BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Analisis Data: Analisis Deskriptif
Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif dan statistik dengan menggunakan SPSS version 16 untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian dari data yang sudah dikumpulkan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta 1. Sejarah Singkat Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Sekolah Tinggi Theologia (S.T.T) Duta Wacana merupakan cikal bakal berdirinya Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta pada tahun 1985.
Berdirinya UKDW ini sebagai pengembangan S.T.T. Duta Wacana.S.T.T.
Duta Wacana itu sendiri telah berdiri 23 tahun sebelumnya, lebih tepatnya di tahun 1962. Sekolah ini merupakan penggabungan antara Sekolah Theologia Bale Wiyata, Malang dengan Akademi Theologia Jogjakarta. Harapan gereja-gereja untuk meningkatkan mutu pendidikan terhadap para pelayan jemaatnya melalui pendidikan tinggi yang setera dengan universitas merupakan latar belakang berdirinya S.T.T. Duta Wacana.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, S.T.T. Duta Wacana bergabung dalam The Assosiation for Theological Education in South East Asia (ATESEA) pada tahun 1982. Hasilnya, S.T.T. Duta Wacana
memperoleh akreditasi dengan peringkat terbaik di Asia Tenggara. Seiring waktu berjalan, S.T.T. Duta Wacana telah mendapatkan pengakuan dari pihak pemerintah. Peningkatan status tersebut terjadi pada tahun 1983, dari sebelumnya hanya “terdaftar” menjadi “diakui”. Pada awalnya, S.T.T. Duta Wacana didirikan oleh lima Gereja. Namun beberapa Gereja memutuskan bergabung untuk memberikan dukungan. Sebut saja diantaranya Sinode
Gereja Kristen Jawa, Sinode Gereja Krsiten Indonesia Jawa Timur, Sinode Gereja Kristen Indonesia Jawa Tengah, hingga Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan.Gereja-gereja pendukung pun bertambah banyak. Mulai dari Sinode Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan, Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat, Sinode Gereja Kristen Pasundan, hingga Sinode Gereja Kristen Protestan di Bali.
Untuk menjawab kebutuhan akan pendidikan tinggi dalam rangka Pembangunan Nasional, gereja-gereja pendiri dan pendukung memutuskan untuk memperluas S.T.T. Duta Wacana. Hingga pada akhirnya tanggal 31 Oktober 1985, berdirilah Universitas Kristen Duta Wacana atau juga dikenal dengan UKDW Yogyakarta. Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur dan Fakultas Ekonomi dengan Jurusan Manajemen menjadi dua fakultas yang dihadirkan oleh UKDW Yogyakarta pada tahun pertama. Berselang satu tahun kemudian, Fakultas Teknik membuka program studi baru, yakni jurusan Teknik Informatika pada tahun 1987, berdirilah Fakultas Biologi dengan prodi pertamanya adalah Jurusan Biologi Lingkungan. Empat tahun kemudian, UKDW Yogyakarta membuka program Pasca Sarjana Theologia jenjang Magister atau S2. Fakultas Ekonomi kembali membuka prodi baru di tahun 2000, adalah Jurusan Akuntansi. Dan lima tahun berselang, giliran Fakultas Teknik yang mendirikan dua prodi sekaligus, yakni Desain Produk dan Sistem Informasi. Tidak sampai di jenjang S1 dan S2, UKDW memutuskan untuk menghadirkan jenjang S3 alias Doktor pada tahun 2006 dengan nama program Indonesia Consortium for Religious Studies (ICRS).
