1. Bagaimana persepsi pengguna mengenai billing system berdasarkan aspek performance di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere?
2. Bagaimana persepsi pengguna mengenai billing system berdasarkan aspek information di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere?
3. Bagaimana persepsi pengguna mengenai billing system berdasarkan aspek economic di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere?
4. Bagaimana persepsi pengguna mengenai billing system berdasarkan aspek control di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere?
5. Bagaimana persepsi pengguna mengenai billing system berdasarkan aspek efficiency di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere?
6. Bagaimana persepsi pengguna mengenai billing system berdasarkan aspek service di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere?
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif Penggunaan metode ini diharapkan agar dapat mengkaji secara mendalam pemanfaatan billing system di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Menurut Moleong, (2007), penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik, dan digambarkan dengan cara deskripsi dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian ini bersifat evaluasi yang hasilnya diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan dalam hal perbaikan dan peningkatan sistem informasi kesehatan di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere. Menurut Kaplan
& Maxwell, (1994) salah satu alasan penggunaan metode kualitatif dalam penelitian evaluasi sistem informasi adalah untuk memahami bagaimana pemakai mempersepsikan sistem dan mengevaluasi sistem, serta mengetahui makna sistem bagi para pemakai.
B. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian mengenai billing system ini dilaksanakan di RSUD dr. T. C.Hillers Maumere pada bulan Juni-Juli 2014. Alasan memilih lokasi penelitian ini adalah karena semenjak penerapan billing system di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere belum pernah dilakukan evaluasi mengenai pemanfaatan billing system bagi rumah sakit.
C. Subjek Penelitian
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari operator billing system 20 orang, bagian keuangan 8 orang dan juga bagian sistem informasi manajemen rumah sakit 2 orang. Pemilihan subjek penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan
pada tujuan atau maksud tertentu (Patton, 2006). Subjek dalam penelitian ini adalah para pelaku billing system yang terdiri dari bagian sistem informasi manajemen rumah sakit 1 orang, bagian keuangan rumah sakit 3 orang, dan petugas atau operator billing system ruangan 7 orang, semuanya berjumlah 11 orang. Peneliti hanya mengambil 11 orang sebagai responden dalam penelitian ini karena data yang terkumpul sudah sampai pada titik jenuh atau sebagian besar jawaban responden adalah sama.
1. Kriterian Iklusi
a. Operator billing system
b. Staf bagian Keuangan rumah sakit
c. Staf bagian sistem informasi manajemen rumah sakit
d. Pihak-pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penerapan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere 2. Kriteria Eksklusi
a. Operator billing system, staf bagian keuangan rumah sakit, staf sistem informasi manajemen rumah sakit, maupun pihak-pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penerapan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere yang sakit dan tidak bersedia di wawancarai selama diadakan penelitian.
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
1. Billing system adalah sistem yang berfungsi mengatur dan memproses semua tagihan yang berkaitan dengan item atau jasa layanan rumah sakit.
2. Pengguna sistem adalah orang-orang atau sumber daya manusia yang langsung terlibat dalam penerapan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere yang terdiri dari bagian sistem informasi manajemen rumah sakit, bagian keuangan rumah sakit, dan petugas atau operator billing system.
3. Persepsi Performance yaitu interprestasi dan gambaran pengguna mengenai kinerja billing system yang diidentifikasi dengan throughput atau jumlah produksi dan waktu respon.
hasil atau output dari billing system yang berupa informasi yang diidentifikasi dengan keakuratan, ketepatan waktu dan kecepatan pendistribusian informasi.
5. Persepsi Economic yaitu interprestasi dan gambaran pengguna mengenai biaya dan manfaat dari sistem dididentifikasi dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dengan pemenuhan kebutuhan melalui penerapan blling system.
