• Tidak ada hasil yang ditemukan

71 Nicolailah jang menjebabkan pembentukan kodifikasi -

Dalam dokumen C A P I T A SELECTA PERBANDINGAN HUKUM (Halaman 81-85)

hukum Belanda sebagian besar bersumborkan pada Code- Mapoleon dan hanja cobagian 3angat ketjil sadja jang

oerdasarkan pada hukum Belanda Kuno.

Codifikasi hukom Perdata Belanda baru dapat dirosmi- can pada tahun 1333, karena pada tahun

1830-1838

ter

i jadi peperangan antara Belanda dan Belgia jang isc - gakibatkan terpisahnja nereka,

Meskipun kodifikasi Hukum Pordata Belanda itu ba

£ian terbesar meniru Code Civil Perantjis, tapi susu lan jang terd iri dari cmpat buku itu tidak berasal - lari Code C iv il Perantjis (jane terdiri dari tiga ki

••ab), melainkan meniru susunan dari Institutions da .am Corpus Iuris C iv ilis .

r?etapi hal ini tidak mengakibatkan suatu perbedaan -

>csar, karena Code Civil Perantjis djuga banjak me - i'gandung unsur

2

jang.berasal dari kodifikasi hukum -

\omawi tsb .

Kalau tadi hukum Perdata Bolanda/Perant jis, ba - njak rneresepsi hukum nomawi

, 1

maka tidak demikian hal n ja dengan Hukum Dagang.

Ferkembangan hukum dagang (IOCO-I

5

OO), s an gat e- rat hubungannja dengan lahirnja kota2 di Eropa Barat.

°a d a waktu itu di Eropah Barat torutarna di Perantjis .• elatan .dan It a li lahir kota

2

sebagai pusat I'isrdagang

'.n international#

$ 'ernjata bahwa hukum Romawi tidak dapat membori penje

^ lesaian untuk perkara

2

jang ditimbulkan oleh pernia- gaan jang pada waktu itu lebih. modern sifatnja.

Karena itu dikota-kota liiropa tersebut dibuatlah per- aturan

2

hukum baru, jang lama kelamaan mendjadi him- punan peraturan

2

hukum jang bcrdiri sendiri,Hukum — jang baru in i mendjadi hukum bagi golongan pedagang, jang dinamakan hukum Dagang. Inilah permulaan dari - pada timbulnja kaedah2 Hukum Perdata Internasional •

Sampai meletusnja rcvolusi Perantjis Hukum Da - gang itu hanj'a berlaku bagi pedagang sadja* karena - golongan pedagang itu merupakan suatu kelas jang ter tutup jang dinamakan. gilde* Sehingga jang tak mempu- njai hubungan dengan sal ah satu anggota atau beberar- pa anggota g ilde, tidak dapat ir.oiidjadi anggota, dja- dl tidak dapat mendjalankan perniagaan.

16 17

kota2 di Per ant j is mengadakan pengadilan istimev.'a h a -n ja u-ntuk -ne-njelosaika-n-perkara

2

jang ditinbulkan da lam lapangan perniagaan, sehingga dinamakan pengadii an saudagar, ^engan adanja pengadilan saudagar ini — fr't,i;a hukum dagang itu mendjadi hukum istimev/a iaitu- hvJkurn' kaum pedagang.

Hukum dagang ini pada mulanja bolum ada kecatuan, baru borsifat kedaeralian sadja, karena tiap daerah - mempnnjai hukumnja sendiri jang berbeda-beda tjcrak- n ja . lama kelamaan diadakan keaatua^ hukum dagang,ka rsna hubimgan dalam perniagaan intem as.m akin erat • Sehingga pada abad ke 17 di Perantjis diadakan kodi—

fikasi hukum dagang-,

Oleh Colbert dibuat O r d o n a n c e du commerce (l6 7 3 )» jcsig n;sngatur hukum dagang j?Jig ^aanja berlaku bagi peda - gang. Kemudion pada tahun I

60

I diadakan Ordonance de la marine, jang mengatur hukum pemiagaan laut*

Sosudah rcvolusi Perantjin, gilde itu dihapus — konj dengan demikian para pedagang itu tidak merupar*

kan r-uatu Kelas jang tertutup lagi,

>%ka sedja:c vraktu itu tidak ada alas an untuk mengada ksn pemir--anan antara hukum Perdata jang berlaku umum bagi tics penduduk Porantjis, dengan hukum jang ber- J.aku ba'7'. pedagar.g sad.ia; apalagi karena Hukum T-agang

--nl kuiiTidxan ban.jai: digunakan oloh bukan saudagar. — Musk -pun ala perkembangan den:ikianr pemisahan — aiitara hu com dagang dengan huku:,i perdata masih dj iga diterir-ka.ic

Pada tahun I

807

dibuat "suatu unuang

2

hukum dagang — .jaitu Code de Commerce, disamping Code C ivil c l c s — Prancai?•

-i^alarr. Code de Corn'iierce itu dimasukkan pcraturan2 hu—

kum perniagaan sedjak z s i n a n pertengahan, dirnana jang mendjadx aasar darz Code de Commerce itu antara lain Ordonance c‘.e la marine dan Ordonnance du commerce.,-*

^>a^a ^a^un 1811-1838 kodifikaei hulcurn Perantjis , cierlaku dinegori Belandaf Setelah Belanda merdeka pa da tahun 1813, maka berdasarkan pasal 100 UUD talum—

1814

, malca dibentuklah sendiri hukum dagang dan hu — kum perdata#

Tapi pembentukan hukum dagang dan hukum pordata itu- terpisah, walaupun sebelum

1811

jaitu pada vraktu ce- belum Belanda diajadjah Perantjis, dimana pada waktu itu masih berlaku hulcum Belanda Kune, tidak pernah - ada hukum dagang jang torpisah dari hukum perdata - jang berlaku bagi setiap penduduk.

