• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Permasalah Penelitian

2. Faktor-faktor yang Mendukung dan Menghambat

Pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta

a. Faktor–faktor yang Mendukung Pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta

Dalam proses pengorganisasian segenap aktivitas dan sumber daya manusia dalam suatu kantor tentu saja tidak terlepas dari faktor yang mendukung. Adapun faktor-faktor yang mendukung pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta adalah sebagai berikut :

1) Kuantitas Pegawai yang Memadai

Pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta dapat berjalan lancar karena didukung oleh kuantitas sumber daya manusia yang memadai. Jumlah pegawai pada Bagian Tata Usaha BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta ada 67 orang pegawai.

commit to user

Seperti yang diungkapkan oleh informan I pada wawancara tanggal 20 Januari 2011 “Jumlah pegawai yang ditempatkan di Bagian Tata Usaha BBRSBD ini banyak sehingga kita tidak kekurangan pegawai. Jumlah pegawainya ini ada 67 orang.”

Hal ini senada dengan yang diungkakan oleh informan VI pada

tanggal 29 Januari 2011 “Kami tidak khawatir pekerjaan akan tebengkalai

karena pegawai disini memadai jumlahnya. Dengan pegawai yang jumlahnya

memadai memungkinkan kelancaran dalam penyelesaian suatu tugas.”

Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung dalam pengorganisasian pada Bagian Tata Usaha Pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta adalah kuantitas pegawai yang memadai yaitu sebanyak 67 pegawai yang siap menerima tugas tertentu sehingga tidak ada pekerjaan yang terbengkalai.

2) Pengalaman Kerja yang Cukup

Pengalaman kerja merupakan faktor yang mendukung dalam pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Dengan pengalaman kerja yang cukup memadai akan membantu pegawai menyelesaikan suatu pekerjaan.

Seperti yang diungkapkan oleh informan II pada wawancara tanggal 24 Januari 2011.

“Penempatan Pegawai disini bersifat rollingan. Sebelum ditempatkan disini pernah bekerja pada bidang lainnya begitu pula sebaliknya. Sebagian besar pegawai disini sudah bekerja cukup lama, kalau di Tata Usaha ini kebanyakan pegawaianya sudah puluhan tahun pengalaman kerja disini. Seperti saya sendiri pengalaman kerja itu penting, jadi Kepala Bagian itu gampang-gampang susah selain harus bisa mengkoordinasi masalah pekerjaan, kita juga harus bisa merangkul teman-teman semua. Tapi alhamdulillah sebelum menjadi Kepala Bagian Tata Usaha, saya juga pernah menjabat menjadi kepala pada beberapa bidang lainnya, jadi saya juga tidak begitu

commit to user

Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh informan VII pada

tanggal 29 Januari 2011 “Pada mulanya pegawai disini ditempatkan pada

bagian tertentu kemudian dirolling pada bagian-bagian yang sesuai dengan kemampuannya sehingga kami memiliki pengalaman kerja yang cukup karena tidak hanya bekerja pada satu bidang. Saya sudah bekerja disini

kurang lebih 19 tahun lamanya.”

Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung pengorganisasian pada Bagian Tata Usaha Pada Kantor BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta adalah pengalaman kerja pegawai yang cukup memadai karena penempatan pegawai dilakukan dengan sistem rolling dan sebagian besar pegawai sudah bekerja dalam waktu yang lama, sebelum ditempatkan pada bidang tertentu pegawai tersebut telah memiliki pengalaman kerja pada bidang yang ditempati sebelumnya. Hal ini berlaku terutama untuk pekerjaan tertentu seperti arsiparis, dengan pengalaman kerja yang memadai mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

b. Faktor – Faktor yang Menghambat Pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta

Dalam proses pengorganisasian segenap aktivitas dan sumber daya manusia dalam suatu kantor tentu saja tidak terlepas dari faktor yang menghambat. Adapun faktor – faktor yang menghambat pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta adalah sebagai berikut :

1) Kemampuan Kerja Sumber Daya Manusia yang Belum merata

Sumber daya manusia merupakan pelaku kegiatan organisasi yaitu mulai dari pimpinan yang menata, mengelola serta mengawasi organisasi sampai dengan staff yang yang melaksanakan kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan.

Manusia merupakan elemen penting dalam suatu organisasi karena manusia merupakan motor pennggerak dalam kegiatan organisasi. Meskipun

commit to user

dalam suatu organisasi telah memanfaatkan teknologi mesin tetapi sumber daya manusia tetap memegang peran utama dalam mencapai tujuan.

Agar aktivitas organisasi berjalan lancar harus didukung dengan kemampuan kerja pegawai yang memadai. Sedangkan kemampuan kerja sumber daya manusia yang terdapat di Bagian Tata Usaha masih belum merata.

