• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. PEM BUKAAN DAN EVALUASI PENAW ARAN

26. Evaluasi D okumen

Penaw aran

26.1 [Dalam hal dokumen penaw ar an dengan 1 (satu) file (sampul)Sistem Gugur]:

26.1.A) Sebelum evaluasi penaw ar an, dilakukan kor eksi ar itmatik dengan ketentuan :

a. [untuk kontr ak Har ga Satuan atau kontr ak Gabungan Lump Sum dan Har ga Satuan pada bagian Har ga Satuan :

1)volume dan/ atau jenis peker jaan yang ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga disesuaikan dengan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan; 2)apabila ter jadi kesalahan hasil

per kalian antar a volume dengan har ga satuan peker jaan, maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan har ga satuan peker jaan yang ditaw ar kan tidak boleh diubah;

3)jenis peker jaan yang tidak diber i har ga satuan dianggap sudah ter masuk dalam har ga satuan peker jaan yang lain dan har ga satuan pada daftar kuantitas dan har ga tetap dibiar kan kosong;

4)Jenis peker jaan yang tidak ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga disesuaikan dengan jenis peker jaan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan dan har ga satuan peker jaan dianggap nol; dan

5)Hasil kor eksi ar itmatik dapat mengubah nilai total har ga penaw ar an sehingga ur utan per ingkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih r endah dar i urutan peringkat semula].

b. [untuk kontr ak Gabungan Lump Sum dan Har ga Satuan pada bagian Lump Sum : 1)volume dan/ atau jenis peker jaan yang

ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga (apabila ada) disesuaikan dengan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan;

2)Jenis peker jaan yang tidak ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga (apabila ada) disesuaikan dengan jenis peker jaan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan; dan

3)Hasil kor eksi ar itmatik pada bagian lumpsump tidak boleh mengubah nilai total har ga penaw ar an].

26.1.B)Total har ga penaw ar an setelah kor eksi ar itmatik yang melebihi nilai total HPS, dinyatakan gugur .

26.1.C) Apabila semua har ga penaw ar an setelah kor eksi ar itmatik melebihi nilai total HPS, pelelangan dinyatakan gagal.

26.1.D) Ber dasar kan hasil kor eksi ar itmatik Pokja ULP menyusun ur utan dar i penaw ar an ter endah.

26.1.E) Pelaksanaan evaluasi sistem gugur ,

dilakukan oleh Pokja ULP untuk

mendapatkan 3 (tiga) penaw ar an yang memenuhi syar at yang dimulai dengan penaw ar an ter endah setelah kor eksi ar itmatik.

26.1.F) Apabila setelah kor eksi aritmatik ter dapat kur ang dar i 3 (tiga) penaw ar yang menaw ar har ga kur ang dar i nilai total HPS maka pr oses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penaw ar an.

26.1.G) Pokja ULP melakukan evaluasi penaw ar an yang meliputi :

a.evaluasi administr asi; b.evaluasi teknis; c.evaluasi har ga; dan d.evaluasi kualifikasi.

26.2 [Dalam hal dokumen penaw ar an dengan 2 (dua) file (sampul) Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis]

26.2.A) Pokja ULP melakukan evaluasi penaw ar an

file I yang meliputi:

a. evaluasi administr asi; b. evaluasi teknis; dan c. evaluasi kualifikasi.

26.2.B) Pokja ULP menginputkan hasil evaluasi dokumen penaw ar an file I pada aplikasi SPSE dan menayangkan hasil evaluasi file I melalui menu pengumuman atau menu upload infor masi lainnya pada aplikasi SPSE.

26.2.C) Selanjutnya Pokja ULP melakukan

pembukaan penaw ar an file II:

26.2.C).1) Dokumen penaw ar an file II milik peser ta yang tidak lulus evaluasi administr asi dan teknis, tidak dibuka. 26.2.C).2) Pokja ULP tidak boleh menggugur kan

penaw ar an pada w aktu pembukaan Dokumen Penaw ar an file II, kecuali penaw ar an file II ter sebut ber dasar kan keter angan dar i LPSE atau LKPP tidak dapat dibuka (didekr ipsi)

26.2.C).3) Pokja ULP melakukan evaluasi har ga dengan ketentuan sebagaimana butir 26.6

26.3 Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut:

a. Pokja ULP dilar ang menambah, mengur angi, mengganti, dan/ atau mengubah kriteria dan per syar atan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini;

b. Pokja ULP dan/ atau peser ta dilar ang menambah, mengur angi, mengganti, dan/ atau mengubah isi Dokumen Penaw ar an;

c. penaw ar an yang memenuhi syar at adalah penaw ar an yang sesuai dengan ketentuan, syar at- syar at, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini, tanpa ada penyimpangan yang ber sifat penting/ pokok atau penaw ar an ber syar at; d. penyimpangan yang ber sifat penting/ pokok

atau penaw ar an ber syar at adalah:

