• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TERORI

A. Stres Kerja

3. Faktor-faktor Penyebab Stres Kerja

Stres kerja dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Hurrel, dkk (Munandar, 2001) menyebutkan terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan stres kerja, yaitu:

a. Faktor-faktor intrinsik dalam pekerjaan

Termasuk dalam kategori ini adalah tuntutan fisik dan tuntutan tugas. Tuntutan fisik adalah suara bising, vibrasi, hygiene. Sedangkan tuntutan tugas adalah kerja shift atau kerja malam, beban kerja dan penghayatan dari resiko dan bahaya.

b. Peran individu dalam organisasi

Setiap tenaga kerja bekerja sesuai dengan perannya dalam organisasi, artinya setiap tenaga kerja mempunyai kelompok tugasnya yang harus ia lakukan sesuai dengan aturan-aturan yang ada dan sesuai dengan yang diharapkan oleh atasannya. Yang dianggap sebagai pembangkit stres dalam bagian ini adalah konflik peran dan ketidakjelasan peran (role ambiguity)

c. Pengembangan karier

Hall (Munandar, 2001) mengungkapkan bahwa pengembangan karier mengacu pada aktivitas kerja yang diikuti sepanjang waktu, yang dapat melibatkan beberapa pekerjaan dan berbagai jenis jabatan selama beberapa waktu. Hal yang secara potensial dapat membangkitkan stres berkaitan dengan pengembangan karier adalah ketidakpastian pekerjaan, promosi yang berlebihan dan promosi yang kurang.

d. Hubungan dalam pekerjaan

Menurut Argyris dan Cooper (Munandar, 2001) hubungan yang baik antar anggota dari suatu kelompok kerja dianggap sebagai faktor utama dalam kesehatan individu dan organisasi. Hubungan kerja yang

tidak baik terungkap dalam gejala-gejala adanya kepercayaan yang rendah, taraf pemberian support yang rendah dan minat yang rendah dalam pemecahan masalah dalam organisasi.

e. Struktur dan iklim organisasi

Faktor stres dalam kategori ini adalah sejauh mana tenaga kerja dapat terlibat atau berperan serta dan pada support sosial. Penelitian menunjukkan kurangnya peran serta atau partisipasi dalam pengambilan keputusan berhubungan dengan suasana hati dan perilaku yang negatif. f. Tuntutan dari luar organisasi atau pekerjaan

Isu-isu tentang keluarga, krisis kehidupan, kesulitan keuangan, keyakinan-keyakinan pribadi dan organisasi yang saling bertentangan, konflik antar tuntutan keluarga dan tuntutan perusahaan, semuanya dapat merupakan tekanan pada individu dalam pekerjaannya yang pada akhirnya dapat menimbulkan stres.

g. Ciri-ciri individu

Reaksi-reaksi psikologis, fisiologis, atau dalam bentuk perilaku terhadap stres adalah hasil dari interaksi situasi dengan individunya, mencakup ciri-ciri kepribadian yang khusus dan pola-pola perilaku yang didasarkan pada sikap, kebutuhan, nilai-nilai, penghalaman lalu, keadaan kehidupan dan kecakapan (antara lain inteligensi, pendidikan, pelatihan dan pembelajaran).

Sedikit berbeda dengan Hurrel,dkk, Riggio (2003) membagi faktor-faktor penyebab stres ke dalam dua bentuk yaitu:

a. Penyebab-penyebab organisasional.

Penyebab-penyebab organisasional merupakan penyebab stres yang berasal dari dalam lingkungan kerja, yang dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.:

1) Penyebab yang berasal dari pekerjaan

Penyebab yang berasal dari pekerjaan dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:

a) Beban kerja berlebihan (Work overload)

Terjadi pada saat pekerjaan membutuhkan kecepatan, hasil atau konsentrasi yang berlebihan.

b) Kurang dimandaatkan (Underutilization)

Terjadi pada saat seseorang merasa bahwa pekerjaannya tidak menggunakan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuannya yang berkaitan dengan pekerjaannya.

c) Ketidakpastian kerja (Job uncertainty)

Terjadi pada saat aspek-aspek pekerjaan seperti tugas dan persyaratanya tidak diberitahukan secara jelas, sehingga karyawan tidak yakin dengan tugas dan tanggung jawabnya.

d) Kondisi fisik tempat kerja (Physical condition)

Kondisi fisik tempat kerja meliputi temperatur tinggi, kebisingan, kurangnya pencahayaaan dan ventilasi, serta tempat kerja yang membahayakan keselamatan dan kesehatan.

2) Penyebab yang berasal dari relasi dengan karyawan lain

Penyebab yang berasal dari relasi dengan karyawan lainnya terdiri dari :

a) Stres interpersonal (Interpersonal stres)

Terjadi pada saat seseorang mengalami kesulitan untuk membangun dan memelihara hubungan dengan orang lain di lingkungan kerja, serta pada saat seseorang berada pada situasi konflik dengan rekan sekerjanya.

b) Kurangnya pengawasan (Lack of control)

Stres dapat terjadi jika seseorang merasa kurang diawasi baik dalam hal lingkungan kerja maupun perilaku bekerja mereka sendiri.