Seperti yang diungkapkan oleh informan I pada wawancara tanggal 20 Januari 2011 “Kendala yang dihadapi dalam pengorganisasian karena kinerja pegawai disini tidak merata. Masih ada pegawai yang karena usia, pendidikan, pengalaman masih belum maksimal kinerjanya. Misalnya, disini masih ada pegawai yang belum bisa mengoperasikan komputer dengan baik

dalam menjalankan tugasnya.”

Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh informan II pada tanggal 24 Januari 2011.

“Kemampuan mengoperasikan komputer untuk teman-teman beda-

beda, tapi kalau Saya sendiri malah tidak bisa. Kalau ada tugas yang berhubungan dengan pengoperasian komputer misalnya masalah pengetikan data-data tertentu biasanya saya akan menyuruh staff untuk mengerjakannya, sedangkan saya hanya membuat konsepnya

saja.”

Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hambatan dalam pengorganisasian pada Bagian Tata Usaha Pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta adalah kemampuan kinerja pegawai yang masih belum merata, misalnya dalam pengoperasian komputer.

2) Terbatasnya tenaga ahli sesuai bidangnya

Keahlian seseorang dalam mengerjakan suatu aktivitas sangat dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Tetapi pada Bagian Tata Usaha Pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta ini keahlian pegawai sesuai dengan bidang kerjanya masih terbatas.

commit to user

Seperti yang diungkapkan oleh informan III pada wawancara tanggal 24 Januari 2011.

“Tidak seluruh pekerjaan disini dikerjakan oleh ahlinya, jadi asas the

right man in the right place belum bisa jalan sepenuhnya disini. Di Sub Bagian Kepegawaian ini misalnya ada juga yang lulusan hukum dan Keguruan. Di Sub Bagian Keuangan itu juga kurang akuntan, padahal untuk mengurusi masalah keuangan itu sangat dibutuhkan seorang akuntan. Tenaga ahli dibidang IT juga kurang, kalau ada masalah mengenai komputer ya kebingungan sampai saya harus

meminta bantuan teman saya yang bukan pegawai sini.”

Hal senada juga diungkapkan oleh informan V pada wawancara tanggal 27 Januari 2011.

“Tugas saya di sini sebagai arsiparis, tetapi latar belakang pendidikan

saya tidak ada kaitannya dengan arsiparis. Saya lulusan SLTA mbak..Meskipun tidak ada background kearsipan pekerjaan ini dapat saya lakukan karena penempatan tugas disini bersifat rollingan jadi punya pengalaman yang cukup. Asal mau belajar, sejalan waktu

pekerjaan juga akan terbiasa dilakukan.”

Dari data yang diperoleh dapat disimpukan bahwa hambatan yang ditemui dalam pengorganisasian pada Bagian Tata Usaha Pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta adalah terbatasnya tenaga ahli sesuai bidangnya seperti ahli bidang IT dan akuntan. Untuk menempatkan seseorang pada jabatan tertentu harus dilihat dari kemampuan dan pengalaman kerja. Seperti menempatkan lulusan SLTA menjadi arsiparis dimana latar belakang pendidikannya tidak berhubungan dengan kearsipan.

3) Sulitnya meminta pegawai baru sesuai kebutuhan

Peneliti memperoleh informasi setelah melakukan wawancara dengan informan III pada tanggal 24 Januari 2011 “Sulit untuk mengajukan pegawai baru sesuai kebutuhan yang diperlukan disini, kita sudah mengajukan tapi sampai sekarang belum ada tanggapan. Semuanya tergantung Departemen

commit to user

Hal senada juga diungkapkan oleh informan IV pada wawancara tanggal 27 Januari 2011 “Kita sulit menambah pegawai baru karena di sini sudah dirasa banyak pegawainya. Pegawai yang bekerja di Bagian Tata Usaha BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta ada 67 orang.”

Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hambatan yang ditemui dalam pengorganisasian pada Bagian Tata Usaha Pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta adalah sulitnya meminta pegawai baru sesuai dengan kebutuhan karena di kantor BBRSBD sudah dirasa banyak pegawainya dan hanya bisa menerima pegawai yang telah dipilih oleh Departemen.

c. Upaya Mengatasi Masalah yang Menghambat Pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta

Hambatan yang menjadi kendala pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta tidak dijadikan sebagai suatu hal yang harus dihindari, pihak kantor tentu tidak tinggal diam dan terus berupaya untuk menyelesaikan hambatan ini.

1) Mengadakan Pelatihan Kepada Pegawai

Untuk mengatasi kendala belum meratanya kemampuan kerja sumber daya manusia, dalam hal ini Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta mengadakan pelatihan pada pegawainya.

