• Tidak ada hasil yang ditemukan

bar 12. Pros Sumbe

2. Faktor Demograf

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Peningkatan jumlah penduduk dapat menciptakan pangsa pasar bagi setiap bidang usaha. Selama periode tahun 2001-2005 jumlah penduduk Indonesia setiap tahunnya mengalami pertumbuhan sekitar 2,12 persen (Tabel 15). Tahun 2003 terjadi peningkatan jumlah penduduk yang cukup besar yaitu 5,37 persen dengan jumlah penduduk sebanyak 214.374.096 jiwa (BPS, 2006). Pertumbuhan jumlah penduduk juga terjadi di Kabupaten Bogor dari tahun 2005 ke tahun 2006 terjadi pertumbuhan penduduk sebanyak 24.053 jiwa atau 2,81 persen (Tabel 16), yaitu 855.085 jiwa pada tahun 2005 menjadi 879.138 jiwa pada tahun 2006 (BPS Kota Bogor, 2007).

Tabel 15. Penduduk Indonesia Tahun 2001-2005

Tahun Jumlah Penduduk (jiwa) Pertumbuhan (%)

2001 201.703.537 - 2002 203.441.676 0,86 2003 214.374.096 5,37 2004 217.854.745 1,62 2005 219.204.724 0,62 Rata-Rata 2,12

Tabel 16 . Penduduk Kota Bogor Tahun 2001-2006

Tahun Jumlah Penduduk (jiwa) Pertumbuhan (%)

2001 760.329 - 2002 789.423 3,83 2003 820.707 3,96 2004 831.571 1,32 2005 855.085 2,83 2006 879.138 2,81 Rata-Rata 2,95

Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Bogor, 2007

Peningkatan jumlah penduduk dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha karena tingkat upah menjadi kecil, hal ini dikarenakan peningkatan jumlah penduduk yang disertai dengan peningkatan jumlah angkatan kerja yang lebih besar. Selain itu, pertumbuhan jumlah penduduk dapat meningkatkan permintaan karena tingkat kebutuhan yang tinggi harga susu bubuk sapi yang mahal, sehingga menyebabkan konsumen memilih susu kedelai karena harganya relatif terjangkau. Hal ini dapat dirasakan oleh PD Mas Adam Berdasi, yakni permintaan dari susu kedelai bubuk instan Cap Kedelai Mas mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.

3. Ekonomi

Industri susu kedelai, merupakan industri yang menghasilkan susu kedelai. Industri yang bergantung bahan baku utama kedelai impor, karena kuantitas kedelai nasional masih rendah. Terjadinya peningkatan harga kedelai impor akan mempengaruhi besarnya biaya operasional perusahaan. Perkembangan harga kedelai dapat dilihat pada Tabel 17. Peningkatan harga kedelai menyebabkan biaya produksi menjadi meningkat.

Tabel 17. Perkembangan Harga Kedelai Bulan November 2007-Maret 2008

Bulan Harga Kedelai (Rp/Kg)

November 2007 3.350

Desember 2007 3.750

Januari 2008 7.490

Februari 2008 6.500

Maret 2008 6.250

Sumber: Departemen Perdagangan, 2008

Selain harga kedelai, industri susu kedelai menggunakan bahan penolong yakni gula. Begitu juga dengan kedelai, harga gula juga mengalami peningkatan. Hal ini juga mempengaruhi biaya operasional perusahaan. Perkembangan harga gula dapat dilihat pada Tabel 18.

Tabel 18. Perkembangan Harga Gula di Indonesia Tahun 2003-2007

Tahun Harga Gula (Rp/Kg)

2003 3.822 2004 3.636 2005 4.243 2006 5.744 2007 5.975 Sumber: Departemen Perdagangan, 2007

Industri susu kedelai selain menggunakan kedelai dan gula, juga menggunakan bahan bakar minyak. Bahan bakar minyak yang harganya mengalami peningkatan dikarenakan adanya pemotongan subsidi pemerintah dan penghematan energi. Harga bahan baku kedelai, gula dan bahan bakar minyak menyebabkan biaya produksi semakin meningkat dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan proses produksi dan penjualan. Perubahan tersebut harus ditanggapi dengan bijak oleh perusahaan, sehingga kelangsungan hidup perusahaan terjamin.

