Kondisi Geografis dan Demografis
Kelurahan Pasirkuda berada di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kelurahan Pasirkuda terletak 5 kilometer dari Kecamatan Bogor Barat, 2.5 kilometer dari Pusat Kota Bogor, 80 kilometer dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan 60 kilometer dari Ibukota Negara, Jakarta. Kelurahan Pasirkuda ini letaknya sangat strategis, memiliki jalan utama yang menjadi jalan alternatif bagi yang ingin menghindari Sistem Satu Arah. Hal ini menjadikan Kelurahan Pasirkuda memiliki aksesbilitas baik transportasi dan komunikasi yang sangat mendukung.
Secara geografis Kelurahan Pasirkuda berbatasan dengan beberapa kelurahan lainnya, yaitu: (a) pada bagian Utara berbatasan dengan Kelurahan Pasirmulya dan Kelurahan Pasirjaya, (b) sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Mekarjaya dan Kelurahan Cikaret, (c) sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Pasirjaya, dan (d) sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Ciomas. Luas wilayah Kelurahan Pasirkuda yaitu seluas 116.5 Ha.
Berdasarkan data monografi Kelurahan (2015), Kelurahan Pasirkuda berada di ketinggian 46.30 mdl, dengan curah hujan 3500 mm/tahun dan memiliki suhu udara rata-rata 30 ºC. Secara administratif Kelurahan Pasirkuda terdiri dari 12 RW dan 58 RT, dengan luas wilayah 116.5 Ha.
Secara demografis, Kelurahan Pasirkuda memiliki penduduk sebanyak 13126 jiwa, yang terdiri dari 6674 jiwa laki-laki, dan 6452 jiwa perempuan, dengan 3516 KK di dalamnya. Sedangkan untuk jumlah penduduk di RW 07, yang menjadi wilayah Posdaya Puspa Lestari, dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Jumlah penduduk dan kepala keluarga RW 07 Kelurahan Pasirkuda tahun 2015
Sumber: Profil Posdaya Puspa Lestari 2015
Berdasarkan Tabel 2, jumlah penduduk RW 07 berjumlah 987 jiwa, yang terdiri dari 52.18 persen laki-laki dan 47.82 persen perempuan. Wilayah RW 07 memiliki jumlah lima RT dengan jumlah Kepala Keluarga secara keseluruhan yaitu 282 KK. Berdasarkan tipologi wilayah, masyarakat Kelurahan Pasirkuda merupakan masyarakat perkotaan yang pada umumnya ditandai dengan memudarnya nilai-nilai kebersamaan antar warganya. Namun fakta di lapang menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Pasirkuda khususnya wilayah RW 07
RT
Jumlah Penduduk Kepala
Keluarga (KK)
Laki-laki Perempuan Jumlah
N % N % n % 01 145 28.16 112 23.73 257 26.04 75 02 131 25.44 127 26.91 258 26.14 70 03 126 24.47 125 26.48 251 25.43 79 04 61 11.84 64 13.56 125 12.66 32 05 52 10.09 44 9.32 96 9.73 26 Total 515 100.00 472 100.00 987 100.00 282
masih menjunjung tinggi gotong royong dan nilai-nilai kebersamaan antar warganya.
Profil Posdaya Puspa Lestari
Pembentukan Posdaya Puspa Lestari diawali pada bulan Juli 2009 dengan hadirnya Mahasiswa IPB dan pembimbingnya yang menyosialisasikan program Posdaya di hadapan para kader posyandu, para ketu RT, Ketua RW, dan tokoh masyarakat. Selanjutnya Posdaya terbentuk atas musyawarah warga setempat yang dipandu oleh mahasiswa IPB pada saat lokakarya mini KKN Tematik Posdaya. Posdaya diresmikan pada tanggal 28 Oktober 2009 yang disahkan oleh para kader, tokoh masyarakat, mahasiswa IPB, Dosen IPB, dan aparat kelurahan.
Secara administratif, Posdaya Puspa Lestari terletak di Babakan Sukamantri, RW 07, Kelurahan Pasirkuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa barat. Cakupan wilayah posdaya ini berada dalam tingkat RW, yaitu RW 07 dengan luas wilayah 6738 m2 yang terbagi menjadi 5 RT.
