Uraian Hasil Assessment
7. Direksi telah melaksanakan hubungan yang bernilai tambah bagi Perusahaan dan Stakeholders
Hubungan dengan Pelanggan
Pedoman Perilaku (Code Of Conduct) khususnya pada Bagian Etika Terhadap Pengguna Jasa telah menjelaskan pelaksanaan hubungan dengan pelanggan, diantaranya menjelaskan tentang komitmen Perseroan untuk memberi pelayanan yang terbaik, memberi informasi yang akurat, cepat, jelas dan mudah dimengerti tentang hak dan kewajiban pengguna jasa dan Perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 untuk menjamin kepuasan pelanggan, peningkatan kinerja perusahaan dan kesejahteraan pegawai. Perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2017 untuk menjamin kepuasan pelanggan, peningkatan kinerja perusahaan dan
82 | P a g e Self Assessment GCG Tahun 2019 | PT. Yodya Karya (Persero)
kesejahteraan pegawai. Perusahaan memiliki mekanisme penanganan keluhan pelanggan yang diatur di dalam sistem manajemen mutu khususnya terkait dengan proses yang berhubungan dengan pelanggan, prosedur pengukuran kepuasan pelanggan.
Dalam praktiknya Perusahaan menangani dan menindaklanjuti hak-hak dan keluhan pelanggan sesuai manual mutu Perusahaan. Perusahaan sudah memiliki mekanisme penanganan keluhan pelanggan sebagaimana diatur dalam Manajemen Mutu dan Perusahaan juga sudah membuat saluran resmi di website "www.yodyakarya.com". Perusahaan juga melakukan program untuk mengkomunikasikan informasi produk/jasa atau layanan seperti yang tersedia dalam website Perseroan, portal BUMN maupun dalam bentuk pembuatan company profile.
Perusahaan sudah mempunyai prosedur pelaksanaan kepuasan pelanggan yang diatur dalam dokumen No. QHS-PK-MGN-09 tanggal 30 Agustus 2019 tentang Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan. Survei kepuasan pelanggan dilakukan oleh Biro Pemasaran dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden yang sudah menjadi pelanggan Perseroan. Hasil kuesioner selanjutnya diolah dan dianalisis sehingga didapatkan indeks kepuasan pelanggan.
Hasil survei yang dilakukan untuk periode tahun 2019 menunjukkan pencapaian indeks kepuasan pelanggan sebesar 88,26%. Berdasarkan hasil survei tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masuk dalam kategori "Baik sekali".
Hubungan dengan Pemasok
Perusahaan memiliki Pedoman dan Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang dan/atau Jasa yang diatur di dalam Surat Keputusan Direksi Nomor: 1/074/KPTS/1996 tanggal 15 Juli 1996 tentang Prosedur Pengadaan Barang/Jasa. Prasyarat untuk menjadi pemasok perusahaan telah terdapat dalam Keputusan Direksi tersebut serta Dokumen No.QHS-PK-HRD-06 tanggal 30 Agustus 2019 tentang Prosedur Pengadaan Barang/Jasa.
Dalam praktiknya, Perusahaan menyeleksi pemasok/rekanan sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. Demikian juga dalam proses penyediaan barang
83 | P a g e Self Assessment GCG Tahun 2019 | PT. Yodya Karya (Persero)
dan jasa, Perusahaan memberi informasi yang sama kepada rekanan baik persyaratan, tata cara sampai dengan penetapan calon penyedia barang dan jasa. Selain itu Perusahaan berkomitmen melakukan pembayaran secara tepat waktu sesuai dengan persyaratan dalam perjanjian dengan diikuti kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan. Perusahaan sudah membuat List daftar rekanan dan dokumen hasil evaluasi rekanan berdasarkan QCDS.
Hubungan dengan Kreditur
Perusahaan telah melaukan hubungan dengan kreditur dalam rangka kebutuhan operasional maupun pengembangan perusahaan seperti melakukan pinjaman kredit modal kerja dan penambahan plafond Garansi Bank (tender, uang muka, pelaksanaan, pemeliharaan, pembayaran) L/C.
