laku, djika ia bertentangan dengan dasar utama dari- keadilan dan kepatutan.”
Seperti halnja V .O .C , maka Dasndolspun menganggap bahwa hukum asli di Djawa terdiri dari hukum Islam , ternjata dengan dipergunakannja seorang penghulu jang dianggap sebagai ahli dan djuru penacihat dalam hal lipergunakan hukum adat dipengadilan.
Djuga Daondels menganggap’’hukum adat "itu lobih- rondali deradjatnja daripada hukum Eropah# la berang—
gapan hukum adat tidak tjukup baik untuk orang Eropa.
Hal ini dapat terbuktikan dari peraturan bahwa djika orang\ Eropa malakukan kedjahatan bersama sama dengan orang Djawa asli, maka ^aad van Justitie jang borhak untuk mcngadilinja menurut hukum Eropah.
J I I . has a pomerintahan Raffl e ( In^geris j A
8
ll--l8
l6
,Raffles bcrpendapat bahwa bagi bangsa Indonesia berlaku hulcum Adat, tapi berlakiinja itu • °
®1
“ bertentangan dengan "the universal and actoowledged- principles of natural justice", atau dengan the acknowledged principles of substantial 3 * *
Salah satu sifat politifc Raffles lalah bahwa xa
“ d ilip u ti fikiran pori keroawsiaan jang <- am (huma>-
\ i • iivi+nV menghilangkan atau se
. nisme) jan:_: roondorongnoa uutuk o ^ + T Udak- tiaaknja »«nguran|l ^ 3^ a l i .
donesia jg menurut ponclapaTOj** .
Monurut Supomo. dan j&okopuji° ^ . 2 <} '
"Haffleo merit jela sangat I T v^ b qMl ' 0 ' 0 ' to Jana «o»bi«rkaa - i ^
* G VfigaalS. tor)the v a r i < * L r native o f f i c e r s ...
the tbo Paramount law M s
Where the will of the * ^ . jcnded on his natural good- vassals could only have d o 9 intaMy treated. Kb- noflB of disposition for
0
^ ^ ^ ^remedy was horded where - sccurity t no frcGdomL and they possesed in tihort, l >(• , „
I t e S o ? . " (Baffles "SutetM ca oc a llxnute", hai.
156 - 1 5 7 ).
27
). "Sedjapal) politilc hukiim Adat*’ d jilid1
, hal.74
.^Keadaan inilah, jang sobagaimana kita ketahui , djuga diketjara oleh -faltatuli dalam tulisan2 n ja ,d i samping ia mentjela sikap pciiguasa2 Belanda pada wak tu itu.
Akan tetapi maksud jang berperikemanusiaan dari Raffles ini seringkali ditiadakan oleh dua sifatnja- jang lain, jaitu nasionalisme (terhadap segala apa — jang bersufat Inggeris) jang berkelebih-lebihan, dan ket jenderungannja pada tcori, sehingga peraturan? - jang diadakan olch Raffles, kebanjakan tak borsaudar pada keadaan didalam masjarakat jang njata2, oleh ka rena ia hanja mengambil balian2 jang dapat membuktikan teorinja sendiri,"dengan akibat bahwa peraturan2 xa- di hajijalah berarti scbagai "poraturson diatas kortas jang talc berlaku'^S),
Kengenai susunan poradiian Raffles membedakan —
"susunan pengadilan untuk bangsa Indonesia didalam -
"Stad .en cmmelanden" ^ ) (daerah2 kota dan sekitarnja), dan susunan pengadilan untuk bangsa Indonesia Mdide—
sa-desa" 0
Sedang mengenai hukum Adat Raffles mengira, bah
wa (ses'uai dengan anggapan pemerintah Inggeris mengo nai hubungan agama Hindu dan hukum orang2 In d ia ), hu—
kum Adat adalah sama dengan hukum Islam. Pendapatnja 'in i dapat kita sirapulkan dari kata2-nja "The Koran®,
forms the general law of Java",
30
) walaupun oleh - nja didalam badan2 pengadilan ditenpatkan pula seo — rang djaksa, scbagai penaschat disamping seorang pong hulu (djuga sebagai penacehat),oleh karena djaksa i- tu "seorang dari daliulu kala melakukan hukum kebiasa an asli»»- 3 l ) dan penghulu itu seorang ahli agama Is lam.Kengenai hubungan antara hukum Adat dan Itukunv- Eropah dapatlah aikatakan, bahwa ^affles menganggap-2^) Supomo Djokosutono, op.cit.hal, 1 5 '
2^/ Batjalah op.cit. hal. 77 - 86 *
) dikutip dari Supomo dan Djokosutomo, op .cit hal
86 ,
31 ) o p .c it . hal. 86 .