6. Persepsi Control merupakan interprestasi dan gambaran pengguna mengenai tingkat keamanan dan pengawasan dalam implementasi billing system
7. Persepsi Efficiency yaitu interprestasi dan gambaran pengguna mengenai jumlah sumber daya yang digunakan dalam pemanfaatan billing system untuk menghasilkan informasi
8. Persepsi Service yaitu interprestasi dan gambaran pengguna mengenai dampak dari implementasi billing system berupa pelayanan yang berkualitas, pemenuhan kebutuhan pekerjaan bagi pengguna serta fleksibilitas pengembangan billing system.
E. Instrumen Penelitian
1. Pedoman wawancara mendalam (indepth interview) berisi daftar pertanyaan mengenai penerapan dan kinerja billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere. Menurut James Wetherbe dalam (Whitten et al., 2004) metode analisis performance, information, economi, control, efficiency, service dapat dikalsifikasikan seperti pada tabel 2
Tabel 2. Instrumen Penelitian
Indikator Keterangan
Performance Menggambarkan kinerja billing system yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang diidentifikasi melalui throughput dan waktu respon
Information Menggambarkan informasi yang dihasilkan dari billing system yang penting bagi pengguna dalam konteks relevan, akurat, dan tepat waktu
Economi Mengambarkan tingkat dan kapasitas pelayanan billing system yang memadai yang diidentifikasi dengan kapasitas pelayanan dan biaya
Control Menggambarkan lingkungan dimana billing system beroperasi, tipe dan tingkatan keamanan disediakan. Untuk mengatasi penipuan, penggelapan serta menjamin keakuratan dan keamanan data serta informasi. Hal ini dapat diidentifikasi dengan pengawasan dan keamanan billing system
Efficiency Menggambarkan perlunya billing system untuk menghasilkan output dengan tingkatan keefisienan, yang dapat diidentifikasi dengan penggunaan sumber daya dan efektifitas proses
Service Mendeskripsikan pemberian pelayanan dari billing system yang dapat diidentifikasi melalui, keandalan bagi pengguna, kemudahan, dan fleksibel
2. Check list berisi data observasi untuk pengamatan penerapan dan implementasi billing system rumah sakit
3. Recorder, kamera, catatan lapangan dan dokumentasi 4. Perangkat komputer atau laptop
F. Cara Pengumpulan Data
1. Observasi dilakukan dengan mengamati bagaimana jalannnya pelaksanaan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere
2. Wawancara mendalam dilakukan kepada para pengguna billing system untuk mengumpulkan data tentang penerapan dan pemanfaatan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere. Dalam penelitian ini pedoman wawancara dilakukan menggunakan pedoman wawancara terstruktur dan bersifat terbuka.
3. Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai penerapan dan pelaksanaan billing system di RSUD dr. T. C Hillers Maumere.
G. Metode Analisis Data
1. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (Moleong, 2007), analisis data untuk wawancara dilakukan dengan:
a. Reduksi data yang dilakukan dengan jalan abstraksi b. Menyusun dalam satuan-satuan
c. Koding
d. Mengadakan pemeriksaan keabsahan data
2. Analisis data untuk dokumentasi dan observasi dilakukan untuk mendukung dan melengkapi data yang sudah terkumpul dari hasil wawancara mendalam.
3. Analisis PIECES merupakan sebuah metode analisis yang dikembangkan oleh James Wetherbe yang terdiri dari metode analisis performance, information, economi, control, efficiency, service (Whitten et al., 2004).
