REKONSTRUKSI PEMIKIRAN SEBAGAI CIRI MASYARAKAT MODERN
C. Pemikiran Integrasi: Misi Konsep Membangun Manusia Modern
5. Enrichment of ‘Aql (intellect)
Manusia modern memiliki keterampilan berpikir yang kreatif dan inovatif. Manusia modern kaya dengan ide dan gagasan sebagai bagian dari kekayaan intelektual. Beberapa ciri manusia modern yang memiliki kekayaan intelektual yang baik adalah:
- High quality of religious and science education at affordable prices Kualitas keberagamaan yang tinggi dan pendidikan sains sebagai kemampuan yang dapat bernilai ganda. Manusia modern hidup dalam kondisi serba sains. Teknologi informasi dan segala perkakas yang berkaitan dengan kebutuhan manusia modern tidak lepas dari
sains dan pendidikan sains. Karena itu, manusia modern mudah dilakukan edukasi jika dikaitkan dengan sains karena sains sudah merupakan bagian dari pola pikir manusia modern. Termasuk kualitas keberagamaan manusia modern biasanya dikaitkan dengan pendidikan sains, sainslah yang memperjelas dan “melogikakan”
ayat-ayat tertentu untuk menambah keimanan dirinya. Bahkan untuk memperjelas bukti kebenaran ayat dalam Alquran adakalanya digunakan sains sebagai alat untuk memudahkan penjelasan dan penafsiran.
- Emphasis on the maqosid in the interpretation of texts
Manusia modern memiliki kelebihan intelektual. Kelebihan itu biasa diwujudkan dalam memberikan interpretasi teradap teks-teks yang ada sebagai bagian dari khazanah umat manusia. Teks yang bekaitan dengan nas-nas ayat Alquran maupun teks-teks yang berhubungan dengan naskah yang ada. Dalam konteks pemaknaan terhadap teks biasa “menekankan pada maqosid dalam memberikan interpretasi terhadap teks”. Disadari atau tidak banyak naskah yang tersimpan di beberapa perpustakaan yang merupakan ilmu yang sangat berharga bagi kehidupan saat ini.
- Library and research facilities
Pepustakaan dan fasilitas riset merupakan bagian yang tidak terpisakan dari pola kehidupan manusia modern yang memiliki kekayaan intelektual. Peradaban masa lalu (umat Islam) yang pernah masa-masa gemilang dalam percaturan dunia ilmu, kini mengalami kemandegan. Riset-riset yang memunculkan ilmu-ilmu baru sedikit sekali dibandingkan dengan jumlah para sarjana dan doktor di zaman dulu. Fasilitas riset yang ada di setiap perguruan tinggi sangat tidak memadai, termasuk perpustakaannya, selain jumlah buku yang terbatas, juga jenis buku yang tersedia belum memenuhi kebutuhan untuk pengembangan ilmu.
- Freedom of thought and expression
Kebebasan berpikir dan berekpresi merupakan ciri utama manusia modern. Saat ini penjajahan secara fisik memang sudah hampir tidak ada. Akan tetapi, kadang-kadang penjajahan pemikiran dan
kebebasan berekspresi kadang-kadang masih ditemukan di beberapa tempat walaupun penjajahan itu terjadi secara terselubung atau disamarkan. Jenis ekspresi manusia modern berbeda dengan manusia “primitif”, manusia modern berekpresi untuk meraih kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, seperti pengakuan (eksistensi diri), kebebasan berpikir, pengalaman, penambahan pengetahuan, dan memberikan pertolongan kepada manusia lain, sedangkan manusia “primitif” hanya untuk kepentingan materi dan fisik semata-mata seperti kekayaan dan sebagainya.
- Reward for creative work
Manusia modern memiliki keinginan dan perasaan mampu melakukan dan berkeinginan menampilkan eksistensi dirinya.
Perasaaan itu muncul ketika ia telah melaksanakan satu pekerjaan dan berhasil. Perasaan ini wajar untuk mendapat pengargaan dari pihak lain. Perasaan tersebut muncul pada siapa pun manusia yang hidup pada zaman modern ini. Manusia modern mendambakan perasaan untuk dihargai sebagai manusia yang telah berjasa, berprestasi, memberikan sumbangsih pemikiran dan pembangunan bagi manusia lainnya bahkan terhadap alam. Penghargaan untuk yang bekerja kreatif merupakan ciri manusia modern.
