak dan kewadjibannja gcsuai_^-(r2'l£ari kepontingannja.

. .Ui^ m il ah kita dapat menarik peladjaran jang ber harga,' bagi hukum nasional kita apabila kita mejnban—

dir.g-bandingkan bcrbagai sistim hulcurn itu. Sohin^gar- perbandingan hulcum itu mer.Tun£kinkan ponbahnxuan dan- penifcentakan • hukum jang soserapurna-seapur-nanja»(Ban — dingkan pula^pondapat Bug^Sogpenc, j a n g .menurut "Ha hasiswa Indonesia’' tertanggal 21 April 1968. hal VII|

mengatakan bahv;a "Ferbandingan hukum Pidana. sang'at pent ing dalam rangka pembentukan hujcujti Pidana n.asic>»

nal’O Achirnja,.'Scliflitzer pun.'nongatakan pula, balrwa- perbandir.gan hukum p.e"ntin£/bagi .unif ikasi' hulcum. n£ -

cional. ... ---

/’ by D is amp ing membantu pcK&en’fc uican hukum nasional ituj rSaka perbandingan hukum itu masih dapat pula m£mJianr iru kita .dibidang internasional. dengan :

(23)

I

1 ”— I i ’ . menbantu porabuatan pord.-jand;iian2 In t ernasior.al -

dan/pcrd ja nd.i ian2 internas iona l dari/pcrd.iand,j ian2 dih idang hukum perdata intorn^ 'i o n a l l '"

Dengan if.akin o ratn ja hubungan antara negara jang satu dengan negara-jang .lain atau a d a n ja intcrdepon- densi antar-negara, maka ter dapat lah kebutuhan jang>- 0 an gat akan persesuaian hukum jang satu dengan hukum

jang la in ..

I n i dapat dirasakan pada lalu- lintas jang in - tons i f antara negara jang satu dengan negara.. jang — l a in . Pergaulan antar-ne gar a jang in t e n s if tcrnpak - dalam bidang pcrdagangan, m isalnja djuaL- b eli, ercport

import.

Interdepondensi antan-negara in i adalah. akibat—

adanja sp ^s i a l i s a s i , hingga masing2 negara tak dapat jnemenuhi sor.aia kcbutulian wargaz-negaran j a , tanpa ban—

tuan negara dan bangsa la in C o ta r k i).

Ilaka dalam porgaulan internasicnal inipun perlu kerd.ja-sar.’.a jang erat dengan negara2 la in d id u n ia , so dang kerdja sama in i hanja inungkin b i l a ada pcrtemu- in dua kepentingcn atau io b ih . Pcr-c-muati kepontingan?

Lni ttenimbulJcan keharusan adanja penjesuaian diri- — dalam hubm gan intornas ional jang tid ak p?,rlu cer-.--.-ti .nenghilangkan kepribadian nasional.

Karona itu maka dibidang hukum. toi'utarr.a menge—

nai perdagangan dirasakan perlu adanja penjesuaian — untuk kordjacama internasional.

.Persesue-ian in i akan menimbulkan pcreatuan, maka do—

ngan in i k it a sampai pada unifilcasi dalam hukum Per—

data Intornas ional atau u n ifik a s i extern. Unix ikai i—

in i m isalnja k it a dapati dalam hal vresoi, tje k per - at ur an pos dan telegrap, paraturan angkutan laut dan udara, jang somuanja in i terbontuk berdasarkan per — djandjianS internasional.

Urr.pamanja k it a sokarang melaksanakim .kordjasama in — tornasional dalam :

- I.I>I.F. --- International lionetary Fund.

— G o A .T .T . ’= General Agreement orLTariffs and Trade.

— Asian Pcvolopr.'.qnt, Bank. ,

— Kerdjasama ekonami di, A sia Tenggara (ASEAN).

- I . C . O .

