Pengetahuan, Sikap, dan Kecenderungan Berperilaku Awal
Kemampuan awal responden merupakan kemampuan berupa pengetahuan, sikap, dan kecenderungan perilaku awal yang murni dimiliki responden dari lingkungan sekitar, pengalaman, ataupun media massa. Hasil penilaian kemampuan awal responden pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemudian dibandingkan dengan menggunakan t-test untuk mengetahui apakah kondisi awal responden pada kedua kelompok tersebut memiliki persamaan atau tidak.
Pengetahuan Awal
Pengetahuan awal responden merupakan pengetahuan yang murni dimiliki oleh responden yang bisa berasal dari sekolah, teman, keluarga, lingkungan, ataupun media massa. Pengetahuan awal bagi kelompok eksperimen bisa juga dikatakan sebagai pengetahuan sebelum diberikan perlakuan berupa leaflet. Jumlah soal pre-test yang diberikan adalah 12 soal dan diberikan kepada 30 responden dari masing-masing kelompok. Bentuk soal yang diberikan adalah soal pilihan berganda dengan 3 pilihan jawaban yang memiliki bobot nilai yang berbeda pada masing-masing jawabannya. Nilai yang diperoleh oleh responden dibagi menjadi tiga kategori yaitu rendah (nilai 12-20), sedang (nilai 21-28), dan tinggi (nilai 29-36). Kemudian nilai pengetahuan awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji menggunakan t-test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kondisi pengetahuan awal ataukah tidak. Berikut adalah jumlah persebaran responden menurut nilai pre-test pada masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Tabel 5 Jumlah dan persentase responden kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum membaca leaflet menurut nilai pengetahuan
Kategori Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah (n) Persentase (%) Jumlah (n) Persentase (%)
Rendah 3 10.00 0 0.00
Sedang 9 30.00 12 40.00
Tinggi 18 60.00 18 60.00
Total 30 100.00 30 100.00
Tabel 5 menunjukkan 60 persen responden di kelompok eksperimen mendapatkan nilai tinggi, sedangkan 30 persen responden mendapatkan nilai sedang, dan 10 persen sisanya mendapatkan nilai rendah. Pada kelompok kontrol, jumlah responden yang mendapatkan nilai tinggi juga menjadi mayoritas yaitu sebesar 60 persen. Sedangkan untuk nilai sedang mendapatkan 40 persen, dan tidak ada responden yang mendapatkan nilai rendah. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan awal responden dari masing-masing kelompok mengenai pengetahuan dasar tentang plastik sudah baik karena sudah mencapai kategori tinggi.
Rata-rata nilai pengetahuan yang diperoleh responden pada kelompok eksperimen adalah sebesar 28.80. Rata-rata nilai tersebut termasuk ke dalam
eksperimen berjumlah 60 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan awal responden pada kelompok eksperimen sudah baik dengan diperolehnya kategori tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah responden yang mendapatkan nilai di atas rata-rata lebih besar jumlahnya dibanding responden yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata.
Pada Tabel 6 dapat dilihat nilai rata-rata per pertanyaan yang telah diajukan kepada responden. Hasilnya terlihat bahwa pada kelompok eksperimen, pertanyaan mengenai “dampak penggunaan plastik terhadap pencemaran lingkungan” mendapatkan rata-rata yang paling tinggi, yaitu 2.87. Hal itu memperlihatkan bahwa sebenarnya ibu-ibu yang menjadi responden sudah sebagian besar paham dengan bahaya yang ditimbulkan plastik terhadap lingkungan.
“...Biasanya ada kan di televisi, di acara-acara berita gitu neng banyak tuh plastik-plastik yang bikin banjir di sungai-sungai...” (IJW, 27 tahun)
Tabel 6 Nilai rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum membaca leaflet menurut pertanyaan pada aspek pengetahuan
No Indikator komponen pengetahuan Kelompok Eksperimen
Kelompok Kontrol 1. Apa yang Ibu ketahui tentang plastik? 2.50 2.70 2. Apa saja kegunaan plastik yang Ibu ketahui? 2.40 2.37 3. Apa saja jenis plastik yang Ibu ketahui? 2.20 2.40 4. Menurut Ibu, manakah dampak berbahaya yang
ditimbulkan sampah plastik? 2.03 2.30
5. Menurut Ibu, berapa lama plastik dapat terurai
(hancur) hingga habis? 2.47 2.50
6. Apa yang Ibu ketahui tentang kelebihan katong
dan kemasan plastik? 2.37 2.50
7. Bagaimana pendapat Ibu tentang penggunaan
kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari? 2.77 2.77 8. Apakah penggunaan kantong plastik ketika
berbelanja akan berdampak terhadap pencemaran lingkungan?