Analisis ini dilakukan untuk menganalisis informasi mengenai implementasi dan manfaat billing system yang diperoleh dari bagian sistem informasi manajemen rumah sakit, bagian keuangan rumah sakit, serta petugas atau operator billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere.
a. Analisis Performance
Bertujuan untuk mengetahui kinerja dari billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere
b. Analisis Information
Digunakan untuk menganalisis ketepatan, keakuratan, dan kecepatan informasi dari billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere.
c. Analisis Economic
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar manfaat yang diperoleh rumah sakit. Sebuah sistem dikatakan baik apabila biaya yang dikeluarkan untuk penerapan sistem sesuai dengan pemenuhan kebutuhan dirumah sakit.
d. Analisis Control
Bertujuan untuk mengetahui tingkat keamanan dan pengawasan sistem selama penerapan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere
e. Analisis Efficiency
Digunakan untuk mengetahui jumlah sumber daya diperlukan dalam implementasi billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere
f. Analisis Service
Bertujuan untuk mengetahui dampak dari implelentasi billing system untuk rumah sakit yaitu peningkatan sistem layanan untuk pasien
H. Etika Penelitian
Penelitian ini sudah mendapatkan persetujuan mengenai ethical clereance dan permohonan ijin dari komisi etik penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Selanjutnya dalam proses penelitian, peneliti meminta kesediaan responden sebelum melakukan wawancara dan menjelaskan secara detail mengenai tujuan penelitian. Subjek penelitian diberikan informed consent, hak menyatakan persetujuan atau tidak utuk menjadi sumber data tanpa ada paksaan, bujukan, tipuan, dan ketidakbebasan serta kerahasiaan datanya dijamin. Selain itu peneliti juga menyampaikan dan menjamin kerahasiaan data, hak, kewajiban dan informasi yang telah diberikan responden kepada peneliti.
I. Kesulitan Penelitian
Terdapat dua kesulitan penelitian yang dilakukan di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere diantaranya adalah:
1. Adanya penjadwalan ulang dalam melakukan wawancara kepada beberapa responden yang disebabakan oleh kesibukan responden ketika akan diwawancarai, sehingga waktu penelitian menjadi lebih lama
2. Adanya pergantian kepala bidang sistem informasi manajemen rumah sakit yang menyebabkan informasi yang diperoleh hanya terbatas pada pengetahuan responden.
Dalam penelitian ini peneliti melakukan tiga tahapan dalam penyelesaian tesis mengenai evaluasi implelemtasi billing system di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Tiga tahapan tersebut terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan (pengumpulan data), serta tahap penyusunan laporan. Tahapan-tahapan tersebut dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
Tahap awal dimulai dengan penelusuran literatur dan menyusun rencana penelitian yang dituangkan dalam bentuk proposal penelitian dibawah bimbingan dosen pembimbing sampai proposal disetujui.
Kemudian dilanjutkan dengan penyelesaian perijinan penelitian untuk pengajuan ethical clearance.
Tahap akhir dari proses persiapan ini adalah mempersiapkan bahan dan alat yang akan digunakan untuk penelitian serta menyampaikan izin penelitian kepada semua yang akan menjadi informan penelitian sekaligus melakukan kontrak waktu untuk diwawancarai.
2. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan melakukan wawancara mendalam dengan semua responden penelitian yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan kontrak waktu yang telah disepakati, serta melakukan observasi serta studi dokumentasi untuk mendukung data atau informasi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian. Informan pada penelitian ini adalah 7 orang operator billing system, 3 orang bagian keuangan dan 1 orang staf bagian sistem informasi manajemen rumah sakit.
3. Tahap Akhir
Pada tahap akhir penelitian, peneliti melakukan pengolahan dan analisis data, menyajikan hasil penelitian dan membuat pembahasan, serta laporan penelitian. Terakhir peneliti membuat kesimpulan serta memberikan saran atau rekomendasi berdasarkan temuan dari penelitian yang telah dilaksanakan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas mengenai penganalisaan terhadap data yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan metode triangulasi. Analisis kualitatif dalam penelitian ini menggunakan metode analisis PIECES yaitu metode analisis performance, information, economic, control, efficiency, dan service dalam evaluasi billing system di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh narasumber kepada peneliti kemudian dijabarkan mengenai hasil jawabannya, dianalisis triangulasi dan dibahas. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere dengan mengambil sampel pada operator billing system, staf Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), dan bagian keuangan rumah sakit yang merupakan pihak-pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam billing system. Pengumpulan data penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2014, dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada RSUD dr. T. C. Hillers Maumere.