- Finance
Hal keuangan merupakan bagian yang sulit dipisahkan untuk manusia modern. Tidak aneh kalau sekelompok anak muda atau masyarakat dengan komunitas tertentu sering terucap ungkapan-ungkapan keseharian sebagai berikut: “ada uang abang sayang, tidak ada uang abang ditendang”, “uang adalah segala-galanya”, “dengan uang apa pun bisa”, “lupa halal dan haram demi uang”, “saling bunuh karena uang”, “rela bekorban karena uang”, “saling bunuh karena uang”, “berebut jabatan karena uang”, “membeli jabatan dengan uang”, “duit, deukeut, dulu” (artinya uang, kedekatan, dan saudara), dan sebagainya ungkapan-ungkapan yang sudah menjadi bagian dari bahasa masyarakat. Dalam konteks itu begitu negatifnya uang, tetapi jika uang dipakai untuk kebaikan, menolong sesama, membangun jalan, mencerdaskan dan membangun peradaban
kemanusiaan tentu akan sebaliknya membawa ketenangan dalam hidup. Kekeliruan berpikir manusia modern adalah bahwa uang menguasai mindset dirinya. Keuangan memang penting, tetapi tentu tidak mebgorbankan nilai dirinya sebagai manusia. Manusia memiliki spiritualitas dan pemikiran intelektualitas yang mampu meningkatkan nilai dirinya sebagai manusia.
- Teget enrichment of intellect
Ciri manusia modern adalah mampu mengaktualisasikan dirinya dalam bentuk yang lebih elegan dan bermakna. Ciri ini jarang dimiliki oleh manusia lainnya, hanya orang-orang yang senang dan berminat terhadap ilmulah yang memiliki target kekeyaan intelektual.
- Expansion of knowledge and technological base
Memperluas pengetahuan dan basis teknologi saat ini sedang menjadi bagian kehidupan manusia modern. Manusia modern yang tidak mampu mengejar pengetahauan dan teknologi dalam hitungan hari akan tertinggal informasi. Informasi pada era modern saat ini bersifat digital, sehingga jika kita tidak mengenal teknologi, akan kesulitan. Sehingga usaha memperluas pengetahuan dan teknologi menjadi kebutuhan masyarakat modern. Pengetahuan dan teknologi merupakan dua elemen kebutuhan manusia modern yang jika salah dalam memasang mindset, akan sama parahnya seperti finance.
Begitu keliru dalam memasang mindset, maka pengetahuan dan teknologi menjadi bagian yang menurunkan nilai-nilai kemanusiaan.
Saat ini pengetahuan dan teknologi sudah menjadi komoditas tertentu, dan kadang menjadi bagian yang diperjual belikan, bahkan dikesankan ada komunitas tertentu yang jika mindset yang digunakan salah, dapat dgunakan untuk menekan pihak lain yang lemah. Dalam konteks ini jika sedikit “dengan bahasa yang sinis”
saling jajah dengan pengetahuan dan teknologi, sudah dilakukan manusia modern sejak lama. Siapa yang kuat dialah yang menang.
Ungkapan ini berlaku pada penguasaan dan perluasan pengetahuan dan teknologi. Negara-negara yang sudah terlebih dahulu maju dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologinya, seperti Australia, Amerika, Jerman, Inggris, Turki, Jepang, Singapore, Malaysia,
Belanda, Kanada, Scotlandia, dan banyak negara sudah sejak lama menguasai pengetahuan dan teknologi. Ribuan mahasiswa kita yang kuliah di sana, dan negara mereka memiliki dampak positif dengan adanya mahasiswa kita yang belajar di sana. Mereka terus-menerus melakukan perluasan pengetahuan ke berbagai negara untuk mencari “jajahan” baru dunia pengatahuan dan teknologi. Negara-negara yang disebutkan di atas, banyak mengambil keuntungan dari Negara Indonesia dalam hal sekolah di sana, maupun dalam hal memenuhi kebutuhan hasil teknologinya.