Posdaya Puspa Lestari terdiri dari empat bidang seperti posdaya pada umumnya, yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, dan bidang lingkungan. Tumbuhnya Posdaya Puspa Lestari telah membawa suasana baru yang lebih mendukung untuk pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di RW 07.
Pada bidang pendidikan, berikut program yang pernah dilaksanakan oleh Posdaya Puspa Lestari: 1) PAUD “Bina Lestari”, 2) Program kesetaraan paket B, 3) Pelayanan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Berbasis Masyarakat (PRSPCBM), 4) Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), 5) Pengajian bapak-bapak, 6) Pengajian ibu-ibu, 7) Pengajian Remaja, 8) perpustakaan warga, dan 9) Kompudaya.
Pada bidang Kesehatan, meliputi: 1) Posyandu Balita, 2) Posbindu Lansia, 3). Pos Usaha Kesehatan Kerja, 4) Siaga Maternal, 5) Kawasan Tanpa Rokok (KTR), 6) Kegiatan Tri Bina, 7) Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R), 8) Kegiatan Dana Sehat, 9) Juru pemantauan Jentik (Jumantik), dan 10) Pemberantasan Sarang Nyamuk.
Pada bidang Ekonomi, meliputi: 1) Koperasi Pembiayaan Ekonomi Kelurahan (KPEK), 2) Wirausaha home industry (usaha tempe, kerupuk sepatu, keripik singkong, pangsit, bolu merah, dan aneka kue kering), 3) Arisan, 4) Budidaya ternak sapi perah, sapi potong dan kambing, dan 5) ISBA (Infak Sisa Belanja) pengumpulan atau pengambilan dari rumah-rumah dilakukan setiap minggu sekali.
Pada bidang ekonomi, meliputi: 1) Kegiatan kerja bakti minggu bersih), 2) Kegiatan Laskar Siaga (Pengelolaan sampah setiap hari) dan pengelolaan bank sampah, 3) Kebun bergizi dan apotek hidup, 4) Pengembangan Biogas dari kotoran ternak sapi, 5) Pembuatan pupuk cair dan kompos, dan 6) Pembuatan lubang biopori.
Posdaya Puspa Lestari merupakan salah satu posdaya percontohan di Indonesia, karena prestasinya yang sudah tidak diragukan lagi. Raihan prestasi tertinggi Posdaya Puspa Lestari yaitu juara dua lomba Posdaya tingkat Nasional
tahun 2014. Karena prestasinya, Posdaya Puspa Lestari sering menjadi tujuan
Observation Study Tour (OST) posdaya-posdaya dari seluruh Indonesia.
Berdasarkan hasil wawancara pengurus dan kader posdaya, Posdaya Puspa Lestari masih minim melakukan sosialisasi program-program pemerintah untuk masyarakat ataupun keluarga. Posdaya Puspa Lestari lebih sering melakukan sosialisasi program yang akan dijalankan posdaya. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan mengumpulkan warga ataupun perwakilan-perwakilannya, seperti ketua RT atau para tokoh masyarakat.
“...kalau sosialisasi biasanya ngumpulin warga, atau saat pertemuan dengan ketua-ketua RT de..”(YYN, Pengurus Posdaya)
“...ibu-ibu seneng kalau ada pemberitahuan macam sosialisasi penyakit neng, apalagi kalau ada tamu langsung dari puskesmas yang jelasin..”(TTK, Kader Posyandu)
“...iya itu seperti poster-poster yang ditempel, semua dari puskesmas buat di sosialisasiin, banyak juga yang minta selebaran- selebarannya..”(TTK, Kader Posyandu)
Program pemerintah pusat yang biasanya dititipkan ke kelurahan biasanya kebanyakan dari bidang kesehatan, contohnya tentang Keluarga Berencana atau pencegahan penyakit tertentu. Namun tidak ada sosialisasi yang disampaikan khusus ke seluruh warga. Sosialisasi hanya dilakukan melalui posyandu dan disampaikan kepada ibu-ibu yang datang ke posyandu. Biasanya media yang digunakan yaitu berupa poster, booklet, dan leaflet.