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Implementasi Billing System di RSUD dr. T.C.Hillers Maumere
RSUD dr. T.C. Hillers Maumere merupakan rumah sakit umum daerah yang didirikan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1953 dengan nama RS Maumere. Nama RSUD dr. T.C. Hillers baru dipakai sejak tahun 1983 untuk menghargai jasa Kepala RS Maumere, dr. Tjark Corneile Hillers yang bertugas di RS Maumere sejak tahun 1973 sampai 1980.
RSUD dr. T.C. Hillers yang lama, berada di tengah kota, tepatnya di Jalan Kesehatan No. 1, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, bangunan ini
dikembangkan lagi. RSUD dr. T.C. Hillers kemudian dipindahkan ke lokasi yang baru yaitu di Jalan Wairklau, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, yang terdiri dari 150 tempat tidur dan mulai beroperasi secara bertahap pada bulan Mei 1998. Pada mulanya, luas area rumah sakit 50.300 m2 dengan luas bangunan 11,008 m2, meliputi 37 gedung. Dalam perjalanannya telah dilakukan pembangunan berbagai gedung baru dan perluasan beberapa gedung lama. Jumlah tempat tidur saat ini mencapai 198 bed.
Gambar 8 Lokasi RSUD dr. T.C.Hillers Maumere
Dalam perjalanannya, untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD dr. T.C. Hillers Maumere kemudian melakukan implementasi billing system. Penerapan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere pada awalnya dimulai pada tahun 2009.
Pengadaan billing system ini dilakukan melalui sistem proyek yang bekerja sama dengan pihak Aplikasi Perangkat Lunak Yogyakarta (APL). Dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD dr.
T.C.Hillers kemudian menerapkan dan mengadopsi billing system demi
tercapainya peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat. Pada awalnya penerapan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere hanya diterapkan pada bagian pendaftaran, billing system ruangan, dan bagian loket pembayaran yang masing-masing berjumlah 8 unit. Menu billing sysem ini berisi tentang data transaksi berupa formulir tindakan tagihan biaya pelayanan kesehatan kepada pasien.
Gambar 9 Tampilan Depan Billing System
Untuk menu transaksi dan tindakan billing system dilengkapi dengan item-item yang terdiri dari nomor transaksi, nomor registrasi, NIP, jaminan, nama pasien, alamat, kota, umur, jenis kelamin, tanggal dan jam transaksi, kelas, layanan, tipe tarif, kode tarif, serta dilengkapi dengan form keterangan yang berisi mengenai layanan yang telah diberikan kepada pasien beserta total atau jumlah biaya yang harus dibayar pasien, selain itu untuk format transaksi tindakan juga dilengkapi dengan kolom yang berisi tentang kode, tindakan medis, tarif, diskon dan sub total.
Format item-item transaksi tindakan dalam billing system dapat dilihat pada gambar 10
Gambar 10 Tindakan Transaksi Billing System
Untuk format transaksi room charge dilengkapi dengan item-item yang terdiri dari kode ruangan, nomor registrasi, tanggal/jam transaksi, batas room charge, tanggal/jam auto room charge, nama pasien, nama bed, tarif, kode tindakan, komponen, tarif, dan subtotal tarif. Format transaksi room charge juga dilengkapi dengan peringatan untuk update auto room charge baru maupun yang lama.