2.87 2.67
9. Apa yang Ibu ketahui tentang limbah plastik yang
dihasilkan Indonesia setiap tahunnya? 2.30 2.17 10. Menurut Ibu, bagaimana cara mengurangi
penggunaan plastik yang efektif? 2.10 2.23 11. Menurut Ibu, bagaimana cara menolak pemberian
kantong plastik ketika berbelanja? 2.00 2.00 12. Apa yang Ibu ketahui tentang kebijakan
pemerintah yang mengatur penggunaan plastik? 2.80 2.80
Total Rataan Skor 28.80 29.40
Ket: Jumlah responden masing-masing kelompok = 30 Jumlah pertanyaan = 12
pertanyaan “cara menolak pemberian kantong plastik saat berbelanja”, sebesar 2.0. Sebagian besar jawaban yang diberikan adalah dengan membawa kantong plastik sendiri. Hal ini menunjukkan pemahaman ibu-ibu di kelompok eksperimen masih kurang terhadap gerakan bebas plastik.
“...kalo saya mah biasa minta kantong dek, atau engga beli kantong sendiri yang gede buat disatuin...”(YSN, 44 tahun)
Tabel 6 juga menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan kelompok kontrol, yaitu sebesar 29.40. Rata-rata nilai tersebut termasuk ke dalam kategori tinggi. Jumlah responden yang mencapai nilai tinggi pada kelompok kontrol berjumlah 60 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan awal responden pada kelompok kontrol sudah baik dengan diperolehnya kategori tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah responden yang mendapatkan nilai di atas rata-rata lebih besar jumlahnya dibanding responden yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata.
Tabel 6 menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan kelompok kontrol yang paling tinggi berada di poin pertanyaan tentang “kebijakan pemerintah mengenai penggunaan plastik”, yaitu sebesar 2.80. Hal ini memperlihatkan bahwa responden pada kelompok kontrol cukup mengetahui tentang adanya kebijakan pemerintah mengenai penggunaan plastik.
“...iya kalau belanja di indomaret sekarang bayar plastiknya neng, ibu tau dari kasirnya, katanya emang dari pemerintah gitu ya...”
(NHY, 40 tahun)
Sementara itu, untuk rata-rata nilai pengetahuan terkecil berada pada poin pertanyaan cara menolak pemberian kantong plastik saat berbelanja, sebesar 2.00. Sama seperti kelompok eksperimen, responden kelompok kontrol belum memahami bagaimana maksud dari gerakan bebas plastik ini, mereka lebih memilih untuk membawa kantong plastik sendiri dibanding membawa keranjang belanjaan atau ecobag.
Pada Tabel 6 terlihat adanya perbedaan skor pengetahuan antara pre-test
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk mengetahui dan memastikan apakah perbedaan tersebut berbeda nyata atau tidak nyata, maka dilakukan analisis uji t. Hasilnya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan awal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (nilai thitung
0.688 < ttabel 2.04523). Nilai signifikansi yang didapat yaitu 0.497 yang nilainya
lebih besar dari nilai α (0.05) yang menunjukkan tidak adanya perbedaan. Berarti dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum pengetahuan awal kedua kelompok tidak ada perbedaan.
Sikap awal
Sikap awal responden merupakan sikap awal yang dimiliki responden sebelum diberikan leaflet, bisa juga dikatakan sebagai sikap terhadap penggunaan plastik yang dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar sebelum adanya sosialisasi melalui leaflet. Jumlah soal mengenai sikap saat pre-test berjumlah 13 soal yang diberikan kepada seluruh responden pada masing-masing kelompok.