Selain peningkatan harga-harga bahan baku, banyaknya skim kredit yang ditawarkan baik oleh pemerintah atau lembaga keuangan untuk industri kecil juga merupakan peluang bagi industri kecil untuk meningkatkan modal kerja. Modal

kerja yang selama ini menjadi masalah klasik bagi pengusaha industri kecil untuk mengembangkan usahanya. Sebagai contohnya skim kredit yang ditawarkan oleh BNI (Bank Negara Indonesia) adalah Bank BNI menargetkan penyerapan kredit bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Barat (Jabar). Pada tahun 2008 penyaluran kredit UMKM di provinsi tersebut ditingkatkan dari Rp 1, 6 miliar menjadi 1, 8 miliar.4 Bank BRI juga mempunyai Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dinikmati oleh perusahaan kecil. Selain itu pemerintah juga memberikan berbagai macam kredit untuk usaha kecil KUK seperti (Kredit Usaha Kecil) serta Undang-undang No 10 tahun 1998, yang didalamnya memuat pasal- pasal yang memberikan ruang pembiayaan bagi syariah bagi bank umum, sehingga saat ini banyak bank umum yang membuka divisi syariah denga tujuan untuk memperluas jangkauan layanan kepada segmentasi yang tidak dapat dijangkau secara konvensional.

4. Politik

Faktor politik berkenaan dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, stabilitas politik negara serta secara ekonomis dan politis. Kedelai merupakan bahan baku bagi industri susu kedelai. Sekarang perusahaan masih menggunakan kedelai impor dalam memproduksi produknya. Hal ini dikarenakan produksi kedelai nasional belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri.

4

Tabel 19. Perkembangan Impor Kedelai di Indonesia, 2000-2005

Tahun Impor

Nilai (juta $) Volume (000 ton)

2000 275,48 1.278 2001 239,32 1.136 2002 299,22 1.365 2003 330,50 1.193 2004 416,93 1.116 2005 308,01 1.086

Sumber: Word Bank, 2005

Berdasarkan Tabel 19, kebutuhan impor Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri semakin meningkat. Hal ini memaksa pemerintah sekarang ini, menetapkan kebijakan tarif impor kedelai menjadi 0 persen yang semula 10 persen. Kebijakan tersebut dilakukakan karena lonjakan harga kedelai internasional yang terlalu tinggi yang dapat menyebabkan para pengusaha yang berbahan baku kedelai ada yang gulung tikar karena tidak mampu berproduksi lagi.

5. Teknologi

Faktor teknologi dapat memberikan peluang dan ancaman bagi perusahaan. Teknologi yang terus berkembang dapat mempengaruhi strategi perusahaan dalam memproduksi dan memasarkan produknya. Kemajuan teknologi yang semakin berkembang antara lain teknologi di bidang produksi, informasi, komunikasi dan transportasi. Perusahaan susu kedelai dapat menggunakan teknologi tradisional maupun teknologi modern. Perbedaan teknologi ini terletak pada jenis peralatan yang digunakan selama proses produksi. Perusahaan yang menggunakan teknologi modern, proses produksi akan semakin cepat dan dapat menghasilkan jumlah produk yang lebih banyak jika dibandingkan dengan perusahaan yang menggunakan teknologi sederhana.

Peralatan yang digunakan pada industri susu kedelai dengan teknologi modern antara lain mesin penggiling basah dan penggiling kering dan mesin pengemasan. Teknologi yang semakin berkembang dapat dibuktikan lagi, dewasa ini terdapat alat spray dryer dimana cairan yang dimasukkan kedalam mesin tersebut nantinya kalau keluar dapat berupa bubuk. Mesin spray dryer dapat menggantikan fungsi pengiling basah dan penggiling kering.

Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat menjadi peluang bagi perusahaan untuk mempromosikan dan memasarkan produknya. Adanya alat komunikasi seperti telepon dan telepon selular dapat mempercepat proses komunikasi antara prosdusen dengan pembeli dan pemasok. Media informasi seperti internet dapat digunakan perusahaan untuk mempromosikan produknya dalam jangkauan yang luas. Sedangkan perkembangan teknologi di bidang transportasi seperti jasa pengiriman juga memberikan peluang bagi perusahaan untuk memudahkan kegiatan pendistribusian barang baik dari pihak pemasok ke perusahaan maupun pihak perusahaan ke pihak pembeli.

6.2.2 Lingkungan Industri

Lingkungan industri adalah lingkungan yang berada di sekitar usaha yang mempengaruhi langsung terhadap operasional usaha. Kemampuan untuk memperoleh laba suatu usaha bukan hanya ditentukan oleh sifat-sifat industrinya saja, melainkan juga oleh kedudukan usaha didalam industri tersebut. Dengan demikian, hal-hal seperti ini seharusnya juga dipertimbangkan dalam penentuan strategi usaha. Mengacu pada teori Porter (1987) menyebutkan bahwa terdapat

lima kekuatan persaingan yang dapat digunakan dalam analisis ini, yaitu: (1) Kekuatan tawar menawar pembeli, (2) Kekuatan tawar menawar pemasok, (3) Ancaman produk pengganti, (4) Ancaman pendatang baru dan (5) Persaingan diantara pesaing-pesaing yang ada, ternyata dapat teridentifikasi juga pada penelitian ini.

1. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli

Komposisi susu kedelai hampir sama dengan susu sapi. Karena itu, susu kedelai dapat digunakan sebagai alternatif pengganti susu sapi. Susu ini baik dikonsumsi oleh mereka yang tidak suka susu sapi atau alergi susu sapi, yaitu orang-orang yang tidak punya atau kurang enzim laktase dalam saluran pencernaannya, sehingga tidak mampu mencerna laktosa dalam susu sapi. Lebih lanjut kecenderungan pola hidup masyarakat back to nature dan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan khasiat susu kedelai merupakan peluang bagi pengembangan usaha.

Kekuatan tawar menawar pembeli dikatakan cukup kuat, hal ini disebabkan (1) Pembeli (distributor) membeli dalam jumlah yang relatif kecil, (2) Pembeli belum mempunyai informasi yang lengkap dan terperinci tentang produk dan pasarnya dan (3) Menghadapi biaya pengalihan yang relatif kecil. Kekuatan tawar menawar pembeli relatif besar dibandingkan dengan permintaan terhadap produk tersebut. Pembeli mudah pindah ke produk lain sejenis, sehingga biaya pengalihan pembeli relatif kecil.

2. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok

PD Mas Adam Berdasi membeli kedelai dari Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTI), Bogor dan toko-toko langganan di pasar. Sedangkan, bahan

baku seperti gula merah, jahe dan bahan penunjang lainnya, perusahaaan membeli langsung ke toko-toko langganan di pasar. Dalam memperoleh bahan baku lainnya perusahaan tidak mengalami kesulitan karena mudah didapat di pasar. Pemasok memiliki kekuatan tawar menawar yang (tidak terlalu kuat) karena perusahaan tidak bergantung hanya pada satu pemasok tetapi juga pemasok lain. Artinya, jika bahan baku yang dibeli dari satu pemasok kurang memenuhi standar, baik dari segi harga, kualitas, maupun kuantitas, maka perusahaan dapat membelinya dari pemasok lain. Dengan demikian, dalam industri susu kedelai tidak terlalu sulit untuk mendapat pemasok.

3. Ancaman Produk Pengganti

Mengenali produk-produk pengganti adalah persoalan mencari produk lain yang dapat menjalankan fungsi yang sama seperti produk dalam industri. Faktor harga dan kualitas akan menentukan intensitas tekanan dari produk pengganti. Tekanan persaingan semakin bertambah ketika harga produk pengganti relatif lebih murah dan biaya konsumen untuk beralih ke produk pun rendah.