Pelaksanaan hubungan dengan kreditur dilakukan dengan mengikuti kesepakatan yang diatur dalam perjanjian. Perusahaan memberikan informasi yang akurat kepada kreditur sesuai dengan perjanjian, secara lengkap dan tepat waktu dan pembayaran terhadap kreditur perusahaan telah sesuai perjanjian.
Hubungan dengan Pemerintah
Perusahaan berkomitmen untuk senantiasa patuh terhadap kewajiban-kewajiban yang harus disampaikan kepada Negara. Berdasarkan review dokumen, Berdasarkan Informasi dari Bagian Pajak bahwa Tahun 2019 terdapat keterlambatan pembayaran kewajiban pajak yaitu PPh 21, hal tersebut dibuktikan dengan adanya STP dari Direktorat Jendral Pajak dengan tanggal penerbitan tanggal 16 Desember 2019 dengan keterlambatan masa pajak Januari dan Desember 2018.
Hubungan dengan Pegawai
Pedoman Perilaku (Code of Conduct) khususnya pada bagian Etika terhadap Karyawan, antara lain disebutkan bahwa Manajemen menghormati hak dan kewajiban karyawan, memperlakukan karyawan sebagai sumber daya yang berharga, mewadahi aspirasi karyawan melalui serikat pekerja dan menjadikan sebgai mitra dalam membangun usaha yang bermoral dll. Dalam Board Manual
84 | P a g e Self Assessment GCG Tahun 2019 | PT. Yodya Karya (Persero)
pada bagian Media dan Pola Komunikasi telah memuat pernyataan komitmen Perusahaan dalam hal mendorong partisipasi karyawan dalam berhubungan dengan Perseroan antara lain dijelaskan bahwa Perseroan membangun komunikasi antara atasan dan bawahan di lingkungan Perusahaan yaitu komunikasi dua arah dari atas ke bawah atau sebaliknya.
Sebagai bagian dari media partisipasi karyawan, Perusahaan melakukan komunikasi dengan Serikat Pekerja dan perwakilan unit kerja khususnya menyangkut hubungan industrial. Perseroan juga menyediakan kotak saran yang disediakan untuk menampung aspirasi dari karyawan. Perseroan juga mendorong adanya komunikasi antara antasan dan bawahan sebagai bagian dari pelaksanaan partisipasi karyawan serta pelaksanaan kegiatan dalam rangka mempererat hubungan di Perusahaan diantaranya yaitu kegiatan halal bihalal pada perayaan hari raya serta kegiatan lainnya
Komitmen Perusahaan dalam berhubungan dengan pegawai telah dijelaskan di dalam Pedoman Perilaku (Code of Conduct) khususnya pada bagian Etika terhadap Karyawan. Pada bagian tersebut dijelaskan bahwa Manajemen menghormati hak dan kewajiban karyawan, memperlakukan karyawan sebagai sumber daya yang berharga, mewadahi aspirasi karyawan melalui Serikat Pekerja dan menjadikan sebagai mitra dalam membangun usaha yang bermoral dll. Board Manual pada bagian Media dan Pola Komunikasi telah memuat pernyataan komitmen Perseroan dalam hal mendorong partisipasi karyawan dalam berhubungan dengan Perusahaan.
Perusahaan memiliki kebijakan mengenai metode penilaian untuk mengukur kepuasan karyawan dan melaksanakan survey kepuasan karyawan. Perusahaan selalu melakukan survei kepuasan karyawan setahun dua kali. Hal tersebut dilakukan dalam upaya untuk megetahui tingkat kepuasan karyawan. Dalam Pelaksanaannya survei dilakukan oleh Biro HCMM&IT dengan cara menyebar kuesioner dalam bentuk e-form yang dapat diunduh oleh seleruh karyawan. Hasil survey tingkat kepuasan tahun 2019 yaitu sebesar 74,79%, dimana tahun sebelumnya sebesar 69,7%. Berdasarkan informasi, hasil dari pengukuran kepuasan pegawai akan digunakan untuk menindaklanjuti area-area yang memerlukan peningkatan, sehingga nantinya akan dapat meningkatkan tingkat kepuasan pegawai dalam bekerja di Perusahaan.