diberi skor 1, “tidak setuju” diberi skor 2, “setuju” diberi skor 3, dan “sangat setuju” diberi skor 4. Nilai yang diperoleh oleh responden dibagi menjadi tiga kategori yaitu rendah (nilai 13-26), sedang (nilai 27-39), dan tinggi (nilai 40-52). Kemudian nilai sikap awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji menggunakan t-test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kondisi sikap awal ataukah tidak. Berikut adalah jumlah persebaran responden menurut nilai
pre-test sikap pada masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Tabel 7 Jumlah dan persentase responden kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum membaca leaflet menurut nilai sikap
Kategori Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah (n) Persen (%) Jumlah (n) Persen (%)
Rendah 1 3.3 3 10.0
Sedang 17 56.7 12 40.0
Tinggi 12 40.0 15 50.0
Total 30 100 30 100
Tabel 7 menunjukkan 56.7 persen responden di kelompok eksperimen mendapatkan nilai sedang, sedangkan 40 persen responden mendapatkan nilai tinggi, dan 3.3 persen lainnya mendapatkan nilai rendah. Pada kelompok kontrol, mayoritas jumlah responden berada di kategori tinggi yaitu sebesar 50 persen. Sedangkan yang mendapat nilai sedang hanya 40 persen, dan 10 persen sisanya mendapat nilai rendah. Hal ini menunjukkan bahwa sikap awal responden pada kelompok eksperimen sudah cukup baik karena sebagian besar sudah mencapai kategori sedang, sedangkan pada kelompok kontrol sikap awal sebagian respondennya sudah sangat baik karena sudah mencapai nilai kategori tinggi.
Rata-rata nilai sikap yang diperoleh responden pada kelompok eksperimen adalah 37.9. Rata-rata nilai tersebut termasuk ke dalam kategori sedang. Jumlah responden yang mencapai nilai sedang pada kelompok eksperimen mencapai 56.7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sikap awal responden pada kelompok ini sudah cukup baik karena lebih dari setengahnya berada di atas nilai rata-rata.
Pada Tabel 8 juga dapat dilihat nilai rata-rata per pernyataan. Pada kelompok eksperimen, hasilnya terlihat bahwa poin pernyataan tentang “penggunaan kantong plastik lama-kelamaan akan berbahaya terhadap lingkungan”, mendapatkan nilai rata-rata yang paling besar yaitu 3.30. Hal tersebut memperlihatkan bahwa responden pada kelompok eksperimen sejak awal membenarkan dampak buruk plastik bagi lingkungan.
Nilai rata-rata terkecil yang didapat kelompok eksperimen berada pada poin “menggunakan kantong plastik ketika berbelanja merupakan tindakan yang kurang tepat”, yaitu sebesar 2.37. Responden menganggap menggunakan kantong plastik saat berbelanja adalah sesuatu yang wajar dan biasa dilakukan. Hal ini menunjukkan sikap responden terhadap penggunaan plastik saat berbelanja masih kurang baik dikarenakan responden masih menganggap hal tersebut sebagai kebiasaan.
“
kalau ada barang yang berair juga gak kececer jadinya...” (SNA, 35 tahun)
Tabel 8 Nilai rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum membaca leaflet menurut pertanyaan aspek sikap
No
Indikator komponen sikap Kelompok Eksperimen
Kelompok Kontrol 1. Menggunakan kantong plastik ketika berbelanja
merupakan tindakan yang kurang tepat. 2.37 2.87 2. Saya setuju jika kantong plastik tidak
digunakan sebagai kemasan ketika berbelanja. 2.60 2.53 3. Penggunaan kantong plastik lama-kelamaan
akan berbahaya terhadap lingkungan. 3.33 3.30 4. Dampak buruk plastik bukan hanya pada
lingkungan tapi juga pada kesehatan dan kelestarian hewan-hewan di lautan.
3.27 3.23
5. Mengurangi kantong plastik merupakan salah
satu upaya melestarikan lingkungan. 3.30 3.33 6. Membawa tas/keranjang belanja dari rumah
merupakan salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan kantong plastik.
3.10 3.10
7. Membawa botol minum dari rumah merupakan salah satu upaya dalam mengurangi
penggunaan kemasan botol plastik.
3.17 3.10
8. Membawa tempat makan atau makan langsung di tempat makan tanpa membungkus makanan merupakan salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan bungkus plastik.
2.77 2.80
9. Menolak pemberian kantong plastik merupakan salah satu upaya dalam mengurangi
penggunaan kantong plastik.
2.73 2.87
10. Menggunakan satu kantong plastik untuk semua barang belanjaan merupakan salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan kantong plastik.
