• Tidak ada hasil yang ditemukan

B ERB AGAI U P AYA MEN GATAS I KON FLIK

Dalam dokumen Studi Kasus Konflik di Indonesia (Halaman 143-165)

Telah banyak tulisan yang dipublikasi tentang konflik Maluku, nam un tak banyak yang m em beri ruang khusus untuk m enyoroti m uncul dan berkem bangnya berbagai upaya m engatasi konflik. Din am ika kekerasan den gan m obilitas yan g san gat tin ggi dan m asif, rupanya jauh lebih m enguras energi banyak orang untuk m elihat berbagai aspek yan g berkaitan den gan perkem ban gan konflik dan kekerasan. Tendensi dem ikian sem akin m engental ketika pem beritaan tentang konflik Maluku lalu terjebak dalam bias dan perang inform asi m edia selam a berlangsungnya konflik. Sem u a m ed ia loka l b a h ka n t en ggela m d a la m p em b ela h a n berdasarkan garis agam a. Hal serupa terjadi pada banyak publikasi

buku dan jurnal yang kerap terjerat pada kepentingan apologetis m asin g-m asin g kelom pok. Karen an ya selam a berlan gsun gn ya konflik, m edia dan jurnalist kerap dianggap sebagai salah satu provokator pelanggeng konflik. Bukan saja m edia lokal, tetapi juga m edia n asion al. Diten gah pertarun gan pem beritaan yan g cenderung m engedepankan headline kekerasan untuk dikonsum si publik, upaya berbagai pihak un tuk pen ghen tian kon flik dan m em bangun interaksi dam ai seakan lolos dari sergapan jurnalis. Padahal upaya-upaya dem ikian sen an tiasa berlan gsun g secara paralel dengan berkem bangnya dinam ika konflik.

Seja k a wa l kon flik Ma lu ku u p a ya -u p a ya p en gh en t ia n kekerasan dilakukan oleh berbagai pihak. Baik yang diinisiasi dan difasilitasi oleh pihak pem erintah, LSM, m aupun oleh m asyarakat sen diri (secara kolektif m aupun peroran gan ). Tak selam an ya upaya m em ban gun in teraksi m en uju pen gh en tian kon flik itu dapat berhasil. Daya gilas roda konflik dan kekerasan begitu kuat m e n a b r a k u p a ya - u p a ya p e n gh e n t ia n k o n flik d a n m enghem paskannya. Nam un setiap upaya penghentian konflik dan kekerasan senantiasa juga m em iliki daya lentur, untuk kem bali m elentingkan harapan tentang pencapaian penghentian konflik m elalu i ber bagai u sah a yan g d igalan g. Baik secar a ter tu tu p m aupun terang-terangan. Realitas ini setidaknya m em buktikan bahwa usaha penghentian konflik senantiasa berbanding lurus dengan kelangsungan konflik itu sendiri. Dan m asyarakat Maluku t e r n ya t a t e la h m e la k u k a n h a l d im a k s u d , s e ja k a wa l ber lan gsu n gn ya kon flik. Poten si-poten si in tegr asi lokal yan g t er ka n d u n g d a la m m a sya r a ka t d ia ya k ke p er m u ka a n t er u s m enerus, untuk m em peroleh pencapaian target pencegahan (bagi wilayah yan g belu m ter im bas kon flik) m au pu n pen gh en tian konflik (bagi wilayah-wilayah yang telah terim bas konflik).

Berdasarkan kategori pem rakarsa yang m endorong proses dim aksud, m aka selam a berlan gsun gn ya kon flik, kuran g lebih ditem ukan tiga pihak yang m enginisiasi dan m em fasilitasi upaya- upaya dim aksud. Masing-m asing:

Pe m e rin ta h D a e ra h Ma lu ku

Upaya pem er in tah daer ah Malu ku un tuk m en gh en tikan kon flik d an m er ein t egr asi kom u n it as yan g t er p ecah , m u lai berlangsung sejak awal konflik. Pada tanggal 22 J anuari 1999 (tiga hari setelah ledakan konflik awal), gubernur Maluku (saat itu dijabat Saleh Latukonsina) dengan didam pingi Ketua Sinode Gereja P r o t e s t a n M a lu k u , Da n r e m ( b e lu m t e r b e n t u k Ko d a m ) , Dan lan tam al Am bon , ser ta beber apa un sur m uspida lain n ya m em beranikan diri untuk m endatangi pusat konsentrasi m asa Kristen di depan gereja Silo Am bon. Pertem uan yang berlangsung pada jam 22.0 0 WIT m encapai kesepakatan penghentian konflik, yang kem udian dijustifikasi dengan ibadah bersam a di jalan raya. Kesepakatan lain yang dicapai bahwa setelah dari tem pat itu gubernur dan rom bongan akan m enuju m asjid raya Alfatah untuk m elakukan percakapan yan g sam a den gan kom un itas Muslim yang berada disana. Disepakati pula bahw pada keesokan harinya kelom pok pem uda dari kedua kom un itas akan berkum pul di lapan gan m erdeka Am bon un tuk m elaksan akan pem bersih an kota, akibat m eluasnya kekerasan selam a tiga hari. Para pem uda kem udian bergerak m em bubarkan diri dan kem bali ke rum ah m asing-m asing. Sayangnya pada keesokan paginya kesepakatan tersebut dim en tahkan kem bali, den gan terjadin ya pem ukulan oleh aparat TNI terhadap beberapa pem uda Kristen yang m elintasi daerah Pohon Pule – kota Am bon pada sekitar jam 0 9.0 0 WIT. Sebelum nya pada sekitar jam 0 8 .0 0 WIT telah terlihat beberapa p em u d a b er sa m a a n ggot a -a n ggot a p olsek Sir im a u t en ga h m en cob a m en u t u p kem b a li b er b a ga i gr a fit i d i ja la n r a ya A.Y.Patty, yang berisikan kata-kata hujatan terhadap kelom pok- kelom pok yang bertikai. Melihat adanya pem ukulan para pem uda Muslim bergerak keluar dari daerah Soa Bali. Hal m ana kem udian m en stim ulir terjadin ya gerakan m asa kem bali, yan g berujun g pada berlangsungnya konflik.

Ditengah berlangsungnya konflik Dandrem Maluku bersam a Gubernur Maluku, Walikota Am bon dan beberapa tokoh agam a

m ecoba m elaku kan safar i kelilin g kota, u n tu k m en yu ar akan pesan-pesan penghentian konflik. Sayangnya pem atangan konflik m en ggulirkan aura kekerasan kolektif publik yan g kem udian m enghentikan perjalanan safari dim aksud.

Up aya yan g lebih sistem atis d ip r akar sai Gu ber n u r d an Walikota Am bon pada tan ggal 13 J an uari 1999, den gan cara m en gu n d a n g t okoh -t okoh a ga m a d a n p em u d a d a r i ked u a kom unitas untuk m engkaji dan m em bicarakan pem bentukan tim rekonsiliasi yang m elibatkan sem ua kom ponen m asyarakat dan p em er in t ah . Dalam p er t em u an it u d isep akat i p em ben t u kan form atur yang terdiri dari enam orang. Masing-m asing 2 orang dari unsur Protestan, 2 orang dari unsur Islam , dan 2 orang dari unsur Katolik. Tugas form atur adalah m enyeleksi pengem bangan keanggotaan tim rekonsiliasi yang m elibatkan sem ua kom ponen m asyarakat. Sayangnya realisasi penugasan tersebut kem udian m en jad i m an d eg d en gan d iser an g d an d ih an cu r kan n ya d esa Kariuw di Pulau Haruku pada subuh hari tanggal 14 J anuari 1999. Penghancuran Kariuw sebagai desa adat pertam a sepanjang berlangsungnya konflik, dengan segera m enstilasi geliat konflik baru yang m em atahkan m aksud pengem bangan tim rekonsiliasi daerah Maluku. Tim dim aksud kem udian dikenal sebagai Tim Enam , yang beranggotakan anggota form atur sem ata. Meskipun dem ikian perjalan an safari bersam a kem bali digagas oleh tim en am , d en gan car a ku n ju n gan d an d ialog ber sam a d en gan m asyarakat yang bertikai pada tem pat-tem pat ibadah dari m asing- m asin g kom u n itas. Pada m in ggu -m in ggu ber iku tn ya digagas sekian seri pertem uan yang m elibatkan tokoh-tokoh agam a dan pem uda, untuk m em bicarakan bersam a jalan keluar yang harus d it em p u h .