Ini tidak terlepas dari pembentukan konsorsium studi antar agama bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Sunan Kalijaga. Tiga tahun berselang, Universitas Kristen Duta Wacana akhirnya membuka Fakultas Kedokteran dengan menawarkan dua prodi sekaligus, yakni Profesi Dokter dan Pendidikan Dokter. Tahun 2010, jenjang S3 UKDW bertambah dengan hadirnya Fakultas Teologi. Di tahun 2014, UKDW kembali menawarkan program studi baru dengan nama Jurusan Kajian Konflik dan Perdamaian untuk jenjang Magister S2 atau. Jurusan ini tergabung pada Fakultas Teologi. Program studi Magister Arsitektur yang tergabung di Fakultas Arsitektur dan Desain dihadirkan oleh UKDW Yogyakarta pada tahun 2015. Setahun berlalu, Program Studi Magister Manajemen juga hadir di Fakultas Bisnis. Begitu juga dengan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Secara total, Universitas Kristen Duta Wacana memiliki 6 fakultas, yakni Kedokteran, Teknologi Informasi, Bisnis, Bioteknologi, Arsitektur, dan Teologi. Dengan 17 program studi yang ditawarkan, mulai dari jenjang S1 hingga S3.
2. Visi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Menjadi universitas Kristen unggul dan terpercaya yang melahirkan generasi profesional mandiri bagi dunia pluralistik berdasarkan kasih
3. Misi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
a. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang kontekstual berbasis nilai-nilai kedutawacanaan.
b. Melakukan riset yang berpihak pada nilai kemanusiaan.
c. Melakukan pengabdian kepada masyarakat yang partisipatoris.
d. Membangun institusi yang unggul dan kompetitif.
e. Mengembangkan sivitas akademika yang menghidupi nilai-nilai kedutawacanaan.
B. Hasil Penelitian 1. Hasil Keseluruhan a. Deskripsi Frekuentif
Hasil Kuisoner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa, maka hasil frekuentif data keseluruhan menggunakan SPSS version 16 dengan interval 32 dari skor maksimal 200 dan skor minimal 40 sebagai berikut:
Tabel 2. 1
Interval Data Keseluruhan
Kriteria Interval Keterangan
1 40 – 72 Tidak Baik
2 73 – 104 Kurang Baik
3 105 – 136 Cukup Baik
4 137 – 168 Baik
5 169 – 200 Sangat Baik
Tabel 2. 2
Rangkuman deskripsi frekuentif data keseluruhan Frequency Percent Valid
Percent
Cumulative Percent
Valid
Cukup Baik 8 7.8 7.8 7.8
Baik 36 35.0 35.0 42.7
Sangat Baik 59 57.3 57.3 100.0
Total 103 100.0
Dari tabel di atas, diketahui bahwa sebanyak 8 mahasiswa masuk dalam kriteria cukup baik dengan presentase 7,8%, 36 mahasiswa masuk dalam kriteria baik dengan presentase 35,0%, dan 59 mahasiswa masuk dalam kriteria sangat baik dengan presentase 57,3%. Maka diagram peran Pendidikan Agama dalam mengembangkan sikap pluralis mahasiswa Universitas Kristen Duta wacana Yogyakarta seperti berikut ini:
Diagram 2.1
Rangkuman deskripsi frekuentif data keseluruhan
b. Deskripsi Statistik
Tabel 2. 3
Rangkuman deskripsi statistik data keseluruhan Statistics
Total Keseluruhan
N
Valid 103
Missing 0
Mean 4.4951
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .63976
Range 2.00
Minimum 3.00
Maximum 5.00
Sum 463.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,4951 dari total skor responden sebesar 463,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5. Perolehan data mendapatkan hasil nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
2. Hasil Setiap Variabel a. Peran Pendidikan Agama 1) Deskripsi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana . Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh frekuentif peran pendidikan agama menggunakan SPSS version 16 terlihat bahwa interval 22,4 dari skor maksimal 140 dan skor minimal 28 yaitu:
Tabel 2. 4
Interval Peran Pendidikan Agama
Kriteria Interval Keterangan
1 28 – 50,4 Tidak Baik
Tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 mahasiswa ada sebanyak 57 mahasiswa masuk dalam kriteria sangat baik
dengan presentase 55,3%, 34 mahasiswa masuk dalam kriteria baik dengan presentase 33,0%, 11 mahasiswa masuk dalam kategori cukup baik dengan presentase 10,7% dan 1 mahasiswa masuk dalam kriteria Kurang baik dengan presentase 1,0%. Maka diagram peran Pendidikan Agama seperti berikut ini:
Diagram 2.2 Peran Pendidikan Agama
2) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 6