85 | P a g e Self Assessment GCG Tahun 2019 | PT. Yodya Karya (Persero)
Penanganan Keluhan Stakeholders
Board Manual Perseroan pada bagian Hubungan dengan Pemangku Kepentingan khususnya pada aspek Hak dan Partisipasi Stakeholders telah menjelaskan komitmen Perseroan dalam berhubungan dengan stakeholders. Pada bagian tersebut disebutkan bahwa hak-hak stakeholders dihormati, dilindungi dan dipenuhi oleh Perusahaan antara lain melalui pemberian informasi yang relevan, transparan, akurat, tepat waktu dan melalui mekanisme komunikasi yang sehat dan beretika. Perusahaan membuat mekanisme untuk menampung dan menindaklanjuti saran dan keluhan dari stakeholders. Perseroan menetapkan Sekretaris Perusahaan sebagai penghubung dengan pemangku kepentingan (stakeholders).
Perusahaan membuat mekanisme untuk menampung dan menindaklanjuti saran dan keluhan dari stakeholders khususnya dengan pelanggan sebagaimana tercantum dalam dokumen Sistem Manajemen Mutu. Berdasarkan konfirmasi, mekanisme penanganan keluhan dari stakeholders secara umum telah berjalan, Perseroan senantiasa merespon dan menindaklanjuti keluhan-keluhan dari stakeholders seperti pelanggan, karyawan, dll.
Board Manual Perusahaan pada bagian Hubungan dengan Pemangku Kepentingan khususnya pada aspek Hak dan Partisipasi Stakeholders telah menjelaskan komitmen Perseroan dalam berhubungan dengan stakeholders. Pada bagian tersebut disebutkan bahwa hak-hak stakeholders dihormati, dilindungi dan dipenuhi oleh Perusahaan antara lain melalui pemberian informasi yang relevan, transparan, akurat, tepat waktu dan melalui mekanisme komunikasi yang sehat dan beretika.
Perusahaan membuat mekanisme untuk menampung dan menindaklanjuti saran dan keluhan dari stakeholders. Perusahaan menetapkan Sekretaris Perusahaan sebagai penghubung dengan pemangku kepentingan (stakeholders) sudah dilaksanakan secara konsisten dan efektif. Perusahaan juga membuat media dan sarana di website PT. Yodya Karya (Persero) untuk menampung saran dan keluhan dari stakeholders. Perusahaan membuat mekanisme untuk menampung dan menindaklanjuti saran dan keluhan dari stakeholders khususnya dengan pelanggan sebagaimana tercantum dalam dokumen Sistem Manajemen Mutu.
86 | P a g e Self Assessment GCG Tahun 2019 | PT. Yodya Karya (Persero)
sedangkan untuk pegawai, mekanisme penyelesaian keluh kesah telah diatur di dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Hubungan dengan Pemegang Saham
Direksi membuat dan menandatangani Kontrak Manajemen yang memuat komitmen terkait pencapaian target-target rencana kerja dan anggaran Perusahaan, termasuk target-target Indikator Kinerja Kunci (Key Performance Indicator) Kontrak Manajemen Tahun 2019 ditandatangani oleh masing-masing Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris dengan kuasa Pemegang Saham pada tanggal 11 Januari 2019.
