BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
H. Usulan Materi dan Kegiatan Dalam Pendidikan Agama
Berdasarkan hasil penelitian penulisan mengusulkan materi dan kegiatan pendidikan agama berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa dosen dan mahasiswa di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Hasil yang didapatkan penulis adalah sebagai berikut :
1. Proses pembelajaran untuk mata kuliah pendidikan agama lebih menekankan Memahami kompetensi, materi, metode, dan evaluasi dalam matakuliah Pendidikan dibuat lebih kreatif dan semenarik mungkin.
2. Dalam proses pembelajaran materi tentang sikap pluralis lebih diperjelas secara mendalam agar membantu mahasiswa lebih memahami sikap toleran.
3. Mahasiswa sangat tertarik untuk berkunjung ke tempat-tempat agama lain untuk lebih memahami agama lain dan menghindari terjadinya konflik atau permasalahan dengan agama lain. Meskipun di Universitas Kristen
Duta Wacana Mayoritas beragama Kristen tetapi banyak juga mahasiswa yang menganut agama yang lain.
4. Evaluasi perlu dilakukan setelah proses pembelajaran berlangsung untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang materi yang telah diterim
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan tentang PERAN
PENDIDIKAN AGAMA DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP
PLURALIS MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA. Berdasarkan hasil penelitian melalui penyebaran google form dan wawancara dengan responden, penulis menyimpulkan bahwa
pendidikan agama berperan penting dalam mengembangkan sikap pluralis mahasiswa.
Hasil penelitian saya menunjukkan bahwa sikap pluralis tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh pendidikan agama saja tetapi dari berbagai hal seperti keluarga, lingkungan dan juga pergaulan bisa mempengaruhi sikap pluralis. Sikap Pluralis berarti mampu berinteraksi dengan kelompok-kelompok lain dan menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain, mahasiswa UKDW merupakan beragam dari banyak hal namun tetap hidup bersama tanpa konflik. Sikap pluralis menjadi dasar kedamaian bagi setiap orang yang berbeda di dunia. Semakin seseorang memahami sikap pluralis semakin baik juga penerimaan terhadap seseorang yang berbeda dengannya.
Kesimpulan ini didukung oleh data hasil keseluruhan penelitian yang menunjukkan bahwa jumlah terbanyak masuk dalam kriteria 5 = sangat baik.
Mahasiswa yang masuk dalam kriteria baik ada 103 orang dengan persentase 57,3%. Data juga menunjukkan bahwa 36 mahasiswa masuk dalam kriteria 4
= baik dengan persentase 35,0%, dan 8 mahasiswa masuk dalam kriteria 3 = cukup baik dengan persentase 7,8%.
B. Saran
Adapun beberapa saran yang perlu disampaikan sehubungan hasil penelitian, antara lain:
1. Dalam mata kuliah pendidikan agama, ada baiknya apabila materi tentang pluralitas lebih diperjelas lagi agar menambah wawasan setiap mahasiswa yang beragama lain.
2. Sehubungan dengan itu ada baiknya apabila tokoh dari berbagai agama di datangkan ke kampus dan melakukan dialog antar agama untuk memperkaya pemahaman mahasiswa akan ajaran agama yang dianut masing-masing mahasiswa.
3. Mengembangkan kegiatan mahasiswa di Universitas dan mengundang tokoh-tokoh berbagai agama yang berpotensi untuk semakin mengakrabkan mahasiswa dari berbagai agama.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Rulam. 2014. Pengantar Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz.
Ali, Muhamad. (2003). Teologi Pluralis Multikultural: Menghargai Kemajemukan Menjalin Kebersamaan. Jakarta: Buku Kompas.
Coward, Harold (1989) Pluralisme Tantangan Bagi Agama-Agama.
Yogyakarta.Kanisius.
Dapiyanta, FX. (2011). Evaluasi Pembelajaran PAK di Sekolah. Buku Ajar Mahasiswa IPPAK-FKIP-USD. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Dister, Nico Syukur. (1988) Pengalaman dan Motivasi beragama Yogyakarta :
Kanisius.
______ Psikologi Agama Yogyakarta : Kanisius.
Himang, Klaudius. (2017). “Analisis Sikap Pluralis terhadap Agama dan Budaya Siswa-siswi SMP Pangudi Luhur 1 dan SMP Negeri 5 Yogyakarta Kelas VIII Tahun Ajaran 2016-2017.” Skripsi Tidak Dipublikasikan.
Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Konsili Vatikan II (2012) Dokumen Konsili Vatikan Dua (Hardawiryawan RS) Kewuel, K. Hipolitus. (2011). Mengolah Pluralitas Agama.Yogyakarta: Kanisius.
Panikkar. Raimundo (1994) Dialog Intra Religius. Yogyakarta: Kanisius Rukiyanto,B.A. 2015. Pewartaan di Zaman Global. Yogyakarta: Kanisius.
Sudiarja. A (2014) Pendidikan dalam tantangan zaman. Yogyakarta: Kanisius.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan D&D. Bandung: Alfabeta.
Sumartana, Th.dkk (2001) Pluralisme,Konflik dan Pendidikan Agama di Indonesia. Yogyakarta: Interfidei.
Visi dan misi UKDW. 2015 diunduh dari https://www.ukdw.ac.id/profil/visi-misi-ukdw/ pada 15 Agustus 2020.
Peraturan Pemerintah 2010. Diunduh dari https://suberia.wordpress.com/2010/
06/ 20/peraturan-pe merintah-no-552007 pada 15 Agustus 2020.
LAMPIRAN
(1)
(2) Lampiran 2 Surat Tanggapan Penelitian
(3)
1. Apakah Pendidikan Agama di UKDW mengajarkan pengetahuan tentang agama lain?
R1 : Iya ada kak R2 : Ada mbak.
R3 : Kalo membahas tentang agama lain ada mba tapi hanya sekilas saja.
R4 : Iya ada kak.
R5 : Ada mba karena kami ada tugas presentasi dan itu semua agama harus di presentasikan.
2. Dalam Pendidikan Agama, apakah ada materi tentang dialog antar agama?
R1 : Ada kak, tapi itu kami temui hanya pada semester awal saja.
R2 : Ada kak
R3 : Tidak ada kak, kami sih lebih berfokus pada dogma-dogma
R4 : ada kak tapi hanya saja tidak terlalu didalami hanya menyinggung sediki-sedikit saja
R5 : Ada mba
3. Dalam Pendidikan Agama, apakah ada kesempatan untuk melakukan dialog antar agama?
R1 : Iya ada kak karena pas semester awal kami itu mempunyai tugas dari mata kuliah pendidikan agama
R2 : Kalo dalam pelajaran agama ada kak karena itu tugas utama kami R3 : Ada sih kak, tapi aku dulu tidak ikut karena ada halangan
R4 : Ada kak R5 : Ada mba
4. Saat belajar Pendidikan Agama, apakah ada kesempatan untuk mengundang tokoh-tokoh agama lain?
R1 : Belum ada kak R2 : Belum ada mbak
R3 : sejauh ini belum ada kak ya palingan hanya seminar saja R4 : Tidak ada kak
R5 : Belum ada mba
(4)
5. Saat belajar Pendidikan Agama, apakah ada kesempatan bagi mahasiswa untuk berkunjung ke tempat-tempat ibadah agama lain?
R1 : Iya ada kak, karena itu menjadi tugas utama kami dalam mata kuliah agama R2 : Ada kak,
R3 : Ada kak, setiap angkatan itu memiliki kesempatan buat berkunjung R4 : Ada kak, biasanya itu kami laksanakan pada semester satu
R5 : Ada mba, setiap angkatan rutin buat berkunjung ke tempat ibadah agama lain 6. Di akhir pembelajaran Pendidikan Agama, apakah ada dilakukan evaluasi?
R1 : Ada kak, tapi keseringan tidak karena diburu waktu
R2 : ada sih, tapi kalau waktu memadai terkadang dosen lupa juga R3 : Terkadang ada sih kak.
R4 : Ada kak tapi tidak setiap kali pertemuan juga sih R5 : Jarang sih kak apalagi mata kuliah agama
7. Apakah kamu merasa terganggu dengan atribut keagamaan orang lain? Misalnya di kampus banyak teman-teman yang beragama lain
.
R1 : Kalo aku pribadi karena latar belakanganya dari TK sampai SMA katolik terus, lalu kuliah masuk negeri. Awalnya merasa terganggu sih. Tapi butuh adaptasi, sampai sekarang yah ngak apa-apa.
