• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TEMUAN DATA

INTERPRETASI DATA

IV.1 Gambaran pemanfaatan Quipper School di MAN Jombang

IV.1.2 Ekspektasi Usaha ( Effort Expectancy )

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai pemanfaatan Quipper School sebagai sarana pendukung proses belajar siswa melalui konstruk ekspektasi usaha(performance expectancy). Ekspektasi usaha merupakan tingkat kemudahan yang terkait dengan penggunaan suatu sistem atau teknologi (Venkatesh, 2003).

Berikut merupakan beberapa bagian yang dapat menggambarkan bagaimana pemanfaatan Quipper School sebagai sarana pendukung proses belajar di sekolah melalui konstruk ekspektasi usaha (performance expectancy). Pada tabel III.15 halaman III-25 menunjukkan mengenai gambaran ekspektasi usaha yakni sejauhmana tingkat kemudahan siswa

dalam menggunakan Quipper School. Hasil temuan data pada bab III, diketahui bahwa sebesar 86,5% siswa menganggap bahwa penggunaan Quipper School merupakan hal yang mudah, sedangkan hanya sebesar 3,5% siswa saja yang menganggap bahwa penggunaan Quipper School merupakan hal yang tidak mudah dan sisanya sebesar 10% siswa yang menganggap bahwa penggunaan Quipper School sedikit sulit.

Tingkat ekspektasi usaha dalam pemanfaatan Quipper School dapat dikatakan sebagai hal yang mudah, dapat dilihat dari seberapa besar siswa menganggap bahwa tampilan dari Quipper School jelas dan dapat dipahami dengan mudah. Hasil temuan peneliti pada bab III, dapat diketahui bahwa sebanyak 90% siswa menganggap bahwa tampilan Quipper School sangat jelas dan mudah dipahami, dan sebanyak 88% siswa juga menganggap bahwa tampilan Quipper School terlihat sederhana namun menarik. Tampilan Quipper School yang terlihat menarik bagi siswa, karena pada Quipper School disediakan beberapa tema tampilan menarik, dimana siswa dapat menganti tema tampilan (backgraoud) yang sesuai dengan keinginnya. Siswa juga dapat membeli tema tampilan pada Quipper School dengan cara menukarkan koin miliknya yang didapatkan siswa ketika siswa berhasil menjawab soal pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepadanya. Sedangkan tampilan Quipper School yang sederhana dapat terlihat dari pengoperasian (penggunaan) Quipper School yang mudah dipahami. Dari hasil temuan peneliti pada bab III, dapat diketahui bahwa sebesar 88% siswa yang merasa senang dengan adanya tema tampilan yang disediakan dan sebesar 90% siswa yang menganggap bahwa pengoperasian Quipper School itu mudah dipahami. Tingginya tingkat kemudahan dalam penggunakan Quipper School dapat diartikan bahwa untuk mempelajari penggunaan Quipper School merupakan hal yang mudah bagi siswa. Hal ini datunjukkan dari hasil temuan peneliti bahwa sebesar 86% siswa

menganggap bahwa mempelajari pengoperasian Quipper School adalah hal mudah. Ketika siswa merasa pengoperasian Quipper School adalah hal yang mudah, sehingga siswa juga dapat menggunakan Quipper School dengan lancar dengan prosentase sebesar 77%.(lihat pada bab III, tabel III.15, halaman III-25).

Dari indikator-indikator pada variabel ekspektasi usaha yang dipaparkan diatas terlihat bahwa siswa tidak merasa kesulitan dalam menggunakan Quipper School. Hal ini didukung dengan data pada tabel III.20 halaman III.40 mengenai kekuatan variabel ekspektasi usaha yang dilihat dari nilai rata-rata skor hasil dari penjumlahan dan pembagian dari banyaknya pertanyaan untuk variabel ekspektasi usaha. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata skor pada variabel ekspektasi usaha sebesar 4,075. Hal itu menandakan bahwa skor tersebut masuk dalam kategori tinggi, sehingga dapat diartikan bahwa ekspektasi usaha memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat penggunaan pada Quipper School. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi tinggi terhadap kemudahan penggunaan Quipper School akan memiliki niat yang tinggi pula dalam pemanfaatan Quipper School. Hasil ini sama dengan hasil yang ditemukan oleh Venkatesh et.al (2003), yang menyatakan bahwa persepsi kemudahan dalam penggunaan sistem merupakan prediktor yang signifikan dari niat pemanfaatan, sehingga dapat diketahui bahwa dalam penelitian ini siswa MAN Jombang memiliki tingkat ekspektasi usaha yang tinggi akan semakin berminat menggunakan Quipper School.