- E . C .A .F .E . d l l . '

(24)

Dan karena terutama dalam perdjandjian itu lcehon dale pihak2 memegang peranan panting (misalnja dalam — pilihan hukuin), maka kita akan lobih berhacil dan lan tjar membentuk perdjandjian itu, apabila kita menge - nal sistim2 lrakura asing jang menjangkut perdjandjian- internasional jane bersangkutan, atau sistim hukuin - jang "berlaku dinegara dengan mana kita hendak mcngada kan perdjandjian international itu.Oleh karena kita - akan mengerti bahasa hulcum jang dipergunaknn oleh - fihak lain itu, sekalipun hal itu tidak perlu berarti, bahwa kita harus" inengikuti pcngertian2 hulaim dan kc - hendak jang dipakai oleli fihalc lain itu.

Djadi dapat disimpulkaa bahvra perbandingan isulcum- momberi djasa pada hulcum Internasional dan Hukuin Por- data Internasional dalam iial pembentukan perdjandjian perdjandjian.

Tetapi tidak itu sadja, sobab apabila aturan2 hu- kun Perdata Intornasicnal ini diakui berlaku pula bi~__

gi ’.rargancgara2 kita,C3hingga peraturan2 incorporateV'., ingelijfd kcdalam hukur. intern kita, (seperti dalam - hal peraturan wissel dan tjek, auransi, pengongkutan- dilaut dan udara, dll), maka setjara tidak langsung — perbandingan hukuir. itu djuga telah membantu lagi pen- bentukan hulcum nas ional kita.

[2j, Perbandingan hukum itu dapat pula menghindari per—

sengketaan dan salah faham internasional.

Pergaulan antara manusia dengan rianuoia, antara bangs a dengan bangsa, semakin liari aemakir. pesat. Ti­

dal: ado. bangs a atau no gar a jang darat berdiri sendiri*

Ini seperti dikatakan'diatas, disobabkan karena kem<>- djuan dioidang tehnik, jang r?yv.jcbabkan spesialisasi#

Dahulu orang jang foerproduksi djuga mendjadi kon sumennja sendiri, seperti petani,: jar.g' raer^akdn haGil—

pertamannja sendiri karena masjarakat jang dcnikian- itu masih tcrtutup; sohingga kalau ada kebutuhan jang talc dapat dipenuhi sendiri maka kebutuhan ini dipcnu- hi dengan tukar-rncnukar (ekonomi barter)*

Taraf komadjuan sekarang ini sudah tidak•nemung ’ , kinkan hal jang Gedemikian itu*"Barter ekonomi1' men "

djadi sistim ekonomi pasar" (ilarki wirtachaft,dida - lam sistim ekonomi bebas apabila orang telaJi mempcrgu nakan uang, Tetapi dengan dipergunakannja aistim kre—

(25)

19 d it dan pcmbaj'aran dengan surat2 berh.ar£afd u n ia te—

lah memasuki saman sistim "ekonomi a d m in is t r a s i" — (Vervraltun^swirtschaft), so d ja lan dengan- s istim eko nomi b ercntjana (P la n u ir t s c h a ft ) .

Sckarang k it a nemerlukan kcrdja/~samaf karena — per^aalan internasional makih lama nialcin luas dan — ramai dengan adanja s p e s ia iis a s i jan£; menimbulkan — interdopendensi, D jik a k i t a hendak bcr^'aul satu oa—

ma l a i n , ao;ar cupaja ian-t j a r , dibutuhkan fcriiana — .jar.s sarr.a* . - .

Maka didalar.: hukum s-cyt idak—t idaknj a k i t a harus mcnahani li alias a hukum i d ari no ;-:ar a i s z i g k i t a act j ale — b it j a r a .

M isalnja:' Indonesia akan incn^adakan cuatu perdjan — d.jian dengan Djopang, maka d i s i n i k i t a pcriu men^rc—

tahui sis-tim hukum JDjepanjj lobih dsiiulu, karena ma—

oinfc’2 sistim hukuta men^'inal lombagaS dan pou£jo3?tian hukurr. jane Hnm^kin nrxianja. sama,- ia p i ic i dan bon — tuknja la in ••***) • -:v-

Apabila k it a tid ak memakami sistim hu2com dari noga- rr, jans k it a ad j ak u it ja r a , moka hal in i dapat ir.o — niasbixljcan aalali faham jan.'j tak diin cin ka n .