- Enrichment of faith, self, posterity and wealth
Kekayaan keyakinan, individu, anak cucu dan kesehatan merupakan bagian dari kenikmatan yang khas dibutuhkan oleh manusia modern.
Elemen ini muncul di kalangan manusia yang lebih tinggi nilai-nilai tingkat kebutuhannya. Manusia modern memiliki keyakinan agama atau keyakinan di luar agama merupakan perwujudan dari sebuah kebutuhan. Jika keyakinan ini dipenuhi, ia akan terasa nyaman. Begitu pula dengan penghargaan diri, beserta keluarga anak cucunya.
- Socio-economic and political development
Sosial ekonomi dan pengembangan politik merupakan kebutuhan manusia modern dengan tingkatan yang lebih tinggi. Manusia modern ternyata tidak bisa lepas dari pemikiran politik. Pemikiran politik yang berorientasi kepada budaya dan peradaban kemanusiaan adalah yang akan menyejahterakan manusia lain, tetapi pemikiran politik yang berorietasi kepada keserakahan dan sentimen kemanusiaan hanya akan mendatangkan keluh kesah dan permusuhan antarsesama manusia. Pada tatanan politik banyak manusia modern yang mengalami falase, yakni sejenis pemikiran manusia tampaknya seperti benar, tetapi salah. Maka akibatnya banyak manusia modern yang melakukan “penipuan”
terhadap dirinya dengan kedok agama dan ilmu pengetahuan untuk saling “memakan” daging atau darah temannya sendiri. Pada tahap seperti ini manusia kadang terlena dengan kekeliruan dan kesalahan pemikirannya, sehingga kondisi kemanusiaan yang terjadi sulit dilakukan. Manusia saling “memakan” temannya, menjegal,
tipu, dan saling bunuh. Kehidupan tidak membangun peradaban yang berniai manusia, bahkan adanya hukum dan aturan juga tidak menjadi ukuran meluruskan pemikiran manusia yang bergaya falase. Pembaca mungkin merasakan bahwa saat ini manusia modern sedang berada pada fasa pemikiran falase, dan ini sangat merugikan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Rusaknya peradaban manusia, salah satunya disebabkan karena manusia terjajah dengan pemikirannya sendiri. Nilai-nilai kemanusiaan hilang dan berubah menjadi nilai kelompok, nilai komunitas, nilai hewani, dan bahkan dampaknya sama saja seperti hewan lain di dunia hutan bebas atau di samudra luas sana.
- Human well-being
Kebaikan sebagai manusia, merupakan satu kebutuhan manusia yang memiliki nilai dan nurani kemanusiaan. Dalam tubuhnya mengalir darah yang halal dan ruh yang suci yang selalau mengharap kasih dari Tuhannya, selalu mengharap ridla Allah SWT, yang selalu mengharap pertolongan Tuhan yang menciptakan dirinya. Tidak semua manusia memiliki jiwa seperti ini. Ukuran uni tidak semata-mata karena dekat dengan kitab sucinya, tidak sesemata-mata-semata-mata sering melalukan ritual agama, ternayata manusia sejenis ini yang memang Allah Ridla dengan dia, dan Allah mengasihani dia untuk hidup dan matinya dengan penuh ketenangan. Kemulyaan dan kebaikan kemanusiaan pada sisi manusia tidak ditentukan dengan seberapa seringnya seseorang melaksanakan ritual kegamaan, melainkan ditentukan oleh banyak factor khususnya ditentukan oleh upaya dia berbuat baik kepada sesama manusia dan alam dalam kerangka melakukan pengabdian dirinya kepada yang maha pencipta. Ini ditentukan oleh karakter dan tabiat dirinya, predikat dia apakah seorang kiyai, seorang ilmuwan, seorang tokoh, seorang pejabat bukan ukuran nilai-nilai kemanusiaan muncul dari dalam dirinya.
Makanya lihatlah orang-orang yang hidup dengan sederhana, tetapi dia dengan ikhlas membantu orang lain, dengan ikhlas berdo’a untuk keselamatan manusia, dengan ikhlas menyumbangkan waktunya untuk berbuat baik kepada manusia.