Waktu dicalonkan aWalnya Saya aGak enGGan. tapi Saya
MeMakai nalar jernih, bahWa ini SebaGai Suatu kepercayaan
penuh dari ibu preSiden.
Reporter: Isfari Hikmat
M
irAnDA S Gultom mengaku masih tenang-tenang saja meski sudah ditetapkan sebagai tersangka suap pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI). Ia bahkan meminta keluarganya agar tidak bersedih.Penetapan tersangka membuat Miranda ka-get tapi lega. Ia yakin ia tidak bersalah karena tidak melakukan apa-apa untuk pemenangan dirinya se-bagai DGS BI.
“Saya tidak meminta orang untuk memberikan uang, mensponsori, atau menjanjikan apapun,” kata Miranda.
Berikut petikan wawancara reporter majalah detik Isfari Hikmat dan Reporter Trans7 dengan Miranda S Gultom usai menjadi promotor dalam si-dang doktor di UI:
Bagaimana tanggapan ke luarga setelah status Anda dinaikkan sebagai tersangka?
Saya sudah minta jangan ada yang bersedih, karena saya yakin tidak melakukan apa-apa. Saya tidak meminta orang untuk memberikan uang, mensponsori, atau menjanjikan apapun. Saya rasa memang berat se-bagai tersangka, saya tetap tenang karena saya tahu tidak melakukan apa-apa.
Lalu, apa yang Anda ketahui terkait permasalah an yang terjadi?
Yang saya ketahui, terbukti ada cek pelawat, yang saya ketahui ada beberapa puluh anggota DPR yang
Majalah detik 30 januari - 4 februari 2012
Fokus setelah Miranda, lalu siapa?
dihukum untuk menerima gratifikasi, yang saya keta-hui Bu Nunun sekarang menjadi tersangka.
Kaitannya dengan Anda?
Saya kurang jelas juga kalau kaitannya dengan saya, apa permasalahan yang terjadi. Adanya cek pelawat itu baru saya ketahui Agustus 2008 saat Agus Condro membuka itu ke publik. Yang saya ketahui hanyalah di dalam proses pemilihan deputi gubernur
senior, saya mengikuti fit
and proper test.
Ada pertemuan khu sus sebelum mengikuti fit and proper test?
Sebelum fit and
proper test, saya
melaku-kan pertemuan dengan dua fraksi.
Kenapa hanya dua fraksi?
Karena memang dua fraksi tersebut yang waktunya cocok, yaitu PDIP dan angkatan ber-senjata. Tidak berdua-dua, pertemuan terbuka, berlima belas dan berempat.
Yang menjadi pembahasan?
Yang saya sampaikan adalah misi visi saya, satu. Kedua bahwa saya enggan mengikuti fit and proper test bila yang ditanya adalah pertanyaan pribadi dan keluarga yang ditonjolkan. Seperti halnya yang diton-jolkan saat saya mengikuti pemilihan calon gubernur 2003, justru yang paling dominan adalah pertanyaan mengenai masalah keluarga. Saya mengikuti fit and
Rumah Miranda m rizki/detikfoto Tap untuk mendengarkan wawancara Miranda.
proper test itu sebagai seorang profesional.
Apakah Anda yakin dengan kemampuan Anda? Kalau Anda tanya saya, apakah saya yakin bahwa saya patut terpilih. Dengan kredensi saya, dengan pengalaman saya, dengan pendidikan saya, saya pa-tut dipilih. Sehingga sewaktu saya terpilih, saya tidak merasa aneh. Pada waktu saya tidak terpilih sebagai gubernur BI pada 2003 saya justru merasa aneh, ada apa?
Bagaimana selanjutnya Anda dapat terpilih se bagai deputi gubernur senior BI?
Pada 2004 waktu saya terpilih, saya pikir logislah, pada 2003 saja saya sudah dicalonkan untuk menjadi Gubernur (BI), masa untuk suatu rank yang lebih ren-dah saya tidak pantas.
Ada tanggapan mengenai penurunan status dari mencalonkan sebagai gubernur menjadi deputi gu bernur?
Awalnya saya pada waktu dicalonkan agak enggan, Anda bayangkan sudah pernah dicalonk-an menjadi gubernur lalu menjadi deputi gubernur senior, kan enggak enak. Tapi saya memakai nalar jernih, bahwa ini sebagai suatu kepercayaan penuh dari Ibu Presiden. Bukan menyombongkan, tapi saya diberi Tuhan talenta pengetahuan di bidang Bank Sentral, jadi saya terima.
Lalu apa yang menjadi motivasi anda?
Tidak ada motivasi untuk memenangkan apa-pun, motivasi saat menyampaikan fit and proper test adalah untuk menunjukkan saya pantas diterima. Kalau bukan saya yang terpilih, saya justru bertanya-tanya.
Apakah karena terkejut karena sudah membayar untuk diterima?
Tap untuk mendengarkan wawancara Miranda.
Majalah detik 30 januari - 4 februari 2012
Fokus setelah Miranda, lalu siapa?
Tidak ada niat saya sedikit pun, bahkan tidak ter-pikirkan untuk membayar orang agar memilih saya. Dan tidak terpikirkan. Rasa percaya diri saya terlalu besar, bahwa yang harus saya tunjukkan adalah pro-fesionalisme saya, bukan permainan uang.
Namun ada yang mengaku menerima uang setelah anda terpilih?
Bisa anda bayangkan terkejutnya saya pada 2008, saat saya terlena-lena di hari Minggu, Agus Condro menyebut seperti itu. Tetapi karena saya yakin, tidak pernah meminta orang untuk memberikan uang, meminta orang untuk mensponsori, tidak pernah juga memberikan janji kalau terpilih nanti, saya akan memberikan apa. Saya berjalan tenang.
Sejak saat itu Anda jarang terlihat?
Kalau sejak 2008 saya berjalan tenang dan tidak terlihat panik, itu bukan karena saya sok tahu. Tetapi karena saya memahami dan menghormati hukum. Saya diam selama ini bukan karena saya takut. Ba-nyak yang menawarkan saya untuk talkshow dan se-bagainya (saya tidak mau) bukan karena takut, tapi karena saya menghormati lembaga ini (KPK).
Anda diam tapi opini publik berkembang terus? Saya tidak ingin terdistorsi dengan pernyataan-pernyataan saya, kalau Anda lihat saya tidak pernah memberikan pernyataan apapun yang substantif. Kalau pernyataan door stop di depan KPK tentu saya jawab. Ada pertanyaan digiring apa pertanyaan di dalam, saya pikir tidak elok, saya menghormati lem-baga yang terhormat ini. (IYE)
Tap untuk mendengarkan wawancara Miranda.