Sal ah fahar: in i rnunjkin disebabkan karena x stiiah — hul-air.; j -me satu dan soma did.alc.un Gi3tim2 huku?n j.anr;

bersan^kutan itu , soporti m isalnja: dom icile, jui'ie prv.denco, ju s t , d l l , riempuiijai i s i jan^' bcrtGda.Se—

hiri£u&. -rlciliat daripada pclaksanaan jan£ ajudjur da- ripadct pordjandj iaii in to m a n io n al itu , tv.endjali Lor beda p u l a . •

In i la}.;. ; - a n c acriuekali muni.'i’bulkan persen^kota- an2 internasional, jane: robc-narnja dapat dan harus- d iH indari sodapat rrAuvrkin.

B iia k ita tdk r:cn;.;inf-jafi hal ini torlebih dahulu , maka kita dapat tuehanua—ian/;ani tuatu perdjandjian—

.juiv'j n:on^andiuio sjarat2 janr; tidelc kita in.jini.3jc- di 'laorupakavi penandatanjanaii pereotudjuan dari pada

----- --- . ,

* ) .E r ic h Froiiisor:-’Die Zukunft unaerer Wirt Schafts ordmui£tt t .1955* kal# '1 1 .

* * ) . EaiidiiioJcaa: ilou-.^ick S i o n "; Hukum, Perdata In — to m a s ional Indonesia, bulca k o ti^ a , 19^ 3 » h a l.

126

.

(26)

coal jang sobenasnja tidak kita mcngorti, maksud dan luas lingkap (scopc) nja.

Sobagai tjontoh: JCordjasama jang dilakukan I'ialaysio-

~ An Indonesia dalam pemb&rantasan pen j elulidup cUl« ' __________ .

Petig.-gtian fopon,icluad-qpany isonurut istileh tch.

’r.ie Indonesia dan Malaysia torn.iata berbcda f Indonesia mengartikan pcn.lclundupaa aabagai -

“ ectiap pemasukan atau p^ngc-luaran barang d?ir.

rl Indonesia tanpa id;! in pemerin+c:hn , Sedang, - kan Kal ays ia rncnganggap pen j g iundyp an sebagai jang* roonjaKCkut export atau. "iiapurt barang2 - oaos-torlaraat?* ceporti tjandu,~ sondjata api, 1 goliin.^a barter dianggap bukari me-

rupakan pon.ielundupan. ,

■Dicinilah djelas kolltatan, apabila kita tidak — momahani bahasa hukum dari nogara .jang kita adjak - bcrunding, maka hal ini dapat menimbulkan hal2 jang^»

tidak naik; cahkan jang dapat sampai menimbulkan kon . frontasi atau parang, kalau kurang ada goodwill an - tara jang rr.ongadakan perdjandjian itu. Seb.ir.gca per- musuhan antara bang’s?, jang satu dongan bang4a jaug - lain atau antara bangsa2t tidak Bolejvanja diakiljat - kan oleh itikad djahat, ■ tapi rnungkin hanja karona a- danja salah faham sadja, icarena masing2 negara hanja mompergunakan "katja r.iatanja" sondirii

Untuk incnghindari kesalah-iaharaan inilah kita - porlu rneupcladjari sistim hukum dari no gar a? lain, do ngan ir.'O.na kita mempunjai hubungan bernahabat.

Djaai :colihatanl.rJi botapa pentingnja perbandingan hu kum bagi fc^landjutan hubungan intornarional dond -per dair.aian dunia. Maka dalarn borhubungan dongan ncgarar- lain itu, kita scbaiknja raengetohui aza32 hulcura dari nogara tersebut, agar supaja hilang kcr.alah "

aoliingga kenflik dapat dihindari sodjauh tmngkin.

oohingga P'^ladjaran perbandingan hukam ternjata pun­

ting djuga bagi politik luar nogcri,

Karena itu tidak mongho-rankan adanja ucaha2 clor*

ri lcMbaga2 hulcum. Jntornasional .iang bortudjuan moiif*

percamaiican dunia dengan t;iara “ poaco through I.av?*'.- seperti Poi'hiinpu/.an LAW AS I A.

Ini berarti bahv.a pordarnaian dunia ingin ditjapai — uengan temper;-makan. perbandingan liukum.

