BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Deskripsi Data
4.3.2 Analisis Data
4.3.2.3 Disposisi
Keberhasilan implementasi kebijakan publik dipengaruhi oleh Disposisi. Disposisi merupakan sikap dari pelaksana kebijakan. Pelaksana kebijakan harus mengetahui apa yang akan dilakukan dan juga memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Pada indikator dispososi terdapat 2 (dua) sub indikator yaitu pengangkatan birokrat dan insentif.
a) Pengangkatan Birokrat
Pengangkatan birokrat merupakan strategi untuk memilih pelaksana kebijakan agar orang yang terpilih memiliki dedikasi pada kebijakan yang telah ditetapkan, lebih khusus lagi pada kepentingan warga. Kriteria yang dilihat dari hasil pengangkatan birokrat ini yaitu sikap pegawai, respon pegawai, dan tanggapan pegawai terhadap keluhan (complaint) dari masyarakat. Untuk mengukur sub indikator “pengangkatan birokrat” peneliti mengajukan empat item pertanyaan yaitu : (1) Mengenai sikap pegawai; (2) Mengenai respon pegawai; (3) Mengenai tanggapan pegawai terhadap keluhan peserta. Tanggapan responden terkait sub indikator pengangkatan birokrat ini secara jelas dapat dilihat pada diagram 4.14 berikut:
Diagram 4.14
Sub Indikator Pengangkatan Birokrat
Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2015 (Item No. 20, 21 dan 22).
Berdasarkan diagram di atas menunjukan bahwa skor jawaban responden untuk sub indikator pengangkatan birokrat skor rata-ratanya sebesar 2,35, dan apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran skor rata-rata jawaban responden, angka sebesar itu berada pada rentang 1,76-2,51 atau berada pada kategori rendah.
Meskipun skor rata-rata yang diperoleh pada sub indikator pengangkatan birokrat berada pada kategori rendah, namun ada satu item nomor 20 menunjukan hasil yang tinggi. Pada item nomor 20 dengan pertanyaan yang diberikan kepada responden yaitu “Sejauh yang anda alami, Bagaimana dengan sikap pegawai BPJS Kesehatan Kabupaten Lebak dalam memberikan pelayanan kepesertaan Program JKN kepada masyarakat?”. Untuk pertanyaan item nomor 20, diperoleh dengan nilai skor sebesar 2,56. Nilai skor ini sejalan pula dengan hasil wawancara peneliti dengan beberapa
Tinggi 2,56 Rendah 2,23 Rendah 2,27 Rendah 2,35 2,20 2,25 2,30 2,35 2,40 2,45 2,50 2,55 2,60
Sikap Pegawai Respon Pegawai
BPJS terhadap KeluhanTanggapan BPJS Peserta
responden yang menyatakan bahwa sikap pegawai di BPJS Kesehatan selalu ramah dan sopan ketika melayani masyarakat.
Berbeda dengan item nomor 20 untuk sub indikator pengangkatan birokrat, pada item nomor 21 dengan pertanyaan yang diberikan kepada responden yaitu “Sejauh yang anda alami, Bagaimana dengan respon pegawai BPJS Kesehatan Kabupaten Lebak dalam memberikan pelayanan kepesertaan Program JKN kepada masyarakat?”. Untuk pertanyaan item nomor 21, didapatkan nilai skornya sebesar 2,23 atau berada pada kategori rendah. Kurangnya respon pegawai dalam melayani masyarakat dikarenakan jumlah pegawai yang tidak sebanding dengan orang yang dilayani. Pegawai BPJS Kesehatan hanya terdiri dari 4 orang untuk bagian staf pelayanan , sedangkan orang yang harus dilayani rata-rata dalam sehari hampir mencapai 100 orang.
Kemudian pada item nomor 22 dengan pertanyaan yang diberikan kepada responden yaitu “Keluhan yang diadukan Peserta Mandiri JKN terhadap pelayanan yang diberikan FASKES (Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik & Dokter Perorangan). Apakah keluhan Peserta ditanggapi secara serius?” untuk pertanyaan mengenai tanggapan pegawai terhadap keluhan (complaint) dari masyarakat terkait program JKN didapatkan skor sebesar 2,27 atau berada pada kategori rendah. Sebagaimana yang sudah dipaparkan pada item nomor 21, bahwa jumlah pegawai yang sedikit seringkali tidak mampu untuk melayani kepesertaan Program JKN, termasuk dalam menanggapi keluhan dari masyarakat. Keluhan yang seringkali disampaikan
masyarakat ialah mengenai ketidaksesuaian pelayanan yang diberikan oleh Fasilitas Kesehatan khususnya untuk pelayanan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit).
b)Insentif
Insentif merupakan cara menambah keuntungan atau biaya tertentu yang bertujuan agar menjadi faktor pendorong yang membuat para pelaksana kebijakan melaksanankan perintah dengan baik. Hal ini dilakukan sebagai upaya memenuhi kepentingan pribadi (self interst) atau organisasi. Pada sub indikator insentif peneliti mengajukan dua item pertanyaan yaitu (1) Tentang pungutan liar di Kantor BPJS Kesehatan; dan (2) Tentang balas jasa yang diberikan masyarakat kepada pegawai BPJS Kesehatan. Tanggapan responden terkait sub indikator insentif ini secara jelas dapat dilihat pada diagram 4.15 sebagai berikut :
Diagram 4.15 Sub Indikator Insentif
Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2015 (Item No. 23 dan 24).
Tinggi 2,93 Tinggi 3,18 Tinggi 3,05 2,90 2,95 3,00 3,05 3,10 3,15 3,20
Pungutan Liar yang
Berdasarkan diagram di atas menunjukan bahwa skor jawaban responden untuk sub indikator insentif skor rata-ratanya sebesar 3,05, dan apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran skor rata-rata jawaban responden, angka sebesar itu berada pada rentang 2,52-3,27 atau berada pada kategori tinggi.
Capaian rata-rata skor pada sub indikator ini nilainya sudah baik. Ini artinya bahwa tanggapan responden atas pemberian insentif kepada pegawai BPJS Kesehatan Kabupaten Lebak tidak ada permasalahan.
Pada item nomor 23 dengan pertanyaan yang diberikan kepada responden yaitu “Sejauh yang anda ketahui, Apakah sering ada pungutan liar yang dilakukan pegawai BPJS Kesehatan Kabupaten Lebak dalam mempercepat pelayanan kepesertaan Program JKN?”. Untuk pertanyaan pada item nomor 23, didapatkan skor sebesar 2,93 atau berada pada kategori tinggi. Dari pengakuan beberapa responden yang peneliti wawancarai, pegawai BPJS Kesehatan tidak pernah melakukan pungutan liar untuk mempercepat pelayanan. Mereka selalu bekerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Adapun yang meminta pungutan adalah calo untuk pembayaran iuran ke Bank. Hal ini disebabkan karena kebanyakan peserta tidak memiliki rekening Bank sehingga ada beberapa calo yang menawarkan jasa pembayaran iuran melalui rekeningnya.
Kemudian pada item nomor 24 dengan pertanyaan yang diberikan kepada responden yaitu “Sejauh yang anda ketahui, apakah masyarakat pernah memberikan balas jasa berupa uang kepada pegawai BPJS Kesehatan
dalam mempermudah pelayanan kepesertaan program JKN?”. Untuk pertanyaan item nomor 24, didapatkan skor sebesar 3,18 atau berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, pegawai BPJS tidak pernah meminta uang tambahan untuk mempercepat pelayanan. Semua masyarakat pada prinsipnya diperlakukan secara adil dan tanpa diskriminasi.