hukum Adat itu hanja baik untuk bangs a indcnesia a- kan tetapi talc patut, djika diperlakukan ataa orLn'--
Eropah.n °
XV• Masa p-jriorintahan Commissarisson Seneraal ( lSl
Hukum adat masih tetap diperlakukan bagi orang Indonesia, hal in i ternjata dari peraturan .jang ter—
dapat didalam S . I
825
no 42, jang borbun.ji "bahvia Raad van J u e t it ie , seperti djuga Fengadilan Negcri (Larid- r a a d ), dalam mengadili perkara jang dikomuk^Jcan pada n ja sebagai appel dari keputusan Landraad, barus rae- nurut hukum2 Adat dan hukum agama ataupun adat 3srta kebiaaaan • dari golongan anok negeri dari kodua be - lah pihak jan^ berpsrkara, atau .jang dituntut, asal sadja huku;:i in i tak berten+angan dengan kcadil an dan kcpantasan1'.Masih djuga hukuin Adat itu dicnggap sama dgn hk.
fslam, karena djaksa dan penghulu ditundjuk sebagai- penasihat kepada hakim tenting hukum adat j?jig harus diperlakukan. Den tan tak n:emperbedaknn antara kev;a - d jiban djaksa, jang menurut kedud’.ikannja didalam ;na- ujarakat Indonesia sesunggahnjalah dapat dipandang - sebagai a h li tcntang bahagian hukum .adat jang asli , dan lccwad jiban penghulu sebagai aclili' liulcom Iciam,ta ranglah balivra ,ComiriiE:.?ai-iscen Ge
.1
^raalf tak nurn^v-.tahui benar2
bentuk dan tjorak hukum adat.Pada niasa in i d jika dalam p o r n c l isihan antara oranf>- Indonesia dan orang 3r-;rah, jang dituntut adalah. o- rang Indonesia, maka hakim jang akan .r.engaaili ada — lah ^ancLraad dsn hukurr jang akan diperlakukan adalah hulcum adat.
D i s in i nampaklah. kemunycinan bahv.’a at as oraag Erop?Ji sebagai penuntut, akan diperlakukan hukum Adat.
V t Masa
18
A8
- 1928 .Pada tahun
1848
berd^arkan _ azas konkoriansi- ( ooncordantis beginsel) di IndoncS.^a L‘1
_ada- ai1
kod-i - f i k a s i hukuin Perdata, (Burgerlijk Wetback, totapi kod if i k a s i in i tidak msliputi hukum ja»S berlaku bagi-89
rakjat Indonesia, jaitu hukum Adat, karena Mr.Schol- ten van Oud-Haarlem sebagai ketua panitya dari pem - bentukan kodifikasi itu borpendapat, bahwa bangsa In donesia terhindar dari berlakunja sondi persamaan hu kum jang termaktub dalam perintah Pemerintah Agung dinegeri Belanda.
Untuk melaksanakan kemungkinan berlakunja kodi
fikasi ini bagi orang Indonesia dan Timur Asing,malca' VJ ichers mengadaksn' pen j el idikan
2
,Tapi achirnja kodifikasi itu tidak berlaku bagi Bumi putra karena konsepsi Wichers utk mendjadikan seba
gian hukum Eropah berlaku bagi orang Indonesia Asli- ditentang oleh Raad van Indie.
Selandjutnja bagi orang Indonesia tetap berlaku hukum a slin ja, jang rnula2 diatur dalam fatsal 11 AB, keniu—
dian azas
2
jang tertjantum dalam fatsal ini dimasuk—-kan kedalam pasal 75 ajat 3 redaksi lama RR tahun - I
854
. Pada tahun 1919 fatsal 75 RR ini mendapat re - daksi baru.Pada tahun 1925 dibuat IS, sehingga fatsal 75 RR re- daks i baru mendjadi fatsal 131 IS.
