BAB IV HASIL PENELITIAN
D. Faktor-Faktor Yang Menjadi Penyebab Kesulitan
Guru SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar selalu berusaha memberikan solusi kepada siswa yang masih mengalami kesulitan khususnya membaca Alquran, karena bacaan Alquran yang benar adalah dengan memenuhi tata cara yang benar pula. Mulai dari pengucapan yang benar dari masing-masing huruf, panjang pendek dan beberapa hal yang berhubungan dengan cara membaca Alquran. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Alquran maka dari itu guru SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar berusaha memaksimalkan bagaimana anak/peserta didik dapat menerima pelajaran dengan baik serta berpengaruh baik pula kepada hasil belajarnya.
Guru Pendidikan Agama Islam selalu berusaha menarik perhatian siswa agar pelajaran yang akan disampaikan dapat dipahami dengan baik.
Menurut Ibu Hj.Ramadiyah dalam wawancara bahwa:
Kami Selaku Guru PAI selalu memperhatikan siswa yang masih mengalami kesulitan membaca Alquran agar dapat memberikan bimbingan yang lebih intensif dengan metode khusus pula agar dapat memberikan kemudahan bagi siswa. kami sebagai pendidik harus selalu mensiasati dan menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan dalam proses pembelajaran karena kendala atau hambatan itu pasti akan sering kami hadapi untuk itu sebelum
memulai pelajaran kami selalu memberikan motivasi kepada siswa, kami memberikan sedikit bayangan tentang manfaat belajar dan membaca Alquran karena hal tersebut akan turut mempengaruhi minat belajar para siswa selama pembelajaran berlangsung setelah itu tidak segan-segan kami memberikan pelajaran atau kembali memperkenalkan atau memperbaiki bacaan huruf satu per satu dengan menggunakan sistem belajar yang berjenjang seperti Qiroaty, Iqro’ atau metode lainnya yang menyediakan latihan menggabungkan huruf, hingga mengenal hukum tajwid. (wawancara tanggal 31 Maret 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar).
Dengan adanya motivasi yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar kepada siswa terlebih memberi penjelasan tentang keutamaan mempelajari Alquran maka siswa menjadi mendapatkan ilmu sekaligus siswa jadi bersemangat dalam mempelajari Alquran karena tidak kecil kemungkinan bahwa masih banyak siswa yang malas dalam belajar, khususnya dalam membaca Alquran.
Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Hj.
Ramadiyah guru BTQ yang mengatakan bahwa :
Iya jadi setiap suatu kegiatan pasti menemukan kesulitan baik dari peserta didik,karena memang dari berbagai macam faktor diantaranya keluarga,lingkungan, dan diri sendiri.jika anak yang tinggal di keluarga yang harmonis kemudian lingkungannya juga mendukung suasana agamisnya kental, sudah pasti anak tersebut mudah dan pasti punya dasar, Kesulitan yang dihadapi siswa adalah terkecohnya huruf-huruf hijaiyah yang hampir mirip dan panjang pendeknya bacaan.
Banyak siswa yang melakukan kesalahan, dikarenakan huruf yang mempunyai panjang 1 harakat dan huruf yang mempunyai panjang 2 harakat hanya sedikit sekali perbedaanya. Selain itu, tidak sedikit pula siswa yang sering lupa terhadap tanda-tanda huruf yang mempunyai panjang 2 harakat. Siswa mengalami kesulitan membaca alquran adalah kurang diperhatikan bacaan mad, menguasai hukum-hukum tajwid seperti cara baca dengung, samar dan jelas.
selain itu waktu yang tersedia untuk proses belajar mengajar Alquran sangat singkat, hambatan itu pasti akan sering kami hadapi selaku guru misalnya siswa dalam mengenal huruf hijaiyah, makhraj huruf (dialek), dan kami guru-guru PAI di sekolah selalu berusaha memaksimalkan bagaimana peserta didik bisa membaca alquran dengan baik. karena dengan masalah yang mereka hadapi akan berdampak pada nilai yang akan mereka capai terlebih kehidupannya yang akan datang. (wawancara tanggal 31 Maret 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar)
Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh guru PAI selalu memberikan contoh yang baik agar siswa dapat lebih jelas lagi akan apa yang mereka permasalahkan khususnya membaca Alquran. Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak adalah salah satu faktor yang dapat menghambat guru PAI di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alquran adalah faktor eksternal (lingkungan keluarga atau perhatian dari orang tua, waktu yang terbatas).
Orang tua merupakan lingkungan yang utama untuk mewujudkan tujuan yaitu mampu membaca Alquran. Dukungan dari orang tua di rumah memberikan pengaruh yang sangat positif bagi kemajuan siswa.