Peran Pendidikan Agama
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.4272
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .72222
Range 3.00
Minimum 2.00
Maximum 5.00
Sum 456.00
Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil statistik dengan menggunakan SPSS version 16 secara keseluruhan, dengan jumlah responden yang diteliti sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,4272 dari total skor responden sebesar 456,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5, nilai yang sering muncul sebesar 5, nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
b. Sikap Pluralis
1) Deskripsi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana diperoleh hasil frekuentif sikap pluralis menggunakan SPSS version 16 dengan interval 9,6 dari skor maksimal 60 dan skor minimal 12 yaitu:
Tabel 2. 7
Interval Sikap Pluralis
Kriteria Interval Keterangan
1 12 – 21,6 Tidak Baik
2 21,7 – 31,2 Kurang Baik
3 31,3 – 40,8 Cukup Baik
4 40,9 – 50,4 Baik
5 50,5 – 60 Sangat Baik
Tabel 2. 8 Sikap Pluralis
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Cukup Baik 4 3.9 3.9 3.9
Baik 19 18.4 18.4 22.3
Sangat Baik 80 77.7 77.7 100.0
Total 103.0 100.0 100.0
Dari Tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 ada sebanyak 4 mahasiswa yang mencapai kriteria cukup baik dengan presentase 3,9%, 19 mahasiswa tergolong dalam kriteria baik dengan presentase 18,4%, dan 80 mahasiswa yang tergolong dalam kriteria sangat baik dengan presentase 77,7%. Maka diagram sikap pluralis seperti berikut ini:
Diagram 2.3 Sikap Pluralis
2) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 9 Sikap Pluralis
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.7379
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .52321
Range 2.00
Minimum 3.00
Maximum 5.00
Sum 488.00
Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil statistik dengan menggunakan SPSS version 16 secara keseluruhan, dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,7379 dari total skor responden sebesar 488,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5, nilai yang sering muncul sebesar 5, nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
3. Hasil Setiap Aspek
a. Aspek Peran Pendidikan Agama 1) Memberi Pengetahuan
a) Deskripsi Frekuentif
Hasil kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana maka diperoleh hasil frekuentif memberi pengetahuan
menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 10
Interval Memberi Pengetahuan
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
2 7,3 – 10,4 Kurang Baik
3 10,5 – 13,6 Cukup Baik
4 13,7 – 16,8 Baik
5 16,9 – 20 Sangat Baik
Tabel 2. 11 Memberi Pengetahuan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Kurang Baik 3 2.9 2.9 2.9
Cukup Baik 7 6.8 6.8 9.7
Baik 36 35.0 35.0 44.7
Sangat Baik 57 55.3 55.3 100.0
Total 103 100.0 100.0
Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 ada 3 mahasiswa yang masuk dalam kriteria kurang baik dengan persentase 29 %, dalam kriteria yang cukup baik ada 7 mahasiswa dengan persentase 6,8%, dalam kriteria baik ada 36 mahasiswa dengan presentase 35,0%, dan 57 mahasiwa masuk dalam kriteria sangat baik dengan presentase 55,3%. Maka diagram memberi pengetahuan seperti berikut ini:
Diagram 2.4 memberi pengetahuan
b) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 12 Memberi Pengetahuan
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.4272
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .74888
Range 3.00
Minimum 2.00
Maximum 5.00
Sum 456.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,4272 dari total skor responden sebesar 456,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5. Perolehan data
mendapatkan hasil nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
2) Membentuk Sikap a) Deskripsi frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif membentuk sikap menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 13
Interval Membentuk Sikap
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
Frequency Percent Valid Percent
dengan presentase 67,0%. Maka diagram membentuk sikap seperti berikut ini:
Diagram 2.5 membentuk sikap
b) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 15 Membentuk Sikap