R2 : Kalo aku sma sekali ngak kak, biasa aja toh kita sama-sama manusia ciptaan Tuhan
R3 : Saya sih terkadang terganggu kak karena kosan saya juga sangat dekat ke masjid jadi sedikit terganggu dan saya juga mempunyai trauma sewaktu saya kecil mungkin itu masih melekat dalam diri saya mungki itu yang mempengaruhi
R4 : Merasa terganggu sih ngak kak. Aku nyaman-nyaman aja.
R5 : Ngak sih, aku biasa aja mba
8. Apakah kamu mengijinkan apabila di lingkungan sekitar rumahmu dibangun tempat ibadah agama lain?
R1 : Ia mengijinkan, karena itu hak masing-masing pemeluk agama R2 : Mengijinkan kak, selagi sesuai aturan yang berlaku
(5) R4 : Sejauh ini sih ngak kak
R5 : Kalo aku mengijinkan kak. Kan kita juga membangun tempat iabadah, masa orang lain kita larang
9. Apakah kamu merasa keberatan jika memberi ucapan selamat di hari raya agama lain?
R1 : Aku selalu ngucapin ke teman-teman R2 : Kalau ngasih ucapan selamat sih mau R3 : Kalau ngasih ucapan sih mau kak
R4 : Kalo saya sih mau ngucapin kak sering ngucapin lewat lewat WA juga R5 : Aku sih ngak keberatan mba
10. Apakah kamu mau membantu orang yang beragama lain?
R1 : Mau kak dari kecil udah diajarin orang tua juga agar saling membantu tanpa melihat latar belakang orangnya.
R2 : Iya kak mau, di kampung kami juga masih ada tradisi membantu yang beragama lain
R3 : kalau ada yang menginginkan bantuan saya pasti mau sih kak R4 : Kalo membantu agama lain aku belum pernah sih kak
R5 : Mau kak, aku sih ngak menjadikan perbedaan agama menjadi suatu masalah.
11. Menurut kamu apakah mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta sudah bersikap pluralis?
R1 : Kalau menurut saya sudah bersikap pluralis.
R2 : Udah kak tapi belum semua. Masih ada yang juga yang tertutup.
R3 : sebagian sudah kak, ya meskipun ada satu dua yang masih sulit menerima perbedaan itu, tapi semakin sering mendekatkan diri kepada teman-teman yang beragama lain lama-kelamaan semakin terbentuk juga sikap toleran .
R4 : Tingkat toleran sudah kak, tapi belum,tapi udah mayoritasnya sih
R5 : menurut saya sih udah mba karena saya juga ikut organisasi PKM, kami juga sering membantu agama lain dalam perayaan yang dalam agama mereka. Kami membantu dengan kemauan sendiri bukan karena diminta untuk membantu mereka dalam persiapan perayaan apapun itu.
12. Dari jawaban kamu, tampak bahwa kamu punya sikap pluralis yang baik. Apakah sikap kamu ini berkat belajar pendidikan agama di sekolah sampai perguruan tinggi ini? Atau ini memang sudah terbentuk sejak kecil (didikan orang tua/keluarga)
(6)
R1 : Iya kak, saya dari kecil emang udah dididik oleh oleh orang tua saya dan saya diperkaya bersikap toleran sejak saya SMA karena saya sekolah di Negeri dan mayoritas yang memeluk agama Islam dari sekolah itu saya banyak menemukan hal baru tetapi semenjak saya masuk kuliah saya lebih dapat bersikap pluralis lagi karena di Universitas kami tidak semua yang beragama kristen ya meskipun namanya Universitas Kristen Duta Wacana tetapi mahasiswanya sangat beragam.
R2 : Kalau aku dari lingkungan kak, kalau dari sekolah atau kampus tidak juga sih karena pelajaran pendidikan agama yang saya alami itu hanya sekedar menyinggung garis-garis besarnya saja yang dibawa dalam materi perkuliahan.
R3 : kalau saya sih merasa belum terlalu bersikap toleran kak soalnya masih ada lukabatin yang saya alami semenjak saya kecil.
R4 : Dari keluarga sih belum, keluarga lebih pada hal-hal yang praktis. Saya mendapatkan sikap toleran semenjak saya kuliah karena di Universitas ini hidup dengan banyak keberagaman.