V I. Hasa 1928 - 1945 •
Peradilan adat didaerah jang setjara l.aagsung di perintah (oleh pemerintah Belanda), diberi beberapa-- aturan dasar dalam oraonasi tertanggal
18
Pebruari - 1932 jang diundangkan dalan S. 1932 no80
, dan dalam peraturan2
penjelenggara jang dibuat oleh residen se tempat.Peradilan cwapradja diberi beberapa aturan2 dasar dalam Zclfbestuurrogeler tahun 1938, jang diundangkan dalam S#1938 no 529*
Hakim desa diberi wewenang untuk mengadili dalam S1935 no 102.
Pada tanggal 1 Djanuari 1938 , Raad van Juatitie dikota Betacwi didirikan 3uatu Adatkamer jang raenga —■
<iili dalam tingkat bandingan perkara2 hukum perdatar*
Adat jang telah diputuskan oleh Landraad2 dipula»
Djawa, di Palembang, Djambi, Banka dan Belitung Kalimantan dan Bali dengan S
«1937
no 631#Y II. Maga l<j4.lS-3ekarang.
Pada maea kemerdekaan dasar berlakunja hukuin Ar- dat maeih terdapat dalam pasal 131 IS, karena dalan
91 1102*45 tidak ada ketentuan mengenal hukum Mat, dan
oleh sebab pasal 11 U.U.D. *
45
, Aturan peralihan ber bunji "s e g a la badan Negara dan peraturan jang ada ma sib. langsung berlaku selama belum diadakan jang baru menurut Undang2 Dasar in i.”Pada tahun i
960
telah dibuat Undang2 Pokok Agra r ia jang merupakan hukum Agraria jang berlaku bagi - seluruh warganegara Indonesia, sehingga dibidang hukum Tanah in i boleh dikatakan suaeli terdapat unifika s i hukum dengan dihapuskannja perbedaan antara "ta - nah Eropahudan "tanah Adat”
Sekalipun Undang2 Pokok Agraria masih raengandung kekurangan2, bahkan djuga masih mengandung bahaja2 - jang tersembunj i 32) , akan tetapi Undang2 tersebut te lah mengandung satu petundjuk jang pcnting bagi pero- bentukan seluruh hukum Hasional kita, jaitu bahwa - didalam membentuk hukuin Nasional kita jang baru itu, maka Hukum Adatlah jang mendjadi dasamja, sebagaima na t e m j a t a dalam Memcri Pendjelasan Undang2 tersebut ad. I l l ajat 1 , bahwa:"hukum agraria jang baru terse
but akan aidasaa'kan pula pada ketcntuan2 hukum adat- itu, sebagai hulcum jan,? asli. ianr disempurnakan dan disesuaikan dengan kepentinfian mas.iarakat dalam Ne - gara .jang modern dan dalam hubnn/-:ann.ia dengan duniar*
internasiona l , serta diseauaikan dengan sosialisr.'.o - Indonesia” bawah oleh kami S.H.J*
Tampak dalam kalimat ini bahwa hukum Nasional- jang alcan dibentuk itu tidak harus merupakan hukum - Adat sebagaimana adanja sekarang (atau lebih tepat : sebagaimana diketahui isi dan bentuknja pada waktu - sebeium i>etjahnja Perang Dunia kedua (djadi hampir -
30
tahun jang la lu S ),o le h lcarena sesudah itu belum - pernah diadakan penjelidikan2
jang chusus mengenai - keadaan hukum Adat kita ini, sebagaimana pernah dila kukan oleh P ro f, Hazairin, Supomo, Djojodidiguno dan Tirtaw in ata, dan lain2 Sardjana2 jang mengungkapkan- h a s iln ja didalam Adat rocht bmidels).3 2 ) Bat jalali Sunar.jati Hartono: "Dari Hukum Antar go~
longan ko Hiilmm’jVataP' Adat.1’
Akan tetapi hukum Nasional kita itu harus merupakan hukum Adat ,jan~ clisorapur nakan dan disesua-ikan den,r;a^.
ko p o n t in ,?an mas.jarakat dalam Novara ,jan^ no deni d_afl dalam hubungaanja dengan dunia inter- lasicnalsgrta disesiiaikg^ijien^<; sosialisriio'^Indonosfa,-.
