• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-Faktor yang Memaksa Belanda Keluar dari Indonesia

Kesatuan Republik Indonesia

7. Faktor-Faktor yang Memaksa Belanda Keluar dari Indonesia

Musuh yang dihadapi Belanda bukan lagi bangsa Inlander yang bermental kuli melainkan sebuah bangsa yang telah merdeka, bermartabat, dan memiliki percaya diri yang tinggi. Negara Republik Indonesia yang terbentuk di atas fondasi kemerdekaan itu pun mempunyai kepribadian yang kuat. Selain tangguh dalam perlawanan bersenjata juga cerdik dalam berdiplomasi di dunia internasional. Agar lebih konkret, mari kita analisis bersama ketangguhan negara Republik Indonesia saat menghadapi krisis pada 19 Desember 1948.

a. Kondisi Internal yang Berada di Indonesia

Sesaat setelah ibu kota negara Yogyakarta diduduki Belanda tanggal 19 Desember 1948, pemimpin pemerintah kita mengirim dua kawat radiogram sekaligus. Yang satu untuk Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintah Republik Darurat di Sumatra, yang kedua untuk Dr. Sudarsono, L.N. Palar, dan Mr. Maramis untuk membentuk exile Government Republic Indonesia di India bila upaya Syafruddin gagal. Kesigapan pemerintah ini masih didukung oleh kepercayaan penuh dari rakyat dan loyalitas dari TKR. Delapan jam setelah aksi brutal tentara Belanda, itu Panglima Besar Jenderal Sudirman mengeluarkan perintah kilatnya. Perintah itu antara lain berisi pembatalan persetujuan gencatan senjata dan bersiap menghadapi serangan Belanda. Setelah para pemimpin kita ditawan oleh Belanda dan dibuang ke Bangka, perjuangan dilanjutkan oleh sistem perang gerilya. Inilah yang membuat frustasi Belanda.

b. Kondisi Eksternal yang Terjadi di Luar Negeri

Akibat kebrutalan-kebrutalan Belanda dalam agresinya ke Indonesia, Belanda senantiasa berada dalam sorotan mata dunia internasional. Protes dan kutukan negara-negara di dunia itu menempatkan Belanda dalam posisi yang terjepit. Sekretaris Jenderal Liga Arab Azzam Pasya menyerukan ”pembentukan kekuatan di antara negara-negara Asia” untuk melawan penjajahan. Atas usaha Perhimpun-an KemerdekaPerhimpun-an Indonesia di Arab yPerhimpun-ang diketuai Jafar Zainuddin, di masjid-masjid diadakan doa bersama bagi kemenangan Indonesia. Liga India di Amerika yang diketuai J. Singh menuntut DK-PBB untuk mengeluarkan sanksi terhadap Belanda sesuai Piagam PBB. Begitu pula reaksi dari negara-negara lain seperti Irak yang melarang pesawat Belanda mendarat di Irak sebagai protes atas kebrutalan Belanda di Indonesia. Pakistan melalui Menteri Zafrullah Khan yang menuntut agar Belanda keluar dari Indonesia. Gerakan protes di Sri Lanka dengan tema ”Tinggalkan Indonesia”. Duta Keliling Filipina Mameel V. Gallego yang meminta bantuan Marshall untuk Belanda dihentikan. Emir Abdul Karim dari Maroko yang mendukung perjuangan Indonesia. Dr. U Ba Maw dari Birma yang membentuk Brigade Birma untuk membantu Indonesia. Reaksi-reaksi tersebut menjadikan terperosoknya posisi Belanda di dunia internasional.

