• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

7) Evaluasi

a) Deskripsi Frekuentif

Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif evaluasi menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:

Tabel 2. 28 Interval Evaluasi

Kriteria Interval Keterangan

1 4 – 7,2 Tidak Baik

2 7,3 – 10,4 Kurang Baik

3 10,5 – 13,6 Cukup Baik

4 13,7 – 16,8 Baik

5 16,9 – 20 Sangat Baik

Tabel 2. 29 Evaluasi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Tidak Baik 1 1.0 1.0 1.0

Kurang Baik 1 1.0 1.0 1.0

Cukup Baik 13 12.6 12.6 14.6

Baik 32 31.1 31.1 45.6

Sangat Baik 56 54.4 54.4 100.0

Total 103 100.0 100.0

Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 ada 1 mahasiswa yang masuk dalam kriteria Tidak baik dengan persentase 1,0%, dalam kriteria yang Kurang baik ada 1 mahasiswa dengan persentase 1,0%, dalam kriteria cukup baik ada 13 mahasiswa dengan presentase 12,6%, kriteria baik ada 32 mahasiswa dengan presentase 31,1%

dan 66 mahasiswa termasuk kedalam kriteria sangat baik dengan presentase 54,4%. Maka diagram memberi pengetahuan seperti berikut ini:

Diagram 2.10 evaluasi

b) Deskripsi Statistik

Tabel 2. 30 Evaluasi

N Valid 103

Missing 0

Mean 4.3689

Median 5.0000

Mode 5.00

Std. Deviation .81638

Range 4.00

Minimum 1.00

Maximum 5.00

Sum 450.00

Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,3689 dari total skor responden sebesar 450,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5. Perolehan data mendapatkan hasil nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.

b. Aspek Sikap Pluralis 1) Menerima

a) Deskrisi Frekuentif

Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif menerima menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:

Tabel 2. 31 Interval Menerima

Kriteria Interval Keterangan

1 4 – 7,2 Tidak Baik

2 7,3 – 10,4 Kurang Baik

3 10,5 – 13,6 Cukup Baik

4 13,7 – 16,8 Baik

5 16,9 – 20 Sangat Baik

Tabel 2. 32 Menerima

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Cukup Baik 4 3.9 3.9 3.9

Baik 17 16.5 16.5 20.4

Sangat Baik 82 79.6 79.6 100.0

Total 103 100.0 100.0

Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 ada 4 mahasiswa yang masuk dalam kriteria cukup baik dengan persentase 3,9%, dalam kriteria yang baik ada 17 mahasiswa dengan persentase 16,5%, dan 82 mahasiswa termasuk kedalam kriteria sangat baik dengan presentase 79,6%. Maka diagram memberi pengetahuan seperti berikut ini:

Diagram 2.11 menerima

b) Deskripsi Statistik

Tabel 2. 33 Menerima

N Valid 103

Missing 0

Mean 4.7573

Median 5.0000

Mode 5.00

Std. Deviation .51385

Range 2.00

Minimum 3.00

Maximum 5.00

Sum 490.00

Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,7573 dari total skor responden sebesar 490,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5.

2) Menghargai

a) Deskripsi Frekuentif

Melalui kuesioner yang disebarkan kepada103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif menghargai menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:

Tabel 2. 34 Interval Menghargai

Kriteria Interval Keterangan

1 4 – 7,2 Tidak Baik

2 7,3 – 10,4 Kurang Baik

3 10,5 – 13,6 Cukup Baik

4 13,7 – 16,8 Baik

5 16,9 – 20 Sangat Baik

Tabel 2. 35 Menghargai

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Cukup Baik 3 2.9 2.9 2.9

Baik 22 21.4 21.4 24.3

Sangat Baik 78 75.7 75.7 100.0

Total 103 100.0 100.0

Tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 sebanyak 3 mahasiswa masuk dalam kriteria cukup baik dengan presentase 2,9%, 22 mahasiswa masuk dalam kriteria baik dengan presentase

