BAB II KAJIAN PUSTAKA
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
1) Sikap terhadap belajar
Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu yang membawa diri sesuai dengan penilaiannya. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:238)
Dengan adanya penilaian terhadap sesuatu, dalam hal ini belajar dapat mengakibatkan terjadinya sikap menerima,
16
menolak atau mengabaikan belajar. Dengan adanya penilaian tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian dan hasil belajar siswa.
2) Motivasi Belajar
Motivasi merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:239) Motivasi belajar yang kuat akan memperkuat kegiatan belajar sehingga prestasi yang dimiliki pun akan menjadi lebih baik. Begitu juga sebaliknya, apabila motivasi yang dimiliki lemah maka akan melemahkan kegiatan belajar dan merendahkan prestasi belajar siswa.
3) Konsentrasi Belajar
Konsentrasi belajar adalah kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:239)
Untuk memperkuat perhatian siswa, guru perlu menggunakan bermacam-macam strategi dan metode pembelajaran. Sehingga suasana proses belajar-mengajar tidak berlangsung secara monoton dan membosankan bagi siswa. Siswa yang serius memperhatikan dan konsentrasi terhadap proses pembelajaran akan lebih mampu menerima dan
17
memahami materi pelajaran yang ia peroleh dan akan mendapatkan prestasi yang optimal.
4) Rasa Percaya diri siswa
Rasa percaya diri siswa ditimbulkan dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Rasa percaya diri dapat timbul berkat adanya pengakuan dari lingkungan. Dengan adanya percaya diri yang kuat akan mendorong siswa untuk berprestasi dan semakin diakui oleh orang lain.
5) Intelegensi Siswa
Menurut Wechler dalam buku Dimyati dan Mudjiyono (2002:248) Intelegensi adalah suatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk dapat bertindak secara terarah, berpikir baik, dan bergaul dengan lingkungan secara efisien.
Intelegensi yang tinggi bila nilai IQ menunjukkan angka 130-145, Intelegensi normal bila nilai IQ menunjukkan angka 85-115, dan Intelegensi yang rendah apabila nilai IQ dibawah 70.
Intelegensi ini memiliki pengaruh terhadap prestasi yang dimiliki siswa, karena dengan intelegensi yang tinggi maka siswa akan lebih mudah menerima dan memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, begitu pula sebaliknya.
18 6) Kebiasaan Belajar
Prestasi belajar akan tercermin dengan adanya kebiasaan siswa untuk belajar. Kebiasaan belajar yang baik akan terjadi dengan adanya disiplin membelajarkan diri. Kedisiplinan untuk belajar harus ditanamkan di kehidupan sehari-hari dan dilaksanakan dengan teratur. Kebiasaan siswa untuk belajar yang tidak hanya pada saat berada disekolah atau karena tuntutan tertentu (ujian) dapat meningkatkatkan prestasi yang ia miliki.
7) Cita-cita Siswa
Cita-cita yang dimiliki siswa dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan giat. Dengan adanya peningkatan motivasi untuk mendapatkan atau memperoleh cita-cita yang telah ia bayangkan dan impi-impikan siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh dan maksimal akan membuat prestasi siswa menjadi lebih baik sesuai yang telah mereka usahakan. Sehingga cita-cita pun memiliki pengaruh bagi prestasi belajar yang dimiliki siswa.
b. Faktor Ekstern
19
Guru adalah pengajar yang mendidik. Ia tidak hanya mengajar bidang studi yang sesuai keahliannya, tetapi juga menjadi pendidik bagi generasi muda bangsa.
Diera global seperti ini, seiring terjadinya perubahan kurikulum pendidikan, seorang guru harus mampu membuat murid memikul tanggungjawab mereka sendiri, membangun pengetahuan berdasarkan pemahaman mereka, dan membentuk nilai-nilai kehidupan serta opini yang dapat dipertanggungjawabkan. (Asmani,2009:22)
Untuk pencapaian tujuan pembelajaran sesuai dengan kurikulum pendidikan yang telah ditetapkan guru harus selalu membina dan membimbing siswa dalam belajar.