1) penyimpangan dar i Dokumen Pengadaan ini yang mempengar uhi lingkup, kualitas dan hasil/ kiner ja peker jaan; dan/ atau 2) penaw ar an dar i peser ta dengan

per syar atan tambahan yang akan menimbulkan per saingan usaha tidak sehat dan/ atau tidak adil diantar a peser ta yang memenuhi syar at.

e. Pokja ULP dilar ang menggugur kan penaw ar an dengan alasan:

1) Ketidakikutser taan dalam pemberian penjelasan; dan/ atau

2) kesalahan yang tidak substansial, misalnya

kesalahan pengetikan, penyebutan

sebagian nama atau keter angan, sur at penaw ar an tidak ber kop perusahaan. f. par a pihak dilar ang mempengaruhi atau

melakukan inter vensi kepada Pokja ULP selama pr oses evaluasi;

g. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya per saingan usaha yang tidak sehat dan/ atau ter jadi pengatur an ber sama (kolusi/ per sekongkolan) antar a peserta, ULP dan/ atau PPK, dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta, maka:

1) peser ta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan peser ta lain yang ter libat dimasukkan ke dalam Daftar Hitam;

2) pr oses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peser ta lainnya yang tidak ter libat; dan

3) apabila tidak ada peser ta lain sebagaimana dimaksud pada angka 2), maka pelelangan

dinyatakan gagal. 26.4 Evaluasi Administr asi:

a. evaluasi terhadap data administr asi hanya dilakukan ter hadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi;

b. penaw ar an dinyatakan memenuhi per syar atan administr asi, apabila:

1) syar at- syar at substansial yang diminta ber dasar kan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/ dilengkapi (khusus untuk peser ta yang tidak menyampaikan for mulir TKDN, maka penaw ar annya tidak digugur kan dan nilai TKDN nya dianggap 0 (nol));

2) sur at penaw ar an memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a) jangka w aktu ber lakunya sur at penaw ar an tidak kur ang dar i w aktu sebagaimana ter cantum dalam LDP; dan b) ber tanggal.

c. Pokja ULP dapat melakukan klar ifikasi ter hadap hal- hal yang kur ang jelas dan mer agukan;

d. [untuk 1 (satu) file sistem gugur , apabila dar i 3 (tiga) penaw ar an ter endah ada yang tidak memenuhi per syar atan administr asi maka pokja ULP melakukan evaluasi administr asi ter hadap penaw ar ter endah ber ikutnya (apabila ada)];

e. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peser ta yang memenuhi per syar atan administr asi, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis; dan

f. apabila tidak ada peser ta yang memenuhi per syar atan administr asi, maka pelelangan dinyatakan gagal.

26.5 Evaluasi Teknis:

27.5.A) [Dalam hal dokumen penaw ar an dengan 1 (satu) file (sampul)Sistem Gugur]

a. evaluasi teknis dilakukan terhadap peser ta yang memenuhi per syar atan administr asi;

b. unsur - unsur yang dievaluasi teknis

sesuai dengan yang ditetapkan

sebagaimana ter cantum dalam LDP; c. evaluasi teknis dilakukan dengan sistem

gugur dengan ketentuan:

teknis monimal yang har us dipenuhi dengan membandingkan pemenuhan per syar atan teknis sebagaimana ter cantum dalam LDP; 2) Penaw ar an dinyatakan memenuhi

per syar atan teknis apabila:

a) spesifikasi teknis bar ang yang ditaw ar kan ber dasar kan contoh, br osur dan gambar

-gambar sebagaimana

ter cantum dalam BAB XII Spesifikasi Teknis Dan Gambar; b) jadw al dan jangka w aktu

pelaksanaan peker jaan sampai dengan ser ah ter ima peker jaan tidak melebihi jangka w aktu sebagaimana ter cantum dalam LDP ;

c) identitas (jenis, tipe dan mer ek) yang ditaw ar kan ter cantum dengan lengkap dan jelas (apabila diper syar atkan); d) layanan pur najual (apabila

diper syar at- kan);

e) tenaga teknis (apabila

diper syar atkan); dan

f) bagian peker jaan yang akan disubkontr akan sebagaimana ter cantum dalam LDP.