Pada industri susu kedelai, produk yang dapat digolongkan menjadi produk pengganti adalah minuman sari kacang-kacangan seperti minuman sari kacang hijau, susu kambing, susu kuda dan lain-lain. Tingginya barang subtitusi dari susu kedelai memberikan ancaman bagi perusahaan untuk menguasai pasar dengan inovasi produk. Walaupun, produk pengganti turut mempengaruhi industri susu kedelai dalam menarik pasar. Konsumen bebas memilih produk minuman instan sesuai dengan selera masing-masing. Pada kenyataannya susu kedelai bubuk yang memiliki nilai gizi tinggi dan cita rasa yang enak dapat bersaing dengan produk minuman instan lain yang memiliki fungsi sama.

4. Persaingan di Antara Para Pesaing yang Ada

Persaingan diantara pesaing produk susu kedelai bubuk instan cukup ketat. Hal ini dapat dilihat dari persaingan harga dan promosi yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan. persaingan harga yang ditetapkan oleh masing- masing perusahaan dengan berbagai merek dagang yang berbeda dapat dilihat pada Tabel 20.

Tabel 20. Daftar Harga Susu Kedelai Bubuk Instan di Hero Swalayan Merk Dagang Harga (Rp/250 gr)

Alamina 19.166,67

Cap Kedelai Mas 13.250,00

Maureen 13.850,00 Melilea 25.000,00 MDL-525 43.750,00 Sumber: Hero Swalayan Padjajaran, 2008

Berdasarkan Tabel 20, Perbedaan harga yang ditetapkan oleh masing- masing perusahaan dipengaruhi biaya produksi dan biaya promosi yang dilakukannya. Seperti halnya susu kedelai bubuk instan dengan merek dagang MDL-525 mempunyai harga yang paling mahal, dikarenakan mempunyai biaya promosi yang besar. Promosi yang dilakukan perusahaan tersebut antara lain, iklan di televisi dan melalui situs internet. Biaya yang dikeluarkan untuk promosi melalui televisi cukup besar dan pembangunan situs internet untuk media promosi juga menghabiskan dana yang besar. Selain itu, jaringan distribusi juga dibangun dengan mendirikan toko, etalase di suatu distributor dan adanya agen-agen penjual produk untuk meningkatkan pangsa pasar. Sedangkan susu kedelai bubuk merek dagang Maureen mempunyai harga yang lebih terjangkau dikarenakan biaya promosi yang dikeluarkan masih cukup kecil, promosi dilakukan dengan cara mencari distributor-distributor di berbagai daerah sehingga tanpa situs internet dan promosi melalui televisi, produk ini masih bisa bersaing.

Sedangkan PD Mas Adam Berdasi dengan merek dagang Cap Kedelai Mas mempunyai harga yang paling rendah, dikarenakan perusahaan tersebut mendapat bantuan dalam pembangunan situs internet dan belum melakukan promosi melalui televisi. Hal ini bisa menjadi hambatan masuk bagi pendatang baru karena perusahaan lama sudah membangun indentitasnya dengan berbagai promosi.

Selain itu hambatan yang ada dalam industri susu kedelai, dapat berupa hambatan mutu produk. Pendatang baru pada suatu industri membawa kapasitas baru, keinginan untuk merebut bagian pasar dan bahkan sumberdaya yang lebih besar. Mengakibatkan harga jual dapat menurun atau biaya perolehan bahan baku semakin meningkat, sehingga mempengaruhi kemampulabaan. Persaingan dalam suatu industri adalah hal wajar yang dibutuhkan suatu industri untuk berkreativitas dalam meningkatkan mutu dan kuantitas produk yang dihasilkan.