R5 : kalau saya pribadi sih dari semua sih mba dari sekolah iya dari lingkungan iya. Dari kecil sudah diajarkan oleh orang tua juga sehingga kebiasaan itu masih melekat pada diri saya.
Lampiran 4: Transkip Wawancara Dosen
1. Apakah pelajaran agama di UKDW dipisah sesuai dengan agama masing-masing
(7) mba
2. Apakah dalam pelajaran agama ada membahas tentang agama-agama lain?
R1 : Iya ada mba, selain kami membahas tentang agama kristen kami juga membahas semua agama ya meskipun hanya sekilas.
R2 : Sejauh ini membahas tentang agama-agama lain karena mahasiswa juga ada tugas presentasi tentang agama lain
3. Apakah ada kesempatan bagi mahasiswa untuk berdialog dengan agama lain atau berkunjung ketempat ibadah agama lain
R1 : Iya ada mba, biasanya dari tugas praktek
R2 : Ada mba itu tiap mahasiswa baru selalu melakukan dialog antar agama sekalian berkunjung ke tempat ibadah agama lain
4. Apakah mahasiswa UKDW sudah bersikap pluralis?
R1 : Mengatakan bahwa Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta sudah memiliki sikap yang pluralis. Dapat dilihat dari cara hidup mereka di kampus yang mau terlibat membantu perayaan agama lain saat ada acara agama lain
R2 : Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana terbilang mempunyai sikap Pluralis yang tinggi karena sangat menghargai agama lain dan mampu berteman dan bersahabat dengan agama lain.
5. Di akhir pembelajaran Pendidikan Agama, apakah ada dilakukan evaluasi?
R1 : saya membuat Evaluasi pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana para mahasiswa sudah mengetahui pembelajaran yang berlangsung.
R2 : Saya membuat evaluasi tapi terkadang melihat waktu juga sih mba kalau waktunya sudah tidak memungkin saya lanjutkan evaluasinya di jam berikutnya
Lampiran 5. Kuesioner Penelitian
PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP PLURALIS MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA
(8)
Saya Meinova Sinaga, mahasiswa Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sehubungan dengan penelitian saya yang berjudul "PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP PLURALIS
MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA", saya membutuhkan dukungan Anda untuk mengisi kuesioner di bawah ini sesuai dengan
kenyataan yang ada. Pertanyaan dan data responden hanya akan digunakan untuk keperluan penelitian dan sangat dijaga kerahasiaannya. Atas kesediaannya meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini, saya mengucapkan terima kasih.
Alamat Email :
Nama :
Agama Islam Katolik Kristen Budha Hindu Konghucu Yang lain:
Universitas
Universitas Negeri Yogyakarta Universitas Sanata Dharma Universitas Kristen Duta Wacana Universitas Gadjah Mada
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
(9) Program Studi/Jurusan/Fakultas:
No Hp :
Latar belakang Pendidikan SD SD Negeri
SD swasta nasional
SD berciri khas agama Islam SD berciri khas agama Katolik SD berciri khas agama Protestan SD berciri khas agama Hindu SD berciri khas agama Buddha SD berciri khas agama Kong Hu Cu Homeschooling
Lainnya
Latar belakang Pendidikan SMP
SMP Negeri
SMP swasta nasional
SMP berciri khas agama Islam SMP berciri khas agama Katolik SMP berciri khas agama Protestan
(10) SMP berciri khas agama Hindu
SMP berciri khas agama Buddha SMP berciri khas agama Kong Hu Cu Homeschooling
Lainnya
Latar belakang Pendidikan SMA SMA Negeri
SMA swasta nasional
SMA berciri khas agama Islam SMA berciri khas agama Katolik SMA berciri khas agama Protestan SMA berciri khas agama Hindu SMA berciri khas agama Buddha SMA berciri khas agama Kong Hu Cu Homeschooling
Lainnya
Latar Belakang Keluarga Inti Keluarga Inti Seagama
Keluarga Inti Campuran (tidak seagama)
Latar Belakang Keluarga Besar Keluarga Besar Seagama
Keluarga Besar Campuran (tidak seagama)
(11) Buruh
Swasta Guru
Aparatur Sipil Negara TNI/POLRI
Pengusaha Petani Lainnya
Kuesioner Penelitian
Jawablah pernyataan berikut sesuai dengan keadaan yang sebenarnya!