Atas resolusi negara-negara Asia ini, permasalahan Indonesia bisa masuk dalam agenda sidang DK-PBB. Tanggal 28 Januari 1949 Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang isinya sangat terperinci dan jelas sehingga praktis membuat Belanda tidak bisa lagi seenaknya menafsirkan sesuai dengan misinya. Dari sinilah, Belanda terpaksa menerapkan ”langkah mundur” hingga penyerahan kedaulatan pada akhir Desember 1949. Namun, tekanan paling berat yang dirasakan Belanda adalah ancaman Amerika untuk menghentikan bantuan Marshall sebesar 391,9 juta dolar US setiap tahun. Ini malapetaka bagi Belanda karena mereka bisa bangkrut. Tekanan Amerika antara lain disampaikan melalui resolusi Brewsfer yang dikeluarkan para senator Partai Republik.

c. Diplomasi Para Wakil Kita di Luar Negeri

Misalnya Sumitro Djojohadikusumo dan L.N. Palar. Pada tanggal 10 Februari 1949 Sumitro memberikan keterangan, ”Saya yakin bahwa apabila kami terus berjuang, setahun lagi kedudukan Belanda tidak akan dapat dipertahankan lagi. Belanda akan bangkrut, jika mereka tidak mendapat bantuan dari luar. Belanda telah mempergunakan uang ECA untuk membiayai perangnya di Indonesia. Dengan demikian, secara tidak langsung Amerika Serikat telah membantu Belanda.”

Demikianlah, politik Belanda untuk menjajah kembali Indonesia mengalami kegagalan. Indonesia yang semula dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai negara boneka buatan Jepang, menjelma menjadi negara yang memiliki daya tahan yang luar biasa dalam menghadapi gempuran Belanda. Diplomat-diplomat Indonesia pun mampu secara cerdik mengimbangi kelicikan diplomat Belanda. Di forum internasional, posisi Belanda akhirnya terperosok dan terjepit dalam tata pergaulan dunia akibat agresinya ke Indonesia. Dengan kondisi itulah, Indonesia bagi serdadu Belanda ibarat neraka yang siap melumat mereka. Dengan begitu tidak ada alasan bagi Belanda untuk bertahan lebih lama lagi di Indonesia.

Sumber: Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia

Gambar 2.21Penarikan tentara Belanda dari wilayah Republik Indonesia.

Upaya Belanda untuk menguasai kembali Indonesia terbukti gagal total. Indonesia secara perlahan mampu melakukan konsolidasi dan perlawanan yang menyebabkan eksistensinya diakui di dunia internasional. Belanda pun tidak bisa lagi semena-mena memperlakukan Indonesia.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Penyebab utama meletusnya konflik Indonesia dengan Belanda adalah . . . .

a. melalui Van Mook, Belanda ingin

me-nempatkan Indonesia di bawah bendera persemakmuran

b. Belanda memengaruhi terbentuknya era demokrasi liberal di Indonesia

c. Van Mook menggunakan Sultan Hamid II untuk memecah belah Indonesia

d. Belanda membangun KNIL untuk menjaga pertahanannya di Indonesia

2. Dunia internasional (khususnya Amerika Serikat) sebetulnya terlibat dalam konflik yang terjadi antara Indonesia dan Belanda karena . . . . a. Amerika Serikat berniat menjajah Indonesia

yang kaya sumber daya alam b. meluasnya pengaruh komunisme

c. Belanda meminta bantuan kepada Amerika Serikat untuk bisa menduduki kembali Indonesia

d. kepentingan Amerika Serikat yang ada di Indonesia terganggu oleh karena adanya konflik

3. Salah satu pengaruh yang muncul sebagai akibat konflik Indonesia-Belanda adalah . . . .

a. ibu kota negara kembali lagi ke Jakarta setelah untuk sementara waktu pindah ke Yogyakarta

b. bentuk negara nyaris menjadi federalisme

c. adanya ide untuk membentuk sebuah

kerajaan di Indonesia seperti Kerajaan Belanda

d. ide-ide Ratu Juliana dari Belanda meng-ilhami pembuatan konstitusi negara

Coba deskripsikan langkah-langkah perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang ada di daerah-mu. Carilah informasi dari berbagai sumber pustaka dan internet kemudian buatlah dalam bentuk resume.