Perusahaan telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan nilai Pemegang Saham secara konsisten dan berkelanjutan dan senantiasa berusaha untuk mencapai target-target yang ditetapkan oleh Pemegang Saham mengacu pada KPI yang terdapat di dalam Kontrak Manajemen Tahun 2019.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Perusahaan memiliki kebijakan terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai penjabaran dari Pasal 74 UU Nomor: 40 Tahun 2007 serta Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/07/2015 tanggal 3 Juli 2015 yang telah dirubah berdasarkan PER-02/MBU/07/2017 tanggal 5 Juli 2017 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Penjelasan mengenai kebijakan tersebut
ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi Nomor:1/007/KPTS/2016 tanggal 20 Januari 2016 tentang Pedoman program Kemitraan dan Program Bina
Lingkungan (PKBL).
Perusahaan telah membentuk Tim PKBL untuk mendukung pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan. Susunan struktur organisasi PKBL mengacu pada Surat Keputusan Direksi Nomor:1/038/KPTS/2018 tanggal 11 Juli 2018 dengan Pembina adalah Ir. Delta Hatmantari S (Direktur) dan Nur Adnan sebagai Ketua Tim (Biro Akuntasi dan Keuangan) dengan dibantu Tim Pelaksana PKBL lainnya. Dalam Keputusan tersebut juga dilengkapi dengan penjelasan tugas tim pelaksana.
87 | P a g e Self Assessment GCG Tahun 2019 | PT. Yodya Karya (Persero)
Secara umum pelaksanaan kegiatan PKBL dilakukan mengacu kepada rencana kerja yang ditetapkan. Perusahaan membuat rencana kerja dan anggaran Perusahaan terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan, laporan pelaksanaan dan realiasi program serta melakukan audit atas pelaksanaan program tersebut. Perusahaan juga memiliki indikator untuk mengukur keberhasilan pengelolaan tanggung jawab sosial seperti Indikator Efektivitas Penyaluran, tingkat kolektibilitas pinjaman.
Perusahaan membuat rencana kerja implementasi tanggung jawab sosial pada Rencana Kerja dan Anggaran PKBL yang dituangkan dalam RKAP 2019 yaitu sebesar Rp.301.851.204,- (Bina Lingkungan) dan rencana kerja implementasi program kemitraan pada Rencana Kerja dan Anggaran PKBL yaitu sebesar Rp.341.153.310,- (Kemitraan).
Terkait dengan pelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, telah dijelaskan di dalam Board Manual Bab VI Kebijakan Teknis Perusahaan pada bagian keselamatan dan kesehatan kerja. Di dalam bagian tersebut dinyatakan bahwa Perusahaan menerapkan aspek OHSAS (K3) dalam setiap kegiatannya secara konsisten untuk mencegah atau mengurangi terjadinya insiden (kecelakaan kerja, kebakaran, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan) dll. Pengaturan dan penjelasan lebih lanjut diatur dalam Sistem Manajemen Mutu.
Terkait dengan pelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, telah dijelaskan di dalam Board Manual Bab VI Kebijakan Teknis Perusahaan pada bagian keselamatan dan kesehatan kerja. Di dalam bagian tersebut dinyatakan bahwa Perusahaan menerapkan aspek (K3) dalam setiap kegiatannya secara konsisten untuk mencegah atau mengurangi terjadinya insiden (kecelakaan kerja, kebakaran, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan) dll. Pengaturan dan penjelasan lebih lanjut diatur dalam Sistem Manajemen Mutu.
Perusahaan juga melaksanakan program penanganan kondisi darurat yang disosialisasikan kepada seluruh pegawai diantaranya melalui Safety Briefing pada setiap kegiatan, latihan simulasi tanggap darurat dll. Komitmen atas keselamatan K3 dan Lingkungan Perseroan juga terlihat dalam target sasaran yang dituangkan dalam sasaran mutu yang disebar/ditempel pada setiap tempat atau unit kerja di lingkungan Perusahaan.
88 | P a g e Self Assessment GCG Tahun 2019 | PT. Yodya Karya (Persero)
Perusahaan telah mendapatkan sertifikat audit Sistem Manajemen ISO 9001:2015; 14001:2015; 45001:2018 diberikan oleh PT TUV Nord Indonesia.
8. Direksi memonitor dan mengelola potensi benturan kepentingan