3) Perubahan dalam organisasi

Stres dapat terjadi jika terdapat perubahan pada organisasi kerja seperti reorganisasi perusahaan, penggabungan dua perusahaan atau akuisisi sebuah perusahaan oleh perusahaan lainnya, peruibahan sistem dan teknologi kerja, perubahan pada kebijakan perusahaan dan perubahan pada personil dan pada bagian manajerial.

b. Penyebab-penyebab individual.

Penyebab-penyebab individual merupakan penyebab stres yang berasal dari kharakteristik individu karyawan sendiri, yang dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :

1) Life events

Kejadian-kejadian dalam hidup yang dapat menyebabkan stres sapat berupa kejadian-kejadian traumatis seperti kematian pasangan atau seseorang yang dicintai, perceraian atau perpisahan, penyakit besar serta permasalahan finansial dan hukum, namun dapat pula berupa kejadian-kejadian yang positif seperti pernikahan, kelahiran anak dan liburan.

2) Bentuk-bentuk perilaku Tipe A

Kharakteristik perilaku Tipe A adalah dorongan dan daya saing yang berlebihan, perasaan bahwa keadaan mendesak dan ketidaksabaran serta permusuhan yang mendasar. Bentuk-bentuk perilaku Tipe A ini menjadi dasar untuk kepribadian Tipe A. Kepribadian Tipe A cenderung lebih mudah terkena penyakit-penyakit yang berhubungan dengan stres seperti sakit jantung.

3) Kerentanan terhadap stres dan efek stres

Kerentanan terhadap stres dan efek stres dapat dilihat dari apakah seseorang memiliki kepribadian yang tabah atau tidak tabah (hardy dan unhardy). Seseorang yang memiliki kepribadian yang tabah, lebih tahan pada efek buruk dari stres karena mereka memandang keadaan penuh stres sebagai keadaan yang menantang serta mereka yakin bahwa mereka dapat mengontrol dan mempengaruhi keadaan tersebut. Hal tersebut berbeda dengan

seseorang yang tidak tabah. Ia cenderung lebih mudah terkena dampak buruk dari stres.

Selain kedua tokoh di atas, Gitosudarmo dan Sudita (2000) menyebutkan terdapat beberapa faktor penyebab timbulnya stres kerja yaitu : a. Faktor yang bersumber dari individu itu sendiri

Sumber stres kerja yang berasal dari individu itu sendiri seperti kepribadian, kebutuhan, nilai, tujuan, umur dan kondisi kesehatan.

b. Faktor yang bersumber dari luar individu

Ada dua sumber stres kerja yang berasal dari luar individu yaitu: 1) Faktor dari dalam organisasi

Faktor dari dalam organisasi terbagi lagi menjadi sebagai berikut :

a) Faktor lingkungan kerja, seperti faktor lingkungan fisik yang meliputi cahaya yang terlalu terang, situasi yang bising an temperatur yang terlalu panas.

b) Faktor pekerjaan meliputi adanya konflik peran (orang yang memiliki beberapa peran yang saling bertentangan), tidak jelasnya tugas dan tanggung jawab seseorang, beban tugas yang melebihi batas kemampuan seseorang dan adanya desakan waktu untuk penyelesaian suatu tugas.

c) Faktor-faktor kerja kelompok seperti norma-norma yang dianut kelompok yang harus dipatuhi oleh anggotanya, kurangnya

kekompakan diantara angota kelompok dan kurangnya dukungan dari kelompok.

d) Faktor organisai meliputi kurangnya dukungan atasan, struktur organisasi yang terlalu birokrasi dan penerapan gaya kepemimpinan yang tidak sesuai dengan kondisi dan kharakteristik bawahan.

e) Faktor karier juga dapat menimbulkan adanya stres kerja yaitu saat-saat awal dari seseorang memasuki pekerjaannya, karier yang tidak maju dan pemecatan.

2) Faktor dari luar organisasi

Faktor di luar organisasi antara lain keadaan keluarga yang tidak harmonis, hubungan dengan masyarakat yang kurang baik dan kondisi keuangannya

Selain berbagai faktor yang telah disebutkan di atas, masa kerja juga dapat mempengaruhi timbulnya stres kerja, seperti yang dikemukakan oleh Gibson,dkk (2006) masa kerja yang telah lama akan membuat seorang pekerja cenderung dapat menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang ditekuninya selama ini sehingga hal tersebut akan memudahkan dirinya dalam meningkatkan prestasi kerja. Namun di sisi lain menurut Everly dan Girdano (dalam www.MarudutRajaLaorens.freewebs.com) masa kerja yang telah lama juga dapat berakibat negatif karena seseorang akan merasa bosan dengan pekerjaannya karena merasa bahwa pekerjaan itu tidak lagi menantang atau tidak lagi menarik, sehingga menimbulkan rasa bosan, ketidakpuasan atau

pekerjaan tersebut kurang mengandung unsur sosial (kurangnya komunikasi sosial) yang tentunya dapat menyebabkan tergangunya pekerjaan. Hal ini biasa disebut dengan Deprivational stres.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab stres kerja meliputi faktor yang berasal dari lingkungan pekerjaan, lingkungan sosial dan pribadi individu itu sendiri.

Dokumen terkait