d. [evaluasi teknis dalam sistem gugur menggunakan sistem ambang batas ter hadap unsur teknis yang dinilai. [dalam hal evaluasi teknis dengan sistem gugur menggunakan ambang batas nilai teknis, penaw ar an dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur maupun nilai total keselur uhan unsur memenuhi ambang batas minimal yang ditetapkan dalam LDP;]

e. Pokja ULP (apabila diper lukan) dapat meminta uji mutu/ teknis/ fungsi untuk bahan/ alat ter tentu sebagaimana ter cantum dalam LDP;

f. apabila dalam evaluasi teknis ter dapat hal- hal yang kur ang jelas atau mer agukan, Pokja ULP melakukan klar ifikasi dengan peser ta. Dalam klar ifikasi peser ta tidak diper kenankan mengubah substansi penaw ar an. Hasil

klar ifikasi dapat menggugur kan penaw ar an;

g. peser ta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan ke tahap evaluasi har ga); dan

h. apabila dar i 3 (tiga) penaw ar an ter endah setelah kor eksi ar itmatik ada yang tidak memenuhi per syar tan teknis maka Pokja ULP dapat melakukan evaluasi ter hadap penaw ar an ter endah ber ikutnya (apabila ada) dimulai dar i evaluasi administr asi;

i. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peser ta yang lulus evaluasi teknis, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi har ga;

j. apabila tidak ada peser ta yang lulus evaluasi Teknis maka pelelangan dinyatakan gagal; dan

k. Ter hadap peser ta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan untuk dilakukan evaluasi kualifikasi.

27.5.B) [Dalam hal dokumen penaw ar an dengan 2 (dua) file Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis:]

a. evaluasi teknis dilakukan terhadap peser ta yang memenuhi per syar atan administr asi;

b. unsur - unsur yang dievaluasi teknis

sesuai dengan yang ditetapkan

sebagaimana ter cantum dalam

dokumen pengadaan;

c. evaluasi teknis dilakukan dengan:

[Sistem nilai yaitu evaluasi penilaian dengan car a member ikan nilai angka ter tentu pada setiap unsur yang dinilai ber dasar kan kr iter ia dan bobot sebagaimana ter cantum dalam LDP, ser ta membandingkan jumlah per olehan nilai dar i par a peserta.

[Sistem nilai dapat dilakukan dengan car a menggabungkan bobot teknis dan har ga. Bobot teknis, bobot har ga dan nilai ambang batas sebagaimana ter cantum dalam LDP.]

[Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis yaitu evaluasi penilaian yang digunakan khusus untuk mengevaluasi

pengadaan dengan memper hitungkan per kir aan biaya oper asi dan pemelihar aan, ser ta nilai sisa selama umur ekonomis bar ang ter sebut].

d. Pokja ULP menilai per syar atan teknis

minimal yang harus dipenuhi

sebagaimana ter cantum dalam LDP. e. Penaw ar an dinyatakan memenuhi

per syar atan teknis apabila:

1) spesifikasi teknis bar ang yang ditaw ar kan ber dasar kan contoh, br osur dan gambar - gambar sebagaimana ter cantum dalam BAB XII Spesifikasi Teknis Dan Gambar; 2) jangka w aktu pelaksanaan dan

ser ah ter ima peker jaan tidak

melebihi jangka w aktu

sebagaimana ter cantum dalam LDP; 3) identitas (jenis, tipe dan mer ek) yang ditaw ar kan ter cantum dengan lengkap dan jelas (apabila diper syar atkan);

4) layanan pur najual (apabila diper syar at- kan);

5) tenaga teknis (apabila

diper syar atkan); dan

6) bagian peker jaan yang akan

disubkontr akan sebagaimana

ter cantum dalam LDP.

f. Dalam hal evaluasi teknis

menggunakan ambang batas nilai teknis, penaw ar an dinyatakan lulus teknis apabila masing- masing unsur maupun nilai total keseluruhan unsur memenuhi ambang batas minimal sebagaimana ter cantum dalam LDP. g. Pokja ULP (apabila diper lukan) dapat

meminta uji mutu/ teknis/ fungsi untuk bahan/ alat ter tentu sebagaimana ter cantum dalam LDP;

h. apabila dalam evaluasi teknis ter dapat hal- hal yang kur ang jelas atau mer agukan, Pokja ULP melakukan klar ifikasi dengan peser ta. Dalam klar ifikasi peser ta tidak diper kenankan mengubah substansi penaw ar an. Hasil klar ifikasi dapat menggugur kan penaw ar an;

i. Ter hadap peser ta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan untuk

dilakukan evaluasi kualifikasi;

j. apabila peser ta yang lulus Evaluasi Sampul I kur ang dar i 3 (tiga), maka pr oses pelelangan tetap dilanjutkan; dan apabila tidak ada peser ta yang lulus evaluasi Sampul I maka pelelangan dinyatakan gagal; dan

k. Ter hadap peser ta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan untuk dilakukan evaluasi kualifikasi.