Gambar 11 Tindakan Room Charge Billing System
Untuk format transaksi registrasi keluar, billing system dilengkapi dengan item-item format pengisian formulir syang terdiri dari nomor registrasi, nomor rekam medik, nomor kwitansi, tanggal/jam keluar, nama pasien, alamat, dan kota. Untuk kelengkapan data penagihan item-item registrasi keluar dilengkapi dengan kolom claim/jaminan utama, subsidi/diskon, deposit/uang muka, pembayaran tunai, selain itu juga dilengkapi dengan kolom mengenai total kekurangan biaya yang diidentifikasikan dengan kekurangan biaya pelayanan dan biaya obat-obatan, dan juga kolom total biaya. Selanjutnya juga terdapat kolom yang berisi mengenai tanggal, keterangan, biaya, jumlah, sub total, keterangan, dibayar, dan juga kolom kekurangan.
Gambar 12. Transaksi Registrasi Keluar
Data hasil observasi di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere menunjukan bahwa dalam penerapannya server mempunyai kapasitas penyimpanan sebesar 80 gigabyte. Jaringan yang digunakan dalam pengelolan billing system menggunakan jaringan intranet. Pada awal pengadaannya, rumah sakit mengadakan billing system yang berjumlah 8 unit komputer. Memasuki bulan Februari 2014 RSUD dr. T. C. Hillers
Maternal And Neonatal Health (AIPMNH), bantuan yang diberikan berupa perangkat keras komputer yang berjumlah 37 unit yang masing-masingnya telah dialokasikan pada bagian rawat inap sebanyak 17 unit dan bagian rawat jalan sebanyak 20 unit. Billing system yang sudah diterapkan saat ini di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere belum sepenuhnya menunjukan fungsinya secara utuh, karena masih perlu adanya pengembangan sistem yang disebabkan oleh modul-modul medical record yang belum lengkap, dan inventory pharmacy yang sama sekali belum ada.
2. Persepsi Pengguna Mengenai Billing System di RSUD dr. T. C.
Hillers Maumere
Berikut ini adalah hasil penelitian mengenai implementasi billing system di RSUD dr. T.C.Hillers Maumere dengan menggunakan wawancara mendalam kepada responden untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan billing system.
a. Persepsi Pengguna Berdasarkan Aspek Performance
Penggunaan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere pada awalnya ditujukan untuk memperlancar proses penagihan biaya pelayanan kesehatan kepada pasien. Aspek kinerja atau performance merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam hal identifikasi manfaat yang diperoleh rumah sakit dalam penerapan billing system di RSUD dr. T. C.
Hillers Maumere.
1. Throughput atau Jumlah Produksi
Jumlah produksi atau troughput merupakan jumlah transaksi ataupun jumlah produksi yang dihasilkan dengan menggunakan billing system. Hasil wawancara kepada operator billing system menyebutkan bahwa penerapan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere sudah memberikan manfaat yang baik untuk petugas atau operator billing system karena dengan adanya billing system mereka dapat melakukan input
tindakan-tindakan yang sudah dilakukan oleh petugas medis sehingga pekerjaaan mereka dapat segera diselesaikan pada saat itu juga.
Bagian Operator billing system mengatakan:
“...Terbantu ya dengan billing system,,mmmm,,ya kan kalau sudah ada tindakan-tindakan yang dilakukan dokter nanti kalau sudah sampai ke kami, kami bisa langsung input...(Responden 5)”.
“...Ya artinya dia sangat membantu karena dengan segala,,, apa jika kita kasih perbandingannya itu antara manual dengan sistem ini mempermudah, yang pertama dia sangat membantu atau mempercepat proses pengerjaan dan segala macam terhadap pasien sehingga waktu yang dibutuhkan itu tidak terlalu berlarut-larut to, kalau manual itu kan kita harus tunggu, datang harus tunggu nomor segala macam, selama ini yang kami alami seperti itu...(Responden 6)”.
Billing system yang diterapkan di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere belum diterapkan pada seluruh aspek dan bagian-bagian rumah sakit karena penerapan billing system baru dilakukan pada bagian rawat inap dan rawat jalan saja jadi belum terintegrasi secara menyeluruh pada setiap bidang dan bagin rumah sakit. Hal ini terungkap dalam hasil wawancara dengan bagian sistem informasi rumah sakit:
Bagian SIMRS mengatakan:
“...Saat ini ni billing system hanya bisa melakukan audit pembayaran pasien terhadap biaya perawatan pasien dan tindakan yang dilakukan saja....(Responden 11)”.