Kelurahan Situ Gede Kondisi geografis dan demografis
Kelurahan Situ Gede berada di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kelurahan Situ Gede terletak kurang lebih 5 kilometer dari Kecamatan Bogor Barat, 10 kilometer dari pusat Kota Bogor, dan 160 kilometer dari Ibukota Provinsi Jawa Barat. Kelurahan Situ Gede terletak di dekat Danau Situ Gede, sedikit jauh dari jalan utama sehingga akses transportasi umum sulit ditemukan di sekitar kelurahan.
Secara geografis Kelurahan Situ Gede berbatasan dengan beberapa wilayah lainnya, yaitu: (a) pada bagian Utara berbatasan dengan Kali Cisadane, (b) sebelah Selatan berbatasan dengan Sindang Barang, (c) sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cikarawang, (d) dan sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Bubulak. Luas wilayah Kelurahan Situ Gede yaitu seluas 232.47 Ha, dengan jumlah Rukun Tetangga 34 RT serta Rukun Warga 10 RW.
Secara topografi, daerah Kelurahan Situ Gede didominasi oleh dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 250 mdpl. Curah hujan rata-rata 3.219-4.671 mm per tahun dengan suhu rata-rata 24.9o -25.8o C. Secara demografis Kelurahan Situ
Gede memiliki penduduk sebanyak 8155 jiwa yang terdiri dari 4094 laki-laki, dan 4061 perempuan, dengan jumlah keluarga sebanyak 2297 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan untuk jumlah penduduk di RW 05, yang menjadi wilayah Posdaya Kenanga, dapat dilihat pada Tabel 3 berikut.
Tabel 3 Jumlah penduduk dan kepala keluarga RW 05 Kelurahan Situ Gede tahun 2015
Sumber: Kelurahan Situgede
Berdasarkan Tabel 3, jumlah penduduk RW 05 yaitu 629 jiwa, yang terdiri dari 49.76 persen laki-laki dan 50.24 persen perempuan. Wilayah RW 05 memiliki tiga RT dengan jumlah Kepala Keluarga yaitu 193 KK. Berdasarkan tipologi wilayah, masyarakat Kelurahan Situ Gede ini merupakan masyarakat perkotaan yang umumnya dicirikan dengan memudarnya nilai kebersamaan antar warganya. Namun faktanya, meskipun termasuk wilayah kota, warga Situ Gede masih menjunjung tinggi gotong royong dan nilai-nilai kebersamaan antar warganya.
Profil Posdaya Kenanga
Pembentukan Posdaya Kenangan diawali pada 26 April 2010 dengan adanya pelaksanaan sosialisasi Posdaya kepada kader-kader di Kelurahan Situ Gede. Setelah diadakannya sosialisasi tersebut, masyarakat setempat setuju dan mendukung pembentukan Posdaya di Kelurahan Situ Gede. Selanjutnya dilaksanakan rapat koordinasi antar Tim Peneliti dari IPB dengan koordinator Posdaya untuk membahas lokasi percontohan kegiatan Posdaya. Posdaya kemudian diresmikan pada tanggal 22 Mei 2010 dengan RW 05 sebagai lokasi percontohannya, dan diberi nama Posdaya Kenanga.
Posdaya Kenanga terdiri dari empat bidang, yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, dan bidang lingkungan. Pembentukan Posdaya Kenanga sendiri diharapkan dapat berperan sebagai wadah pelayanan keluarga terpadu terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan yang dapat memudahkan keluarga untuk berkembang secara mandiri dan sejahtera.
Pada bidang Pendidikan, Posdaya Kenangan mengembangkan beberapa program mulai dari kejar paket bagi pelajar drop out, perpustakaan warga, PAUD/BKB, pengembangan Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta Taman Pendidikan Al Qur’an. Selain itu Posdaya Kenanga juga aktif dalam mengembangkan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, seperti pelatihan pembuatan kompos cair dan lubang biopori.