20

(27)

21

Post Scriptum •

Mengapa kami memperband ingkan hulcum In g g r is de — ngan sistim hukm A da t?

Alasan2 jang dapat kami kemukakan adalah sebagai ber- ikut :

I„ Sudah banjak sardjana2 hukum jang1 memperbanding — lean sistim hulcum Adat dengan sistim hukum B elan d a . Maka kami merasa perlu untuk memperbandingkan s is tim hulcum Adat dengan sistim hukum jang l a im jja , m isaln ja hukum In g g r is .

I I . Karcna b alias a Inggris banjak d ip ak ai dalam perga/- ulan internasional d a n 'd u n ia pcrdagangan intorna—

sional. (lin g u a fr a n c a ), sehingga kebanjakan per — d ja n d jian dibentuk dengan memakai bahasa In g g r is , maka perdjandjian internasional jang se la lu mengan dung unsur ju r id is , tentu mempergunalcan is t ila h 2 — hukum In g g r is , menurut k w a lifik a s i hukum Inggris—

p u la . K w a lifik a s i hukum in i sebagai dilcetahui, da pat berbeda-beda dalam masing2 sistim hulcum.

Ilalca terdjemahan langsung d ari suatu is t ila h . hukum Indonesia kedalam is t il a h In g g r is, atau se—

bal ikn j a, mengan dung bahaja jang sangat besar., bah wa .i s i , (artji ^an Q-.j iwa\ daripada is t ila h jang d i — t er^^ematimji itu akan be rub all sifatnja® Dengan a—

kibat bahwa sangat mudali terd ja di salah faham dan persengketaan internasio n al.

1 Gustav Radbruchf * ) mengatakan bahwa sistim — hukum' Eropah Kontinentaly jang berdasarkan rcscpsi hukum Romawi, bagitu djauh bedanja dengan sistim- hukum Anglo-Saxon jang tumbuh d ar i hukum kebiasa—

an (customary law) dan case law „

” dasz sogar die adequate Uberzetsung dor Rochts — vjorte des einen in die Sprache des anderen Rechts gobictes fast unmt5glich is t . flan kann ein english deutohes Rechtsv/Brterbuch nicht auf— bauen auf — die Uberaetzung englischer in 'Sntsprechcnde deut—

schc Wortc, sondern nur auf eine e fs fu h rlich e Be

* ) Dor Ge ist des englischen Rechts” ,1 9 5 6 , h a l .8.-

(28)

schreibung der mit den Vforteu gemeinten Rechts ins titutione-n, so dasz aus dom VJorterbuch unyoz^ae - —' hens oin Rechtslexikon wird"«,(garis bawah dari kami,

S.Ho

Tetapi kiranja hal ini tidak hanja berlaku — terhadap hukuin Eropah Kontinental sadja, sebab a — Icibat pondjadjahan Belanda mau tidak mau sistim — hukum Indonesia dan djuga sardjana2 hukum k it a to—

lah borpegangan pada iclce2 hulcum Belanda® Sehingga bolehlan kita berbitjara tentang resepsi idee2 — hukuin Belanda kedalam hukum Indonesia, setidak—t i — daknja resepsi ilmu hukuir. Belanda;sebagaimana k it a berbitjara tentang resepsi hukum Perant jis kedalam hukum Belanda*

Melalui ilmu hukum Belanda itulah terdjadi — hubungan antara hukuin kita dengan hukum Eropah Kon tinontal.

I I I . Karena Inggris mernodernisir hukumnja tanpa — kodifikasi, maka kami menganggap bahwa ada kemung—

kinan bahwa hukum Inggoris dapat mengandung pela — djaran2 jang berharga bagi kita.

Kata Radbruch * ) : ’’Die se •Kontiwu.itat der likit vrickluiig vom Llittel-altcr zur Ueuzeit gilt auch —

fur die Geschichte des englischai Rechts.

Sic i-.urde nicht wie auf dem Kontinent schroff untor bro'hen durch die Aufnahmo des Romischen ^ e c h ts .”

Djadi hukum Inggris menundjukkan perkembangan jang kontinu, setjara bcrangsur—angsur, tanpa me — ninggalkan dasar2nja/tjoraknja jang pokolc.