Pada tanggal 0 8 Maret 1999 dibentuklah Pusat Rujuk Sosial, dengan m engam bil salah satu ruang di kantor gubernur Maluku, sebagai pusat kajian dan koordinasi penyelesaian m asalah Maluku yang saat itu sem akin m elebar. Lem baga dim aksud beranggotakan beberapa ilm uan, tokoh m asyarakat, dan tokoh agam a, dengan

fungsi utam a m engkaji dan m endesign strategi dan instrum en- in strum en pen yelesaian kon flik, yan g dapat digun akan un tuk m en d u ku n g kebijakan p em er in tah d aer ah t er h ad ap kon flik. Efektifitas lem baga ini ternyata tak bertahan lam a. Selain sifatnya yang elitis, eskalasi konflik m eningkat tajam pada etape ke II di bulan J uli 1999 turut m ereduksi kinerja lem baga ini.

Penelitian Lam bang Trijono terhadap kinerja lem baga ini m engungkapkan beberapa hal yang setidaknya m engkondisikan kelem ahan kinerja kelem bagaan. Diantaranya, PRS tidak tertuju pada akar m asalah konflik, aktifitasnya bersifat serem onial dan sim bolik, kecenderungan otoriter, elitis, dan lem ahnya kapasitas sum ber daya sosial ekonom i untuk resolusi konflik yang sangat tidak m em adai. Diban din g den gan tin ggin ya eskalasi kon flik kom unal saat itu.60 Akhirnya lem baga ini berangsur-angsur bubar den gan sen dirin ya.

Pada 12 Septem ber 1999 kunjungan gubernur ke wilayah Kecam atan Leihitu, m enginisiasi digelarnya pertem uan bersam a 13 desa Muslim di wilayah itu. Kesepakatan yang dihasilkan dari pertem uan itu antara lain: Mendukung upaya pem da Maluku dan aparat keam anan untuk m enghentikan konflik; m engupayakan penghentian pengarahan m asa dari kecam atan Leihitu ke Kota Am bon ; Men yer u kan agar m asyar akat Mu slim d i Poka d an sekitarnya jangan diganggu; Menyepakati Poka dan sekitarnya, t er u t am a kom p leks Un iver sit as Pat t im u r a d ijad ikan d aer ah netral; secepatnya m erealisasi janji pem da untuk m engam ankan jalur jalan darat dari dan ke Leihitu.61 Dalam pertem uan dim aksud secara terbuka gubern ur Saleh Latukon sin a m en yatakan akan m engundurkan diri dari jabatannya, bilam ana m asyarakat Muslim Le ih it u t e r p a n cin g b e r ge r a k k e m b a li d a la m k o n flik . Menindaklanjuti pertem uan di Leihitu, pada tanggal 18 Novem ber 19 9 9 d ip er t em u ka n kelom p ok La t u p a t i d esa -d esa Isla m d i kecam atan Leihitu dengan kelom pok Latupati desa-desa Kristen dari kecam atan Baguala. Beberapa butir kesepakatan terum uskan dari pertem uan dim aksud. Dian taran ya: Mem buka jalur darat

dari kecam atan Leihitu m aupun Teluk Am bon – Baguala m enuju p u sa t kot a a m b on . Mem b u ka t er m in a l t r a n sit sp eed b oa t sem en tara di desa Poka bilam an a jalur darat belum terbuka; Tidak m em batasi atau m elarang warga m asyarakat untuk berdiam atau m em iliki kem bali haknya di tem pat sem ula; Bagi m ereka yang bukan penduduk dan tidak m em iliki hak di lokasi kediam an s e t e m p a t a k a n d ik e m b a lik a n k e m a s in g- m a s in g wila ya h ked iam an n ya; Men d or on g war ga Mu slim d an Kr ist en yan g berdom isili di kecam atan Leihitu dan Baguala untuk tidak saling m engganggu\ m enyerang, dan m engarahkan m asa; m enghim bau p ih a k Un iver sit a s P a t t im u r a a ga r t et a p m em p er t eh a n ka n n et r a lit a s d a n ob jekt ivit a s d a la m p r oses p en er im a a n d a n pengangkatan tenaga pegawai; Bagi pihak-pihak yang m elanggar butir-butir kesepakatan di atas, akan dikenakan sanksi m oral, adat m aupun hukum sesuai ketentuan yang berlaku.62

