HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Penelitian
5.1.5 Ekologi perilaku bergerak
Perilaku bergerak ayam hutan hijau (Gallus varius) adalah suatu gabungan gerak yang dilakukan Gallus varius untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya baik dengan melompat, berjalan, berlari dan terbang ataupun gabungan dari melompat, berjalan, berlari dan terbang.
Terdapat empat tipe gerak yang menyebabkan Gallus varius berpindah tempat yang ditemukan di lokasi penelitian, yaitu:
a. Melompat
Merupakan gerakan yang sering dilakukan Gallus varius, saat turun dari pohon tempat tidur yang cukup tinggi Gallus varius melompat ke cabang yang lebih rendah dahulu sebelum menuju permukaan tanah dengan cara yang sama pula yaitu melompat. Gallus varius melompat dengan cara menekuk kedua tungkainya dan bertumpu pada kedua tungkainya tersebut kemudian kepala ditengadahkan atau menunduk tergantung lokasi yang ingin dituju (melompat ke atas atau kebawah). Tungkai yang tadi ditekuk digunakan sebagai awalan untuk bisa melontarkan tubuhnya dan terkadang dibarengi dengan kepakan sayap untuk memudahkan gerakan.
b. Berjalan
Gerakan yang dilakukan bersamaan dengan aktivitas makan, selama mencari makan Gallus varius akan terus berjalan mencari lokasi-lokasi ditemukannya makanan. Gallus varius berjalan dengan cara mengayunkan tungkainya kedepan secara bergantian, kepala tegak untuk tetap mengawasi keadaan sekitarnya. Saat berjalan selain melakukan aktivitas makan yaitu mengais dan mematuk Gallus varius terkadang terlihat bersuara. Suara yang sering
dikeluarkan pada saat berjalan adalah jenis “kek-kek-kek” dengan tempo yang lambat. Pada siang hari Gallus varius berjalan menuju tempat istirahat dan kembali di sore hari untuk kembali melanjutkan aktivitas makan. Aktivitas berjalan terakhir yang dilakukan Gallus varius selama satu hari adalah pada sore hari yaitu berjalan menuju tempat tidurnya.
c. Berlari
Merupakan gerak yang termasuk dalam perilaku bergerak yang tidak tentu, karena perilaku ini hanya dilakukan jika Gallus varius menerima rangsang yang
mengancam keselamatannya. Gallus varius berlari dengan cara sama seperti berjalan tapi ayunan yang dilakukan kedua tungkainya lebih cepat dan kepala sedikit ditundukkan untuk mendapatkan kecepatan. Dalam berlari Gallus varius memiliki dua tipe gerakan yaitu berlari lurus dan terkadang berbelok-belok (zig- zag) dan berlawanan dengan arah gangguan berasal.
d. Terbang
Gerakan ini dilakukan untuk menuju tempat yang posisinya lebih tinggi seperti naik ke percabangan pohon, berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya ataupun melewati semak belukar yang rapat. Jika Gallus varius menerima gangguan yang serius, gerakan terbang ini lebih sering dilakukan daripada berlari. Cara terbang Gallus varius adalah dengan mengambil sedikit awalan berlari jika dimulai dari permukaan tanah kemudian mengepakkan kedua sayapnya sehingga dapat terbang menuju lokasi yang diinginkan. Sedangkan jika Gallus varius terbang dari atas pohon maka gerakan terbang dimulai dengan melompat kemudian mengepakkan sayap dan membentangkan sayap untuk melayang menuju lokasi tujuannya. Pada saat terbang posisi kepala, badan dan ekor hampir membentuk garis lurus dan kedua tungkai diluruskan serta ditempelkan ke badan. Tungkai kembali ditekuk dan diturunkan pada saat Gallus varius akan mendarat di lokasi tujuannya baik di permukaan tanah atau cabang pohon. Pada saat terbang Gallus varius sering mengeluarkan suara “kek-kek-kek” dengan tempo yang cepat jika terbang yang dilakukan merupakan respon terhadap sebuah gangguan.
Terbang yang dilakukan Gallus varius untuk mencapai lokasi tertentu seperti dari permukaan tanah ke permukaan tanah lainnya, permukaan tanah ke pohon, pohon ke pohon dan dari pohon ke permukaan tanah. Arah terbang Gallus varius dibagi menjadi dua tipe yaitu terbang lurus dan berbelok tergantung lokasi yang ingin dicapai. Waktu yang dibutuhkan untuk sekali terbang berkisar antara 2-20 detik dengan jarak tempuh 2 – 200 meter. Gallus varius dapat terbang sampai dengan ketinggian ± 8 m dari permukaan tanah.
