BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Evaluasi Measurement (outer) Model
Pada bagian evaluasi outer model ini akan dilakukan pengujian convergent validity, discriminant validity dan composite reliability serta cronbach alpha
untuk memperkuat hasil uji reliabilitas. Berikut ini akan dijelaskan hasil pada masing-masing pengujian:
4.5.1. Convergent Validity
Pada pengujian Convergent Validity digunakan nilai loading factor. Suatu indikator dinyatakan memenuhi Convergent Validity apabila nilai loading factor > 0,7. Namun demikian pada riset tahap pengembangan skala, loading 0.5 sampai 0.6 masih dapat diterima (Ghozali, 37:2015). Berikut adalah nilai loading factor
Tabel 4.9 Loading Factor
Variabel Indikator Loading factor Keterangan
Intrinsict Motivation IM1 0.785 Valid IM2 0.771 Valid IM3 0.734 Valid IM4 0.780 Valid IM5 0.794 Valid IM6 0.607 Valid Job Involvement JI1 0.724 Valid JI10 0.744 Valid JI2 0.816 Valid JI3 0.652 Valid JI4 0.818 Valid JI5 0.708 Valid JI6 0.804 Valid JI7 0.771 Valid JI8 0.796 Valid JI9 0.784 Valid
Person Job fit
PJ1 0.769 Valid PJ2 0.766 Valid PJ3 0.718 Valid PJ4 0.640 Valid PJ5 0.767 Valid PJ6 0.696 Valid Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan data pada tabel 4.9 di atas dapat diketahui bahwa rata-rata dari masing-masing indikator variabel penelitian memiliki nilai loading Factor > 0,7. Namun, terlihat masih terdapat beberapa indikator yang memiliki nilai
loading Factor < 0,7. Hulland (1999) menjelaskan bahwa nilai indicator
reliability diatas 0,70 termasuk dalam kategori baik, 0,40 sampai 0,70 dianggap cukup, dan dibawah 0,40 dapat dikatakan tidak layak. Mengacu pada penjelasan Hulland maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan indikator yang digunakan dalam penelitian ini masih memenuhi kriteria reliabel dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.
Hasil pengujian loading factor pada variabel person job fit seluruhnya mempunyai nilai loading factor lebih besar dari 0,5 sehingga seluruh indikator merupakan bagian dari konstruk person job fit. Dari keenam nilai loading factor,
indikator person job fit yang mempunyai nilai loading factor tertinggi adalah indikator kesatu yang berarti indikator terdapat kesamaan antara ekspektasi saya dengan apa yang ditawarkan oleh pekerjaan merupakan faktor penyusun person job fit yang utama.
Hasil pengujian loading factor pada variabel intrinsic motivation
seluruhnya mempunyai nilai loading factor lebih besar dari 0,5 sehingga seluruh indikator merupakan bagian dari konstruk intrinsic motivation. Dari keenam nilai
loading factor, indikator intrinsic motivation yang mempunyai nilai loading factor tertinggi adalah indikator kelima yang berarti indikator pekerjaan saya sangat menarik sehingga dapat dikatakan pekerjaan itu sendiri menjadi motivator bagi saya merupakan factor penyusun intrinsic motivation yang utama.
Hasil pengujian loading factor pada variabel job involvement seluruhnya mempunyai nilai loading faktor lebih besar dari 0,5 sehingga seluruh indikator merupakan bagian dari konstruk job involvement. Dari kesepuluh nilai loading factor, indikator job involvement yang mempunyai nilai loading factor tertinggi adalah indikator keempat yang berarti indikator pekerjaan adalah segalanya bagi saya merupakan faktor penyusun job involvement yang utama.