Pad a bu lan Nop em ber 1999 kem bali Geber n u r Malu ku m em fasilitasi pem bentukan Tim 24, yang beranggotakan 24 orang pem uda tokoh-tokoh akar rum put dari kedua kom unitas yang bertikai. Koordinasi bersam a tim ini kem udian m elibatkan pula aparat TNI & Polri dalam satu forum koordinasi. Bersam a personil- personil aparat dim aksud tim 24 kem udian m endesign strategi- s t a r t e gi p e n a n ga n a n k o n flik s e r t a p e n ga m a n a n wila ya h , berdasarkan pen gen alan m ereka yan g lekat terh adap kon disi m asyarakat bawah . Kesepakatan yan g dih asilkan dian taran ya koordinasi penem patan pos-pos keam anan yang dilakukan aparat selam a ini perlu m elibatkan tokoh-tokoh akar rum put pada setiap wilayah.6 3 Selain it u m ekan ism e p en gam an an wilayah ju ga m elibatkan p en gam an an swakar sa, yan g d im obilisasi d alam ker ja sa m a d en ga n a p a r a t kea m a n a n p a d a wila ya h -wila ya h ter ten tu . Koor d in ator -koor d in ator pen gam an an wilayah d ar i pihak m asyarakat m aupun aparat keam anan harus dium um kan ke publik. Konsekwensinya bila terjadi gangguan keam anan di wilayah m ereka, m aka koordinator wilayah dim aksud (baik unsur sipil m aupun aparat keam anan) harus bertanggung jawab. Dalam

r e a lis a s in ya a p a r a t k e a m a n a n t e r n ya t a t a k m e n d u k u n gi kesepakatan dim aksud, dengan dalih bahwa m ereka telah m em iliki prosedur tetap dalam sem ua aspek. Term asuk penem patan pos. Selang sebulan kem udian tim 24 oleh gubernur disiapkan untuk m engam ankan kunjungan presiden dan wapres ke Am bon pada 12 desem ber 1999. Lim a hari sebelum kedatangan presiden dan wapres, tim 24 m em publikasikan Deklarasi Menahan Diri dan Penghentian Kekerasan dengan didukung oleh para tokoh agam a. Deklarasi yang kem udian digandakan sebanyak 30 0 0 0 lem bar untuk disebarkan dari helikopter ke seluruh pelosok Maluku.

Sayangnya efektifitas tim dan deklarasi ini tak berlangsung lam a. Kerusuhan yang pecah di wilayah Kota J awa m erem bet dan m encapai puncaknya pada peristiwa Silo Berdarah, dengan akibat hancurnya bangunan gereja Silo dan Masjid An Nur di pusat kota Am bon pada tanggal 26 Desem ber 1999. Melalui peristiwa ini kekentalan interaksi 24 anggota tim dim aksud m enjadi cair kem bali dan akhirn ya m em bubarkan diri. Iron isn ya m ereka kem udian kem bali m elebur bersam a kelom pok akar rum putn ya m asin g- m asing untuk saling berhadapan. Tanpa sem pat m erealisasikan gagasan pengam anan wilayah bersam a yang telah diagendakan. Kelem ahan utam a dari pem bentukan tim 24, bahwa m ereka tak segera difasilitasi untuk m erealisasikan agenda bersam a yang telah d isep akati. Ter m asu k d alam ker jasam a d en gan ap ar at keam anan untuk m em bangun pos-pos koordinasi pengam anan di wilayah-wilayah perbatasan. Ham pir seluruh anggota tim 24 m erasa bahwa m ereka ditelikung dari belakang, dem i kepentingan im presi kondusifnya stabilitas, yang harus disodorkan pada saat kedatangan presiden Gus Dur dan wapres Megawati saat itu.