26.6 Evaluasi Har ga [1 (satu) file/ 2 (dua) file]:

26.6.A) [Untuk file 2 (dua) pada saat evaluasi penaw ar an file II:]

26.6.A).1) sebelum evaluasi har ga dilakukan kor eksi ar itmatik dengan ketentuan :

a. [untuk kontr ak Har ga Satuan atau kontr ak Gabungan Lump Sum dan Har ga Satuan pada bagian Har ga Satuan :

1) volume dan/ atau jenis peker jaan yang ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga disesuaikan dengan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan;

2) apabila ter jadi kesalahan hasil per kalian antar a volume dengan har ga satuan peker jaan, maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan har ga satuan peker jaan yang ditaw ar kan tidak boleh diubah;

3) jenis peker jaan yang tidak diberi har ga satuan dianggap sudah ter masuk dalam har ga satuan peker jaan yang lain dan har ga satuan pada daftar kuantitas dan har ga tetap dibiar kan kosong;

4)Jenis peker jaan yang tidak ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga disesuaikan dengan jenis peker jaan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan dan har ga satuan peker jaan dianggap nol; dan 5)Hasil kor eksi ar itmatik pada

bagian har ga satuan dapat mengubah nilai total har ga

penaw ar an sehingga ur utan per ingkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih r endah dar i ur utan per ingkat semula.] b. [untuk Kontr ak Gabungan Lump

Sum dan Har ga Satuan pada bagian Lump Sum :

1) volume dan/ atau jenis peker jaan yang ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga (apabila ada) disesuaikan dengan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan;

2)Jenis peker jaan yang tidak ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga (apabila ada) disesuaikan dengan jenis peker jaan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan; dan

3)Hasil kor eksi ar itmatik pada bagian lump sump tidak boleh mengubah nilai total har ga penaw ar an].

26.6.A).2) Total har ga penaw ar an setelah kor eksi ar itmatik yang melebihi nilai total HPS, dinyatakan gugur .

26.6.A).3) Apabila semua total har ga penaw ar an setelah kor eksi ar itmatik di atas nilai total HPS, pelelangan dinyatakan gagal.

26.6.A).4) Pokja ULP melakukan evaluasi penaw ar an har ga ter hadap semua penaw ar an setelah kor eksi ar itmatik. 26.6.A).5) Apabila setelah kor eksi ar itmatik

ter dapat kur ang dar i 3 (tiga) penaw ar yang menaw ar har ga kur ang dar i nilai total HPS maka pr oses lelang tetap

dilanjutkan dengan melakukan

evaluasi penaw ar an har ga. 26.6.B Evaluasi Har ga

26.6.B.1) unsur - unsur yang per lu dievaluasi adalah hal- hal yang pokok atau penting, dengan ketentuan:

a. [Untuk kontr ak Har ga Satuan atau Kontr ak Gabungan Lumpsum dan

Har ga Satuan pada bagian har ga satuan:]

1) har ga satuan penaw ar an yang nilainya lebih besar dar i 110% (ser atus sepuluh per ser atus) dar i har ga satuan yang ter cantum dalam HPS, dilakukan klar ifikasi, dengan ketentuan:

a) apabila setelah dilakukan klar ifikasi, ter nyata har ga satuan ter sebut dinyatakan timpang maka har ga satuan timpang hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Har ga. Jika ter jadi penambahan volume ter hadap har ga satuan yang dinyatakan timpang, dilakukan negosiasi teknis dan har ga;

b) apabila setelah dilakukan klar ifikasi, ter nyata har ga satuan ter sebut dapat dipertanggungjaw abkan/ sesuai dengan har ga pasar maka har ga satuan ter sebut tidak timpang.

2) mata pembayar an yang har ga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klar ifikasi dan kegiatan ter sebut har us tetap dilaksanakan. Har ganya dianggap ter masuk dalam har ga satuan peker jaan lainnya.

b. [untuk kontr ak lump sum:]

1) apabila ada per bedaan antar a penulisan nilai har ga penaw ar an antar a angka dan hur uf maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan hur uf;

2) apabila penaw ar an dalam angka ter tulis dengan jelas sedangkan dalam hur uf tidak jelas, maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan angka; atau

3) apabila penaw ar an dalam angka dan hur uf tidak jelas, maka penaw ar an dinyatakan gugur .]

