Kesatuan Republik Indonesia
A. Mengenali Bentuk dan Pola Muka Bumi
1. Mengenali Relief
Berdasarkan garis-garis kontur pada peta topografi, relief bentuk muka Bumi dapat diketahui. Garis kontur merupakan garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian sama di atas permukaan laut. Antargaris kontur yang memiliki ketinggian sama disebut interval kontur (Contour Interval = Ci). Interval kontur biasanya dicantumkan pada legenda atau keterangan peta.
Coba perhatikan gambar di samping. Peta itu memiliki interval kontur 100 meter. Setiap garis kontur mewakili ketinggian yang sama yang ditunjukkan oleh indeks kontur. Misalnya, letak hotel berada pada ketinggian 300 meter, yang ditunjukkan oleh indeks kontur 300 pada peta di samping. Tempat terendah pada peta mempunyai ketinggian 200 meter dan tempat tertinggi ketinggiannya 1.500 meter. Nilai Ci di setiap peta tidak sama. Penetapan nilai Ci pada peta ber-dasarkan skala peta. Rumus yang digunakan untuk penetapan Ci sebagai berikut.
Ci = 000 . 2 1 × penyebut skala
Rumus di atas tidak berlaku untuk peta-peta yang telah diperbesar. Misalnya, peta topografi keluaran Direktorat Geologi Bandung, aslinya berskala 1 : 50.000 dengan interval kontur 25 m kemudian diperbesar menjadi skala 1 : 25.000 dengan interval kontur tetap 25 meter. Oleh karena itu, kamu harus teliti jika menentukan interval kontur pada peta yang telah diperbesar.
Selain dengan garis kontur, cara lain untuk menunjukkan adanya perubahan elevasi atau ketinggian adalah dengan memberi warna pada peta. Biasanya biru digunakan untuk menunjukkan perairan, hijau untuk dataran rendah, kuning untuk perbukitan rendah, dan cokelat untuk pegunungan. Kamu bisa mengetahui bentuk relief suatu wilayah melalui gradasi warna pada peta.
Ilustrasi:Puguh Supriyanto
Gambar 5.2Relief bentuk muka Bumi diketahui dari garis-garis kontur. Hotel 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100 1200 1300 1400 garis kontur
(Contour interval (Ci)) interval kontur indeks kontur (contour indeks) Skala : 200.000 Ci = 100 m
Selain ketinggian, garis-garis kontur menunjukkan ciri-ciri kenampakan relief seperti bentuk dan kemiringan lereng. Garis-garis kontur renggang menunjukkan tingkat kemiringan lereng yang landai. Sementara itu, garis-garis kontur rapat menunjukkan tingkat kemiringan lereng yang curam atau terjal. Semakin rapat jarak antargaris kontur berarti kemiringan lereng semakin curam dan sebaliknya.
Pola kerapatan garis-garis kontur dapat digunakan untuk mengetahui bentuk lereng. Bentuk lereng dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lereng cekung (concave) dan cembung (convex). Lereng cekung dicirikan dengan garis kontur berjarak rapat di bagian atas lereng dan renggang di bagian bawah lereng. Sebaliknya, lereng cembung dicirikan dengan garis-garis kontur berjarak renggang di bagian atas lereng dan rapat di bagian bawah lereng.
Banyak bentuk muka Bumi pada peta dapat diidentifikasi melalui garis kontur. Bentuk muka Bumi itu antara lain bukit, gunung, punggung bukit
(ridge), plato, spur, dan lembah. Coba perhatikan pola dan bentuk garis-garis kontur serta kenampakan aslinya berikut ini.
a. Bukit
Bukit merupakan dataran tinggi yang ketinggiannya kurang dari 600 m di atas permukaan laut. Pola konturnya membentuk oval atau lingkaran dengan kontur tertinggi kurang dari 600 m.
200 400 X Y meter 600 400 200 0 X Y Sumber:Understanding Geography 3
Gambar 5.4Kontur dan penampang melintang bukit serta kenampakan aslinya.
Meter 350 300 250 200 150 100 50 0 X Y X Y 250 200 150 100 50 Meter 350 300 250 200 150 100 50 0 X Y X Y 50 100 150 200 250
A. Lereng landai B. Lereng curam
Ilustrasi:Puguh Supriyanto
b. Gunung
Gunung adalah dataran tinggi yang memiliki ketinggian 600 m di atas permukaan laut. Jarak antargaris kontur yang rapat menunjukkan lereng yang terjal.
c. Spur dan Lembah
Spur merupakan bagian daratan yang menonjol keluar dari sisi bukit atau gunung ke arah tempat lebih rendah. Spur dicirikan oleh garis-garis kontur yang membentuk huruf V dengan pucuknya mengarah ke bawah.