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.5825
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .64965
Range 2.00
Minimum 3.00
Maximum 5.00
Sum 472.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,5825 dari total skor responden sebesar 472,00. Nilai tengah yang
diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5. Perolehan data mendapatkan hasil nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
3) Membantu Penghayatan a) Deskripsi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana maka diperoleh hasil frekuentif membantu penghayatan menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 16
Interval Membantu Penghayatan
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
2 7,3 – 10,4 Kurang Baik
3 10,5 – 13,6 Cukup Baik
4 13,7 – 16,8 Baik
5 16,9 – 20 Sangat Baik
Tabel 2. 17
Membantu Penghayatan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Cukup Baik 10 9.7 9.7 9.7
Baik 36 35.0 35.0 44.7
Sangat Baik 57 55.3 55.3 100.0
Total 103.0 100.0 100.0
Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 ada 10 mahasiswa yang masuk dalam kriteria cukup baik dengan persentase 9,7 %, dalam kriteria yang baik ada 36 mahasiswa dengan persentase 35,0%, dalam kriteria sangat baik ada 57 mahasiswa dengan presentase 55,3,0%, Maka diagram memberi penghayatan seperti berikut ini:
Diagram 2.6 membantu penghayatan
b) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 18 Membantu Penghayatan
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.4563
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .66828
Range 2.00
Minimum 3.00
Maximum 5.00
Sum 459.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,4563 dari total skor responden sebesar 459,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5. Perolehan data mendapatkan hasil nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
4) Tujuan
a) Deskripsi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif tujuan menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 19 Interval Tujuan
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
2 7,3 – 10,4 Kurang Baik
3 10,5 – 13,6 Cukup Baik
4 13,7 – 16,8 Baik
5 16,9 – 20 Sangat Baik
Tabel 2. 20 Tujuan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Cukup Baik 8 7.8 7.8 7.8
Baik 26 25.2 25.2 33.0
Sangat Baik 69 67.0 67.0 100.0
Total 103.0 100.0 100.0
Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 ada 8 mahasiswa yang masuk dalam kriteria cukup baik dengan persentase 7,8 %, dalam kriteria yang baik ada 26 mahasiswa dengan persentase 25,2%, dalam kriteria sangat baik ada 69 mahasiswa dengan presentase 67,0%, Maka diagram memberi pengetahuan seperti berikut ini:
Diagram 2.7 tujuan
b) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 21 Tujuan
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.5922
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .63303
Range 2.00
Minimum 3.00
Maximum 5.00
Sum 473.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,5922 dari total skor responden sebesar 473,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5. Perolehan data mendapatkan hasil nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
5) Materi
a) Deskripsi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif materi menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 22 Interval Materi
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
2 7,3 – 10,4 Kurang Baik
3 10,5 – 13,6 Cukup Baik
4 13,7 – 16,8 Baik
5 16,9 – 20 Sangat Baik
Tabel 2. 23 Materi
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Kurang Baik 4 3.9 3.9 3.9
Cukup Baik 8 7.8 7.8 11.7
Baik 33 32.0 32.0 43.7
Sangat Baik 58 56.3 56.3 100.0
Total 103 100.0 100.0
Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 ada 4 mahasiswa yang masuk dalam kriteria kurang baik dengan persentase 3,9 %, dalam kriteria yang cukup baik ada 8 mahasiswa dengan persentase 7,8%, dalam kriteria baik ada 33 mahasiswa dengan presentase 32,0%, dan kriteria sangat baik ada 58 mahasiswa dengan presentase 56,3% Maka diagram memberi pengetahuan seperti berikut ini:
Diagram 2.8 materi
b) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 24 Materi
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.4078