26.6.B.2) Dilakukan evaluasi kew ajar an har ga dengan ketentuan sebagai ber ikut:

a. klar ifikasi ter hadap hasil kor eksi

ar itmatik, apabila ada

kor eksi/ perubahan;

b. [klar ifikasi dalam hal penaw ar an komponen dalam neger i ber beda dibandingkan dengan per kir aan Pokja ULP dan/ atau Daftar Inventarisasi Bar ang/ Jasa Pr oduksi Dalam Neger i;]

c. klar ifikasi kew ajar an har ga apabila har ga penaw ar an dibaw ah 80% (delapan puluh per ser atus) HPS dengan ketentuan:

1) apabila peserta ter sebut ditunjuk sebagai pemenang lelang, har us ber sedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima per ser atus) dar i nilai total HPS;

2) apabila peser ta yang

ber sangkutan tidak ber sedia

menaikkan nilai Jaminan

Pelaksanaan, maka

penaw ar annya digugur kan dan

dimasukkan dalam Daftar

Hitam; dan

3) Hasil klar ifikasi dituangkan dalam Ber ita Acar a yang ditandatangani oleh Pokja ULP dengan Penyedia.

26.6.B.3) M emper hitungkan pr efer ensi har ga atas penggunaan pr oduksi dalam neger i dengan ketentuan:

1)r umus penghitungan sebagai ber ikut:

HP

KP

HEA

1

1

HEA = Har ga Evaluasi Akhir .

KP = Koefisien Pr efer ensi (Tingkat Komponen Dalam Neger i (TKDN) dikali Pr efer ensi ter tinggi Bar ang/ Jasa).

HP = Har ga Penaw ar an (Har ga Penaw ar an yang memenuhi per syar atan lelang dan telah dievaluasi).

2)dalam hal ter dapat 2 (dua) atau lebih penaw ar an dengan HEA yang sama,

penaw ar dengan TKDN ter besar adalah sebagai pemenang;

3)pemberian Pr efer ensi Har ga tidak mengubah Har ga Penaw ar an dan hanya digunakan oleh Pokja ULP untuk keper luan perhitungan HEA

guna menetapkan per ingkat

pemenang pelelangan.

26.6.B.4) [Untuk penilaian sistem nilai, dihitung nilai kombinasi antar a nilai penaw ar an teknis dengan nilai har ga penaw ar an ter kor eksi dilakukan dengan car a :

a. member ikan Nilai Tertimbang (NT) ter tinggi 100% (ser atus per ser atus) untuk penaw ar an har ga ter endah; b. menghitung Nilai Tertimbang (NT)

penaw ar an har ga peserta lain dengan membandingkan penaw ar an har ga

ter endah dengan har ga

penaw ar annya;

c. menghitung Nilai Evaluasi (NE) masing- masing peser ta lain dengan mengalikan Nilai Tertimbang (NT) dengan bobot har ga yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan; dan d. menghitung nilai kombinasi antar a

nilai penaw ar an teknis dengan Nilai Evaluasi (NE) har ga.

Keter angan :

NTi = har ga penaw ar an ter endah har ga penaw ar an i NEi = NTi x bobot har ga i = peser ta]

[Untuk penilaian biaya selama umur ekonomis, dilakukan dengan car a :

a) menghitung biaya oper asional, pemelihar aan, nilai sisa selama umur ekonomis sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan;

b) menjumlahkan har ga penaw ar an dengan biaya oper asional dan biaya pemelihar aan;

c) hasil penjumlahan pada hur uf b) dikur angi dengan nilai sisa pada akhir umur ekonomis; dan

d) penetapan pemenang ber dasar kan total har ga ter endah pada hasil hur uf c.]

dar i 3 (tiga) penaw ar an ter endah setelah kor eksi ar itmatik ada yang tidak memenuhi evaluasi har ga maka Pokja ULP dapat melakukan evaluasi ter hadap penaw ar ter endah ber ikutnya (apabila ada) dimulai dar i evaluasi administr asi];

26.6.B.6) [Untuk 1 (satu) file sistem gugur , apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peser ta yang lulus evaluasi har ga, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi kualifikasi; dan

26.6.B.7) [Untuk 1 (satu) file sistem gugur apabila tidak ada peser ta yang lulus evaluasi har ga maka pelelangan dinyatakan gagal.]

26.6.C Apabila dalam evaluasi ditemukan indikasi per saingan usaha tidak sehat dan/ atau indikasi adanya pengatur an ber sama (kolusi/ per sekongkolan) antar peser ta, maka

Dalam dokumen SDP BELANJA SOUVENIR BPMPD 2015 (Halaman 26-41)

Dokumen terkait