VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1 Status Keberlanjutan Pengelolaan Usaha Perikanan KJA di Waduk Cirata dalam Multidimensi Keberlanjutan Cirata dalam Multidimensi Keberlanjutan
6.1.2 Dimensi Ekonomi
Dimensi ekonomi merupakan dimensi yang sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan pengelolaan usaha perikanan KJA di Waduk Cirata. Pemanfaatan Waduk Cirata sebagai tempat perikanan budidaya KJA merupakan kompensasi bagi masyarakat yang lahannya terkena genangan waduk. Terjadi banyak interaksi pemanfaatan waduk sebagai sumber mata pencaharian. Oleh karena itu penting untuk mengetahui atribut apa saja yang berpengaruh terhadap keberlanjutan dimensi ekonomi dalam pengelolaan Waduk Cirata yang berkelanjutan. Adapun atribut yang akan dianalisis pada dimensi ekonomi adalah:
1. Keuntungan
Dalam atribut ekonomi keberlanjutan usaha perikanan budidaya, faktor yang paling berpengaruh adalah keuntungan. Keuntungan inilah yang akan menentukan apakah seseorang akan bertahan atau berhenti dari usaha perikanan budidaya. Secara umum, kegiatan budidaya perikanan KJA di Waduk Cirata menunjukkan hasil yang positif dan masih menguntungkan. Hal tersebut terlihat dari rasio perbandingan antara penerimaan dan biaya (R/C) yang didapatkan sebesar 1,62 > 1 yang berarti usaha tersebut dinyatakan layak. Sedangkan skor untuk atribut ini adalah 0,5 yang berada pada selang kategori sangat menguntungkan dan menguntungkan.
2. Penyerapan tenaga kerja
Penyerapan tenaga kerja dalam kegiatan budidaya perikanan ini dapat dilihat dari jumlah petani ikan yang berasal dari penduduk lokal lebih besar dari petani non lokal. Berdasarkan data sensus tahun 2011 yang dilakukan oleh BPWC terdapat 2.102 petani pribumi dan 409 petani non pribumi. Maka skor yang diberikan pada atribut ini adalah 2 karena termasuk dalam kategori tinggi.
3. Upah rata-rata pekerja
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, bahwa upah yang mereka terima setiap bulannya berkisar Rp 500.000- Rp 1.500.000. Jika dibandingkan dengan Upah Minimun Kabupaten (UMK) Cianjur sebesar Rp 1.600.000 per bulan, upah tersebut tergolong rendah. Maka skor yang diberikan pada atribut ini adalah 0,1.
52
4. Alternatif pekerjaan dan pendapatan
Berdasarkan hasil wawancara dengaan responden yang merupakan petani ikan budidaya KJA Waduk Cirata, terlihat bahwa dari 30 orang responden menyatakan sebanyak 100% dari mereka menjadikan perikanan budidaya KJA ini sebagai mata pencaharian utamanya. Responden juga mengatakan bahwa mereka bekerja secara full time di waduk. Maka skor yang diperoleh pada atribut ini adalah 0.
5. Kepemilikan
Kepemilikan usaha perikanan budidaya ini erat kaitannya dengan penerimaan keuntungan yang didapatkan dari usaha perikanan. Usaha perikanan budidaya di Waduk Cirata terbagi menjadi beberapa kepemilikan, yaitu pemilik lokal maupun non lokal serta campuran antara pemilik lokal dan non lokal. Pada penelitian ini, sifat kepemilikan sarana budidaya perikanan KJA sebesar 83% dimiliki oleh pemilik lokal dan sisanya 17% dimiliki oleh pemilik non lokal. Oleh karena itu, skor yang diperoleh pada atribut ini adalah 0,3.
6. Tujuan pemasaran
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, ikan-ikan dari Waduk Cirata dipasarkan baik ke pasar lokal maupun nasional dengan bantuan bandar ikan yang telah menjadi langganan masing-masing petani ikan. Oleh karena itu, skor yang diberikan pada atribut ini adalah 1.
7. Subsidi
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, petani ikan di Waduk Cirata ternyata tidak mendapatkan subsidi baik untuk bahan bakar, benih maupun pakan. Para petani menggunakan modal pribadi dalam usaha perikanan budidaya KJA. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa petani ikan di Waduk Cirata telah memiliki kemandirian. Skor yang diberikan untuk atribut ini adalah 0 artinya tidak ada subsidi yang diberikan.
Pemberian skor pada dimensi ekonomi berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh setelah wawancara dengan responden. Nilai skor setiap atribut pada dimensi ekonomi dapat dilihat pada Tabel 15.