Ileskipun diatas kami 'menjebutkan hal resepsi hukum Belanda. pada" hukum Indonesia, tapi oleh so — bab kita telah. bersepakat untuk membangun hukum — nasional kita diatas dasar hukum i.dat, atau dongan lain perkataan, bahwa hukuin nasional kita harus me rupakan hukum .alat jang dinodernisir, sesuai do — ngan kebutuhan2 masjarakat Indonesia dirnasa seka — rang dan dimasa jang akan datang, maka pertanjaan—

jang pertama-tama jang n.endjadi persoalan kami ada lah :

*) op ,cit. h a l .5

(29)

CJ Munf-kinkah inodornisasi hulcum M a t itu tanpa nonin^

qalkan kcpribadian Indonesia ?

f a Dan pertanjaan jang kodua bcrbunji: D.jika- mun,°;kin ba*?airnana t.iaran.ja ?

-^aiarn us alia inendjawab pertanjaan.2 in i pephs—

tian kami tortudju pada hukum Inggris, xcarona Ing—

gris memodemisir hukumnja tanpa kodifxicasi dan — tanpa terdjadinja resepsi hukum Rcnawij alcan totapi tumbuh dan borkcmbang sctjara uerangsur—an£rsurftan pa men ing^alkan tjorak sistim hu-tcum jatir; somula

23

* * * * * * * *

(30)

B A B II ,

HUBUHfeai IM i J U i HUKUM PUBLIK DAN HUKUM PIURDATA DAL&M SISTIM HUKUM EROPAH KOCTH'IEcTTAL.

Dalam sistim hulcum Eropah Kontincntal, chu - susnja Bclanda,kita mengotahui bahwa hulcum itu me—

nurut is in j a biasanja dibagi dalam'dua golongan - besar, jaitu hulcum publik dan hukum perdata.

Pembagian kedalam dua go Ionian ini barn’ dike nal oleh negara2 Eropa Kontincntal, setelah mcro- ka mengenal hukum Romawi, dimana kemudian mercka — itu meresepsinja.

Sebolum kcadaan ini, jaitu sev;aktu mcreka ma- sih burpegangan pada hulcum kebiasaan moreka sondi- ri, pembagian kedalam hukum publik dan hukum pri - vaat tidak dikcnalo

Dengan demikian terdapat suatu masa dimana pemba - gian kedalam dua golongan ini tidak dikonal di E - ropa Kontincntal.

Hukum Romawi jang oanjak pengaruhnja torhadap hukum dinegara-nc-gara Eropa Kontincntal itu, mom - bagi peraturan2 hukumnja kedalam dua golongan (jang dilakukan oleh achli hulcum Romawi jang bornama Ul—

pianus). jaitu kedalam :

’’Publicum ius est, quod ad statum rci romanac spec tat,

privatum quod ad singulorum utitilatem;

sunt enirn quaedam publice utilia, quaodam privatinfj jang berarti :

Hulcum publik adalah hukura jang berhubungan dengan—

kesodjahteraan negara Romawi, hukum perdata adalah hulcum jang mengatur kopentingan orang chusus ;■■ karena ada hal jang merupakan kepentingan umum,ada pula hal jang merupakan lccpcntingan privaat.

Pombagian kedalam kodua golongan tersebut mem pcngaruhi sistim hukum dari negara2 jang mempeladjari hulcum Romawi, seperti halnja Djcrman, Perantjis 3

kemudian djuga nogeri Belanda Jang mondapat ponga ruh dari Perantjis. Sehlngga banjalc cardjana dari**

iiegara2 tersebut jang nornpersoalkan hubungan antar*

ra hulcum publik clan hulcum pordata,

(31)

. ^ Gnclapat2 tersebut pada pokoknja dapat lcami ba g i ualam t ig a golongan, ja itu

£2S^SESt__l s Pgrnbagiaji antara hukum. pub I ik _ d an Iiu — kum perdata adalah suatu pemba g ian —

jang az a s i .