21,4%, dan 78 mahasiswa masuk dalam kriteria sangat baik dengan presentase 75,7%. Maka diagram menghargai seperti berikut ini:

Diagram 2.12 menghargai

b) Deskripsi Statistik

Tabel 2. 36 Menghargai N

Valid 103

Missing 0

Mean 4.7282

Median 5.0000

Mode 5.00

Std. Deviation .50863

Range 2.00

Minimum 3.00

Maximum 5.00

Sum 487.00

Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik menghargai menggunakan SPSS version 16 dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah

responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,7282 dari total skor responden sebesar487,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5, nilai yang sering muncul sebesar 5, nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.

3) Berdialog

a) Deskripsi Frekuentif

Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif berdialog menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:

Tabel 2. 37 Interval Berdialog

Kriteria Interval Keterangan

1 4 – 7,2 Tidak Baik

Frequency Percent Valid Percent

Tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 sebanyak 5 mahasiswa masuk dalam kriteria cukup baik dengan presentase 4,9%, 11 mahasiswa masuk dalam kriteria baik dengan presentase 10,7%, dan 87 mahasiswa masuk dalam kriteria sangat baik dengan presentase 84,5%. Maka diagram berdialog seperti berikut ini:

Diagram 2.13 berdialog

b) Deskripsi Statistik

Tabel 2. 39 Berdialog

N Valid 103

Missing 0

Mean 4.7961

Median 5.0000

Mode 5.00

Std. Deviation .51181

Range 2.00

Minimum 3.00

Maximum 5.00

Sum 494.00

Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik menghargai menggunakan SPSS version 16 dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah

responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,7961 dari total skor responden sebesar 494,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5, nilai yang sering muncul sebesar 5, nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.

4. Rangkuman Hasil Data Keseluruhan, Variabel dan Aspek Tabel 2. 40

Rangkuman Hasil Keseluruhan

Nilai Mean Frekuensi

Hasil Kriteria Hasil % Kriteria Peran Pendidikan Agama

dalam Mengembangkan Sikap Pluralis Mahasiswa di

Universitas Kristen Duta

Tabel di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan peran pendidikan agama bagi mahasiwa UKDW dalam mengembangkan sikap plularis mempunyai nilai mean 4,4951 masuk dalam kriteria sangat baik dengan jumlah mahasiswa yang terdiri dari 59 orang dengan persentase yang di dapatkan 57,3%.

Tabel 2. 41

Rangkuman Hasil Setiap Variabel

Variabel Nilai Mean Frekuensi

Hasil Kriteria Hasil % Kriteria Peran Pendidikan

Agama 4,4272 Sangat

Baik 57 55,3% Sangat Baik Sikap Pluralis 4,7379 Sangat

Baik 80 77,7% Sangat Baik

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa bahwa variabel peran pendidikan agama dalam memiliki nilai mean 4,4272 masuk dalam kriteria sangat baik dengan jumlah mahasiswa 57 orang dan persentasenya 55,3%.

Sedangkan variabel sikap pluralis memiliki nilai mean 4,7379 masuk dalam kriteria sangat baik dengan jumlah mahasiswa 80 orang dan persentasenya 77,7%.

Tabel 2. 42

Rangkuman Hasil Setiap Aspek

No Variabel Aspek Nilai Mean Frekuensi

Hasil Kriteria Jumlah % Kriteria

Pengetahuan 4,4272 Sangat

Baik 57 55,3

Penghayatan 4,4563 Sangat

Baik 57 55,3 Evaluasi 4,3689 Sangat

Baik 56 54,4

Menerima 4,7573 Sangat

Baik 82 79,6

%

Sangat Baik Menghargai 4,7282 Sangat

Baik 78 75,7

%

Sangat Baik Berdialog 4,7961 Sangat

Baik 87 84,5

%

Sangat Baik

Tabel di atas menunjukkan bahwa ada aspek 7 aspek yang memiliki nilai mean dengan kriteria sangat baik.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Pendidikan Agama sudah mengembangkan sikap pluralis mahasiswa di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis akan membahasnya sebagai berikut:

1. Hasil Keseluruhan

Berdasarkan analisis deskripsi hasil keseluruhan penelitian menunjukkan data bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria baik ada 59 orang mahasiswa dengan persentase 57,3%. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap pluralis mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta tergolong sangat baik. Data juga menunjukkan bahwa 36 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 35,0%, dan 8 mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 7,8%. Dari hasil olah data di atas menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana sangat berperan dalam mengembangkan sikap pluralis terhadap mahasiswa.

2. Hasil Setiap Variabel

a. Peran Pendidikan Agama

Berdasarkan analisis deskripsi tentang peran pendidikan agama menunjukkan data dengan jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 57 orang dengan persentase 55,3%. Data juga menunjukkan bahwa 34 mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 33,0%, 11 orang mahasiswa juga

masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 10,7%, dan 1 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 2 = kurang baik dengan persentase 1,0%.

Dari hasil olah data diatas menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana sangat berperan dalam mengembangkan sikap pluralis terhadap mahasiswa.

b. Sikap Pluralis

Berdasarkan analisis deskripsi sikap pluralis menunjukkan data bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 80 orang mahasiswa dengan persentase 77,7%. Data juga menunjukkan bahwa 19 mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 18,4%, dan 4 mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 3,9%. Dari hasil olah data di atas menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana sangat berperan dalam mengembangkan sikap pluralis terhadap mahasiswa.

3. Hasil Setiap Aspek

a. Aspek Peran Pendidikan Agama 1) Memberi Pengetahuan

Berdasarkan hasil analisis deskripsi memberi pengetahuan menunjukkan data dengan jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 57 orang dengan persentase 55,3%. Analisis data juga menunjukkan bahwa 36 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 35,0%, 7 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 6,8%, dan

hasil analisis data juga menunjukkan 3 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 2 = kurang baik dengan persentase 2,9 %.

Dari hasil analisis data ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta merasa pendidikan agama sungguh memberi pengetahuan bagi mereka. Dapat dilihat dari respon mahasiswa yang telah mengisi kuisoner jumlah terbanyak yang masuk dalam kategori sangat baik, meskipun ada beberapa mahasiswa yang merasa pendidikan agama kurang memberi pengetahuan. Hal ini dibuktikan dari adanya mahasiswa yang masuk dalam kriteria kurang baik.

2) Membentuk Sikap

Berdasarkan hasil analisis deskripsi membentuk sikap data menunjukkan bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik.

Mahasiswa yang masuk dalam kriteria 5= sangat baik ada 69 orang mahasiswa dengan persentase 67,0%, 25 orang mahasiwa tergolong dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 24,3%, dan 9 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 8,7%. Dari hasil olah data ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama sungguh berperan dalam membentuk sikap mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

3) Membantu Penghayatan

Berdasarkan analisis deskripsi membantu penghayatan menunjukkan data bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 57 orang mahasiswa dengan persentase 55,3%, 36 orang mahasiswa masuk dalam

kriteria 4 = baik dengan persentase 35,0%, dan 10 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 9,7%. Dari hasil olah data ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama sungguh membantu penghayatan mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

4) Tujuan

Berdasarkan analisis deskripsi tujuan menunjukkan bahwa data terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 69 orang mahasiswa dengan persentase 67,0%, 26 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 25,2%, dan 8 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 7,8%. Dari hasil olah data ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa setuju dengan tujuan mulia pendidikan agama yakni semakin mengembangkan pemahaman, menanamkan nilai-nilai toleransi, dan mengembangkan moral pendidikan agama sungguh membantu penghayatan mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

5) Materi

Dari hasil analisis deskripsi materi menunjukkan data bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 58 orang mahasiswa dengan persentase 56,3%, 33 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 32,0%, 8 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 7,8%, dan 4 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 2 = kurang baik dengan persentase 3,9%. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa materi

pendidikan agama di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta sudah baik namun masih kurang maksimal, karena beberapa mahasiswa masih masuk dalam kriteria cukup baik dan kurang baik.