Perhatian orang tua menjadi hal yang paling utama, kemudian baru pihak pendukung yaitu dari sekolah.
Selain itu faktor lemahnya pemahaman mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Alquran seperti sulitnya mengenali huruf hijaiyah yang berjumlah 28, padahal dasar utama belajar membaca Alquran adalah hafal huruf hijaiyah dengan baik sehingga siswa bisa membaca Alquran meski perlahan-lahan. Belajar huruf hijaiyah merupakan pelajaran yang sangat utama dan penting karena merupakan tahap dasar untuk bisa
membaca Alquran, lemahnya kemauan siswa untuk belajar membaca Alquran serta pergaulan siswa di lingkungan masyarakat.
62 A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dengan judul Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Alquran Peserta Didik SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Secara umum Peranan guru pendidikan agama islam dalam mengatasi kesulitan membaca Alquran Peserta Didik SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dalam kategori cukup baik, hal ini terlihat dari guru dalam menyampaikan pelajaran sampai memberikan motivasi dan bimbingan kepada peserta didik untuk mampu membaca Alquran dengan baik dan benar. Pembelajarannya juga sudah berjalan baik, karena guru-guru selalu melaksanakan tugasnya dengan baik serta menunjukkan perhatiannya terhadap siswa khususnya yang mengalami kesulitan selalu diberikan solusi dan senantiasa diberikan motivasi yang sangat membantu siswa.
2. Dari hasil belajar membaca Alquran, dapat dilihat bahwa Guru masih sering mengalami kesulitan atau hambatan dalam mengatasi setiap masalah yang dihadapi peserta didik khususnya yang sulit membaca Alquran karena kurangnya latihan peserta didik dalam membaca Alquran di rumah serta kurangnya dukungan dari orang tua agar
anaknya membaca Alquran. namun, guru di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar selalu berusaha dan mencari solusi agar dapat mengatasi setiap masalah yang ada.Guru SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar selalu menunjukkan perhatiannya terhadap siswa khususnya kepada peserta didik yang kesulitan membaca Alquran, Guru selalu memberikan kesempatan membaca Alquran sebelum proses belajar mengajar berlangsung, dan guru selalu menuntun siswa serta membimbingnya agar menjadi lebih baik.
3. Adapun yang menjadi faktor penyebab kesulitan peserta didik dalam membaca Alquran yaitu:
a. Faktor individunya, kurangnya motivasi anak dalam belajar membaca Alquran selain itu karna faktor keluarga kurangnya latihan membaca Alquran serta pengetahuan tentang ilmu tajwid masih kurang.
b. Faktor lingkungan yang kurang mendukung untuk mempelajari baca Alquran sehingga masih banyak peserta didik yang belum mampu membaca Alquran, meskipun bisa membacanya masih terbata-bata.
B. Saran
Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran yang berkaitan dengan peranan guru pendidikan agama islam terhadap peserta didik.
1. Bagi Guru
Sebaiknya guru menerapkan metode pembelajaran secara tepat, sehingga peserta didik tidak bosan dan jenuh terhadap mata pelajaran PAI khususnya membaca Alquran. Selanjutnya penggunaan media yang bervariasi baik itu bersumber dari media cetak, elektronik dan sebagainya guna menunjang proses pembelajaran serta senantiasa memacu dan memotivasi peserta didik. Selain itu menggunakan alat peraga agar siswa lebih mudah dalam memahami materi dan suasana belajar lebih menyenangkan.
Guru Pendidikan Agama Islam khususnya guru BTQ diharapkan lebih memperhatikan kondisi baik itu kondisi lingkungan siswa, kondisi kurikulum yang diterapkan atau pun kondisi fisik siswa di dalam menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran agar dapat terlaksana dengan baik serta berdampak baik pula terhadap peserta didik.
2. Bagi Siswa
Dalam pembelajaran siswa harus lebih berani, aktif, selalu mendengarkan dengan serius dalam pembelajaran, hingga mampu bersaing secara sehat dengan temannya untuk memperoleh nilai terbaik dalam pembelajaran khusunya dalam belajar membaca Alquran.Tidak boleh ramai sendiri dan tidak boleh bermain ketika guru sedang menjelaskan.
65 Alquran Karim
Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.
Jakarta : PT. Rineka Cipta
2012. Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta :PT.Rineka Cipta
Amri, Muhammad. 2014. Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Membaca Alquran.Surakarta :Ahad Books.
Arikunto, Suharsimin. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
Bawani, Imam. 1981. Pengantar Bahasa Arab.Surabaya : Al Ikhlas
Bina, Ahda. 2011. Mudah Cepat, dan Praktis Belajar Tajwid. Surakarta :Ziyad Visi Media
Fathurrohman, Pupuh. 2007. Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. Bandung : PT.