Hukum dagang ini mulai berlaku pada tahun

1838

, jang

hanja berlaku bagi pedagang sadja. i etapi •'...- . .

«vn kedua abad ke

19

, hulcum dagang ini diahggap'1 b&r-- laku djuga " c a g i - tnkarr podagang*

Bailc kodifikasi hukum Perantjis, rnaupun kodifi­

kasi hukum -^olanda dimaksudkan agar cupaja ada kepas tian hukvjr1.. Karena itu dibuutlah kodifikasi supaja ~ tidak ada hukum diluar iindan^

2

. (i'aham legisme).

Akibat daripada kodifikasi itu poraturan hukum men ~ djadi tertjantun eo'tjar--!, resmi dalam suatu eistim - tertentu; bukankah :codifikasi itu bcrarti penjusunan suatu mat or i hulcum tortentu keiala'n suatu kitab un - dong

2

sstjara sistimatic dan lengkap ?

xetapi masjarakat itu selalu ber.kerr.bang, dan - hukunnjapun djuga berkemoang testis. Sehingga suatu - kodifikasi jang dibuat pada zaman jang lampau, tidak dapat la g i; memenuhi seluruh kebutuhan sosial.

^‘ima kelamaan makin banjak lcaedah

2

hukum jang dila — hirkan diluar kodifikasi, mula

2

dengan mempergunakan f ilvs

12

, kemudian dengan mengidsinkan pemakaian tjara penafsiran toloologis oleh hakim pengadilan.

Dengan demiltian kodifikasi itu selalu terbelakang o- leh perkembangan aaman.

Revolusi Perantjis kita kenal sebagai suatu revo lusi jang menumbangkan lcekuasaan absolut dari radja

2

, jang sebolum terdjadinja revolusi sangat moradjalcla;

sedanglcan dilain fihak hak rakjat sungguh tidak seim bang dengan kemutlakan radja.

^ehingga revolusi Perantjis merupakan akibat dari pa da aliran fikiran liberal, jang berpokok paiigkal pa­

da faham, bahwa manusia itu dilahirkan bebas dan ma- sing2 mempunjai hak. jang sama; aliran fikiran libe — ralisme in i sangat besar pengaruhnja di Eropah, dan- Jlmerika.

73

Fahaia liberalism© jang mendjadi akibat peneraian ken- l>^li .oanusia dari Renaissance ini sangat menondjol - 1:^ n i nriiyidu dan rnenginginkan kebebasan individu,de—

n -an sornbojannja "la issez fairs, laisssz passer".

" am*"fikiran ini mendjelma dalam pembentukan -hula'-m jang terdjadi setelah:revolusi Perantjist seper ti brinja terdapat,baik pada kodifikasi huknru Peran­

tjis V'-.upun pada kodifikasi hukur; Belanda jane r.;eni- rii dari Perantjis.

Sifat individualist is ini dapat kita iihat misalnja- peda "'stentuan hak milik dalam hukum perdata Belanda, djmana hak milik itu merupakan hak outlak dan orang-bebas ruenggunakan. -iliknja.

Sampai-sampai penguasapun tidak dapat bertindak ter- hadau milik seseorang, meskipun hal itu sangat diper lukan bagi kepontingan umum.

I 'l ia n i n j a dapat kita lihat pada Lantaarnpaal arrent ,

14

^ r o t

1904

, dirnana pada waktu itu hak milik masih be’-itu rartlalc dan hakimnjapun inasih individual is t is ,

3

<?hin^'-a perbuatan kotapradja jang v/aktu itu memerin taMcan^ienjediaan + satu m

2

tan ah dari seorang pemi- lik tanah untuk menantjapkan tiang lentera untuk pe~

neran-'.'an djalan umum, oleh halcim dianggap bortcntang an dengan undang2, karena raombata

3

i hak milik perse- oi-angan.

Konsepsi hak milik somatian ini kini tidak dapat ditorihia lagi. Di Fir op ah sedjak aekitar 1?00 hubungan liubungan sosial telah mengalami perubahan jang besar sekali,

An-y-apaa hi.’up jang individual is tis tolah diganti de ngaa anggapan hidup jang lebih sosialistis; selain - nja individu maka kepantingan kollelctif djuga diper- hatikan.

Dalam bidang hukumpun terdjadi pembaharuan jaitu de- ngan tcrdjadinja penjosialan hukum, jang borpendapat bahwa tiap2 kaidah hukum itu hendalcnja sesuai dengan lcebutuhan2 raasjarakat, Sehingga hak railik dan djuga- hak2 lain, tidak lagi dapat didjalanlcan sjetjara t i ~ dak torbatas, hak milik itu harus dipergunC&svn sesu­

ai dorr an kepentincan mas j~.rakat«

Fonjoaialan hukum tolah acnghapuskan beborapa azas

-75

Dalam dokumen C A P I T A SELECTA PERBANDINGAN HUKUM (Halaman 81-85)