Adapun tugas guru dalam pengelolaan pembelajaran siswa adalah sebagai berikut:
a) Membangun hubungan baik dengan siswa
b) Mengarahkan minat, perhatian dan memperkuat motivasi belajar siswa
c) Mengorganisasi belajar
d) Melaksanakan pendekatan pembelajaran secara tepat e) Mengevaluasi hasil belajar secara jujur dan objektif
20
f) Melaporkan hasil belajar siswa kepada orangtua siswa yang berguna bagi prestasi masa depan siswa. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:249)
Pengggunaan strategi dan metode pembelajaran yang tepat akan membuat tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Ketepatan penyampaian tersebut akan berpengaruh pada baik buruknya prestasi siswa. Jadi guru pun memiliki peranan yang utama bagi keberhasilan belajar siswa.
2)Sarana dan Prasarana Pembelajaran
Sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran, buku bacaan, alat dan fasilitas laboratorium sekolah dan berbagai media pengajaran yang lain. Sedangkan prasarana pembelajaran meliputi gedung sekolah, ruang belajar, lapangan olahraga, ruang ibadah, ruang kesenian dan peralatan olahraga.
Sarana dan prasarana berfungsi untuk mempermudah siswa belajar. Dengan adanya sarana dan prasarana akan menuntut guru dan siswa untuk memanfaatkannya dengan optimal sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Peranan guru dalam sarana prasarana adalah sebagai berikut:
a) Memelihara, mengatur, prasarana untuk menciptakan suasana belajar yang menggembirakan
21
b) Memelihara dan mengatur sasaran pembelajaran yang berorientasi pada keberhasilan siswa belajar
c) Mengorganisasi belajar siswa sesuai dengan sarana dan prasarana secara tepat. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:250) Sedangkan peranan siswa adalah sebagai berikut:
a) Ikut serta dalam memelihara dan mengatur sarana dan prasarana secara baik
b) Ikut serta berperan aktif dalam pemanfaatan sarana prasarana secara tepat guna
c) Menghormati sekolah sebagai pusat pembelajaran dalam rangka pencerdasan kehidupan generasi muda bangsa. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:250)
Dengan adanya peranan tersebut maka guru dan siswa dapat belajar memelihara fasilitas umum yang telah diberikan dengan baik. Dengan adanya sarana dan prasarana akan mendukung proses belajar mengajar dan membantu siswa memperoleh prestasi belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3)Kebijakan Penilaian
Penilaian adalah penentuan sampai sesuatu dipandang berharga, bermutu atau bernilai. (Dimyati dan Mudjiyono,2002:251) Dalam penilaian terdapat
patokan-22
patokan nilai yang telah ditentukan dan kebijakan penilaian tersebut merupakan kebijakan guru sebagai pengelola proses belajar. Dengan patokan nilai tersebut maka akan tercermin prestasi siswa yang baik maupun yang kurang baik.
4)Lingkungan Sosial Siswa
Lingkungan menjadi faktor ekstern bagi prestasi belajar siswa, karena dengan adanya lingkungan yang baik dan sehat sangat mempengaruhi jiwa maupun fisik siswa. Dari keadaan jiwa dan fisik yang baik maka prestasi belajar yang dimiliki siswa akan berpengaruh baik pula.
5)Kurikulum Sekolah
Program pembelajaran disekolahan mendasarkan diri pada suatu kurikulum. Kurikulum sekolah berisi tentang tujuan pendidikan, isi pendidikan, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi.
Kurikulum disusun berdasarkan tuntutan kemajuan masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman dan tehnologi kurikulum pendidikan juga mengalami perubahan dan berganti-ganti. Perubahan kurikulum ini dapat menimbulkan masalah bagi guru dan siswa. Karena tujuan yang akan dicapai mungkin berubah, isi pendidikan berubah, kegiatan belajar-mengajar berubah dan evaluasi pun berubah.
23
Segala pemasalahan tersebut dapat berpengaruh pada hasil belajar siswa, bagi siswa yang mudah menerima pergantian mungkin tidak akan mengalami kesulitan belajar, tapi bagi siswa yang kurang mampu menerima pergantian akan menjadi bingung dan berimbas pada prestasi yang ia miliki.