kriminal
Majalah detik 30 Januari - 4 februari 2012
S
eSungguhnya saya telah merasakan penyesalan yang sangat terdalam kepada semua korban dari saat kejadian tersebut hingga akhir dari perjalanan hidup saya nanti.Terkhusus untuk seluruh keluarga korban. Saya tak lagi bisa berkata-kata untuk mengungkapkan rasa penyesalan yang teramat dalam. Maafkan saya atas kehilangan cinta Anda, maafkan saya atas kehilangan pengharapan Anda, maafkan saya..
Demi Allah saya memohon maaf atas semuanya... Saya mungkin tak patut mendapatkan maaf dari Anda semua... Tapi izinkan saya untuk mengatakan maaf... maaf...maaf!
Demikian sepucuk surat yang ditulis tangan Afriyani Susanti dari balik tahanan Polda Metro Jaya.
Surat sopir Xenia maut itu dibubuhi materei Rp 6 ribu.
Tulisan tangan Afriyani itu dibacakan adiknya, Ayudyah Safitri, saat bertemu wartawan di Kafe Bengawan Solo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2012. Surat itu dibacakan Ayu sambil terisak.
***
Malam Minggu 21 Januari 2012 rupanya menjadi saat terakhir bagi Afriyani untuk bersenang-senang. Kini, hidup Afriyani berbalik 180 derajat. Ia kini meringkuk di Ruang Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya.
Tak cuma itu, Afriyani yang sebelumnya hanya masyarakat biasa, itu, kini dikecam oleh publik. Di dunia maya, orang-orang menghujatnya. Keluarga Afriyani yang tinggal di Tanjung Priok, Jakarta Utara,
Keluarga Afriyani memperlihatkan surat yang ditulis oleh Afriyani (detikfoto)
pun menutup diri untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya mau bicara di media massa.
Semua itu karena kecelakaan maut yang terjadi di Jl Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, Minggu, 22 Januari 2011. Saat itu, mobil pinjaman yang disetir Afriyani, Daihatsu Xenia bernopol B 2479 XI, menabrak pejalan kaki di jalan itu. Hari libur yang sedikit ‘tenang’ di Jakarta pun berubah menjadi heboh.
Xenia maut itu awalnya melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Stasiun Gambir menuju Tugu Tani. Setibanya di depan Kementerian Perdagangan, mobil itu terhuyung ke arah kiri, menabrak 12 pejalan kaki, dan menghantam halte. Dari 12 orang itu, 8 orang tewas di tempat dan satu meninggal di rumah sakit.
Korban terdiri dari rombongan anak-anak yang selesai bermain futsal di lapangan Monumen Nasional (Monas). Selain itu, korban adalah satu rombongan piknik keluarga yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah (Jateng). Di antara korban-korban dari Jepara, dua di antaranya adalah balita berusia 2,5 tahun dan seorang ibu yang tengah hamil tiga bulan.
Dalam tayangan video pasca kecelakaan terjadi, Afriyani, perempuan berbadan subur dan berkacamata ini, tampak cuek saja. Sementara tiga teman-temannya ketakutan. Tanpa wajah menyesal, Afriyani mengaku
Video lokasi tabrakan Xenia maut (trans 7)
Mobil Xenia yang dikendarain Afriyani (detikfoto)
Tap pada gambar untuk melihat video
kriminal
Majalah detik 30 Januari - 4 februari 2012
kecelakaan itu disebabkan oleh rem mobil blong.
Namun, dari hasil tes, Afriyani Cs kedapatan habis berpesta narkoba jenis ekstasi di kelab malam Stadium di kawasan Jl Hayam Wuruk, Jakpus.
Polda Metro Jaya memastikan Afriyani Cs positif memakai narkoba jenis ekstasi. Sebanyak empat butir ekstasi dibeli Afriyani
Cs di diskotik itu dengan harga Rp 200 ribu per butir. “Dia belinya di parkiran diskotik,” ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji.
Sepanjang malam Minggu sebelum kejadian itu, berdasarkan kronologi polisi, Afriyani bersama teman-temannya memang asyik masyuk dengan barang haram. Sebelum dugem di Stadium, mereka nongkrong di tempat hiburan di kawasan Kemang, Jaksel. Wiski dan bir hitam menjadi sajiannya.
Menurut Nugroho, perempuan yang bekerja di sebuah production house (PH) itu mengaku sudah dua bulan ini memakai narkoba. Begitu pula dengan tiga rekannya di dalam mobil. Namun, polisi tak begitu saja mempercayai pengakuan mereka.
Afriyani kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kecelakaan lalu lintas dan kepemilikan narkoba dengan ancaman hukuman di atas 6 tahun
Afriyani (istimewa)
penjara. Saat berkendara, ia tak mengantongi SIM dan STNK. Sementara teman-temanya juga menjadi tersangka kasus narkoba. Beberapa pihak menilai Afriyani pantas dijerat dengan pasal pembunuhan.
Di depan wartawan, Ibunda Afriyani, Yurneli, mengaku tidak tahu bagaimana pergaulan anaknya di luar rumah. Sementara saat berada di rumah, anaknya itu adalah pribadi yang tak neko-neko. Sejak
ayahnya meninggal, Afriyani juga mendukung ekonomi keluarga.
Seorang bekas teman kuliahnya, A, menilai, Afriyani adalah mahasiswi yang alim. Afriyani mengenakan jilbab bila sedang berada di kampus. Namun, dua tahun setelah lulus tahun 2005-an, jilbab itu dibuka. “Aku kaget dia buka kerudung,” kata A kepada majalah detik.
Menurut A, ketika masih berkuliah, Afriyani dipanggil dengan sebutan “Mami”. Mami dikenal sangat comel (cerewet), namun teman-temannya menyukai sifat itu. Sejak adanya kecelakaan maut itu, mereka pun bertanya-tanya tentang pergaulan negatif Afriyani sekarang ini.
(WAN)
Korban xenia maut (detikfoto)
Majalah detik 16-22 Januari 2012
kriminal
Puas menikmati narkoba serta minuman keras, Afriyani dan rekan-rekannya pergi meninggalkan Stadium. Mereka bergerak menuju Tugu Tani.
Pukul 10.00 WIB aahhhh....!!!
bukkk!!!
braakkk!!!
capcus yuk.!!!
dah pagi nih... hayo deh...dah tinggi boiii....
hadoo..ngantuk
juga gue... lo bisa nyetir
kan fri. .. siap take off!!! .. hehehe...gue
kan pilot!
cape juga... minum enak nih....
oke kapt!!!
Afriyani kehilangan kendali dan menabrak belasan pejalan kaki dengan kecepatan tinggi. sementara di tugu tani, ada anak-anak yang pulang
main futsal dan rombongan piknik ke monas. dan seketikaa...
ia ditahan pihak kepolisian dan ditetapkan menjadi tersangka kecelakaan lalu lintas dan kasus narkoba.
Remnya blong Pak”
Reporter: Evi Tresnawati