• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISIS KELOMPOK KECIL

III.3 Disengagement Plan

Perdana Menteri Ariel Sharon untuk pertama kalinya memperkenalkan

Disengagement Plan kepada masyarakat Israel melalui pidatonya di konferensi Herzliya ke-4 pada tanggal 18 Desember 2003. Pada tanggal 14 April 2004 Presiden Bush dan Perdana Menteri Ariel Sharon saling bertukar surat mengenai

Disengagement Plan. Surat Presiden Bush kepada Perdana Menteri Ariel Sharon

196

menunjukkan pergeseran kebijakan Amerika Serikat dengan menyatakan bahwa kembali ke batas wilayah pada 1967 adalah sesuatu yang tidak realistis. Presiden Bush juga menyatakan pemukiman Israel di West Bank sudah seharusnya berada di bawah kontrol Israel dan pengungsi Palestina tidak seharusnya mengharapkan untuk kembali ke rumah mereka di Israel.197

Pada 2 Mei 2004, Perdana Menteri Ariel Sharon yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Likud melakukan pemungutan suara internal mengenai usulan Disengagement Plan dalam Partai Likud atau Likud Referendum. Hasil dari pemungutan suara tersebut yakni 59.5% sebagai mayoritas Partai Likud tidak menyetujui pelaksanaan Disengagement Plan.198 Pada bulan Mei – Juni 2004, dengan tidak mengasingkan Amerika Serikat dan tidak mengubah tujuan awal (menarik diri dari seluruh pemukiman di Gaza dan empat pemukiman di West Bank) Perdana Menteri Ariel Sharon merevisi ulang Disengagement Plan

agar dapat diterima oleh kabinetnya.199 Revisi DisengagementPlan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon mencakup penerapan evakuasi secara bertahap membutuhkan persetujuan kabinet pada setiap pengimplementasiannya.

Pada 6 Juni 2004 revisi Disengagement Plan disetujui oleh kabinet Perdana Menteri Ariel Sharon dengan beberapa resolusi di dalamnya. Resolusi kabinet mengenai Disengagement Plan dilatarbelakangi oleh implikasi politik dan keamanan; pertama, kebutuhan penarikan diri didasari oleh kondisi stagnan yang dapat membahayakan Israel, dengan demikian dalam rangka untuk keluar dari

197

George W. Bush, 14 April 2004.

198Asian Tribune, “59.5 percent Likud voters reject Sharon disengagement plan” (online), Asian Tribune, 3 May 2004. Available: http://www.asiantribune.com/news/2004/05/03/595-percent- likud-voters-reject-sharon-disengagement-plan (19 May 2014).

199

kebuntuan, Israel perlu melakukan sesuatu tanpa harus bergantung pada kerjasama Israel – Palestina; kedua, tujuan dari rencana penarikan diri adalah untuk mencapai keamanan, situasi politik, ekonomi, dan demografi yang lebih baik bagi masyarakat Israel; ketiga, dalam setiap pengaturan status permanen di masa depan, tidak akan ada kota-kota dan desa-desa Israel di Jalur Gaza, akan tetapi jelas bahwa di West Bank, terdapat daerah yang akan menjadi bagian dari Israel, termasuk pusat-pusat penduduk, kota-kota, desa-desa, daerah keamanan Israel, serta tempat-tempat lain yang menjadi kepentingan Israel; keempat, Israel mendukung upaya Amerika Serikat dan masyarakat internasional dalam mempromosikan proses reformasi, pembangunan institusi, dan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Palestina agar kepemimpinan baru Otoritas Palestina akan muncul dan membuktikan dirinya mampu memenuhi komitmennya pada Roadmap Peace; kelima, relokasi dari Gaza dan West Bank bagian utara harus mengurangi gesekan dengan Palestina; keenam, penyelesaian rencana akan berfungsi untuk menghilangkan klaim mengenai tanggung jawab Israel di Jalur Gaza; ketujuh, proses yang ditetapkan dalam Disengagement Plan tidak mengurangi esensi dari perjanjian yang relevan di antara Israel – Palestina, dengan demikian perjanjian yang relevan akan tetap berlaku; kedelapan, dukungan internasional atas Disengagement Plan tersebar luas dan penting, dalam rangka untuk membawa Palestina melaksanakan kewajibannya memerangi

“terorisme” dan reformasi seperti yang disyaratkan Roadmap Peace, sehingga memungkinkan kedua belah pihak kembali ke jalur negosiasi.200

200Israel Ministry of Foreign Affairs, “The Cabinet Resolution Regarding the Disengagement Plan”, Israel Ministry of Foreign Affairs, 6 June 2004. Available:

Resolusi kabinet dalam Disengagement Plan mengikutsertakan persiapan yang perlu dilakukan untuk pelaksanaan Disengagement Plan serta pemukiman Israel yang diklasifikasikan menjadi empat kelompok; kelompok A terdiri dari Morag, Netzarim, Kfar Darom; kelompok B terdiri dari desa-desa yang berada di utara Samaria (Ganim, Kadim, Sa-Nur, dan Homesh); kelompok C terdiri dari kota dan desa dari Gush Katif; kelompok D terdiri dari desa utara jalur Gaza (Elei Sinai, Dugit, dan Nissanit).201 Pemindahan pemukiman dalam kelompok tersebut

kemudian akan dilakukan secara berkala sesuai hasil diskusi kabinet.

Resolusi kabinet juga menekankan secara jelas akan pengevakuasian seluruh pemukiman Israel dari Gaza, terkecuali penempatan tentara Israel di perbatasan Jalur Gaza dan Mesir. Setelah penyelesaian proses tersebut, tidak akan ada lagi kehadiran permanen IDF di wilayah-wilayah Jalur Gaza yang telah dievakuasi. Israel juga akan mengevakuasi empat pemukiman Israel di bagian utara West Bank (Ganim, Kadim, Sa-Nur, dan Homesh) dan semua instalasi militer di daerah tersebut, sehingga setelah proses penarikan selesai diharapkan tidak akan ada lagi kehadiran permanen IDF di daerah tersebut. Resolusi kabinet dalam Disengagement Plan juga menekankan kesiapan Israel untuk membantu bersama-sama dengan masyarakat internasional dalam meningkatkan infrastruktur transportasi di West Bank. Proses ini diharapkan akan memudahkan hidup normal, kegiatan ekonomi, dan komersial Palestina di West Bank dengan menyelesaikan proses relokasi yang direncanakan pada akhir tahun 2005.202

http://www.mfa.gov.il/MFA/ForeignPolicy/Peace/MFADocuments/Pages/Revised%20Disengage ment%20Plan%206-June-2004.aspx (19 May 2014).

201 The Cabinet Resolution Regarding the Disengagement Plan, 6 June 2003. 202

Disengagement Plan berdasarkan resolusi kabinet disetujui oleh Knesset pada tanggal 25 Oktober 2004 dengan hasil pemungutan suara 67 setuju, 45 tidak setuju, dan 7 abstain.203 Pelaksanaan Disengagement Plan pertama kalinya dimulai dengan mengevakuasi warga Israel dari Gaza pada 17 Agustus 2005, dan berakhir pada 22 Agustus 2005 dengan sangat sedikit kekerasan di luar beberapa bentrokan antara warga Israel yang melawan kebijakan Disengagement Plan

dengan tentara Israel yang berjaga selama proses evakuasi.204 IDF membongkar

seluruh pemukiman Israel tanpa meninggalkan satu bangunan tersisa kecuali rumah kaca yang dibeli oleh James Wolfensohn, utusan khusus Quartet dalam

Disengagement Plan Israel, untuk warga Palestina.205 Pengimplementasian

Disengagement Plan setelah pengevakuasian warga Israel dari Gaza diikuti dengan panarikan mundur IDF dan senjata militer Israel; dengan penarikan pasukan IDF terakhir pada tanggal 12 September 2005. Berbeda dengan di Gaza, pengimplementasian Disengagement Plan dari empat pemukiman Israel di West Bank selesai pada tanggal 20 September 2005 berdasarkan kesepakatan kabinet Perdana Menteri Ariel Sharon.206

Gambar III.1 Penghancuran Pemukiman Yahudi di Khan Younis

203Israel National News, “Knesset Passes Gaza Disengagement Plan –14 Day Countdown Begins”

(online), Israel National News, 26 October 2004. Available:

http://www.israelnationalnews.com/News/News.aspx/71064#.U3nFM9KSyvU (19 May 2014). 204 Prelude to Operation, p. 144. 205 Prelude to Operation, p. 144. 206 Prelude to Operation, p. 144.

Sumber: El-Samhouri, Mohammed. “Gaza Disengagement Plan: An Economist‟s

Viewpoint” (online), The Electronic Intifada, 14 May 2004. Available:

http://electronicintifada.net/content/gaza-disengagement-plan- economists-viewpoint/5077 (30 May 2014).

Gambar III.2 Pengevakuasian Pemukim Israel

Sumber: Cohen, Eliyokim. “Settlers: We‟ll Never Forgive Sharon For The

Disengagement” (online), Jews News, 14 January 2014. Available:

http://www.jewsnews.co.il/2014/01/14/settlers-well-never-forgive- sharon-for-the-disengagement/ (30 May 2014).

Dokumen terkait