• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinas Tenaga Kerja

Dalam dokumen bab I II III PERANAN DINAS TENAGA KERJA (Halaman 32-37)

Dinas tenaga kerja merupakan unsurpelaksana otonomi daerah di bidang tenaga kerja. Tugas pokok dan fungsi dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten bengkalis berdasarkan peraturan daerah No. 03 Tahun 2012 adalah melaksanakan sebagian urusan pemerintah daerah kabupaten bengkalis di bidang tenaga kerja. Tugas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi membantu Bupati melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang tenaga kerja dan transmigrasi serta menyelenggarakan fungsi :

1) Perumusan kebijakan teknis dibidang tenaga kerja dan transmigrasi.

2) Penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan pelayanan umum dibidang tenaga kerja dan transmigrasi.

4) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam menangani masalah outsourcing terdapat bidang yang menyelesaikan permasalahan tersebut yakni

1. Bidang Pembinaan Hubungan Industrial Dan Jamsostek : a. Seksi Pencegahan Dan Penyelesaian Hubungan Industrial b. Seksi Persyaratan Kerja Dan Kelembagaan Hubungan Industrial

Masing-masing seksi di pimpin oleh kepala seksi yang bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial Dan Jamsostek.Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial Dan Jamsostek memepunyai tugas yaitu mengkoordinir dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pembinaan hubungan industrial dan jamsostek. Adapun rincian tugas yang dimiliki oleh Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial Dan Jamsostek yaitu :

1) Menyusun rencana kegiatan bidang hubungan Industrial dan syaker berdasarkan hasil kegiatan tahun sebelumnya baik rutin maupun pembangunan dan sumber daya yang ada sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

2) Mengkoordinasikan pada kepala seksi dan staf pada bidang Hubungan Industrial dalam perencanaan penyelenggaraan pendidikan / bimbingan teknis sarana hubungan industrial serta kegiatan pengurusan penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

3) Mengatur dan mendistribusikan tugas pada kepala seksi dan staf bidang hubungan Industrial dan syarat kerja.

4) Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan kepala seksi dan staf dalam melaksanakan tugas bidang hubungan Industrial dan syarat kerja.

5) Memberi petunjuk kepada kepala seksi dan staf dalam melaksanakan tugas bidang hubungan industrial dan syarat kerja.

6) Mengadakan pemantauan dan pembinaan tentang pelaksanaan kegiatan bidang hubungan industrial melalui rapat koodinasi untuk mengetahui syarat- syarat kerja diperusahaan.

7) Mengadakan konsultasi melalui rapat anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Bengkalis untuk menentukan upah minimum Kabupaten Bengkalis.

8) Mengadakan konsultasi dengan perusahaan megenai syarat-syarat kerja,penyajian kerja, kesepakatan kerja bersama dan peraturan perusahaan. 9) Mengkoodinasikan kegiatan sekretariat tripartite daerah Kabupaten Bengkalis. 10) Mengawasi pelaksanaan kegiatan proyek agar sesuai dengan DPA – SKPD /

DIPA.

11) Membuat laporan tugas bidang hubungan Industrial dan syarat kerja.

12) Memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan dalam rangka kegiatan kerja bidang hubungan industrial dan syarat kerja.

13) Melaksanakan kegiatan lain sesuai dengan perintah atasan.

Seksi Pencegahan Dan Penyelesaian Hubungan Industrial mempunyai rincian tugas :

1) Memberikan petunjuk kepada Mediator (pegawai perantara) dalam penginventarisasian data perselisihan hubungan industrial.

2) Membimbing Mediator pegawai perantara dalam penyelesaian perselisihan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

3) Mengecek kebenaran pengaduan kasus ketenagakerjaan baik yang melalui instansi maupun pengaduan langsung, baik oleh pekerja maupun pengusaha. 4) Melakukan pembinaan, pencegahan dan penyelesaian perselisihan Hubungan

Industrial dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan

5) Memfasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial, pemutusan hubungan kerja dan unjuk rasa/pemogokan kerja

6) Menyelesaikan masalah perselisihan hubungan Industrial memberi saran atau anjuran kepada pihak yang bersangkutan kearah terwujudnya persetujuan bersama.

7) Membina hubungan kerja, syarat-syarat kerja dan jaminan sosial pada sektor Formal Dan Informal.

8) Memantau dan mengecek serta memfasilitasi penyelesaian keresahan atau pemogokan yang terjadi sebagai bahan laporan kegiatan.

9) Melaksanakan koordinasi dengan organisasi pekerja, pengusaha/ perusahaan dan pihak-pihak terkait dalam rangka deteksi dini pencegahan masalah ketenagakerjaan.

10) Membuat laporan peyelesaian masalah perselisihan sebagai bahan masukan bagi atasan untuk menyusun konsep kebijaksanaan baru.

Seksi Persyaratan Kerja Dan Kelembagaan Hubungan Industrial mempunyai rincian tugas :

1) Membagi tugas seksi pembinaan lembaga ketenaga kerjaan kepada staf dengan memberikan pengarahan sesuai dengan tugas dan kemampuan serta permasalahan yang dihadapi.

2) Memberikan petunjuk kepada staf dalam pelaksanaan kegiatan Pembina lembaga ketenaga kerjaan seperti serikat pekerja/serikat buruh dan organisasi lainnya yang berkaitan dengan naskah ketenagakerjaan seperti APINDO kadin, HKTI , HNSI dan memberikan pembinaan tentang cara-cara pembentukan LKS Bipartit diperusahaan, dan penyusunan jadwal sidang LKS Tripartit maupun Dewan Pengupahan Daerah Kabupaten Bengkalis.

3) Memberikan pembinaan persyaratan kerja yang meliputi perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama.

4) Mengontrol dan menilai hasil pelaksanan kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas seksi pembinaan lembaga ketenagakerjaan agar pelaksanaan tugas sesuai dengan rencana.

5) Memantau pelaksanaan kegiatan atas hasil pekerjaan melalui pertemuan dan rapat koordinasi untuk mengetahui permasalahan atau hambatan yang dihadapi serta pemecahan jalan keluarnya.

6) Mengoreksi hasil pelaksanaan pembinaan organisasi tenaga kerja .

7) Menyiapkan bahan dalam rangka pemberian izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dan pendaftaran perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa.

8) Menyiapkan bahan dalam rangka pencabutan izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh.

9) Memberikan arahan ke Lembaga Bursa Kerja Swasta (BKS), LKS Bipartit, LKS Tripartit dan koperasi karyawan dalam rangka penerapan hubungan industrial yang harmonis,kondusif dan dinamis.

10) Memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan dalam rangka kelancaran tugas seksi pembinaan lembaga ketenaga kerjaan.

11) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada pimpinan.

12) Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan seperti memeriksa pembuatan laporan berkala tentang hasil pelaksanaan tugas bidang pembinaan Lembaga Ketenaga Kerjaan.

Dalam dokumen bab I II III PERANAN DINAS TENAGA KERJA (Halaman 32-37)