RT
Jumlah Penduduk Kepala
Keluarga (KK)
Laki-laki Perempuan Jumlah
N % n % n %
01 98 31.31 96 30.38 194 30.84 68
02 112 35.78 107 33.86 219 34.82 41
03 103 32.91 113 35.76 216 34.34 84
Posdaya kenanga juga mengembangkan pendidikan di bidang teknologi, yaitu dengan program Komputer Pemberdayaan Keluarga.
Pada bidang Kesehatan, terdapat Posdyandu yang menangani 42 balita dan ibu hamil, serta Posbindu Lansia. Posdaya Kenanga juga beberapa kali melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dan narkoba serta kesehatan jiwa.
Pada bidang Ekonomi, Posdaya Kenanga mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), koperasi, pelatihan budidaya pertanian, perikanan, tanaman hias. Selain itu Posdaya Kenanga juga mengembangkan usaha pengolahan makanan ringan seperti dodol talas, keripik talas, rumah jamur, dan rumah kompos air.
Pada bidang lingkungan, Posdaya Kenanga memiliki program pengolahan sampah menjadi kompos, pembuatan biopori, demplot pertanian/tanaman bergizi, Gerakan untuk Lingkungan Sehat (Geulis), serta gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Karakteristik Responden
Karakteristik responden merupakan salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan efektivitas leaflet dalam sosialisasi program gerakan bebas plastik. Karakteristik responden yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari usia, tingkat pendidikan, dan jumlah tanggungan keluarga. Responden dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok posyandu di wilayah Posdaya Puspa Lestari dan Posdaya Kenanga. Responden merupakan ibu rumah tangga yang memang memiliki anak batita dan balita serta bersedia untuk diwawancarai dengan perlakuan membaca leaflet (Posdaya Puspa Lestari) dan tidak membaca leaflet (Posdaya Kenanga). Pemilihan responden dilakukan melalui kerangka sampling yang sudah tersedia melalui data posyandu dari masing-masing Posdaya lalu diacak menggunakan microsoft excel. Berikut dapat dilihat karakteristik khalayak pada Tabel 4.
Tabel 4 Jumlah dan persentase responden berdasarkan karakteristik RW 07 tahun 2016
Karakteristik Kategori
Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol
Jumlah (n) Persentase (%) Jumlah (n) Persentase (%)
Usia Muda (20-25 tahun) 5 16.70 5 16.70
Sedang (26-30 tahun) 9 30.00 9 30.00 Tua (> 30 tahun) 16 53.30 16 53.30 Tingkat Pendidikan Rendah (SD/MI/Sederajat) 5 16.70 1 3.30 Sedang (SMP/MTs/Sederajat) 5 16.70 6 20.00 Tinggi (SMA/SMK/MA/D3/S1) 20 66.70 23 76.70 Jumlah Tanggungan Keluarga Rendah (< 4 orang) 6 20.00 8 26.70 Sedang (4-5 orang) 22 73.30 20 66.70 Tinggi (> 5 orang) 2 6.70 2 6.70 Total 30 100.00 30 100.00
Usia
Usia pada penelitian ini dihitung dari sejak ibu-ibu lahir hingga pada saat penelitian sedang dilakukan, usia dinyatakan dalam satuan tahun. Usia dibagi ke dalam 3 kategori, seperti yang terlihat pada Gambar 3 dan 4.
Gambar 3 Komposisi responden kelompok eksperimen berdasarkan usia
Gambar 4 Komposisi responden kelompok kontrol berdasarkan usia
Gambar 3 menunjukkan sebaran usia pada kelompok eksperimen, yaitu responden di wilayah Posdaya Puspa Lestari. Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas ibu-ibu yang menjadi responden di Posdaya Puspa Lestari berada pada usia tua (> 30 tahun) mencapai 47 persen dari total 30 responden, sedangkan pada kategori usia muda (20-25 tahun) terdapat 17 persen, dan pada usia sedang (26-30 tahun) mencapai 30 persen. Berdasarkan data pada Gambar 3 dapat disimpulkan bahwa mayoritas usia ibu-ibu yang terdaftar pada kelompok posyandu di wilayah Posdaya Puspa Lestari memiliki kategori usia tua, yaitu di atas 30 tahun.