4.5.2 Discriminant Validity
Pada bagian ini akan diuraikan hasil uji discriminant validity. Uji
dinyatakan memenuhi discriminant validity apabila nilai cross loading indikator pada variabelnya adalah yang terbesar dibandingkan pada variabel lainnya. Berikut adalah nilai cross loading masing-masing indikator:
Tabel 4.10 Cross Loading
Indikator Intrinsict Variabel
Motivation Job Involvement Person Job Fit
IM1 0.785 0.549 0.546 IM2 0.771 0.476 0.561 IM3 0.734 0.389 0.546 IM4 0.780 0.544 0.519 IM5 0.794 0.589 0.463 IM6 0.607 0.645 0.527 JI1 0.668 0.724 0.555 JI10 0.512 0.744 0.344 JI2 0.621 0.816 0.624 JI3 0.509 0.652 0.493 JI4 0.556 0.818 0.556 JI5 0.515 0.708 0.327 JI6 0.570 0.804 0.461 JI7 0.551 0.771 0.537 JI8 0.477 0.796 0.408 JI9 0.465 0.784 0.428 PJ1 0.489 0.574 0.769 PJ2 0.489 0.476 0.766 PJ3 0.418 0.442 0.718 PJ4 0.485 0.333 0.640 PJ5 0.562 0.439 0.767 PJ6 0.624 0.472 0.696
Berdasarkan sajian data dalam tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa masing-masing indikator pada variabel penelitian memiliki nilai cross loading
terbesar pada variabel yang dibentuknya dibandingkan dengan nilai cross loading
pada variabel lainnya, kecuali pada indikator ke-6 variabel intrinsict motivation
terhadap variabel Job Involvement. Namun hal ini tidak dipermasalahkan karena Sumber : Lampiran 6
perbedaan nilai yang tidak terlalu besar dan minoritas. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dapat dinyatakan bahwa indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah memiliki discriminant validity yang baik dalam menyusun variabelnya masing-masing.
Selain mengamati nilai cross loading, discriminant validity juga dapat diketahui melalui metode lainnya yaitu dengan membandingkan nilai dari akar AVE tiap variabel dengan korelasi antar variabel. Jika nilai dari akar AVE lebih besar dibandingkan korelasi-korelasi yang terjadi maka variabel memiliki
discriminant vailidity yang baik. Berikut adalah sajian data terkait dengan nilai AVE, akar AVE serta korelasi antar variabel:
Tabel 4.11
AVE, Akar AVE, dan Korelasi Antar Variabel
Variabel AVE AVE Akar Motivation Intrinsict Involvement Job Person Job Fit
Intrinsict
Motivation 0.559 0.747 1.000 Job
Involvement 0.583 0.763 0.723 1.000 Person Job fit 0.529 0.727 0.709 0.634 1.000 Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan sajian data dalam tabel 3 diketahui bahwa nilai AVE semua variabel > 0,5. Diketahui juga bahwa semua nilai korelasi lebih kecil dari nilai akar AVE. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa setiap variabel telah memiliki discriminant validity yang baik.
4.5.3 Composite Reliability
Composite reliability merupakan bagian yang digunakan untuk menguji nilai reliabilitas indikator-indikator pada suatu variabel. Suatu variabel dapat dinyatakan memenuhi composite reliability apabila memiliki nilai composite
reliability > 0,7. Berikut adalah nilai composite reliability dari masing-masing variabelyang digunakan dalam penelitian ini:
Tabel 4.12 Composite Reliability
Variabel Composite Reliability Keterangan
Intrinsict
Motivation 0.883 Reliabel
Job Involvement 0.933 Reliabel
Person Job Fit 0.870 Reliabel Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan sajian data dalam tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa nilai
composite reliability semua variabel penelitian > 0,7. Hasil ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel telah memenuhi composite reliability sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki level internal consistency reliability yang tinggi.
4.5.4 Cronbach Alpha
Memperkuat hasil uji reliabilitas di atas, digunakan juga nilai cronbach alpha. Dimana suatu variabeldapat dinyatakan memenuhi cronbach alpha apabila memiliki nilai cronbach alpha > 0,6. Berikut adalah nilai cronbach alpha dari masing-masing variabel:
Tabel 4.13 Cronbach Alpha
Variabel Cronbach's Alpha Keterangan
Intrinsict
Motivation 0.840 Reliabel
Job Involvement 0.920 Reliabel
Person Job Fit 0.821 Reliabel Sumber : Lampiran 7
Berdasarkan sajian data dalam tabel 5 di atas dapat diketahui bahwa nilai
cronbach alpha dari masing-masing variabel peneliti > 0,6. Sehingga hasil ini dapat menunjukkan bahwa masing-masing variabel penelitian telah memenuhi asumsi reliabilitas, sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki level internalconsistency reliability yang tinggi.