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .79751
Range 3.00
Minimum 2.00
Maximum 5.00
Sum 454.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,4078 dari total skor responden sebesar 454,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5. Perolehan data
mendapatkan hasil nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
6) Proses
a) Deskripsi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif proses menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 25 Interval Proses
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
Frequency Percent Valid Percent responden yakni 103 ada 5 mahasiswa yang masuk dalam kriteria kurang baik
dengan persentase 4,9 %, dalam kriteria yang cukup baik ada 10 mahasiswa dengan persentase 9,7%, dalam kriteria baik ada 33 mahasiswa dengan presentase 32,0%, dan kriteria sangat baik ada 55 mahasiswa dengan presentase 53,4%. Maka diagram memberi pengetahuan seperti berikut ini:
Diagram 2.9 proses
b) Deskripsi Statistik Tabel 2. 27
Proses
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.3398
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .84660
Range 3.00
Minimum 2.00
Maximum 5.00
Sum 447.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,3398 dari total skor responden sebesar 447,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5. Perolehan data mendapatkan hasil nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
7) Evaluasi
a) Deskripsi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif evaluasi menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 28 Interval Evaluasi
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
2 7,3 – 10,4 Kurang Baik
3 10,5 – 13,6 Cukup Baik
4 13,7 – 16,8 Baik
5 16,9 – 20 Sangat Baik
Tabel 2. 29 Evaluasi
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Tidak Baik 1 1.0 1.0 1.0
Kurang Baik 1 1.0 1.0 1.0
Cukup Baik 13 12.6 12.6 14.6
Baik 32 31.1 31.1 45.6
Sangat Baik 56 54.4 54.4 100.0
Total 103 100.0 100.0
Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 ada 1 mahasiswa yang masuk dalam kriteria Tidak baik dengan persentase 1,0%, dalam kriteria yang Kurang baik ada 1 mahasiswa dengan persentase 1,0%, dalam kriteria cukup baik ada 13 mahasiswa dengan presentase 12,6%, kriteria baik ada 32 mahasiswa dengan presentase 31,1%
dan 66 mahasiswa termasuk kedalam kriteria sangat baik dengan presentase 54,4%. Maka diagram memberi pengetahuan seperti berikut ini:
Diagram 2.10 evaluasi
b) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 30 Evaluasi
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.3689
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .81638
Range 4.00
Minimum 1.00
Maximum 5.00
Sum 450.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,3689 dari total skor responden sebesar 450,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5. Perolehan data mendapatkan hasil nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
b. Aspek Sikap Pluralis 1) Menerima
a) Deskrisi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif menerima menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 31 Interval Menerima
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
2 7,3 – 10,4 Kurang Baik
3 10,5 – 13,6 Cukup Baik
4 13,7 – 16,8 Baik
5 16,9 – 20 Sangat Baik
Tabel 2. 32 Menerima
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Cukup Baik 4 3.9 3.9 3.9
Baik 17 16.5 16.5 20.4
Sangat Baik 82 79.6 79.6 100.0
Total 103 100.0 100.0
Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 ada 4 mahasiswa yang masuk dalam kriteria cukup baik dengan persentase 3,9%, dalam kriteria yang baik ada 17 mahasiswa dengan persentase 16,5%, dan 82 mahasiswa termasuk kedalam kriteria sangat baik dengan presentase 79,6%. Maka diagram memberi pengetahuan seperti berikut ini:
Diagram 2.11 menerima
b) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 33 Menerima
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.7573
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .51385
Range 2.00
Minimum 3.00
Maximum 5.00
Sum 490.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,7573 dari total skor responden sebesar 490,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5 dan nilai yang sering muncul sebesar 5.