4. Negara-negara di Asia, Afrika, dan Australia memprotes agresi militer Belanda ke Indonesia karena . . . .

a. kasihan kepada negara yang baru saja merdeka

b. ekspresi dari solidaritas negara-negara dunia ketiga

c. Indonesia adalah calon ketua Gerakan Non-Blok

d. penjajahan Belanda lebih kejam dibanding-kan dengan pendududibanding-kan Jepang

5. Wilayah teritorial Republik Indonesia akibat konfliknya dengan Belanda semakin menyempit karena . . . .

a. di berbagai daerah memang belum merdeka b. masing-masing pulau membentuk

pe-merintahan sendiri-sendiri

c. Belanda hanya mengakui secara de facto

wilayah Republik Indonesia atas tiga pulau d. daerah-daerah di luar Republik Indonesia

masih diduduki Jepang

6. Ide federalisme yang dibawa Van Mook gagal total karena tidak didukung oleh realitas politik yang ada di Indonesia. Banyak negara bagian yang menyerahkan mandatnya ke pemerintah Republik Indonesia karena . . . .

a. ditawari jabatan yang lebih menjanjikan oleh para pemimpin Republik Indonesia

b. eksistensi pemerintah Republik Indonesia semakin diakui di dunia internasional c. Van Mook mencabut pemberlakuan Staat

van Oorlag

d. para pemimpin negara bagian banyak yang ditahan pemerintah Republik Indonesia

7. Selain dilakukan dalam bentuk perundingan, diplomasi Indonesia juga dilakukan dengan surat-surat resmi kenegaraan, sebab . . . .

a. perundingan yang dilakukan selalu meng-alami kegagalan

b. Belanda terbiasa mengkhianati hasil pe-rundingan

c. pemimpin Indonesia menggunakan jalur informal untuk meraih simpati

d. dengan surat-menyurat informasi yang disampaikan cenderung bisa dijaga ke-rahasiaannya

8. Salah satu faktor yang menyebabkan meletusnya insiden Medan Area adalah . . . .

a. adu domba Belanda yang menyebabkan

konfrontasi Indonesia-Jepang

b. penentuan batas kekuasaan secara sepihak oleh tentara Sekutu

c. penurunan bendera Merah Putih Biru oleh pemuda

d. tentara Jepang tidak mau dilucuti oleh pasukan Sekutu

9. Di berbagai daerah pemerintahan belum bisa berjalan secara efektif karena . . . .

a. para gubernur yang diangkat oleh presiden takut untuk pulang ke daerahnya

b. para gubernur ditolak oleh rakyat yang ingin membentuk pemerintahan sendiri

c. belum terbentuknya struktur organisasi dan adanya pendudukan tentara Sekutu d. kurang adanya koordinasi oleh Departemen

Dalam Negeri

10. Faktor eksternal yang mempercepat keluarnya Belanda dari Indonesia adalah . . . .

a. Belanda mengalami kebangkrutan akibat agresinya ke Indonesia

b. krisis ekonomi yang melanda dunia akibat Perang Dunia II

c. sumber daya alam Indonesia sudah habis dikuras oleh Belanda

d. adanya desakan dan ancaman dari Amerika kepada Belanda

B. Jawablah pertanyaan dengan tepat!

1. Mengapa meletus konflik Indonesia dan Belanda pada awal kemerdekaan? Jelaskan!

2. Jelaskan bahwa konflik Indonesia juga di-pengaruhi oleh tatanan politik internasional! 3. Jelaskan perbedaan antara negara federal dan

negara kesatuan!

4. Berikan contoh peran diplomat kita di dunia internasional dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia!

5. Apa sajakah faktor yang memaksa Belanda keluar dari Indonesia? Sebutkan dan jelaskan!

B. Kondisi Indonesia Pascapengakuan Kedaulatan

Agenda yang masih harus diselesaikan oleh pemerintah RIS pada awal tahun 1950 adalah reorganisasi dalam tubuh Angkatan Perang. Selain harus mengatasi masalah tersebut, kabinet RIS di bawah Hatta juga dihadapkan pada masalah inflasi dan defisit dalam anggaran belanja. Pemerintahan kabinet RIS yang dibentuk tanggal 20 Desember 1949 harus mengatasi kebobrokan bangsa akibat perang kemerdekaan dan berbagai masalah nasional lainnya, seperti penyelesaian sengketa Irian Barat. Namun, belum sempat membuahkan hasil, desakan untuk kembali ke dalam bentuk negara