Pada tanggal 14 J anuari 20 0 0 kem bali gubernur Maluku m en geluarkan surat keputusan pem ben tukan tim rekon siliasi antar desa dan kelurahan se pulau Am bon. Dalam im plem entasinya t im in i d iar ah kan u n t u k ber p er an sebagai fasilit at or , yan g m em fasilitasi dialog antar kom unitas pada lapisan bawah desa- d esa. Ter u t am a kom u n it as yan g ber ad a d i wilayah -wilayah

per batasan . An ggota tim fasilitator keban yakan ber asal d ar i pagawai-pegawai pem da Maluku yang dipakai untuk m enginisiasi pertem uan an tar tokoh -tokoh m asyarakat di wilayah -wilayah perbatasan tem pat tinggal m ereka. Menurut pengam atan Lam bang Trijon o kelem ah an tim in i karen a m ereka belum m elibatkan partisipasi tokoh-tokoh inform al. Selain lem ahnya keberlanjutan program konkrit pada tingkat m asyarakat.64

Sinyalem en Lam bang dalam kenyataannya bisa diabstraksi sebagai kelem ahan m endasar dari banyak program rekonsiliasi yan g digagas selam a kon flik Maluku. Ker ap kali m asyar akat m en ja d i kecewa d a n a p a t is d en ga n ga ga sa n p er t em u a n ke pertem uan, tanpa aplikasi program secara terukur sebagaim ana yang dirum uskan bersam a dalam pelaksanaan pertem uan. Selain itu lem ahnya identifikasi tokoh-tokoh kunci di tengah kom unitas basis, seringkali cenderung m enjebak penyelenggara/ fasilitator untuk m erekruit tokoh-tokoh form al sebagai partisipant. Satu hal yang perlu diperhatikan, bahwa selam a berlangsungnya konflik dengan dinam ika tinggi, penokohan seseorang sangat ditentukan oleh in ten sitas keterlibatan n ya dalam upaya-upaya pem belaan kelom pokn ya. Karen an ya serin gkali terlih at bah wa legitim asi tokoh -tokoh for m al ser in gkali ter d estr u ksi oleh pem u n cu lan tokoh-tokoh inform al yang sebelum nya tak dikenal dalam ruang pu blik.

Pasca pem bu bar an Tim 24 pem er in tah d aer ah kem bali m em fasilitasi pem ben tukan For um 10 0 , yan g ber an ggotakan para pem im pin pem uda tin gkat basis. In isiatif pem ben tukan forum yang beranggotakan 10 0 orang itu awalnya datang dari para pem uda di tin gkat basis, yan g kem udian oleh gubern ur d ifa s ilit a s i d a la m b e n t u k F o r u m J a r in ga n P e n ga m a n a n Lingkungan. Melalui fasilitasi Gubernur pula beberapa orang dari anggota forum ini berkesem patan m elakukan pertem uan secara langsung dengan presiden dan wakil presiden di J akarta pada bulan Maret 20 0 0 . Nam un sebagaim ana nasib tim dan forum bentukan lainnya, kelom pok 10 0 akhirnya bubar tanpa kejelasan

im plem entasi program yang terukur.

Berbagai upaya penyelesaian yang dilakukan pada tahap- tahap berikutnya m engalam i nasib yang kurang lebih sam a. Hal ini antara lain disebabkan karena sensitifitas konflik bernuansa agam a turut m em ecahkan seluruh birokrasi pem erintahan serta institusi lainnya di daerah Maluku, berdasarkan garis Islam dan Kr ist en . Kon d isi ser u p a b a h ka n t u r u t m en gin feksi a p a r a t keam an an lokal d ar i u n su r TNI m au p u n POLRI. Meskip u n d em ikian u p aya-u p aya yan g d ilaku kan t id ak p er n ah su r u t , terutam a yan g dilakukan kem udian dalam kolaborasi den gan berbagai kelom pok penggagas rekonsiliasi lainnya.