Gambar 4 menunjukkan sebaran usia pada kelompok kontrol, yaitu responden di wilayah Posdaya Kenanga. Terlihat pada Tabel 4 menunjukkan angka yang sama dengan Gambar 4, yaitu mayoritas usia responden di kelompok kontrol adalah kategori usia tua yang mencapai 47 persen. Berdasarkan kedua gambar ini dapat disimpulkan bahwa responden dari kedua wilayah yang dijadikan tempat penelitian ini memiliki karakteristik usia yang serupa. Hal tersebut merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam penelitian berjenis eksperimen seperti ini.
Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan merupakan jenjang terakhir sekolah formal yang pernah diikuti responden sampai waktu penelitian berlangsung. Tingkat pendidikan
17% 30% 53% Usia Muda Usia Sedang Usia Tua 17% 30% 53% Usia Muda Usia Sedang Usia Tua
dibagi menjadi 3 kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Tingkat pendidikan rendah yaitu responden yang tamat Sekolah Dasar (SD) sederajat, kategori sedang yaitu tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, dan tingkat pendidikan tinggi yaitu tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) ke atas.
Gambar 5 Komposisi responden kelompok eksperimen berdasarkan tingkat pendidikan
Gambar 6 Komposisi responden kelompok kontrol berdasarkan tingkat pendidikan
Gambar 5 memperlihatkan bahwa pada kelompok eksperimen, mayoritas karakteristik tingkat pendidikan responden berada pada kategori tinggi sebesar 66 persen dari 30 responden. Responden yang tamat SMP sederajat dan SD sederajat memiliki jumlah yang sama yaitu sebesar 17 persen.
Gambar 6 menunjukkan karakteristik tingkat pendidikan responden kelompok kontrol. Gambar 6 menunjukkan bahwa mayoritas responden di kelompok kontrol memiliki tingkat pendidikan tinggi yaitu sebesar 77 persen dari total 30 responden. Responden yang tingkat pendidikannya tamat SMP sederajat berjumlah 20 persen, sedangkan yang tamat SD sederajat hanya mencapai 3 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa karakteristik tingkat pendidikan kedua kelompok ini hampir memiliki karakteristik yang sama, yaitu sama-sama memiliki mayoritas tingkat pendidikan yang tinggi.
Jumlah Tanggungan Keluarga
Kategori jumlah tanggungan keluarga responden dibagi berdasarkan data emik, yaitu data yang sesuai dengan kondisi lapang. Jumlah tanggungan keluarga
17% 17% 66% Rendah Sedang Tinggi 3% 20% 77% Rendah Sedang Tinggi
ini dibagi menjadi 3 kategori, yaitu rendah (< 4 orang), sedang (4-5 orang), dan tinggi (> 5 orang).
Gambar 7 Komposisi responden kelompok eksperimen berdasarkan tanggungan keluarga
Gambar 8 Komposisi responden kelompok kontrol berdasarkan tanggungan keluarga
Data yang didapat dari lapang menunjukkan sebaran jumlah tanggungan keluarga responden berkisar antara 2 sampai 7 anggota keluarga. Terlihat pada Gambar 7 jumlah tanggungan keluarga responden dari kelompok eksperimen mayoritas berada di tingkat sedang, yaitu sebesar 73 persen dai 30 responden. Sedangkan pada kategori sedang sebesar 20 persen, dan tinggi sebesar 7 persen. Hal itu dikarenakan sebagian besar responden pada kelompok eksperimen sudah mengikuti anjuran keluarga berencana dengan jumlah dua orang anak.
Pada Gambar 8 menunjukkan sebaran jumlah tanggungan keluarga pada kelompok kontrol. Gambar 8 menunjukkan adanya kemiripan pada mayoritas jumlah tanggungan keluarga antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yaitu pada kategori sedang. Sedangkan kategori rendah berjumlah sebesar 27 persen dan kategori tinggi berjumlah paling sedikit sebesar 7 persen. Gambar 7 dan 8 menunjukkan adanya kemiripan kecenderungan sebaran jumlah tanggungan keluarga antara dua kelompok tersebut.
20% 73% 7% Rendah Sedang Tinggi 27% 66% 7% Rendah Sedang Tinggi