2.97 2.67
11. Saya setuju ketika berbelanja tidak disediakan dan tidak diberikan kantong plastik dari pedagang.
2.50 2.43
12. Saya setuju dengan adanya kebijakan pemerintah yang menjadikan kantong plastik dari pedagang tidak gratis lagi.
2.77 2.93
13. Botol-botol plastik atau kemasan plastik yang sudah tidak terpakai digunakan kembali untuk didaur ulang.
3.03 3.27
Total Rataan Skor 37.9 38.43
Ket: Jumlah responden masing-masing kelompok = 30 Jumlah pertanyaan = 13
Soal setuju-tidak setuju, dengan penilaian sangat tidak setuju = skor 1, tidak setuju = skor 2, setuju = skor 3, sangat setuju = skor 4
sebesar 38.43. Rata-rata nilai tersebut termasuk ke dalam kategori sedang. Jumlah responden yang mencapai nilai sedang pada kelompok kontrol berjumlah 40 persen, sedangkan yang berada di atasnya mencapai nilai 50 persen, dan 10 persen sisanya mendapat nilai rendah.
Tabel 8 memperlihatkan rata-rata nilai sikap kelompok kontrol yang paling tinggi berada di poin pernyataan “mengurangi kantong plastik merupakan salah satu upaya melestarikan lingkungan”, yaitu sebesar 3.33. Hal ini memperlihatkan bahwa sikap responden pada kelompok kontrol sudah membenarkan adanya pengurangan kantong plastik dapat membantu melestarikan lingkungan.
Sementara itu, untuk rata-rata nilai sikap terkecil pada kelompok kontrol berada di poin pernyataan “berbelanja tidak disediakan dan tidak diberikan kantong plastik dari pedagang”, yaitu sebesar 2.43. Hal ini menunjukkan bahwa sikap responden pada kelompok kontrol masih menolak jika tidak diberikan kantong plastik dari pedagang.
“...iya itu dek sekarang bayar ya plastik, padahal mah kalau di pasar gratis. Kan kita butuh juga sama plastiknya, kalau bisa mah ya disediain aja kaya biasanya...”(NAM, 38 tahun)
Tabel 8 menunjukkan adanya perbedaan skor sikap antara pre-test
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk memastikan apakah perbedaan tersebut berbeda nyata atau tidak, maka dilakukan analisis uji t. Hasilnya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (nilai thitung 0.320 < ttabel 2.04523). Nilai
signifikansi yang didapat yaitu 0.751 yang nilainya lebih besar dari nilai α (0.05) yang menunjukkan tidak adanya perbedaan. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum sikap awal kedua kelompok tidak ada perbedaan.
Kecenderungan perilaku awal
Kecenderungan perilaku awal adalah kecenderungan perilaku yang dimiliki responden yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya atau kecenderngan perilaku sebelum diberikan perlakuan. Jumlah soal mengenai kecenderungan berperilaku saat pre-test berjumlah 12 soal. Bentuk soal yang diberikan adalah soaal dengan jawaban “ya” atau “tidak”. Nilai yang diperoleh oleh responden dibagi menjadi tiga kategori yaitu rendah (nilai 12-16), sedang (nilai 17-20), dan tinggi (nilai 21-24). Kemudian nilai kecenderungan perilaku awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji menggunakan t-test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kondisi perilaku awal ataukah tidak. Berikut adalah jumlah persebaran responden menurut nilai pre-test kecenderungan perilaku pada masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
kontrol sebelum membaca leaflet menurut nilai kecenderungan perilaku
Kategori Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah (n) Persen (%) Jumlah (n) Persen (%)
Rendah 1 3.3 1 3.3
Sedang 16 53.3 14 46.7
Tinggi 13 43.3 15 50.0
Total 30 100 30 100
Tabel 9 menunjukkan 53.3 persen responden di kelompok eksperimen mendapatkan nilai sedang, sedangkan 43.3 persen responden mendapatkan nilai tinggi, dan 3.3 persen sisanya mendapat nilai rendah. Pada kelompok kontrol, mayoritas jumlah responden berada di kategori tinggi dengan jumlah 50 persen. Sedangkan yang mendapat nilai sedang sebesar 46.7 persen, dan yang mendapatkan nilai rendah hanya 3.3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan berperilaku awal responden pada kelompok eksperimen sudah cukup baik karena sebagian besar sudah mencapai kategori sedang, sedangkan kecenderungan berperilaku awal pada kelompok kontrol sudah sangat baik karena sudah mencapai nilai kategori tinggi.
Rata-rata nilai sikap yang diperoleh responden pada kelompok eksperimen adalah 20.57. Rata-rata nilai tersebut termasuk ke dalam kategori tinggi. Jumlah responden yang mencapai nilai tinggi pada kelompok eksperimen mencapai 43.3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan berperilaku awal responden pada kelompok ini belum cukup baik karena lebih dari setengah respondennya berada di bawah nilai rata-rata.