Penaapat jang demikian in i dapat k i t a djumpai misadnj a pada -ienda-pat sardjana Belc^nda jang ber - namajLJ„ j•r.of'f j .d:iuga pada seorang a c h li hukum — Dangs a I) j oririan | TBicr 1 ing V, jang mengatakan bahwa --

hulcum publilc mcngatur hubungan antara negara dan—

vrarganjaf sedangkan hulcum perdata mengatur hubung—

an antara individu2 „ • * )

- Sokalipun demikian B ie r lin g mengakui a d a n ja •••

communis ’opinio diantara para achli hulcum ? bahva -- oleh negara soring dipakai suatu peraturan hukum — pOi’ua'ia unti.de ::.cn j oi enggarakan tugasnja$ djuga da—

lam pergaulan dengan orang p a r t ik e lir , pemerintah—

s e rin g menggunakan pcratnran2 jang sama s e k a li t i — dak berbeda d ari peraturan2 jang dipakai oleh dua—

orang p a rt ik o lir a p ab ila merelca mcngadakan suatu - hubungan antara moreka° Tetapi B ie r lin g tidak me - iiinggalkan anggapan j a n g k l a s i k itu , bahkan ia men tjo b a membantu d ir in j a dengan mengemukakan suatu — f i k s i , ja it u bahwa apabila negara menggunakan hukum perdata? maka negara bortindak sebagai suatu "qua- si~ Staatsgen 6sse"s ja itu sebagai quasi warga—nega—

ra-

Ked-alam pendapat pertama in i dapat pula k it a masuk kan pondapat ’Tiion7(D jerm an), jang mombodaknn anta—

ra hukum publik dan hulcum perdata dengan meletakkan kriterium, dalan akibat -hulcamnja, ja itu dalam t ja r a bagaimana orang mompertahankan peraturan2 hukum ;

ja it u dalam pertanja,an, apakah soal mompertahankan n ja torgantung daripada kehendak perseorangan atau mend j ad i tugas icekuasaan umum.

* ) &?ancnbur^s” Grondslagen der •^echtswotenschap", 1 9 5 1 ? h a l. 7 3 5 dan<selandjutnja»

(32)

Djuga i l l . A.G.Harthoorn I (Bolanda), membedakan- antara hukum publik dan hulcum perdata bertlanarkan kriterium dari siapakah datangnja "paksaan" untuk mclaksanakan kaedah hukum itu dari perseorangan - atau dari pemerintah.

| Van Apeldoom, I jang rupanja sangat terpenga- ruh ’sekali oleh pembagian jang diadalcan oleh U1 - piahus tersebut, mengatalcan :

Kepentingan2 jang diatur oleh hukum, dapat berupa dua :

kcpentingan2 umum atau lcepentingan2 publik;

kepentingan2 chusus atau kepentingan2 perdata*

Sepandjang peraturan2. hukum mcngatur kepentingan2 umum atau kepentingan2 chusu3, peraturan2 itu ki­

ta bagi dalam'hukum publik dan hukum perdata. Di- sini ternjata, bahwa sifat kepentinganlah jang di djadikan kritexium (ukuran).

Lda dua keberatan jang dikemukakan orang ter hadap kriterium jang diadalcan oleh van ilpcldoorn, jaitu:

pertama,bahwa kepentingan umum menjangkut tiap2 peraturan huku^i. Segala. hukum tertudjukan kepada kepentingan umum. Hukum djuga hu - kum pordata-bukanlah untuk memelihara ke—

pentingan partikelir, melainlcan keponting aii semua orang. Pembentuk undang2 harus - selalu mengingat kepentingan umum dalam - menetapkan peraturan2 hukum.

Peraturan2 hukum tentang hak milik,misal—

nja dimasukkan dalam hukum perdata. Walau pun demikian peraturan tersebut menjang - kut kepentingan umum, Djika pembentuk un- dang2 mempercleh keinsafan, bahwa peratur an tentang halt rnilik, sebagai jang kini - berlaku itu bertentangan dengan keponting an umum, maka ia wadjib mengubahnja. Dja­

di bukan kepentingan chusus melainkan ke- pentingan umumlah jang wenentukan.

I'erhad ap keberatan tersebut Apeldoorn men djav/ab: bahwa keberatan itu mengandung inti kebe—

naran. Pada tiap2 peraturan hukum memang tersang- kut kepentingan umum. Sobaliknja, tiap2 peraturan

(33)

27 hulcum djuga nonjinggung kepentingan2 perseorangan.