5. Ancaman Pendatang Baru

Pendatang baru dalam industri dapat menunjukkan tingkat persaingan yang akan dihadapi oleh suatu usaha dalam industri tersebut. Jika semakin banyak pendatang baru yang memasuki wilayah industri maka akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang ada, misalnya terjadi perebutan pangsa pasar yang ada dan perebutan sumberdaya produksi yang terbatas.

Ancaman masuknya pendatang baru ke dalam industri tergantung pada rintangan masuk yang ada, digabung dengan reaksi dari para pesaing yang sudah ada yang dapat diperkirakan oleh si pendatang baru. Untuk memulai usaha susu kedelai bubuk ini membutuhkan investasi yang cukup besar sehingga memberi hambatan bagi pendatang baru untuk masuk ke dalam industri susu kedelai bubuk.

Menurut Porter (1995), terdapat enam faktor yang menjadi peluang atau penghambat bagi masuknya perusahaan pendatang baru ke dalam industri, keenam faktor tersebut adalah:

a. Skala Ekonomis

Pendatang baru pada industri susu kedelai pada umumnya masuk dengan skala usaha yang sama atau lebih dari pesaing. Skala ekonomis menghalangi masuknya pendatang baru dengan memaksa mereka untuk masuk pada skala yang sama dengan pesaing yang ada dan mengambil resiko dengan menghadapi reaksi yang keras dari pesaing yang ada atau masuk dengan skala kecil dan beroperasi dengan tingkat yang tidak menguntungkan.

b. Diferensiasi Produk

Produk yang dihasilkan oleh perusahaan susu kedelai pada umumnya sama yaitu berupa susu kedelai cair dan susu kedelai bubuk. Diferensiasi produk banyak dilakukan perusahaan susu kedelai untuk mempunyai identifikasi merek dan kesetiaan pelanggan, yakni dengan promosi melalui situs internet perusahaan.

c. Kebutuhan Modal

Besarnya nilai investasi dan besarnya kebutuhan modal menghambat pendatang baru untuk memasuki industri. Perusahaan susu kedelai umumnya mengunakan modal sendiri dan pinjaman modal dari pihak perbankan atau pihak lain sehingga tingkat suku bunga perbankan mempengaruhi perusahaan yang mendapat pinjaman. Selain itu biaya riset dan pengembangan sendiri untuk menentukan formula susu kedelai cukup besar sehingga dapat menghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam industri.

d. Biaya Pengalihan

Pendatang baru harus menawarkan penyempurnaan dalam hal biaya atau prestasi agar pembeli mau pindah dari pemasok lama. Biaya ini meliputi biaya peralatan dan biaya desain produk. Peralatan dalam memproduksi susu kedelai bubuk mempunyai harga yang mahal dan perbedaan kemasan pada industri susu kedelai menyebabkan pendatang baru harus mengeluarkan biaya besar untuk mempengaruhi pembeli beralih ke produknya.

e. Akses ke Distribusi

Akses ke saluran distribusi merupakan salah satu ancaman yang harus diperhitungkan dengan adanya pendatang baru. Semakin mudah akses ke saluran distribusi dikuasai pendatang baru maka ancaman masuknya pendatang baru semakin kuat. Walaupun pada saat ini, saluran distribusi yang ada sebagian besar masih dikuasai oleh perusahaan-perusahaan lama dan akses ke saluran distribusi yang mungkin dilakukan oleh pendatang baru masih rendah, tetapi pendatang baru dapat dengan mudah mengakses saluran distribusi yang ada dengan informasi yang tersedia di pasar.

f. Kebijakan Pemerintah

Pemerintah dapat membatasi atau bahkan menutup kemungkinan masuk ke dalam industri dengan melakukan pengawasan dan pengendalian, seperti penetapan surat izin usaha dan peraturan. Pemerintah memberikan kemudahan bagi perusahaan baru untuk mendaftarkan usahanya melalui keringanan biaya administrasi akan mempengaruhi ancaman pendatang baru. Selain itu, izin Departemen Kesehatan (Depkes) tentang kelayakan suatu produk untuk layak dikonsumsi merupakan ancaman bagi pendatang baru karena biayanya mahal.