Pada Tabel 10 dapat dilihat nilai rata-rata per pertanyaan. Pada kelompok eksperimen, hasilnya terlihat bahwa poin pernyataan tentang “menjadikan kantong plastik bekas sebagai tempat sampah untuk kemudian dibuang ditempat pembuangan sampah”, mendapatkan nilai rata-rata yang paling besar yaitu 1.93. Hal tersebut memperlihatkan bahwa responden pada kelompok eksperimen cenderung menggunakan plastik bekas sebagai wadah untuk membuang sampah, dibandingkan dengan menggunakan trash bag yang dikhususkan untuk sampah.
Nilai rata-rata terkecil yang didapat kelompok eksperimen berada pada poin “tidak membakar kantong plastik untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan”, yaitu sebesar 1.5. Hal ini menunjukkan bahwa responden masih cenderung membakar sampah plastik, daripada membuangnya ke tempat pembuangan umum.
“...Kalau disini si kebanyakan di bakar neng, soalnya tempat pembunagannya jauh, biar lebih cepet aja. Tapi kalau yang bisa dipilah kayak botol-botol itu bisa ke bank sampah...” (NAM, 38 tahun)
membaca leaflet menurut pertanyaan aspek kecenderungan perilaku
No
Indikator komponen kecenderungan berperilaku Kelompok Eksperimen
Kelompok Kontrol 1. Tidak menggunakan kantong plastik sebagai
kemasan untuk membawa barang-barang ketika berbelanja.
1.53 1.77
2. Membawa kantong plastik sendiri ketika berbelanja untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
1.63 1.80
3. Membawa keranjang atau tas berbelanja sendiri
selain kantong plastik ketika berbelanja. 1.90 1.93 4. Menolak pemberian kantong plastik karena
membawa keranjang atau tas berbelanja 1.77 1.73 5. Tidak menggunakan kantong plastik setiap
berbelanja karena sudah terbiasa. 1.50 1.40 6. Menyimpan dan menggunakan kembali kantong
plastik yang masih bisa dipakai. 1.87 1.83 7. Tidak membuang kantong plastik begitu saja
setelah sekali pemakaian. 1.90 1.73
8. Menjadikan kantong plastik bekas sebagai tempat sampah untuk kemudian dibuang ditempat pembuangan sampah.
1.93 1.87
9. Tidak membakar kantong plastik untuk
mengurangi sampah plastik di lingkungan. 1.50 1.43 10. Mengumpulkan kantong plastik yang sudah tidak
digunakan lagi untuk didaur ulang. 1.63 1.63 11. Membawa botol minum dari rumah saat
bepergian. 1.83 1.87
12. Makan langsung di tempat makan tanpa
membungkus makanan 1.57 1.83
Total Rataan Skor 20.57 20.83
Ket: Jumlah responden masing-masing kelompok = 30 Jumlah pertanyaan = 12
Soal “Ya-Tidak”, dengan penilaian “ya” = 2, “tidak” = 1
Tabel 10 juga memperlihatkan rata-rata nilai kecenderungan berperilaku kelompok kontrol, yaitu sebesar 20.83. Rata-rata nilai tersebut termasuk ke dalam kategori tinggi. Jumlah responden yang mencapai nilai tinggi sebesar 50 persen. Rata-rata nilai kecenderungan berperilaku kelompok kontrol yang paling tinggi berada di poin pernyataan “membawa keranjang atau tas berbelanja sendiri selain kantong plastik ketika berbelanja”, yaitu sebesar 1.93. Hal ini memperlihatkan bahwa responden cenderung pernah membawa wadah selain kantong plastik ketika berbelanja.
“...kalau dulu sering neng bawa keranjang belanja sendiri, sekarang kalau inget aja soalnya suka ribet bawanya...” (YSN, 44 tahun)
Rata-rata nilai kecenderungan berperilaku terkecil pada kelompok kontrol berada di poin pernyataan “tidak menggunakan kantong plastik setiap berbelanja karena sudah terbiasa”, yaitu sebesar 1.4. Hal ini menunjukkan bahwa responden
terbiasa.
Tabel 10 memperlihatkan adanya perbedaan skor kecenderungan berperilaku antara pre-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk mengetahui dan memastikan apakah ada perbedaan nyata atau tidak, maka dilakukan uji t. Hasilnya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kecenderungan berperilaku awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (nilai thitung 0.508 < ttabel 2.04523). Nilai signifikansi yang didapat yaitu 0.615 yang
nilainya lebih besar dari nilai α (0.05) yang menunjukkan tidak adanya perbedaan. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum kecenderungan berperilaku awal kedua kelompok tidak ada perbedaan.