Hal mans. berarti, bahwa disampinp unsur2 hukum Adat itu nasih diadakan Rj?xat2 Inin, jaitu r 2 3 )
1) balivia hukiun barn itu harus sssua-i dongan c'-kebutuhan masjarakat ■ dalam lie gar a jang mo
dern;
2
) bahwa kepentingan masjarakat dalam Negara-- jang modern itu berarti pula, bahwa kepen-' tingan bangsa Indqnesia itu talc dapat di - tindjau terlepas daripada kobutuhan2
nja bagai akibat dan untuk memungkinkan perga>".. ulannja dengan lain
.2
bangsa didunia--..3' bahwa pen j enpurnaan hukum Adat itu harus sesuai atau disesuaikan dengmi faham bang-*
sa Indonesia tentang Keadilan Sosial (so si alisme Indonesia) o' 3 4 )P
Maka kiranja katiga sjarat ini tidak mengha - lang-halangi digunakannja kaodah.2 hukum jang asal nja dari sistim hukuiA lain, (bukan-kaedah hukum A ~ la t )s apab.ila ternjata bahwa kaedah hukum asing itu didalajn hidup kernas jarokatan sohari-hari -sudah t i dak dirasakan sobaftai kaedah hukum aslnf? lag.i« daji diiicuti set.jar a eadar ataupun tak nadar oleh raasja- rakat; hal ms.na membuktikan teloh tordjadinja resep si daripada kaedah hukum asing itu kedalan: liukum A—
dat kita „
Pada lain fihak ketiga
3
.jarat dlatas itu k ir a — nja djuga tidak menghalang-halangi. diadakannja per a turan atau kaedah hukum7
.jang mirip dengan kaedah - hukum’ dari sistim hukum jang lain* oleh pembuat nun dangC, atcuipuij badan2
oksekutif, apabila kaedah itu>3 ' Bandingkan - Suflar ja ti ^artono ,!D;iri Hukum Antar go Ionian kc flukum Antar--AdatBab Ic
34-) Batjalah bab ~engeno,i.(',Hakf hukum dai\ keadilan"' dalam buku i n i tLebih mendalam hal ini d.iuraikan dalam karangan kami; "Apakah the Rule of Law”
itu ?
dipcrlukan untuk memenuhi salah satu kcbutuhan masja rakat, baik dalam pergaulan hulcumnja setjara intcrn- nasional, maupun dalam hubungan dengan pergaulan in
ternes ional bangsa kita, asal sadja kaedah tcrsebut- itu sesuai (artinja, merupakan satu kcsatuan dalam - keseluruhan sistim hukum kita) dongan faham bangsa - kita tentang Keadilan Sosial, sebagaimana tcrsurat - dan tersirat didalam Pantja^ila dan Undang2 Dasar -1945.
Dalam hubungan ini siapakah jang scbaiknja meni- lai apakah suatu kaedah hvlcum itu telah diresepsi
0
-loh hukum kit?. ? Atau apakah suatu kaedah diperlukan yntuk memenuhi kcbutuhan masjaralcat bagi pergaulan - intern nas ional atau pergaulan internasionalnja? L - tau apakah suatu kaedah hukum itu secuai dengan ^an- tja-oila dan Ur.dang2 Dasar ?
Dalpjn karangan kami mengenai ”Apakah the Rula of Lavr itu?” setjara lebih torpcrintji tolah kami urai- kan, mcngapa menurut pcndapat lca:ui, didalan ouatu He gara Hukum hakimlah (dimulai dengan liakim Pengadilan Negeri) jang
1
Tarus~merupakan satu2
--nja instansi jang berwenang memberi putusan mengenai hal ini, dan me -ngapa putusannja itu (harus) merupakan putusan jang- mengikat; djuga bagi lembaga eksckutif, sampai pada- s.aat tcrd jadinja perubahan undang
2
oleh pembuat un - dang2 send iri (jan g menurut U .U.D. kita terdiri dari Pemerintah bersatr.a-sama dengan DoP-R.), atau olch ju risprudcn si35
) Dan mengenai hal ini kiranja tjukup - kami rncnundjuk pada karangan torseLut.D ic in i.h a n ja ingin kami kutip kata2 I!arcclla da lam d issortasin ja iang tcrkcnal **Algemene Bcpalingon van wotgeving voor Ncdcrlandsch •- Indio5* jang dal ain
't ahun
1913
(d ja d i50
tahun jang lalu. t) sv.dah nenga- takens • • die hot adat privaatrccht -______ __ -______) Tontang parbedaan pembentukan hukum olch ^porun - dang-undangan' dan jurisprudensi batjalah Sunnrjr,.