Beberapa gam baran di atas ten tan g upaya pen yelesaian kon flik yan g d ifasilit asi p em er in t ah d aer ah Malu ku , d alam kenyataannya m em ang tak berhasil untuk m enghentikan konflik secara perm anen. Kelem ahan ini tidak saja dialam i oleh aparat pem erintahan di Maluku, tetapi juga oleh seluruh institusi lainnya yang seakan dilum puhkan oleh tabrakan konflik m asa berskala besar yang baru pertam a kali terjadi di wilayah Maluku. Kelem ahan pokok yang m engem uka dalam upaya-upaya dim aksud adalah karena lem ahnya pem aham an birokrat, aparat keam anan, serta sem ua institusi lainnya dalam setting m anejem en m aupun resolusi konflik. Sem entara itu di lain pihak m obilitas konflik bergerak dengan sangat cepat dalam skala m asif. Anatom i geografis Maluku dalam bentuk kepulauan dengan segm entasi karakter m asyarakat yan g ber bed a-bed a, t u r u t m en yu m ban gkan fakt or kesu lit an lain n ya dalam upaya pen an gan an yan g dilakukan pem erin tah daerah Maluku. Meskipun dem ikian upaya-upaya ini setidaknya m em buktikan bahwa

Pe m e rin ta h Pu s a t

Ber kaitan den gan kon flik Maluku yan g ber dar ah -dar ah , sebagian besar m asyarakat Maluku m aupun pengam at konflik m en ila i b a h wa p em er in t a h p u sa t sa n ga t t er la m b a t u n t u k

m enyikapinya. Disatu pihak realitas ini dapat dim engerti dalam kaitan dengan pergeseran-pergeseran besar pada tataran politik nasional di awal era reform asi, yang ditandai dengan tum bangnya rezim Soeharto. Serta terpecahnya konstelasi politik dan m iliter nasional dalam berbagai faksi yang berhadap-hadapan. Nam un di lain pihak kelam batan sikap pem erintah pusat diapresiasi banyak kalangan sebagai bagian dari political gam e, yang dim ainkan oleh faksi-faksi politik m aupun m iliter tertentu, untuk m eningkatkan posisi tawar dalam pertarun gan besar di awal era reform asi. Konflik Maluku m em ang terjadi dasaat konstelasi politik nasional sedang berada dalam keadaan yang tidak stabil. Selain itu kondisi sosial kebangsaan juga ham pir dapat dikatakan ada di wilayah yang sangat chaos, m engingat banyaknya konflik sosial dengan berbagai versi terjadi dim ana-m ana.

Pada hari ke-dua pecahnya konflik, penanganan pem erintah d ilaku kan d en gan m en gir im 1 batalion Kostr ad 431 Kod am Wirabuana dari Sulawesi Selatan ke Kota Am bon. Pengirim an yang oleh banyak kalangan dilihat sangat tidak taktis, m engingat pada hari-hari pertam a kon flik, ten den si kon tra etn is Buton , Bugis, dan Makasar (BBM) m encuat dengan sangat kental di wilayah kom unitas Kristen. Selain tentunya dari sisi prosedural teritorial dipertanyakan m engapa bukan prajurit Kodam Cenderwasih yang diturunkan. Mengingat wilayah Maluku saat itu berada di bawah teritorial Kodam Cenderwasih yang berpangkalan di Irian J aya. Pen an gan an selan jutn ya dilakukan den gan m en erjun kan tim perwira asal Maluku pada Februari 1999, yang akrab dikenal dengan sebutan TIM 19 dari unsur perwira TNI dan POLRI. Dalam im plem entasi tugasnya, Tim 19 m elakukan serangkaian seri dialog d e n ga n k e d u a k o m u n it a s ya n g b e r t ik a i. Up a ya u n t u k m en ghen tikan kon flik den gan pen dekatan dialog oleh tim in i t er n ya t a t a k b er h a sil b a n ya k. Kon flik t er la n ju r m em a n a s, m en ggelom ban g dan m en ggusur pergi Tim 19 pada akhirn ya. Sam pai saat ini tak pernah jelas rekom endasi yang dihasilkan Tim

Dalam dokumen Studi Kasus Konflik di Indonesia (Halaman 143-165)

Dokumen terkait