53
Tabel 15 Nilai skor setiap atribut dimensi keberlanjutan ekonomi pengelolaan usaha perikanan KJA Waduk Cirata
No Dimensi dan
Indikator
Skor Baik Buruk Keterangan
1 Keuntungan 0,5 0 4 Nilai rata-rata
2 Penyerapan tenaga kerja 2 2 0 Nilai rata-rata 3 Upah rata-rata pekerja dibandingkan dengan UMK 0,1 2 0 Nilai rata-rata 4 Alternatif pekerjaan dan pendapatan 0 2 0 Nilai rata-rata
5 Kepemilikan 0,3 0 2 Nilai rata-rata
6 Tujuan pemasaran 1 1 0 Nilai rata-rata
7 Subsidi 0 0 4 Nilai rata-rata
Sumber: Hasil analisis data (2015)
Tabel 15 merupakan skor yang menunjukkan realita di lapang untuk dimensi ekonomi. Berdasarkan tabel tersebut setiap atribut pada dimensi ekonomi ini memiliki skor yang bervariasi, skor 0,5 untuk atribut keuntungan, skor 2 utuk atribut penyerapan tenaga kerja, 0,1 untuk upah rata-rata pekerja dibandingkan dengan UMK, 0 untuk alternatif pekerjaan dan pendapatan, 0,3 untuk kepemilikan, 1 untuk tujuan pemasaran dan 0 untuk subsidi. Nilai status keberlanjutan dimensi ekonomi dapat dilihat pada Gambar 13.
Sumber: Hasil analisis data (2015)
Gambar 13 Status keberlanjutan dimensi ekonomi pengelolaan usaha perikanan KJA Waduk Cirata
Gambar 13 menunjukkan nilai skor dari dimensi ekonomi pengelolaan usaha perikanan KJA Waduk Cirata yang dianalisis menggunakan alat analisis Rapfish. Hasil yang diperoleh dengan metode MDS akan menunjukkan nilai
54
indeks keberlanjutan pengelolaan usaha perikanan KJA Waduk Cirata dari dimensi ekonomi. Berdasarkan Gambar 13 nilai indeks keberlanjutan untuk dimensi ekologi adalah 34,97 termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Nilai statistik yang diperoleh dengan metode MDS dapat dilihat pada Tabel 16. Tabel 16 Nilai statistik yang diperoleh dari hasil analisis Rapfish pada dimensi
ekonomi
No Atribut Statistik Nilai Statistik Persentase
1 Stress 0,1349 13,49%
2 R2 0,9425 94,25%
3 Jumlah Iterasi 2
Sumber: Hasil analisis data (2015)
Tabel 16 menunjukkan nilai stress sebesar 13,49%. Nilai stress yang didapatkan sudah memenuhi kondisi fit atau hasil analisis yang didapat cukup baik karena S<25%. Nilai selang kepercayaan yang diperoleh pada penelitian ini adalah 94,25% yang artinya model dengan menggunakan peubah-peubah saat ini sudah menjelaskan 94,25% dari model yang ada. Nilai leverage analysis pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 14.
Sumber: Hasil analisis data (2015)
Gambar 14. Analisis sensitivitas atribut pada dimensi ekonomi
Atribut yang paling berpengaruh terhadap terhadap penentuan indeks keberlanjutan dari dimensi ekonomi adalah penyerapan TK, kepemilikan dan alternatif pekerjaan. Penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi di Waduk Cirata ini memang cukup berpengaruh pada dimensi ekonomi keberlanjutan pengelolaan usaha perikanan KJA Waduk Cirata. Berdasarkan sensus yang dilakukan PT Cikal pada tahun 2011 sebanyak 2.511 RTP yang ada di Waduk Cirata. Hal ini
55
menunjukkan Waduk Cirata memiliki andil yang cukup besar terhadap mata pencaharian penduduk sekitar.
Kepemilikan disini berarti kepemilikan kolam KJA memang pada awalnya diperuntukkan bagi masyarakat yang terkena dampak penggenangan waduk. Untuk saat ini jumlah kepemilikan warga pribumi masih lebih banyak dibandingkan warga non pribumi, yaitu 2.102 RTP pribumi dan 409 RTP non pribumi. Hal ini masih wajar dan harus tetap diperhatikan baik oleh masyarakat maupun pemerintah setempat.
Alternatif pekerjaan dan pendapatan bagi para penduduk lokal yang berprofesi sebagai petani ikan perlu dikaji kembali. Ketergantungan masyarakat pada sektor ini dalam jangka panjang usaha perikanan itu sendiri mengalami penurunan keuntungan. Maka diperlukan adanya penciptaan lapang pekerjaan baru diluar sektor perikanan budidaya ini. Hasil analisis Monte Carlo dapat dilihat pada Gambar 15.
Sumber: Hasil analisis data (2015)
Gambar 15 Hasil analisis Monte Carlo untuk pengelolaan Waduk Cirata pada dimensi ekonomi
Gambar 15 menunjukkan bahwa kondisi ekonomi pengelolaan usaha perikanan Waduk Cirata banyak mengalami gangguan (perturbation) yang ditunjukkan oleh plot biru yang menyebar.
56