2. Waktu respon
User mengakui bahwa penerapan billing system di RSUD. Dr. T. C.
Hillers Maumere lebih memudahkan, memperlancar, dan mempercepat pekerjaan mereka. Menurut operator billing system, penerapan billing
pekerjaannya dikarenakan informasi yang diolah dalam billing system mengenai transaksi biaya pelayanan di ruangan menjadi lebih cepat dan efektif karena tidak memakan waktu yang cukup lama dalam proses pengolahan transaksi penagihan biaya pelayanan kesehatan kepada pasien.
Hal ini terungkap dalam rekaman hasil wawancara:
Operator Billing System mengatakan:
“...Hmm...seberapa besar billing system membantu begitu, sangat membantu sekali karena prosesnya cepat, langsung begitu, tidak lama sih, pokoknya intinya prosesnya itu cepat...(Responden 3)”.
“...Kalau kami kecepatannya biasanya kayak pasien itu hanya... billingnya hanya berapa detik saja sudah, kalau sistemnya terganggu baru agak lama...(Responden 1)”.
“Ya artinya dia sangat membantu karena dengan segala, jika kita kasih perbandingannya itu antara manual dengan sistem ini mempermudah, yang pertama dia sangat membantu atau memeprcepat proses pengerjaan dan segala macam terhadap pasien, sehingga waktu yang dibutuhkan itu tidak terlalu berlarut-larut to, kalau manual itu kan kita harus tunggu, datang harus tunggu nomor segala macam selama ini yang kami alami seperti itu...(Responden 6)”
Dari segi performance, khususnya dalam aspek waktu respon, penerapan billing system di RSUD dr. T. C. Hillers Maumere juga masih mengalami beberapa kendala dalam proses pengolahan transaksi biaya penagihan pelayanan kesehatan kepada pasien yang disebabkan oleh beberapa gangguan teknis seperti sistem komputer yang lambat, sering mati listrik, dan kendala dalam hal loading atau kecepatan sistem, serta error yang sering terjadi dalam sistem yang kemudian menghambat kecepatan input transaksi penagihan biaya pelayanan kesehatan kepada pasien.
“...Selama ini error sih jarang, kecuali mati lampu, baru harus menunggu to, menunggu dia punya proses, kalo mati lampu tu biasanya langsung, harus menunggu selang waktu biasanya...(Responden 3)”.
“...Kadang masih error, jaringannya, jaringan dari server, kadang mati listrik,kan memperlambat...(Responden 5)”.
“...Kadang masih lambat prosesnya, biasanya loadingnya itu e,,suka lama,,kadang kita lagi kerja mati listrik,itu yang buat lama ...(Responden 6)”.
“...Kecepatannya ya cepat, kalau pagi loadingnya agak cepat, kalau siangkan mulai to, kan semua ruangan pakai, pada akhirnya ya...sedikit menghambat kalau kadang listrik mati ya....ada juga sistem komputernya agak onar, lambat...
karena loadingnya lambat, karena kan banyak yang pakai, semua ruangan...(Responden 7)”.
“...Proses billingnya itu termasuk tidak cepat karena masih sering terjadi error waktu log in karena jaringannya kurang bagus...(Responden 11)”.
Hasil wawancara juga menunjukan bahwa kinerja billing system di RSUD dr. T.C.Hilers Maumere juga masih dirasakan lambat setelah ada penambahan jaringan di bagian poli, hal ini diakui oleh bagian sistem
Hasil wawancara juga menunjukan bahwa kinerja billing system di RSUD dr. T.C.Hilers Maumere juga masih dirasakan lambat setelah ada penambahan jaringan di bagian poli, hal ini diakui oleh bagian sistem