2) Menghargai
a) Deskripsi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif menghargai menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 34 Interval Menghargai
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
2 7,3 – 10,4 Kurang Baik
3 10,5 – 13,6 Cukup Baik
4 13,7 – 16,8 Baik
5 16,9 – 20 Sangat Baik
Tabel 2. 35 Menghargai
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Cukup Baik 3 2.9 2.9 2.9
Baik 22 21.4 21.4 24.3
Sangat Baik 78 75.7 75.7 100.0
Total 103 100.0 100.0
Tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 sebanyak 3 mahasiswa masuk dalam kriteria cukup baik dengan presentase 2,9%, 22 mahasiswa masuk dalam kriteria baik dengan presentase
21,4%, dan 78 mahasiswa masuk dalam kriteria sangat baik dengan presentase 75,7%. Maka diagram menghargai seperti berikut ini:
Diagram 2.12 menghargai
b) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 36 Menghargai N
Valid 103
Missing 0
Mean 4.7282
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .50863
Range 2.00
Minimum 3.00
Maximum 5.00
Sum 487.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik menghargai menggunakan SPSS version 16 dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah
responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,7282 dari total skor responden sebesar487,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5, nilai yang sering muncul sebesar 5, nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
3) Berdialog
a) Deskripsi Frekuentif
Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 mahasiswa maka diperoleh hasil frekuentif berdialog menggunakan SPSS version 16 dengan interval 3,2 dari skor maksimal 20 dan skor minimal 4 yaitu:
Tabel 2. 37 Interval Berdialog
Kriteria Interval Keterangan
1 4 – 7,2 Tidak Baik
Frequency Percent Valid Percent
Tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden yakni 103 sebanyak 5 mahasiswa masuk dalam kriteria cukup baik dengan presentase 4,9%, 11 mahasiswa masuk dalam kriteria baik dengan presentase 10,7%, dan 87 mahasiswa masuk dalam kriteria sangat baik dengan presentase 84,5%. Maka diagram berdialog seperti berikut ini:
Diagram 2.13 berdialog
b) Deskripsi Statistik
Tabel 2. 39 Berdialog
N Valid 103
Missing 0
Mean 4.7961
Median 5.0000
Mode 5.00
Std. Deviation .51181
Range 2.00
Minimum 3.00
Maximum 5.00
Sum 494.00
Dari tabel di atas, diperoleh hasil statistik menghargai menggunakan SPSS version 16 dengan jumlah responden sebanyak 103. Dari jumlah
responden tersebut diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,7961 dari total skor responden sebesar 494,00. Nilai tengah yang diperoleh sebesar 5, nilai yang sering muncul sebesar 5, nilai rentang sebesar 2 dengan nilai paling rendah sebesar 3 dan nilai paling tinggi sebesar 5.
4. Rangkuman Hasil Data Keseluruhan, Variabel dan Aspek Tabel 2. 40
Rangkuman Hasil Keseluruhan
Nilai Mean Frekuensi
Hasil Kriteria Hasil % Kriteria Peran Pendidikan Agama
dalam Mengembangkan Sikap Pluralis Mahasiswa di
Universitas Kristen Duta
Tabel di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan peran pendidikan agama bagi mahasiwa UKDW dalam mengembangkan sikap plularis mempunyai nilai mean 4,4951 masuk dalam kriteria sangat baik dengan jumlah mahasiswa yang terdiri dari 59 orang dengan persentase yang di dapatkan 57,3%.
Tabel 2. 41
Rangkuman Hasil Setiap Variabel
Variabel Nilai Mean Frekuensi
Hasil Kriteria Hasil % Kriteria Peran Pendidikan
Agama 4,4272 Sangat
Baik 57 55,3% Sangat Baik Sikap Pluralis 4,7379 Sangat
Baik 80 77,7% Sangat Baik
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa bahwa variabel peran pendidikan agama dalam memiliki nilai mean 4,4272 masuk dalam kriteria sangat baik dengan jumlah mahasiswa 57 orang dan persentasenya 55,3%.
Sedangkan variabel sikap pluralis memiliki nilai mean 4,7379 masuk dalam kriteria sangat baik dengan jumlah mahasiswa 80 orang dan persentasenya 77,7%.
Tabel 2. 42
Rangkuman Hasil Setiap Aspek
No Variabel Aspek Nilai Mean Frekuensi
Hasil Kriteria Jumlah % Kriteria
Pengetahuan 4,4272 Sangat
Baik 57 55,3
Penghayatan 4,4563 Sangat
Baik 57 55,3 Evaluasi 4,3689 Sangat
Baik 56 54,4
Menerima 4,7573 Sangat
Baik 82 79,6
%
Sangat Baik Menghargai 4,7282 Sangat
Baik 78 75,7
%
Sangat Baik Berdialog 4,7961 Sangat
Baik 87 84,5
%
Sangat Baik
Tabel di atas menunjukkan bahwa ada aspek 7 aspek yang memiliki nilai mean dengan kriteria sangat baik.
C. Pembahasan Hasil Penelitian
C. Pembahasan Hasil Penelitian