1
2 Pendidikan Agama mengajarkan pengetahuan tentang agama lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju 3 Pendidikan Agama mengajarkan
saya tentang dialog antar agama
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
4
Pendidikan Agama mengajarkan bahwa semua agama membawa keselamatan.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
5 Pendidikan Agama menumbuhkan dan membentuk kepribadian saya.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
6
Pendidikan Agama menumbuhkan sikap menghormati, menerima, dan menghargai pandangan orang lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
(12) 7 Pendidikan Agama membantu saya
untuk menerima perbedaan agama.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
8
Pendidikan Agama membuat saya tidak ragu menolong orang yang beragama lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
9 Pendidikan Agama membantu saya untuk menghayati iman.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
10
Pendidikan Agama mengarahkan saya untuk menghargai nilai-nilai Pancasila. norma-norma hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
12
Pendidikan Agama membantu saya mewujudkan solidaritas dan
kebersamaan dalam membangun keadilan dan kesejahteraan bangsa.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
13
Pendidikan Agama bertujuan untuk mengembangkan moral dan akhlak yang mulia.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
14
Pendidikan Agama bertujuan untuk membantu memahami sikap
pluralis dan makna pluralisme agama.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
15
Pendidikan Agama bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi terhadap agama dan kepercayaan lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
16
Pendidikan Agama bertujuan untuk mengembangkan pemahaman bahwa semua agama membawa keselamatan.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
(13) agama-agama lain.
18 Dalam Pendidikan Agama ada materi tentang dialog antar agama.
Tidak
Ada 1 2 3 4 5 Ada
19
Dalam Pendidikan Agama ada kesempatan untuk melakukan dialog antar agama.
Tidak
Ada 1 2 3 4 5 Ada
20
Dalam Pendidikan Agama ada materi yang membahas tentang moral dan akhlak yang mulia.
Tidak
Ada 1 2 3 4 5 Ada
21
Saat belajar Pendidikan Agama ada diskusi untuk mengembangkan sikap pluralis (menghargai agama lain).
Tidak
Ada 1 2 3 4 5 Ada
22
Saat belajar Pendidikan Agama ada kesempatan untuk berdialog dengan agama lain.
Tidak
Ada 1 2 3 4 5 Ada
23
Saat belajar Pendidikan Agama ada kesempatan untuk berkunjung ke tempat-tempat ibadah agama lain.
Tidak
Ada 1 2 3 4 5 Ada
24
Saat belajar Pendidikan Agama, ada kesempatan untuk
Pendidikan Agama ada evaluasi pemahaman tentang agama lain dan dialog antar agama.
Tidak
Ada 1 2 3 4 5 Ada
26
Pada akhir pembelajaran
Pendidikan Agama ada evaluasi tentang bagaimana menghargai
Tidak
Ada 1 2 3 4 5 Ada
(14) agama lain.
27
Pada akhir pembelajaran
Pendidikan Agama saya merasa diteguhkan untuk menghargai
Pendidikan Agama saya bersedia untuk berdialog dengan agama lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
29
Saya bisa menerima dan
menghormati orang yang beragama lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
30 Saya bisa menerima pandangan yang berbeda.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju 31 Saya bisa menerima kritik positif
dari orang yang beragama lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju 32 Saya mau memberi pujian atas
karya orang yang beragama lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju 33 Saya bisa menghargai pandangan
orang yang beragama lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
34
Saya merasa nyaman tinggal di daerah yang penduduknya
menganut berbagai macam agama.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
35 Saya bersedia bekerjasama dengan orang yang beragama lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju 36 Saya bersedia berdialog dengan
orang yang beragama lain.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
37
Saya bersedia mengucapkan selamat kepada orang beragama lain yang sedang merayakan perayaan agamanya.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
38 Sikap toleransi ditemukan dalam kehidupan di kampus saya
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
(15) simbol-simbol agama lain.
40
Saya menentang gerakan
radikalisme agama dan perusakan tempat ibadat.
Tidak
Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
41
Usul dan saran untuk Pendidikan Agama agar semakin
mengembangkan sikap pluralis (menghargai agama lain).
(2)