6) Proses

Berdasarkan analisis deskripsi proses menunjukkan bahwa data terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 55 orang mahasiswa dengan persentase 53,4%, 33 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 32.0%, 10 orang mahasiwa masuk dalam kriteria 3= cukup baik dengan persentase 9,7% dan 5 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 2 = kurang baik dengan persentase 4,9%. Dari hasil data ini dapat disimpulkan bahwa proses pendidikan agama di Universitas Kristen Duta Waca Yogyakarta sudah baik namun masih kurang maksimal, karena beberapa mahasiswa masih masuk dalam kriteria cukup baik dan kurang baik.

7) Evaluasi

Dari hasil analisis deskripsi evaluasi menunjukkan data bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 56 orang mahasiswa dengan persentase 54,4%, 32 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 31,1%, 13 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 12,6%, 1 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 2 = kurang baik dengan persentase 1,0% dan 1 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 1=

tidak baik dengan persentase 1,0%. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa

evaluasi pembelajaran pendidikan agama di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta masih kurang maksimal, karena beberapa mahasiswa masih masuk dalam kriteria cukup baik, kurang baik dan tidak baik.

b. Aspek Sikap Pluralis 1) Menerima

Dari hasil analisis deskripsi menerima menunjukkan data bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 82 orang mahasiswa dengan persentase 79,6%, 17 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 16,5%, dan 4 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 3,9%. Dari hasil analisis data ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta mau menerima keberagaman.

2) Menghargai

Dari hasil analisis deskripsi menghargai menunjukkan data bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 78 orang mahasiswa dengan persentase 75,7%, 22 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 21,4%, dan 3 mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 2,9%. Dari hasil analisis data ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta mau menghargai keberagaman.

3) Berdialog

Dari hasil analisis deskripsi berdialog menunjukkan data bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 87 orang mahasiswa dengan persentase 84,5%, 11 orang mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 10,7%, dan 5 mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 4,9%. Dari hasil analisis data ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta memiliki nilai toleransi yang tinggi.

D. Hasil Wawancara 1. Wawancara Mahasiswa a. Identitas Responden

Tabel 2. 43 Identitas Responden

No Jenis

Kelamin

Kode

1. Wanita R1

2. Wanita R2

3. Wanita R3

4. Pria R4

5. Pria R5

Dari tabel di atas diketahui bahwa responden yang diwawancarai berjumlah 5 orang mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana yang terdiri dari 2 pria dan 3 wanita.

b. Deskripsi Wawancara

Berdasarkan wawancara R1 menyatakan bahwa pendidikan agama di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta sudah memiliki kriteria baik alasannya dilihat dari mahasiswanya sudah bisa bersikap toleran antar agama bahkan mereka saling mengunjungi tempat ibadah yang berbeda dengan mereka selain itu mereka juga memberi ucapan selamat hari raya kepada agama lain.

R2 mempertegas bahwa sikap toleran sangat terjalin dengan baik dilihat dari kenyatan bisa bergaul dan berteman dengan sikap saling menghargai tanpa membeda-bedakan. Tetapi R3 menyatakan bahwa pendidikan agama berjalan begitu saja bahkan dia merasa adanya sikap kurang menghargai sesama umat beragama. Menegaskan pernyataan R3 bahwa R4 juga merasa bahwa sikap toleran memang kurang dalam lingkup masyarakat kampus. Sedangkan R5 mendukung pendapat dari R1, R2 pendidikan agama itu dapat mengembangkan iman mahasiswa dan dapat bersikap toleran kepada sesama dan dilihat dari kerja sama antar mahasiswa yang beragama lain ikut terlibat dalam perayaan hari besar di agama lain.

