BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA
B.14. Environment & Community Development Environment
1 Salah satu azas penyelenggaraan Migas di Indonesia adalah berwawasan lingkungan
lingkungan hidup
3 Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 1999 Jo Keputusan Menteri Lingkungan hidup No.17 Tahun 2001 Usaha Migas adalah salah satu usaha yang memerlukan Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL)
4 Ketentuan yang terkait dengan kewajiban menjaga lingkungan laut dari pencemaran dan perusakan dan untuk mencegah adanya gangguan pada pelayaran antara lain :
- UU No.21 Tahun 1992 Tentang Pelayaran - PP No.51 Tahun 2002 Tentang Perkapalan
- PP No.19 Tahun 1999 tentang Pengendalian pencemaran dan/atau perusakan laut.
Ketentuan yang terdapat dalam PSC hendaknya tidak boleh bertentangan dengan ketentuan dalam Konvensi-konvensi yang telah diratifikasi dan yang akan diratikasi di Indonesia. Konvensi-konvensi tersebut antara lain:
1. International Convention on Civil Liability for Oil Pollution Damage 1969 2. Protocol of 1992 to Amend International Convention on Civil Liability for Oil
Pollution Damage 1969.
3. The International Convention for The Prevention of Pollution from Ships 1973 dan Protocol to The Internasional Convention for The Prevention of Pollution from Ships 1973
4. United Nations Conventions On The Law of The Sea 1982 (UNCLOS)
5. Convention On The Prevention of Marine Pollution by Dumping of Waste and Other Matters
6. Protocol 1996 to The Convention on The Prevention of Marine pollution by Dumping of Waste anf Other Matters
7. Convention on oil Pollution Preparedness Response and Cooperation (OPRC)
Community Development (Perlindungan Terhadap Kepentingan Masyarakat) Kontraktor harus bisa menjamin tidak dirugikannya hak masyarakat, baik atas tanahnya maupun atas pengelolaan/pengembangan lingkungan dimana kegiatan dilaksanakan (Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 2004)
Pengembangan masyarakat oleh kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) dilaksanakan dengan:
1. Sistematis dan terencana
2. Tidak mengambil alih peran Pemerintah
3. Membawa perbaikan sosial ekonomi dan kualitas kehidupan masyarakat 4. Membangun keharmonisan/kemitraan hubungan seluruh aspek stakeholder Alasan penting mengapa perusahaan melakukan kegiatan pengembangan masyarakat adalah karena adanya izin lokal dan untuk mengatur dan menciptakan strategi kedepan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.
Misi dan Visi Community Development (CD)
Misi : Mendukung kelancaran kegiatan kontraktor KKS dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kemandirian masyarakat melalui program kemitraan.
Visi : Meningkatkan produktifitas masyarakat dan kemampuan sosial ekonomi masyarakat dan kemampuan sosial ekonomi masyarakat secara mandiri di
wilayah operasi kontraktor KKS dengan memberdayakan potensi daerah. Landasan Hukum:
1. Undang-undang No.22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi - Pasal 11 ayat (3)
Kotrak kerja sama sebagaima dimaksud dalam ayat satu (1) wajib memuat paling sedkit ketentuan-ketentuan pokok, pengembangan masyarakat sekitarnya dan jaminan hak-hak masyarakat adat.
- Pasal 40 butir 5
Badan usaha (bu) atau bentuk usaha tetap (but) yang melaksanakan kegiatan usaha minyak dan gas bumi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ikut bertanggung jawab dalam mengembangkan lingkungan dan masyarakat setempat
2. Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2002, tentang badan pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.
3. Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.
- Pasal 74
Kontraktor dalam melaksanakan kegiatannya ikut bertanggungjawab dalam mengembangkan lingkungan dan masyarakat setempat.
Tanggungjawab Kontraktor dalam mengembangkan lingkungan dan masyarakat adalah keikutsertaan dalam mengembangkan dan memanfatkan potensi kemampuan masyarakat setempat antara lain dengan cara mempekerjakan tenaga dalam jumlah dan kwalitas tertentu sesuai dengan kompetensi yang
dibutuhkan, serta meningkatkan lingkungan hunian masyarakat agar tercipta keharmonisan antara kontraktor dengan masyarakat di sekitarnya.
- Pasal 76
Kegiatan pengembangan dan masyarakat setempat oleh Kontraktor di lakukan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah daerah.
Kegiatan pengembangan lingkungan dan masyarakat setempat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di utamakan untuk masyarakat di sekitar daerah dimana eksploitasi dilaksanakan
- Pasal 77
Pelaksanaan keikutsertaan Kontraktor dalam pengembangan lingkungan dan masyarakat stempat sebagaimana di maksud dalam Pasal 74 ayat (10) di berikan dalam bentuk natura berupa sarana dan prasarana fisik, atau pemberdayaan usaha dan tenaga kerja setempat.
Prioritas Pelaksanaan Pelaksanaan Community Development
1. Masyarakat yang terkena dampak lansung kegiatan operasi Kontraktor KKS (sesuai dengan kajian studi AMDAL).
2. Masyarakat yang terkena dampak tidak lansung kegiatan operasi (sesuai dengan kajian studi AMDAL)99
99
.Sumber : Dinas Hupmas BPMIGAS (Community Development dalam Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi)
Tabel 4
Bidang-Bidang Program dalam Community Development
BIDANG BIDANG PROGRAM
Ekonom i Membantu pemerintah untuk memberdayakan
masyarakat dalam usaha meningkatkan ekonomi.
Pendidikan dan Memberikan beasiswa, membantu kelengkapan sarana
kebudayaan dan prasarana pendidikan, olahraga dan kegiatan budaya.
Kesehatan Mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Fasilitas Sosial Mendukung pem bangunan sarana dan prasarana sosial dan Fasilitas Umum di daerah operasi.
Lingkungan Mendukung program peningkatan kesadaran
lingkungan.
Bidang Aktivitas
Sumber : Dinas Hupmas BPMIGAS (Community Development dalam Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi)
B.15. Pajak (Taxation)
Yang menjadi objek pajak adalah bumi dan /atau bangunan. Bumi adalah
permukaan bumi dan bagian tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah Indonesia. Bangunan adalah kontruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan.
Defenisi PBB adalah pajak yang dikenakan atas bumi dan atau bangunan berdasarkan ketentuan undang-undang No12 Tahun 1985 Std UU No 12 /1994. Konsideran Bumi dan Bangunan memberikan keuntungan/ kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang/badan yang mempunyai suatu hak atasnya atau memperoleh manfaat daripadanya, wajar bila diwajibkan memberikan
sebagian dari manfaat/kenikmatan yang diperolehnya kepada negara melalui pajak.
Bagan 12
Contoh Objek PBB Migas
Sumber: P Adriel, Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, 2007
Hal ini secara jelas diatur dalam PSC dan berdasarkan undang-undang migas diberi dua alternatif pemberlakuan peraturan perundang-undangan bidang pajak.
a. Pertama adalah peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah peraturan perudangan saat PSC berlaku efektif.
b. Kedua adalah peraturan perundangan-undangan yang berlaku adalah peraturan perundangan pada saat PSC dijalankan. Artinya bila ada amandemen maka perturan perundang-undangan itulah yang berlaku. Dalam PSC dianut yang kedua. Ada baiknya untuk memperjelas maka dibuat kata-kata “ ……as amended”.
C. Permasalahan Yang Muncul Setelah UU No.22 Tahun 2001 Diterapkan