Pengaruh ekspektasi usaha terhadap minat pemanfaaatan siswa dalam menggunakan Quipper School, dapat dilihat melalui 3 faktor dari variabel ekspektasi usaha yang meliputi persepsi kemudahan penggunaan, kompleksitas, dan kemudahan penggunaan (Aoun, Chadi et al, 2010). Ketiga faktor tersebut yang akan mempengaruhi minat siswa untuk

memanfaatkan Quipper School. Persepsi kemudahan penggunaan dalam menggunakan Quipper School berkaitan dengan indikator pernyataan bahwa tampilan Quipper School yang jelas dan mudah dipahami, dimana tampilannya terlihat sederhana namun menari karena tersedia beberapa tema tampilan yang dapat diganti siswa sendiri. Hal tersebut didukung oleh pernyatan dari Nielsen (dalam Yin-Leng Theng, 2005) yang mendefinisikan kegunaan suatu sistem sebagai atribut kualitas yang dinilai dari bagaimana tampilaninterfaceyang mudah digunakan oleh pengguna. Apabila dikaitkan dengan penelitian ini, maka siswa setuju dengan tampilan Quipper School yang mudah dipahami inilah yang menjadikan siswa memiliki minat menggunakannya.

Kompleksitas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan siswa menggunakan Quipper School. Kompleksitas dalam variabel ekspektasi usaha berkaitan dengan indikator pengoperasian (penggunaan) Quipper School yang mudah dipahami dan indikator untuk mempelajari Quipper School adalah hal yang mudah. Kompleksitas sendiri merupakan tingkat dimana inovasi dipersepsikan sebagai sesuatu yang relatif sulit untuk diartikan dan digunakan oleh individu (Rogers dan Shoemaker,1971 dalam Venkatesh et.al, 2003). Thomson et.al (1991) dalam penelitiannya menemukan adanya hubungan negarif antara kompleksitas dan pemanfaatan teknologi informasi. Hal ini berarti siswa mempercayai penggunaan Quipper School yang lebih mudah dipahami dan mudah dalam hal pengoperasiannya akan menimbulkan minat dalam menggunakan Quipper School tersebut.

Kemudahan penggunaan juga menjadi faktor yang akan mempengaruhi minat pemanfaatan siswa menggunakan Quipper School dari variabel ekspektasi usaha. Kemudahan penggunaan ini berkaitan dengan indikator penyataan dari variabel ekspektasi usaha dimana

kemudahan penggunaan Quipper School yang dapat diakses secara lancar. Papy, Fabrice (2008) mengatakan bahwa kehadiran internet dan mesin pencarian serta penggunaan teknologi informasi dan komunikasi diberbagai bidang kegiatan akan berkontribusi membuat masyarakat lebih nyaman. Pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa kehadiran Quipper School yang dapat digunakan secara lancar untuk membantu belajar siswa di sekolah akan semakin membuat siswa merasa nyaman.

Faktor-faktor diatas menunjukkan bahwa ekspektasi usaha mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat pemanfaatan siswa menggunakan Quipper School. Hal ini senada dengan penelitian-penelitian terdahulu seperti yang dilakukan oleh Venkatesh et.al (2003) mengenai penerimaan dan pemanfaatan teknologi informasi bahwa ekspektasi usaha mempunyai pengaruh signifikan terhadap niat pemanfaatan suatu sistem. Marchewka & Kostiwa (2007) dan Sedana & Wisnu (2010) juga menyatakan bahwa konstruk ekspektasi kinerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap niat pemanfaatan. Hasil analisis data pada penelitian ini menyatakan bahwa siswa MAN Jombang yang memiliki level ekspektasi usaha yang tinggi akan semakin berminat untuk menggunakan Quipper School sebagai media pendukung belajar mereka.