t i Har tono: ’’Cost-law1’ atau -‘Sia'lutc Lav:'* untuk lu donas ia ? " dalam' Madjailah Hukum dan I*asj~ rakat Tha
±964
l J. o 3 5 •-6
. ) h a l . 73 .93
heeft toe te possen, hier vrijer tcgen over staat t blijlct al dadelijk uit zijn bevoegdheid om dit recht
te toots on nan Algoncon erkcnde beginsolen van bil- lijkheid en recht vaardigheid". K iranja/'te • toet£en aan Algemeen orkende boginselen van billijkheid en- recht-vaardiglieid" itu, kini tidak lain berarti bah wa hakim berwewenang monentukan apakah kaedah
2
-hulcum itu sesuai dengan faham bangs a Indonesia ten- tang Koadilan Sosial, jang djuga, artinja, sesuai de
ngan apa jang tersurat dan tersirat didalam Pantja- Sila dan Undang2 Dasar 1945*
Dan rr.engenai perubahan dalam hulaim Adat Parcel la mongatakan 37): "cok het adat recht (zal) hicr- en daar vcrondercn en tekortSchieteno Dit^wo.rdt_
-i»ant,, n i e t yAioon dat men b i j e l k gswoonte r o c h t — doze d r io b c s t a n d do o len kan o n d e r s c h c id e n : h e t — afstcrvondo'j het hedondaagsche e n ' hot w ordonde - niouv;o . . . maar cok is^liot_ z cc r wc 1 m o g e l i j k . d a t
-. • c£etv o I^ r E o e ‘S^s^§3a--.snol wijzigen;^dat E S F S a S F f ^ l E F c ^
garis SawSE^ISS^aJuxTnJTHT)•
Dan selandjuunja ,?Hij { jaitu hakim) hoeft eloclrfcs uit te maken, of de voor rechts-herstel aangovoerde foi tolljke gronden juist en bewezen zijn , en, zoo ja,
V° C£e hersto1
inlandsche-,Uu uo-grippcn het ues g tussen de betrokken perso non Kan worden vor kregen; torwijl or geen voorsoh-ift
, (oolc m et het laatste lid van'"::iTi~’f
‘~**1
tx1 1
v rr *~*VHal mana borarti* bafivjjilpifvm •«”'— -~i-“
tuk hukum sesuai dengan kebutehan
la k“ i » i
Karcolla' kobebasan hakim Adat monurut Landraad, sekarang hakim aahulu hakim "
"on-miBbaar'' terutama dibidan- WGgcri^ ad?'lah"
dan hulcum perdata intorniq-in % -ntar-golongaJi Bahwa pembentukan h u l o T n A
samping pembentukan hukum n i u para hakira itu dl --- nuJcum °leh pembuat undang
2
tidak37 )
hal. 74.
sadja sesuai dengan az as
2
hukuin /idat (sebagaimana tc lah dapat dilihat d iatas), tetapi djuga sesuai dengan tjara2
pembentukan hukum jang paling m o d e r nfdapat ki*a lihat pada halaman
95
dari dissertasi Marcella1
*sebagai bcrikut: "Naast do vrijheid, welke de rechtcr zieh tegen-over de lecmten en gebreken van- d° wet of de adat hceft toe tc kanncn, wordt hem en bcven in tal van gevallen ruimte tot exgon aPP£°*
ciatie golaten; . . . een mcthodc van wetgevingwo
■ *•0
moderne regelingen schijnt ingang to vxn c^ heb hot oog n . l . op die gevallen, waar in ■ ^
^at met opzet den rechter naar een bcgrip
verwijst, zonder daar van een nauwskeurxgor deu
t e S °v e n ” - °oDcnbarc ordo i
b n ? .