Lembah merupakan cekungan di antara dataran tinggi. Biasanya pada lembah terdapat sungai di bagian tengahnya. Lembah juga dicirikan oleh garis-garis kontur berbentuk huruf V. Akan tetapi, berbeda dengan spur, garis-garis kontur lembah memiliki pucuk mengarah ke tempat lebih tinggi. Jadi, arah pucuknya berkebalikan dengan spur. Agar lebih jelas, perhatikan kontur dan penampang melintang spur dan lembah serta bentuk aslinya.
Sumber:Understanding Geography 3
Gambar 5.5Kontur dan penampang melintang gunung serta kenampakan aslinya. X Y Meter 1.400 1.200 1.000 800 600 400 200 0 X Y 600 200 1000
Sumber:Understanding Geography 3
Gambar 5.6Kontur dan penampang melintang spur dan lembah serta kenampakan aslinya.
1.200 1.000 800 600 400 200 X Y Meter 1.400 1.200 1.000 800 600 400 200 0 X 200 400 600 800 1.000 1.200 Sungai Meter 1.400 1.200 1.000 800 600 400 200 0 Y Sungai X X
d. Plato (Plateau)
Plato merupakan dataran tinggi hampir rata di bagian atasnya dan curam di bagian pinggirnya. Garis-garis kontur renggang di bagian atas, menunjukkan ciri dataran tinggi yang luas dan hampir rata. Garis-garis kontur rapat menunjukkan ciri bagian tepi yang berlereng terjal.
e. Punggung Bukit (Ridge)
Punggung bukit merupakan dataran tinggi yang sempit, panjang, dan berlereng curam. Konturnya membentuk pola membulat panjang dan hampir sejajar satu dengan lainnya. Pada bagian atas yang sempit menunjukkan kemiringan lereng curam.
Melalui pola garis kontur, bentuk muka Bumi dapat diidentifikasi. Kerapatan garis kontur, arah ketinggian, nilai kontur, dan pola garis kontur dapat dijadikan pedoman dalam identifikasi. Adanya garis kontur dengan nilai indeks kontur makin ke barat daya makin tinggi, menandakan bahwa relief tersebut naik. Namun, setelah itu tidak ada kontur sama sekali. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa relief di daerah tersebut berupa plato.
Sumber:Understanding Geography 3
Gambar 5.7Kontur dan penampang melintang plato serta kenampakan aslinya.
1.000600 200 Meter 1.400 1.200 1.000 800 600 400 200 0 X Y X Y
Sumber:Understanding Geography 3
Gambar 5.8Kontur dan penampang melintang ridge serta kenampakan aslinya.
Meter 1.400 1.200 1.000 800 600 400 200 0 X Y X Y1200 1000 800600 400 200
Penyebutan relief bergunung, berbukit, ber-gelombang, dan berombak didasarkan pada perbedaan tinggi tempat dengan sekelilingnya. Berikut ini ketentuan penyebutannya.
1. Bergunung
Suatu relief dikatakan bergunung apabila mempunyai perbedaan dengan daerah datar di sekitarnya sebesar lebih dari 300 meter.
2. Berbukit
Suatu relief dikatakan berbukit apabila mempunyai perbedaan ketinggian dengan daerah datar sekitarnya kurang dari 300 m. Y > 300 m Y < 300 m X X < Y Y 3. Bergelombang
Suatu relief dikatakan bergelombang apabila jarak antarpuncak kurang dari ketinggian puncak.
x = jarak antarpuncak y = ketinggian puncak
4. Berombak
Suatu relief dikatakan berombak apabila jarak antarpuncak lebih dari ketinggian puncak.
X >Y X
Y
Relief muka Bumi dapat diketahui berdasarkan garis-garis kontur pada peta topografi. Melalui bentuk dan pola garis kontur serta dengan mem-perhatikan perbedaan ketinggian daerah sekitar, dapat dibedakan apakah suatu relief bergunung, berbukit, bergelombang, atau berombak. Sering relief muka Bumi tampak kompleks, tidak hanya terdapat satu bentuk relief seperti gunung atau bukit. Namun, ada beragam relief. Untuk mengenali bentuk relief muka Bumi yang kompleks, kamu harus jeli membaca indeks kontur dan menginterpretasi garis-garis kontur.