Pendidikan agama mengandung unsur pengetahuan, kehidupan sehari-hari, latihan rohani, dan penghayatan iman serta mengenal perbedaan.

Pendidikan Agama di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta tidak

dibagi sesuai agama yang dianut oleh mahasiswa meskipun tidak dibagi sesuai agama yang dianut mata kuliah Pendidikan Agama mengembangkan pengetahuan akan agama yang dianut.

Setiap mahasiswa diberi ruang untuk mengunjungi setiap rumah ibadat serta berdialog terlebih dahulu dengan tokoh/wali tokoh agama.

Pengetahuan akan iman menjadi suatu daya dorong yang luar biasa untuk merubah diri kalau disertai dengan pemahaman dan diterjunkan langsung serta dapat memahami dengan benar dan mendalam.

Dalam hal evaluasi pembelajaran, penulis memperoleh informasi yang berbeda-beda. Tiga responden yang mengatakan bahwa diakhir pelajaran Pendidikan Agama ada dibuat evaluasi. Dua responden mengatakan evaluasi tergantung kebijakan dosen, kadang dosen membuat evaluasi kadang juga tidak membuat evaluasi.

Berdasarkan pengalaman R1, R2, R3, R4 dan R5 mengatakan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Duta wacana Yogyakarta belum pernah ada kasus intoleransi maupun radikalisme di kampus. Mayoritas mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta toleran satu sama lain tanpa mempermasalahkan adanya perbedaan meskipun masih ada satu dua mahasiswa yang kurang toleran tapi itu tidak begitu berpengaruh.

2. Wawancara Dosen a. Identitas Responden

Tabel 2. 44 Identitas Responden No Jenis Kelamin Jabatan

1. Pria Dosen Agama Kristen 2. Wanita Dosen Agama Kristen

Dari tabel di atas diketahui bahwa responden yang diwawancarai ada 2 yakni sama-sama dosen agama Kristen.

b. Deskripsi Wawancara

Dari wawancara kedua dosen, penulis memperoleh informasi yang kurang lebih sama terkait pendidikan agama di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Hasil wawancaranya sebagai berikut:

1) R2 mengatakan pelajaran pendidikan agama di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta menjadi mata kuliah yang wajib diikuti pada semester satu oleh setiap mahasiswa.

2) R1 menyatakan pelajaran pendidikan agama tidak dipisah mereka mempelajari agama secara umum contohnya seperti kemajemukan hidup beragama, keberagaman, perdamain .

3) R2 menyatakan ada kesempatan bagi mahasiswa untuk berdialog dengan agama lain atau berkunjung ke tempat ibadah agama lain.

4) R1 menyatkan dalam pelajaran agama ada materi yang membahas tentang Multi simensionalitas

5) R2 dan R1 menyatakan Mayoritas mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta sudah bersikap pluralis.

E. Hasil Penelitian Akhir

Hasil penelitian melalui kuesioner terhadap 103 orang responden menunjukkan bahwa pendidikan agama sungguh berperan dalam mengembangkan sikap pluralis mahasiswa. Berdasarkan analisis deskripsi secara keseluruhan, data penelitian menunjukkan bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik ada 59 orang dengan persentase 57,3%. Data juga menunjukkan bahwa 36 mahasiswa masuk dalam kriteria 4 = baik dengan persentase 35,0%, dan 8 mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 7,8%. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta sangat berperan dalam mengembangkan sikap pluralis mahasiswa.

Apabila dianalisis berdasarkan variabel, data juga menunjukkan bahwa mahasiswa masuk dalam kriteria sangat baik, baik, dan cukup baik.

Namun apabila dianalisis berdasarkan aspeknya, maka diperoleh hasil yang beranekaragam. Mulai dari kriteria tidak baik hingga kriteria sangat baik (data bisa Anda lihat pada pembahasan hasil penelitian).