13
ti-lah2
seperti, goedc . J ; de redenen, i:L3k h eid ,e e n good huis vadcr, drmu>- latig -hp° I G Ve^ waarlozing, onvoorzichtighexc ^esp0
1'iShoideI’r e liJk wanecdraSf S^ Cha ^ GdanXs ^ ;1gain:ia * rnisbruik van bevoegdhcj.a s _ ^ i-i-fc'i h?.ruf!'' Gllinega kalau sistim hulcua Naeiwc^ virLnja ki-+„ Palccn. sistim hukum jang modern, jj,ng
K0
Z Un.harus cljuga mau mcngakui < * « * t o * J
ini-s . ,i
Ba <Hal ini kami kemukalcan disini, o
®1
^ g2
coatja-i*i - J 1 1 t?JnPak adanja dua a li
^-*1
^ ^ V a n hukum ^asio- nal dalam proses pornben*Jang pertama hendak t
0
ditcraaJ^-4irt hulcum •’ida1; k it a ( j “ is -jang dltetahfi ' bC M a,“ - sebenarnja merupakan 3" c'^ ' Kcduasc*cl1
„*h Sam» a i potjahnja Por®
6
'^ h o n S a ! : ticnPff 4 , 1 9 4 ° sedans aliran kod® J & *1
4
fc.*K*
U u ^ ,«■*.(•« SUggC
95
s e b a g a i S"
c,th-^ f S L 2 " > p at •p S S t o T T t a . * « » i M
b0rfSf b^ S r p m ,a ^ a r r a l i r 3 J i l e T & a s B ^ ,sXl 1 ji
-^ i k i r i ^ - c t i a . d e n g a n ^ c r r t c r d apat cix_
* W SOt^ara le e is t iS ’ . f i t u W ^ T p c m e r ^ -dal. Gluruh hukum Indonesia x ratursn2 p
w 5® u “ i ® s 2 (k o d if it o s iS ) atau VOT
tertulis sadja I tahua e^P lcCdj&J*
■’ n d a , ™ ^ nenjadari, tohwa hal2 ^ ia ,
«ia „? .tahun J-S6 8 ' ini tela5-vSan B®>u S i a ^ "
sch-i Taogitu merubah ;o ium P°r t h l» e s a b a n ja k la h W « ^ 2 3 ^ S° °
kedua itu dianggap sebagai kebenaran jang mutlak (bah wa rnisalnja hak milik itu merupakan hak jang semut - lak-mutlaknja; atau bahwa' orang kulit putih lebih - pandai dari pada orang kulit berwarna dan lain2) ki- J?-L tidak lagi dianggap sebagai kebenaran. atau bah -
•jzc., ian^ ’a^. scbagai Prasa^glca2 (prejudice) beiaka" • chingga apabila bangsa kita kinihcndaic dianggapsc
•vf
+1
banssa modcrnf maka kita tidak boleh meng i i perdjalanan sedjarah pertumbuhan hukum dincga- f c' n° Li1ar?' sudah rr.adju, jaitu perkembangandari-h w n
Warna9
melalui kodifikasi, kekesatuan-u >. m. /Jean tetapi kita harkekesatuan-us molampakekesatuan-ui ( overslaan | s ipj fase kodifikasi itu dengan membcntuk sistim hu<-urn jang modern, jang scsuai dengan k c b u t u h a n 2 masja raKat Indonesia diachir abad -ke
-20
in i. Jaitu morn - tni* s^stiin hukum scdemikian rupa, dimana pembon - v can u^um itu tidak sadja boleh dilakukan oleh pern„T.Un^an^’? sadja, akan tetapi disamping itu dju-
o ch para hakim Pengadilan Negeri dan achirn'ja - olohJ£ira tidak langsung jaitu melalui "kebiasaan” ) - b'-o- .GGmuc^ justitiabelen. Dengan- tj at at an, bahwa se- d'ar* Pad-a ko difikasi,kita mcngadakan kom 'j i j ^ ^ ^ 'P CnCurapulan) dari pada kaedah
2
hukum menurut^lu^cur‘1 jang tertentu untuk mcnudju kcpada kc- pastian hulcum.
b^hlm allWa ha^ ifii tidak sadja modern, akan tetapi -4.^* <~'n BCBUai dengan azas2 hulcum Adat kita telah di—
•-Grangkan diatas38) .
rnas .. ^ Can tetapi kalau begitu banjak dipert jajakan -rrk^t1*^"1/ kcPa<^a h?.kim2nja7 <naka sudah tentu
masjajarw ?Un ( harus) monginginkan diponuhinja sjarat2 -e . °^tcntu dan tjukup b-erat bagi p-emangku2 djabat ..I, wadjib mendjamin dan memelihara keadilan di nciuara kita ini.
3S ^
■^andr^^n PU‘1'a’ — rechtspraak van de — on Bon--iv.n ? aar onGGSChi‘cven recht" dan, Begrippen kum ildT,tS° Gn’ ta^ monScnai pembontukan
hu-97