Perubahan Pengetahuan, Sikap, dan Kecenderungan Berperilaku
Perubahan pengetahuan, sikap, dan kecenderungan berperilaku diukur dari hasil jawaban post-test dan pre-test yang diberikan kepada responden. Post-test
dilakukan satu minggu setelah pre-test, baik itu kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen, post-test dilakukan setelah selesai membaca leaflet. Hasil penilaian pre-test dan post-test pada masing-masing kelompok ini kemudian diuji statistik menggunakan t-test untuk mengetahui apakah terdapat perubahan yang nyata pada kedua kelompok. Hasil yang diharapkan adalah terdapat perubahan yang nyata pada kelompok eksperimen dan tidak terdapat perubahan pada kelompok kontrol.
Perubahan Pengetahuan
Perubahan pengetahuan dilihat dari selisih antara hasil post-test pengetahuan dan hasil post-test pengetahuan. Tabel 11 merupakan hasil nilai pre-test dan post- test beserta perubahannya.
Tabel 11 Perbandingan nilai rata-rata pre-test, post-test, dan perubahan pengetahuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
Kelompok Pre-test Post-test
Perubahan Rata-rata Persentase
(%)
Eksperimen 28.80 35.03 6.23 21.64
Kontrol 29.40 30.67 1.27 4.31
Tabel 11 memperlihatkan bahwa pada kelompok eksperimen, terlihat adanya peningkatan nilai rata-rata setelah diberikan perlakuan yaitu sebesar 6.23 atau sekitar 21.64 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa setelah diberikan leaflet, responden pada kelompok eksperimen mulai memahami materi yang diberikan meskipun peningkatannya berada di kategori yang sama, yaitu kategori tinggi. Pada kelompok kontrol, juga terdapat peningkatan dari pre-test ke
post-test namun nilainya lebih rendah dari kelompok eksperimen, yaitu hanya sebesar 4.308 persen.
Tabel 11 memperlihatkan perbedaan perubahan nilai rata-rata dari masing- masing kelompok. Perbedaan kedua nilai perubahan tersebut cukup besar, baik
apakah perbedaan tersebut berbeda nyata atau tidak nyata, maka dilakukan analisis uji t. Hasilnya, terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan awal dan pengetahuan akhir responden pada kelompok eksperimen setelah diberikan leaflet (nilai thitung 7.746 > ttabel 2.04523). Hasil uji t juga menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan
leafletpada taraf signifikan 1 persen (nilai p ≤ 0.01), yaitu nilai p = 0.00.
Perubahan Sikap
Perubahan pengetahuan dilihat dari selisih antara hasil post-test sikap dan hasil post-test sikap. Tabel 12 merupakan hasil nilai pre-test dan post-test beserta perubahannya.
Tabel 12 Perbandingan nilai rata-rata pre-test, post-test, dan perubahan sikap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
Kelompok Pre-test Post-test
Perubahan Rata-rata Persentase
(%)
Eksperimen 37.90 42.83 4.93 13.02
Kontrol 38.43 38.33 -0.10 -0.26
Tabel 12 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang terjadi pada perubahan nilai rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen, terdapat peningkatan nilai rata-rata sebesar 4.93 atau sebesar 13.02 persen. Namun pada kelompok kontrol justru mengalami penurunan nilai rata-rata yaitu sebesar 0.1 atau menurun sebanyak 0.26 persen. Tabel 12 menunjukkan nilai post-test kelompok eksperimen berada di kategori tinggi, sedangkan pada pre-test masih berada di kategori sedang. Hal ini menunjukkan selain adanya peningkatan nilai rata-rata, juga terdapat peningkatan kategori dari sedang ke tinggi pada sikap responden kelompok eksperimen. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa setelah diberikan leaflet, responden pada kelompok eksperimen mulai memiliki sikap yang baik dalam menyikapi gerakan bebas plastik. Sementara pada kelompok kontrol, justru mengalami penurunan nilai rata- rata meskipun nilainya tidak terlalu besar.
Uji t dilakukan untuk mengetahui dan memastikan apakah perbedaan nilai
pre-test dan post-test tersebut berbeda nyata atau tidak. Hasilnya, pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan sikap antara sebelum dan sesudah diberikan leaflet
pada taraf signifikan 1 persen (nilai p ≤ 0.01), yaitu nilai p = 0.00. Uji t juga