Seperti yang diungkapkan oleh informan I pada wawancara tanggal 20 Januari 2011.

“Usaha untuk meningkatkan kinerja pegawai yaitu dengan dilakukan pelatihan dan diklat, dan kami telah menerapkannya pada pegawai disini. Pelatihan yang dilakukan yaitu pelatihan komputer. Sedangkan diklat yang dilakukan seperti diklat kearsipan, aplikator dan perbendaharaan. Ada juga diklat pimpinan yang berlaku untuk jabatan

commit to user

Hal ini sesuai dengan yang diungkapakan oleh informan VII pada tanggal 29 Januari 2011 “Di sini ada pelatihan komputer untuk pegawai pada periode waktu tertentu. Dengan pelatihan ini pengetahuan dan keterampilan kami menjadi bertambah. Selain itu juga ada diklat kearsipan, perbendaharaan

dan aplikator”

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mengatasi kendala yang ada dalam pengorganisasian Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta mengadakan pelatihan dan diklat pada pegawainya. Pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan komputer, sedangkan diklat yang dilakukan adalah diklat pimpinan, diklat kearsipan, diklat aplikator dan diklat perbendaharaan.

2) Mengajukan permintaan pegawai sesuai spesifikasi yang dibutuhkan Untuk mengatasi kendala terbatasnya tenaga ahli sesuai bidangnya, dalam hal ini Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta berusaha mengajukan permintaan pegawai sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

Seperti yang diungkapkan oleh informan I pada wawancara tanggal 20 Januari 2011 “Sebenarnya masih kurang tenaga ahli tapi kami sudah berusaha untuk mengajukan permohonan penambahan pegawai baru sesuai dengan yang kami butuhkan disini. Karena kami berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial bila mengajukan penambahan

pegawai ya harus melalui Resos dulu.”

Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh informan III pada tanggal 24 Januari 2011 “Kami sudah mengajukan permohonan ke Dirjen Rehabilitasi sosial tapi sampai sekarang belum ada tanggapan.”

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa bahwa untuk mengatasi kendala yang ada dalam pengorganisasian pada Bagian Tata Usaha Pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr.

commit to user

Soeharso Surakarta adalah dengan Mengajukan permintaan pegawai sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

3) Menempatkan Pegawai Sesuai Latar Belakang Pendidikan dan Kemampuan Kerja

Untuk mengatasi kendala sulitnya meminta pegawai baru sesuai kebutuhan, dalam hal ini Bagian Tata Usaha pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta berusaha memanfaatkan potensi pegawai yang ada secara maksimal dengan berusaha menempatkan pegawai sesuai latar belakang pendidikan dan kemampuan kerjanya.

Seperti yang diungkapkan oleh informan I pada wawancara tanggal 20 Januari 2011.

“Dilihat dahulu kinerja pegawai, kemampuannya menyelesaikan suatu

pekerjaan apakah bagus atau tidak sebagai dasar untuk menempatkan dan memberikan tugas pada pegawai tersebut. Kita memantau bagaimana pegawai bekerja sehingga kita dapat menentukan

kesesuaian pegawai tersebut dengan tugas yang harus dikerjakan.”

Hal ini sesuai yang diungkapkan oleh informan IV pada wawancara

tanggal 27 Januari 2011 “Pegawai yang ditempatkan pada bagian keuangan

ini sebagian besar adalah pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi keuangan perbankan karena di sini mengurusi masalah administrasi

keuangan.”

Hal senada juga diungkapkan oleh informan II pada wawancara tanggal 24 Januari 2011.

“Pemberian tugas pada pegawai di sini selain dipilih dari latar

belakang pendidikan juga karena kemampuan pegawai, seperti Pak agus di tata usaha ini dipilih mengurusi masalah kehumasan karena beliau fasih berbahasa inggris meskipun beliau dalam pengetahuan surat-menyurat kurang begitu menguasai. Kalau Bu Roslina dipilih karena beliau mampu mengerjakan tugas kearsipan dengan baik meskipun beliau lulusan SLTA. Sedangkan saya sendiri lulusan FKIP Bahasa Indonesia, tapi di sini saya dipilih menjadi Kepala Sub Bagian

commit to user

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa bahwa untuk mengatasi kendala yang ada dalam pengorganisasian pada Bagian Tata Usaha Pada Kantor Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta adalah dengan menempatkan pegawai sesuai Latar belakang pendidikan dan Kemampuan Kerja seperti menempatkan lulusan ekonomi keuangan perbankan pada bagian keuangan dan memilih pegawai yang dirasa mampu mengerjakan suatu tugas dengan baik meskipun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Dokumen terkait