■kk&n -tetapi hal itu tid aklah melemahkan lcriterium- t a d i . Scbab kriterium . itu tid a k t e r le t a k pada h a l ,

"bahwa pada peraturan hukum jang satu t e r s an^kut ko Pcntingan umum dan pada peraturan hulcum ja n g l a in — tersangkut kepentingan p r ib a d i; me 1 a in k a n , bahwa hu kum pub l i k nicngatur kepentingan p r ib a d i* «,»

Keberatan kodua adalah bahwa talc mungkinlah — dapat d it a r ik batas jang tad.jam antara kepen t ingan umum dan kepentingan chusus:. Is t il a h 2 tnrsp.hnt cc- n j at akan ” gambaran jang sangat samar2" dan karena—

i'tu tak dapat dipalcai sebagai kriterium untuk pem: - bedaan dalani hukum publik dan hukun perdata,

Atas keberatan in i van ilpelcloorn memberikan djawab an : Kesimpulan itu agak b c rs ifa t tergesa—gesa o — D ji k a kepentingan umum dan kepentingan chusus tak—

dapat dipisahlcan dengan tad jam, itu bolum b e r a r t i—

bahv:a ia tak dapat dip akai sebagai kriterium untuk mengadalcan pombedaan. antara hukum p u b lik dan hulcum perdata, '^etapi adalah benar, ba,hua antara hulcum — p u b lik dan liukum perdata tak dapat d it a r ik batas —

jang tadjam,

. Demikianlah memang halnja dengan raegala porbe daan jang dibuat orang dalam lapangan liukum dan da lam lapangan ilmu pengetahuan.

Bahwa kepentingan umum dan kepentingan chusus merupakan tanggapan jang samar2 , menurut van Apcl—

d o o m * tidaklah benar* Balikan sebalilcnja, kepenting an umum dan kepentingan chusus sebagai tanggapan — atau pengertian, berhadapan satu sama la in sctjara t e g a s : sebagai kopor.tingaii iiidividu dan kepenting—

an masjarakat, D jadi k it a harus memboclalcann j a ^ /Jean teta p i dalam pcrgaulan sehari-hari talc ada pemisah an antara kedua hal tersebut„

Dalam tecri van Apeldoorn in i tampak benar f i l s a f a h hidup orang Sropah Kontinental jang indi­

v id u al is+ds. jang montjapai p\uitjalcnja pada abad -- ko 1 9 . /..kan tetapi jang k in i cudah banjalc d i t i ng •- g alkan orang. Pomisahan antara kepentingan- chusus sebagai kepentingan individu dan kepenting-' an umum sebagai kepentingan masjarakat tak mungkin, karena manusia adalah serempak individu dan anggo- tewnasjcrrkat atau machluk s o s ia l . ^anusia sebagai

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok Jabatan Fungsional adalah Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Siak yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak oleh

Dari optimasi Program linier dengan menggunakan Lingo setelah didapat jumlah produk Phonska yang dikirim, dapat ditentukan berapa jumlah truk yang harus dialokasikan

Sistem vertiminaponik adalah penggabungan budidaya hortikultura dengan budidaya ikan dalam satu system pertanian hidroponik.

Berdasarkan hasil observasi t e r h a d a p p e n e l i t i a n p e n d a h u l u a n tidak ditemukan internalisasi nilai budaya minangkabau dalam wilayah

• Terwujudnya proses pembelajaran yang bermutu, unggul dan berdaya saing nasional. • Terwujudnya peningkatan kemampuan pendidik dalam proses pembelajaran, penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dari tanah lunak di Sidoardjo dan lumpur yang terdapat di dekat pusat semburan lumpur dengan menggunakan CPTu dan

- Bangunan dapat terbuat dari konstruksi beton, kerusakan yang dapat terjadi adalah roboh karena banjir, gempa, longsoran, disamping umur pakai yang sudah

- Secara umum komunikasi data dapat dikatakan sebagai proses pengiriman informasi (data) yang telah diubah dalam suatu kode tertentu yang telah disepakati