• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Quality of Work Life

2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas

H. John Bernadin dan Joyce E. A. Russeill dalam Gomes (2000) mengemukakan sejumlah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa produktivitas sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pengetahuan

(knowledge), keterampilan (skills), kemampuan (abilities), sikap (attitudes), perilaku (behaviours). Menurut Gulo (2002) pengetahuan adalah semua yang diketahui oleh seseorang tentang objek tertentu. Winkel (1996) menyatakan bahwa pengetahuan mencakup ingatan akan hal-hal yang pernah dipelajari dan disimpan dalam ingatan.

Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Tingkat keterampilan terkait dengan penguasaan penerapan ilmu, pengetahuan dan teknologi seseorang yang dipraktikkan dalam pekerjaannya. Kemampuan adalah kapasitas seseorang untuk melakukan berbagai tugas di dalam pekerjaannya. Kemampuan terutama terbentuk dari dua faktor yang terdiri dari kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Sikap adalah suatu perbuatan positif atau negatif atau kondisi mental atas kesiapan, dipelajari dan dilakukan melalui pengalaman yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang yang dilakukan kepada orang lain, benda dan situasi. Perilaku adalah tanggapan reaksi individu yang terwujud dalam gerakan (sikap), baik dalam perbuatan maupun ucapan.

Menurut Umar (2001), faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan sebagai berikut:

1. Motivasi

Seorang pemimpin dalam perusahaan harus dapat mengetahui motivasi yang tepat agar dapat mendorong karyawan bekerja lebih giat.

2. Pemimpin memiliki peranan penting untuk dapat mempengaruhi produktivitas kerja bawahannya dengan cara memperlakukan bawahannya sebaik dan seadil mungkin.

3. Pendidikan

Pada umumnya seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi maka akan mempunyai produktivitas yang lebih baik karena tanpa memiliki

pendidikan sulit bagi karyawan untuk mempelajari hal-hal baru di dalam sebuah sistem kerja.

4. Disiplin Kerja

Kedisiplinan dengan belajar menghargai waktu dan biaya akan memberikan dampak positif terhadap produktivitas kerja karyawan.

5. Keterampilan yang mempengaruhi poduktivitas kerja karyawan yang dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan latihan (diklat).

6. Sikap etika kerja seseorang atau kelompok orang dalam membina hubungan yang serasi, selaras dan seimbang di dalam kelompoknya maupun dengan kelompok lain serta etika dalam hubungan selaras serasi dan seimbang antara perilaku dalam proses produksi akan meningkatkan produktivitas. 7. Tingkat Penghasilan

Penghasilan yang cukup dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan karena semakin tinggi prestasi kerja karyawan akan semakin besar penghasilan yang diterima.

8. Lingkungan kerja dan iklim kerja dapat meningkatkan produktivitas karena kenyamanan kerja menyebabkan kesuksesan kerja.

9. Jaminan Sosial

Perhatian dan pelayanan atas tunjangan kesehatan dan keselamatan harapan karyawan akan meningkatkan gairah dan semangat untuk bekerja karena perhatian yang diberikan perusahaan.

10. Manajemen

Dengan adanya manajemen yang baik, maka karyawan akan berorganisasi dengan baik sehingga produktivitas kerja karyawan akan tercapai.

11. Kesempatan berprestasi

Setiap orang dapat mengembangkan potensi dalam dirinya. Dengan adanya kesempatan ini, maka karyawan memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktivitas.

12. Insentif

Penghargaan yang diberikan kepada karyawan atas hasil kerjanya yang telah dicapai akan berpengaruh terhadap produktivitas.

2.3. Hasil Penelitian Terdahulu

Thahir (2001) melakukan penelitian mengenai Analisis peningkatan Motivasi Berprestasi Karyawan Melalui Penerapan Quality of Work Life di PT Indomilk Jakarta. Dengan metode Rank Spearman dapat disimpulkan bahwa secara umum faktor-faktor mempengaruhi motivasi berprestasi untuk tingkatan berbeda, yaitu pada tingkat manajer, supervisor dan foreman. Faktor pemberian peran sebagai pemimpin untuk diteladani menjadi faktor yang paling kuat. Sedangkan pada tingkat operator, faktor respon atau umpan balik terhadap tugas menjadi faktor yang mendorong motivasi karyawan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui faktor-faktor QWL yang berhubungan dengan motivasi berprestasi, dengan urutan kekuatan hubungannya adalah kerjasama dalam tim, desain pekerjaan, quality circle, supervisi yang demokratis, partisipasi dalam pengambilan keputusan dan gain sharing. Faktor-faktor QWL tersebut mempunyai kekuatan yang berbeda-beda untuk setiap tingkatan jabatan, namun secara keseluruhan dapat diketahui bahwa seluruh faktor-faktor QWL mempunyai korelasi positif terhadap motivasi berprestasi.

Penelitian Zubair (2004) yang berjudul Analisis Hubungan Kompensasi, Kinerja dengan Produktivitas Kerja Karyawan PT Asuransi Bringin Sejahtera Arta Makmur menggunakan teknik analisis data korelasi Rank Spearman. Dengan menggunakan analisis korelasi dapat terlihat bahwa kompensasi lebih besar hubungannya jika dibandingkan dengan kinerja karyawan dengan produktivitas kerja karyawan. Hal ini berarti hubungan kompensasi memiliki kontribusi yang lebih dominan jika dibandingkan kinerja karyawan dengan produktivitas kerja karyawan.

Dhamayanti (2007) melakukan penelitian mengenai kepuasan karyawan melalui faktor-faktor Quality of Work Life di PT Inti Kemasindo. Melalui analisis regresi logistik biner dapat diketahui bahwa karyawan puas baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara umum karyawan puas terhadap faktor-faktor Quality of Work Life di perusahaan dengan urutan masing-masing faktor adalah integrasi sosial dalam lingkungan kerja, ketaatan pada berbagai ketentuan formal

dan normatif, kesempatan untuk menggunakan dan mengembangkan kemampuan, relevansi sosial kehidupan kekaryaan, kondisi dan lingkungan pekerjaan yang aman dan sehat, keseimbangan antara kehidupan kekaryaan dan kehidupan pribadi, imbalan yang memadai dan adil dan kesempatan berkembang dan keamanan berkarya di masa depan.

Mutiara (2008) melakukan penelitian yang berjudul Analisis Penerapan Faktor-faktor Quality of Work Life dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kependidikan Direktorat dan Kantor Institut Pertanian Bogor menggunakan alat analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi tenaga kependidikan Direktorat dan Kantor IPB terhadap Quality of Work Life cenderung naik dengan urutan pertama restrukturisasi kerja, diikuti partisipasi dalam pemecahan masalah, sistem imbalan yang inovatif dan perbaikan lingkungan kerja. Dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dapat dilihat bahwa Faktor-faktor QWL yang berkorelasi dengan kinerja adalah partisipasi dalam pemecahan masalah dan sistem imbalan yang inovatif. Dua variabel seperti sistem imbalan yang inovatif dan perbaikan lingkungan kerja tidak memiliki korelasi dengan peningkatan kinerja tenaga kependidikan.

Dokumen terkait