Berdasarkan hasil wawancara terhadap mahasiswa yang masuk dalam kriteria sangat baik penulis memperoleh alasan mengapa mereka masuk dalam kriteria tersebut R, mengatakan bahwa semenjak kecil sudah diajarkan

orang tua tentang menghargai orang yang beragama lain R2. Mahasiswa yang masuk dalam kriteria kurang.

Meskipun demikian mahasiswa yang masuk dalam kriteria cukup baik, kurang baik dan tidak baik tetap bersikap pluralis. Hal ini tampak dari data penelitian pada instrumen sikap pluralis. Mereka masuk dalam kriteria baik dan sangat baik. Yang membuat mereka masuk dalam kriteria kurang baik dan tidak baik ialah instrumen pendidikan agama. Sebab pada kenyataannya mereka memang tidak mendapatkan pendidikan agama yang mengajarkan untuk bersikap pluralis. Pendidikan agama yang mereka dapatkan selama ini hanya berfokus pada hal-hal internal, tanpa membahas agama lain.

Dari hasil penelitian melalui penyebaran kuesioner dan wawancara dengan responden, penulis menyimpulkan bahwa pendidikan agama berperan penting dalam pembentukan sikap peserta didik (mahasiswa). Namun tidak sepenuhnya sikap pluralis peserta didik dipengaruhi oleh pendidikan agama.

Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan sikap peserta didik antara lain keluarga, lingkungan tempat tinggal, teman sepergaulan, dan lainnya.

F. Refleksi Kateketis

Perbedaan agama merupakan kenyataan yang dijumpai dalam kehidupan antar manusia dan tidak bisa dihindari dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Masyarakat perlu menyadari bahwa perbedaan bukan untuk

dihindari bahkan dipermasalahkan tapi untuk saling melengkapi, menerima, menghargai, dan membuktikan bahwa perbedaan itu sangat baik untuk dijaga.

Di satu pihak kemajemukan merupakan kebanggaan dan kekayaan yang pantas disyukuri. Namun di lain pihak, kemajemukan menjadi sebuah alasan berlangsungnya diskriminasi, intoleransi, konflik, dan berbagai ketegangan lainnya (Rukiyanto, 2012:126-127).

Perbedaan yang paling sering menjadi penyebab terjadinya ketegangan di Indonesia ialah tentang agama. Di satu sisi agama sungguh menjadi titik temu yang mempersatukan namun di sisi lain agama menjadi sumber pemecah.

Karena agama, sebagian orang hanya bergaul dan bekerjasama dengan orang yang memeluk agama yang sama saja. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah model pewartaan bagi setiap agama agar antara umat yang satu dengan yang lainnya tetap saling bertemu, berdialog, dan menjalin relasi yang baik.

Paus Yohanes II (1979) sudah mengajarkan 4 tingkatan dialog antar umat beragama, yaitu dialog kehidupan, kerja sama dalam masalah-masalah sosial, dialog teologis dan berbagai pengalaman rohani. Dialog antar umat beragama yang dijunjung oleh Paulus Yohannes Paulus II bukanlah hanya pertemuan atau diskusi antara para tokoh agama, tetapi pertemuan dan kerja sama antar umat lintas agama dalam kehidupa sehari-hari.

Penulis hidup di lingkungan masyarakat yang majemuk, Sejak anak-anak hingga dewasa penulis selalu hidup bersama di satu daerah dengan berbagai umat beragama. Penulis melanjutkan studi di Universitas Sanata Dharma dan menemukan mahasiswanya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Beda agama, suku, ras, budaya, warna kulit, dll. Pendidikan

Penulis hidup di lingkungan masyarakat yang majemuk, Sejak anak-anak hingga dewasa penulis selalu hidup bersama di satu daerah dengan berbagai umat beragama. Penulis melanjutkan studi di Universitas Sanata Dharma dan menemukan mahasiswanya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Beda agama, suku, ras, budaya, warna kulit, dll. Pendidikan

Dokumen terkait