Mekanisme perilaku bergerak Gallus varius pada kondisi habitat yang dianggap aman dilakukan mulai turun dari pohon tidur untuk bergerak demi pemenuhan kebutuhan hidupnya seperti makanan dan air kemudian bergerak menuju tempat istirahat di siang hari dan kembali bergerak menuju tempat makan
sore hari sampai kembali menuju pohon tempat tidur. Mekanisme perilaku bergerak juga terjadi secara spontan pada saat menghindari gangguan yang mengancam kelangsungan hidupnya dan merupakan perilaku bergerak yang tidak tentu, karena perilaku ini hanya dilakukan jika Gallus varius menerima gangguan yang mengancam keselamatannya.
Bergerak merupakan bagian dari aktivitas harian Gallus varius yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan menghindari gangguan yang mengancam hidupnya seperti predator dan lainnya. Strategi perilaku bergerak yang dilakukan Gallus varius dapat dilihat dalam pemilihan jenis gerakan yang dipilih dalam bergerak seperti melompat, berjalan, berlari atau terbang yang disesuaikan dengan jenis gangguan sehingga dapat menghemat energi.
Pada habitat hutan musim dekat aktivitas manusia, perilaku bergerak banyak dilakukan dengan berjalan saja karena telah terjadi adaptasi terhadap gangguan yang terdapat pada habitat ini seperti banyaknya manusia yang lewat disekitar lokasi makan. Hutan musim yang jauh dari aktivitas manusia memiliki tingkat gangguan dari manusia yang lebih kecil, akan tetapi pada saat gangguan datang maka Gallus varius akan memilih gerakan yang lebih cepat untuk menghindarinya. Gerakan yang dipilih seperti loncat, berlari dan terbang.
Habitat savana semenanjung Prapat Agung tidak memiliki banyak pohon dan didominasi jenis tumbuhan bawah seperti kirinyuh (Eupatorium odoratum). Strategi yang dilakukan adalah dengan memilih bergerak menuju semak yang berada tidak jauh dari posisi Gallus varius saat menerima ancaman. Hal ini dilakukan untuk menghemat energi dalam melakukan gerakan.
Rekapitulasi perilaku bergerak Gallus varius dapat dilihat dalam tabel 13 berikut:
Tabel 13 Rekapitulasi perilaku bergerak Gallus varius di tiga tipe habitat TNBB Lokasi Durasi rata-rata
(detik) Ragam waktu (detik) Durasi min (detik) Durasi max (detik) Ht musim dekat aktivitas
manusia 110,40 19999,30 2 420 Ht musim jauh dari
aktivitas manusia 10,94 134,20 1 45
Berdasarkan tabel perilaku bergerak dapat diamati pada semua tipe habitat. Pada hutan musim dekat aktivitas manusia durasi rata-rata perilaku bergerak yang dibutuhkan adalah 110,40 detik dan merupakan durasi terlama dibandingkan dengan habitat savana dan hutan musim jauh dari aktivitas manusia dengan durasi rata-rata 11,40 detik dan 10,94 detik. Nilai ragam terbesar pada habitat hutan musim dekat aktivitas manusia kemudian hutan musim jauh dari aktivitas manusia dan savana dengan nilai berturut-turut 19999,30 detik, 134,20 detik dan 65,53 detik. Selang waktu bergerak di hutan musim dekat aktivitas manusia adalah 2- 420 detik yang merupakan selang terpanjang dibandingkan habitat hutan musim jauh dari aktivitas manusia dan savana.
Rekapitulasi frekuensi dan durasi perilaku bergerak Gallus varius dapat dilihat dalam tabel 14 berikut:
Tabel 14 Rekapitulasi frekuensi dan durasi perilaku bergerak Gallus varius di TNBB
Tipe habitat
Total Hutan musim jauh dari
aktivitas manusia
Hutan musim dekat aktivitas manusia
Ekosistem savana
Frekuensi 27 48 12 87
Durasi 175 1545 103 1823
Hasil uji chi square aktivitas bergerak Gallus varius dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 15 Hasil uji chi square perilaku bergerak di berbagai tipe habitat χ2 tab = 5,99;
db = 2
Tipe habitat
χ2 hitung Hutan musim jauh
dari aktivitas manusia
Hutan musim dekat aktivitas manusia
Ekosistem savana
Frekuensi 1,38 0,50 0,12 2,00 Durasi 0,65 6,76 81,24 88,65
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa hasil uji chi square di TNBB untuk frekuensi bergerak diperoleh χ2 hitung = 1,996 yang lebih kecil dari nilai χ2tab = 5,99 sehingga dapat dikatakan tidak ada perbedaan frekuensi bergerak di tipe habitat/ lingkungan yang berbeda. Atau dengan kata lain, perilaku bergerak tidak dipengaruhi oleh tipe habitat. Hasil yang sebaliknya ditunjukkan pada uji chi square untuk durasi perilaku bergerak yaitu nilai χ2 hitung = 88,645 yang jauh
melebihi nilai χ2 tab = 5,99 sehingga dapat disimpulkan durasi perilaku bergerak dipengaruhi oleh perbedaan tipe habitat.