Refika Aditama
Gunawan, Hari. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung :Alfabeta
Haling. 2007. Belajar dan Pembelajaran. Makassar : UNM
Hamalik, Oemar. 2013. Proses Belajar Mengajar.Jakarta :PT.Bumi Aksara Hawi, Akmal. 2014. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam.Jakarta :
PT Raja Grafindo Persada
Heri, Gunawan. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Cet.II. Bandung: Alpabeta.
http://qultummedia.com/55-kabar-qultum/review/241-metode-cepat-lancar-membaca-a-menulis-alquran (diakses pada tanggal 27 Januari 2015)
http://www.google.com/xhtml?q=kesulitan%20membaca%20dan%20menu lis%20alqur%27an&client=ms-opera_mb_no&channel=bh
(diakses pada tanggal 28 Januari 2015)
Kementerian Agama RI. 2012. Alquran Al Karim. Jakarta: PT SYGMA Publishing.
Kurniawan, Irwan Nuryana. 2008. http://kurniawan.staff.uii.ac.id (diakses pada tanggal 30 Januari 2015)
Nasution. 2013. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara
Ridwan. 2008. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung:
Alfabeta.
Sardiman. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT.
Raja Grafindo
SISDIKNAS. 2008. Undang-undang Guru dan Dosen. Jakarta :Sinar Grafika
Syah, Muhibbin. 2013. Psikologi Belajar.Jakarta : PT. RajaGrafindo
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Cet. 21.
Alfabeta: Bandung
Supriyadi, 2013. Strategi Belajar & Mengajar.Yogyakarta : Jaya Ilmu
Thalib, Syamsul Bachri. 2010. Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif.Jakarta :Kencana Prenada media Group
Yandiyanto, 2000. Kamus Bahasa Indonesia. Bandung : M2S
DIRMAWATI Lahir di Ujung Pandang pada tanggall 21 Juli 1994, Anak ke empat dari empat bersaudara.
Buah hati dari pasangan Ayahanda Hamang dan Ibunda Hadirah. Penulis memulai pendidikan dasar di SD Inpres Ampera laimu. Kec.Telutih Kabupaten Maluku Tengah dan tamat pada tahun 2006, Selanjutnya, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke MTs Al-Hilaal Laimu kec.telutih Kabupaten Maluku Tengah dan tamat pada tahun 2009, dan melanjutkan pendidikan di MA DDI Attaufiq Padaelo Kec. Tanete Rilau Kabupaten Barru dan selesai pada tahun 2012, dan kemudian pada tahun 2012 terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) pada Fakultas Pendidikan Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan Program Pendidikan Strata I pada Tahun 2016.
LAMPIRAN 2 SURAT IZIN MELAKUKAN PENELITIAN LAMPIRAN 3 SURAT PENGANTAR PENELITIAN
LAMPIRAN 4 SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN PENELITIAN
LAMPIRAN 5 STRUKTUR ORGANISASI SMP MUHAMMADIYAH 14 KOTA MAKASSAR
A. Identitas Responden
Nama Responden :
Tempat/tanggal lahir :
Alamat :
B. Petunjuk
1. Sebelum anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan terlebih dahulu isi identitas yang telah tersedia.
2. Jawablah tes wawancara ini dengan jujur dan penuh ketelitian karena jawaban Bapak/Ibu Guru akan membantu kelengkapan data yang penulis butuhkan.
C. Daftar pertanyaan
1. Bagaimana Peran ibu guru pendidikan agama islam dalam mengatasi kesulitan siswa dalam membaca Alquran?
2. Menurut pengamatan ibu guru, seberapa besar minat siswa yang mengalami kesulitan membaca Alquran untuk memperbaikinya?
3. Berdasarkan pengalaman ibu guru mengajar, faktor apa saja yang menjadi penyebab mengapa siswa belum bisa membaca Alquran?
temukan pada siswa?
A. Identitas Responden
Nama Responden :
Tempat/tanggal lahir :
Alamat :
B. Petunjuk
1. Sebelum anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan terlebih dahulu isi identitas yang telah tersedia
2. Jawablah tes wawancara ini dengan jujur dan penuh ketelitian karena jawaban adik-adik dapat membantu mengumpulkan data yang dapat dipertanggungjawabkan dalam penelitian.
C. Daftar Pertanyaan
1. Kesulitan apa saja yang anda alami ketika membaca Alquran?
2. Sebelum pelajaran dimulai apakah guru pendidikan agama islam selalu memberikan waktu untuk siswa membaca Alquran?
3. Apakah guru pendidikan agama islam selalu mencontohkan cara membaca Alquran yang baik bagi siswa terutama yang mengalami kesulitan membaca Alquran?